
..........................
Dan ibu pun tersenyum. Lalu beliau dengan setia masih berada disampingku dan kadang kala beliau mengusap punggung Putri untuk mengurangi rasa sakitnya.
Dan alhamdulillah rasa sakit yg menderaku pun tidak sesakit tadi.
๐2,5 jam kemudian
Dengan nafas terengah-engah dan rasa sakit luar biasa, Putri dibawa menuju ruang persalinan.
Dengan didampingi bibinya ia berada didalam ruangan itu. Sedang anggota keluarga yg lain ada di luar ruangan. Ibu mertuanya pun sedang memanggil ibu bidannya karena memang saat itu sudah malam dan hanya ada suster penjaga.
Putri pun menggenggam erat tangan bibinya, ia merasakan rasa gugup yg luar biasa.
Bibinya yg sadar akan ketakutan Putri hanya bisa menyalurkan semangat dan dorongan moril lewat kehadiran dan kata-kata semangat darinya.
"Sabar sayang, istighfar ya, jangan lupa berdoa, kamu pasti bisa." Ucap bibi menyemangatiku.
"Iya bi, makasih."
Para bidan dan asistennya sudah siap dengan peralatan medis. Dan dengan aba-aba dari bidan Putri pun melakukan proses persalinannya.
"Kaki dibuka sedikit ya, jangan merem, dan ikuti instruksi saya." Ucap bu bidan pada Putri.
Putri pun mengangguk, toh ia juga lom berpengalaman jadi ia hanya bisa patuh dan menurut.
"Tarik nafas dalam-dalam dan buang perlahan, dimulai dari sekarang ya bu, saya mulai hitungannya," ucapnya kembali.
Lagi lagi Putri pun mengangguk dan entah mengapa bibinya pun ikut mengangguk sekaligus ikutan buang nafas ambil nafas mengikuti instruksi ibu bidan, mungkin ia juga panik seperti dirinya.
Inginku tertawa saat itu, tapi tertahan karena rasa sakit yg menderaku.
"Oke, kita mulai ... ambil nafas ... dan buang lewat mulut ... lagi!"
Dan begitulah instruksi bidan selama proses persalinan tersebut. Sebenarnya hati kecil Putri masih sedikit belum siap, karena ia ingin sekali ditemani suami tercintanya saat melahirkan, tapi takdir sepertinya tidak mengijinkan.
"Bismillah, sayang engga usah nunggu ayah ya, kamu keluar aja gpp, mama uda ga kuat." Ucap Putri dalam hatinya sekaligus ia menarik nafas sekaligus mengejan dalam waktu bersamaan.
Dan dalam hitungan menit berikutnya ...
Oek
Oek
Oek
__ADS_1
Suara tangis bayi laki-laki menggema diseluruh ruangan. Dan peluh keringat serta deraian air mata bahagia mengalir dari dalam diri Putri.
Bayi dengan kulit putih bersih bercampur darah segar didekapkan diatas dada Putri. Tangisannya kencang dan ia sangat tampan seperti ayahnya.
"Selamat sayang." Ucap bibinya penuh bahagia.
Dan sementara Putri melakukan IMD, bidan pun menjahit jalan lahir bayi tersebut. Bidan memang sudah memberikan suntikan obat bius, tapi sepertinya hanya sedikit dosisnya, karena masih terasa sakit saat proses menjahit.
"Untung saja ada sayangnya mama dan ayah, jadi mama ga jadi ngomel ... hi ... hi ... hi ... selamat datang baby Al." Ucap Putri dengan bahagia.
Setelah proses menjahit selesai, baby Al pun diambil dan dibawa untuk dibersihkan agar segera dapat diadzani oleh ayahnya.
๐Di luar ruangan persalinan
Dengan nafas memburu, dan setengah berlari Tiyan pun sudah sampai di depan ruang persalinan.
Dia pun menyalami seluruh keluarganya. Dan gak lupa ia pun mencuci tangannya terlebih dahulu atas perintah ibunya pula. Karena bayinya belum diadzani makanya Tiyan pun membersihkan diri sebelum menyentuh bayinya.
Dan kemudian suster menimbang dan mengukur tubuh baby Al. Kemudian ia membawanya ke luar ruangan persalinan untuk diadzani ayah bayi.
"Maaf ayah sang bayi dimana ya?" Tanya suster tersebut.
"Saya suster." Jawab Tiyan dengan bahagia sekaligus gugup.
Lalu Tiyan pun menggendong bayinya untuk pertama kalinya. Dan ia pun segera mengumandangkan adzan ditelinga putranya.
Tangis bahagia mengiringi seluruh anggota keluarga yg hadir malam itu. Dan sesudah itu, Tiyan pun segera menemui Putri yg masih berada dalam ruang persalinan.
"Sayang ..." Ucap Tiyan saat sudah masuk dalam ruang persalinan Putri.
"Mas ..." ucap Putri bahagia sekaligus terharu melihat suaminya datang.
"Maaf aku baru bisa datang sesudah bayi kita lahir, terimakasih sayang." Ucapnya sambil mengecup kening istrinya tersebut.
Dan disaat itu suster pun datang dan memberi tahu kalau Putri harus segera dipindah ke ruang perawatan.
"Maaf, pak, ibu harus segera dibawa ke ruang perawatan segera." Ucap suster tersebut.
Dan untuk menebus kesalahannya itu, Tiyan menggendong Putri sampai ruang perawatannya.
"Mas, aku berat pake kursi roda aja." Ucapnya malu ketika seluruh keluarganya memandang Putri saat dibawa ke ruang perawatannya.
"Sebagai permintaan maafku karena aku ga bisa menemani kamu saat-saat berjuang tadi sayang, aku rela melakukan apapun untukmu." Ucapnya lirih tepat ditelinga Putri.
Dan Putri hanya bisa tersenyum bahagia untuk semua perhatian dan kasih sayang dari suaminya tersebut.
__ADS_1
Sesampainya di kamar Putri pun bersanding dengan bayinya. Lalu suster pun memberikannya pada Putri agar bisa segera menyusui bayinya.
Dan sesudah itu, baby Al pun terlelap.
"Sayang kita jadi memberi nama baby Al kan?" tanya Putri.
"Iya sayang, selamat datang baby Al." Ucap Tiyan pada jagoan kecilnya.
Ia sungguh bersyukur bisa memiliki Putri dan baby Al.
Pipi cubby dan rambut Al mirip banget ama Putri, apalagi jika mata kecilnya terbuka, membuat siapa aja yg melihatnya pun akan ikut gemes.
"Ya dah, sayang, kamu istirahat aja, biar baby aku yg jagain."
"Makasih mas, love you."
"Love you too my lovely." Ucapnya mesra sambil mencium pucuk kepala Putri dengan penuh cinta.
Dan malam itu pun, Tiyan menjaga istri dan bayinya sepanjang malam. Untung saja baby Al tidak rewel. Dan Tiyan juga bisa istirahat sebentar karena memang badannya capek sehabis perjalanan jauh.
๐Keesokan harinya
Kedua orangtua Putri sudah sampai di tempat Putri bersalin. Mereka amat bahagia menyambut kelahiran cucu laki-laki kedua dalam keluarga Putri.
Mereka bahagia bisa memiliki cucu lagi, apalagi dimasa tua mereka sekarang hanya satu keinginan mereka, yaitu memiliki cucu dan menantu yg hidup rukun dan bahagia.
Maka dari itu untuk menyambut cucunya mereka juga membawa banyak bingkisan hadiah untuk mereka. Tentu saja Putri dan Tiyan sangat bahagia dengan keakraban keluarga besar mereka.
"Terimakasih Ya Allah engkau melimpahkan keluarga yg baik untukku dan rahmatilah kami dengan keluarga yg bahagia dan sejahtera." Ucap Putri dalam hatinya.
Dan sore itu ahirnya mereka bisa membawa pulang Putri dan bayinya ke rumah dengan selamat dan tak kekurangan apapun.
Sesampainya di rumah, Putri dan bayinya sangat beruntung karena mereka menempati kamar baru untuk menyambut anggota keluarga barunya.
.
.
.
.
Hai para reader's setia "CTSN" CINTAKU TAK SEINDAH NOVEL, sebentar lagi akan sampai ke proses akhir ya.. jadi mohon maaf bila novel perdana Fany ini kurang sesuai dengan imajinasi kalian. Terimakasih sudah mendukung novel fany sampai hari ini. Love you ๐
__ADS_1