Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
KEJELASAN


__ADS_3

Mungil yg masih memendam amarah masih terus melampiaskan kepada Rya. Dan dengan cepat Rya pun bangkit dan mencoba menenangkan amarah Mungil.


"Dengarkan aku Mungil, please ... aku benar-benar ga merebut pacar orang, kalo kamu ga percaya padaku, kenapa kita ga mencoba bertemu kak Vano dan membicarakan masalah ini bertiga?"


"Akan lebih baik kalo kita mendengarkan semuanya secara langsung dengan kak Vano, soal waktu dan tempat biar aku yg memberi taunya, pasti dia mau ketemu sama kamu."


Mungil pun berangsur-angsur meringkuk dan terduduk lemah, "Maafkan aku Rya."


"Mungkin benar kak Vano lebih memilih kamu ketimbang aku, aku memang ga pernah bisa mengontrol emosiku sendiri, mungkin itu yg membuat Vano menjauh dariku dan lebih memilihmu."


"Mungil, yg mengerti dirimu adalah kamu sendiri, dan jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain, setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri, aku percaya Kak Vano pasti punya alasan kenapa dia begitu padamu."


Mungil mulai meresapi satu persatu perkataan Rya, mungkinkah selama ini dia yg terlalu termakan api cemburu dan menyalahkan salah satu pihak? dan ia pun selalu berusaha untuk membalaskan langsung amarahnya itu, padahal Rya tidak tau apa-apa dan menyeretnya paksa untuk masuk kedalam permasalahan pribadi antara ia dan Vano.


"Rya, maafkan aku!"


Mungil kemudian berdiri dan memeluk Rya, perlahan ia mulai menangis. Dan Rya pun membalas pelukan Mungil seraya mengusap punggungnya untuk menyalurkan ketenangan padanya.


"Udahan yuk, kita pulang sekarang! uda mau sore, aku takut aku telat pulang Ngil, nanti aku dicariin ortuku, maaf ya," pamit Rya.


"Sebagai permohonan maaf gue, gue anterin elu pulang ya?"


"Eh ga usah! gue pulang sendiri aja."


"Gpp biar cepet dapat busnya, gue bawa motor kok, please ...."


"Ya uda yuk." Rya pun merapikan bajunya, karena tadi sempat acak-acakan karena ulah Mungil.


Rya dan Mungil segera keluar dari ruang kosong itu dan segera ke area parkir sekolah untuk mengambil motor Rya yg terparkir disana.


Dan dengan cepat mereka segera keluar area sekolah. Dan tak sengaja sepasang mata memperhatikan mereka dari kejauhan.


Dengan langkah tergesa Danuarta segera kembali ke sekolah, dia ingin sekali bertemu Rya, karena sejak mapel selesai, Rya langsung meninggalkan kelas begitu saja. Padahal ada sesuatu yg ingin Danu sampaikan pada Rya.


Tapi apa yg ia lihat barusan , diluar dugaanya. Rya pergi bersama orang yg selama ini mau mencelakai Rya. Sebuah kebetulan atau memang kesengajaan, apakah mereka sudah berdamai atau malah Mungil masih merencanakan sesuatu untuk Rya.


"Hhhh, kukira selama ini kamu sudah berubah Ngil." Seru Danuarta yg masih berdiri di pojok ruang parkir.


"Semoga kali ini kamu tidak bertindak gegabah seperti dulu." Ucapnya dalam hati.


🍃 Di halte bus ...


"Makasih Ngil, uda cukup sampai disini aja, makasih banyak ya, maaf malah bikin kamu repot kayak gini," ucap Putri tak enak hati.


"Ngga Rya, justru aku yg mau minta maaf, karena sikapku tadi, kamu pulang telat gara-gara aku."


"Ngga papa kok! aku uda maafin semuanya, oh ya besok kalo uda ada kabar ttg kak Vano, aku akan hubungi kamu lagi."


"Ok ... see you."

__ADS_1


Dan sesudah itu ada bus lewat, dan Rya pun segera naik bus menuju rumahnya.


🍃Di rumah Vano ...


"Rya, apakah aku masih bisa berdiri tegak saat dihadapanmu nanti? menghadapi Ujian Sekolah aja aku ga becus! apalagi untuk merencanakan masa depan bersamamu."


"Tapi kamulah orang yg bisa menerimaku apa adanya, engkaulah satu-satunya wanita yg memberikan kehangatan di setiap hembusan nafasku."


"Bolehkah aku egois dan ingin memilikimu selamanya."


Revano memang seperti ini, sikap introvertnya membuatnya berbeda, ia seperti memiliki 2 kepribadian, kadang begitu kuat, kadang terlalu rapuh. Tapi ia sangat mencintai Ryani melebihi apapun saat ini.


🍃Mungil POV


"Vano, mungkin aku harus merelakanmu untuk seseorang yg benar-benar bisa mengerti dan mencintaimu seutuhnya, aku memang tak berguna dan tak berhak untuk di cintai."


Meski Mungil dibesarkan dengan kemewahan, nyatanya jiwanya tak bahagia. Uang tak menjamin kebahagiannya. Bahkan dengan gadis yg biasa saja ia kalah. Kalah dalam mendapat cinta dari seorang Revano Aldi Putra.


...~~~~...


Sesampainya di rumah, Ryani sudah dihadiahi tatapan tajam dari Kak Rega, kakak lelaki satu-satunya yg dimiliki Rya.


"Darimana aja jam segini baru pulang?"


"Ya dari sekolah kak, masa dari maen!"


"Lah, kenapa sampai sesore ini?"


"Beneran kamu ga bohong?"


Sepertinya jiwa detektifnya muncul ni. Gue harus kelihatan pede dan tegas buat jawab pertanyaan darinya, jangan sampe celah kebohongan gue terbongkar, pikir Rya dalam hati.


"Bener kak, aku ga bohong kok! udah ya, aku permisi dulu, mau masak buat bapak ibuk."


Rya segera berlalu dan berganti pakaian dan segera menuju dapur untuk memasak. Ia takut ke dua orang tuanya segera pulang, oleh karena itu ia terburu-buru. Sedangkan Kak Rega masih mematung disana.


Dengan tangan cekatan Rya memasak nasi dan masak air, dan memasak sayur untuk kedua orang tuanya, hanya butuh waktu 1,5 jam untuk Rya menyelesaikan pekerjaanya tersebut.


Dan beruntungnya saat kedua orangtuanya kembali dari sawah, semuanya sudah hampir beres. Begitu pula dengan Kak Rega yg sudah menyelesaikan pekerjaanya.


Akhirnya pukul 17.30, Rya sudah menyelesaikan semuanya. Ayah dan ibunya pun sudah mandi dan bersiap menunggu adzan maghrib.


Makanan pun sudah tersusun rapi di meja makan. Kerena biasanya sesudah ibadah, mereja akan makan bersama. Dan sesudahnya akan berkutat dengan kebiasaan mereka kembali.


Di dalam kamar Rya, Rya masih memandangi foto-foto dan kenangan saat liburan di Bali kemarin. Ia juga memandangi hadiah-hadiah yg beberapa bulan lalu ia dapat dari ketiga cogan di sekolahnya.


Rya sedikit tersenyum, mengingat semua momen kemarin, sungguh ia ga menyangka bahwa masa putih abu-abu seseru ini. Andaikan dulu ia beneran ga melanjutkan sekolahnya, entah apa saja yg terjadi hari ini.


Mungkin sekarang ia hanya berada di indekost dan kesehariannya akan dihabiskan untuk bekerja. Tapi bekerja sebagai apa, karena lulusan SMP ga mungkin dapat pekerjaan yg layak, dan mungkin akan berakhir menjadi buruh pabrik seperti kakak-kakaknya.

__ADS_1


Rya menggeleng cepat kepalanya. Sayup-sayup terdengar lantunan adzan maghrib. Rya pun segera mengambil air wudhu dan menunaikan ibadah berjamaah bersama anggota keluarga lainnya.


Dan sesudahnya, mereka pun segera makan malam seperti biasa. Dan sesudahnya mereka akan berkumpul di ruang keluarga untuk menonton TV bersama .


"Rya gimana sekolahnya hari ini, lancar?" Tanya Bapak yg memulai percakapan dengan Rya.


"Alhamdulillah lancar pak," jawab Rya dengan tersenyum dan memandang kedua orang tuanya secara bergantian.


"Alhamdulillah kalo begitu, setidaknya kamu masih bertanggung jawab akan pilihanmu."


"Kamu 'ga punya pacar kan Rya?" Tanya Kak Rega secara tiba-tiba.


Rya tersentak kaget, bagaimana mungkin Kak Danang bisa tau, batinnya.


"Ha ... ha ... ya ga mungkin lah kak, mana sempat Rya pacaran, lagian siapa yg mau ama Rya, uda kecil, buluk pula."


"Ya siapa tau, kan akhir-akhir ini kakak perhatikan kamu selalu pulang telat."


"Ya karena memang akhir-akhir ini kegiatan di sekolah makin banyak kak, apalagi habis ini kan aku kelas 3, justru nanti akan lebih banyak lagi kegiatannya."


"Oh ya, sekalian Rya mau minta ijin, kalo mungkin nanti akhir-akhir ini Rya bakal sering pulang telat, karena Rya harus mencari sendiri tempat buat Praktek TA nanti kalo kelas 3."


"Oh jadi yg nyariin bukan dari sekolah gitu to nak?"


"Bukan yah, melainkan kita sendiri yg nyari, kata guru pembimbingnya biar kita nanti kalo uda lulus sekolah uda punya chanel buat kerja yah, sekalian nguji mental, biar lebih deket sama yg punya usaha."


"Oalah, ya sudah kalo begitu, semoga berhasil nemukan tempat magang kerja yg cocok dan bosnya baik ... Amiin."


"Aamiin ... makasih ayah."


~ Bersambung ~


.


.


.


.


Terimakasih buat para pembaca Novel perdanaku ini. Maaf bila banyak kekurangannya dan mohon like dan dukungannya buat Author ya, biar makin semangat buat update setiap hari disini dan semoga kalian suka


Sekali lagi terimakasih buat semuanya🙏😊


.


.


JANGANLUPA LIKE, FAVORIT DAN VOTE YA😘

__ADS_1


DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR🙏


__ADS_2