Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
AKU MENCINTAIMU


__ADS_3

"Ok aku mandi dulu ya Put."


"Silahkan kakakku ... sampai ketemu nanti."


Ahirnya obrolan sore itu berakhir pula. Putri pun melanjutkan aktifitasnya kembali. Pokoknya sebelum para seniornya pulang.kamar harus bersih dan wangi.


🍃~🍃~🍃~🍃~🍃


"Ahirnya kamarnya sudah bersih dan wangi," sahut Putri dengan bahagia.


"Mm, perlu mandi lagi ga ya? emm ... ga usah deh, sekarang aku laper."


Lalu ia pun memakai rok pendek dibawah lutut lalu pergi keluar membeli beberapa camilan. Sepertinya cacing di perut Putri banyak sekali, akibatnya ia mudah lapar.


Karena memakai rok, tentu saja kalo terkena angin akan menari nari dong. Naik turun naik turun, untung saja Putri memakai hot pants didalamnya. Jadi masih aman sentosa.


Saat didepan asrama ia berpapasan kembali dengan teman kak Tiyan.


"Hai Put," sapanya mendahului.


"Hai kak ..." jawab Putri yg lupa nama teman kak Tiyan.


"Aku duluan ya," sahutnya kembali.


"Iya kak ..."


Dalam perjalanan ia mengingat ingat siapa ya nama teman Tiyan tadi.


"Akh iya ... aku ingat namanya kak Desy," gumam Putri.


Putri pun kembali melanjutkan ke toko depan asrama. Lalu ia segera berbelanja. Sesudah itu ia kembali karena takut kakaknya sudah kembali ke kamar sedangkan kunci kamarnya ia bawa.


Dengan terburu-buru ia masuk ke asrama putri dan sesampainya disana belum ada sepatu atau sandal di depan kamar, artinya belum ada yg pulang.


Lalu ia pun membuka kamarnya dan segera menaruh tas belanja di kasurnya sendiri. Kemudian ia mencuci tangan dan kemudian memakan snack sambil menonton Tv.


Hpnya berbunyi, ada satu pesan dari kak Novi.


"Put aku ga pulang sore ini, baru besok pagi sampai asrama, kamu ga papa kan sendirian di kamar?"


"Gpp kak, yg lainnya juga ga pulang hari ini, katanya besok semua."


"Ya dah, hati-hati ya, besok kakak bawain oleh-oleh yg lezat buat kamu ya, see you adek, baik-baik jaga kamar ya."


Ahirnya percakapan dengan kak Novi terhenti. Dan ia pun segera memakan snacknya kembali.


Krucuk ... krucuk ... krucuk ...


"Hadeh ... kenapa perutku ga bisa dikondisikan sih." Putri menepuk jidatnya lagi.


"Chat kak Tiyan aja deh," gumannya.


Lalu ia pun mengambil lagi HPnya dan menelpon kak Tiyan.


Tring ... Tring ... Tring ...


Tiyan menyadari HPnya berbunyi, kemudian ia mengambil HPnya, Dilihatnya ada panggilan dari Putri, saking senangnya ia lalu mengangkatnya.


"Assalamu'alaikum ..."


"Wa'alaikumsalam Putri?"


"Kakak ada acara engga?"


"Lah kan emang tadi uda aku bilangin mau ngajak dia keluar, tapi dia bilang lihat nanti," pikir Tiyan.


"Em, engga ada kok, kenapa?"


"Mm, kalo kakak ga keberatan, habis maghrib bisa nganter Putri beli makan ga?"


"Wah, kalau itu bisa banget," jawab Tiyan dengan sangat antusias.


"Ya dah kalo gitu, janji ya, makasih sebelumnya, aku tutup telponnya ya kak, Assalamu'alaikum."

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam."


Dan sesudah Putri menutup telpon, terdengar suara adzan maghrib, maka Putri pun mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat maghrib, begitu pula dengan Tiyan.


Kalo Tiyan memang sudah taat beribadah sejak dulu. Begitu pula dengan Putri. Dua puluh menit kemudian, ia pun keluar dari kamar.


Sebelumnya ia sudah mengirim pesan kepada Tiyan. Tiyan yg sudah siap 5 menit lebih awal dari Putri sudah menunggu di depan gerbang asrama. Malam ini ia terlihat tampan, dia juga sudah duduk manis diatas motornya.


Lalu kemudian Putri muncul dengan sweater avocadonya dan celana jeans navi. Putri juga terlihat sangat cantik malam itu.


Tiyan sampai terkesima melihat kedatangan Putri.


"Hai kakak," sapa Putri sambil melambaikan tangannya ke arah Tiyan.


"Hai juga ... kuy berangkat," ajak Tiyan.


Ia pun mempersilahkan Putri untuk duduk di motornya dan memberinya sebuah helm.


"Terimakasih," ucap Putri dengan manis.


Dengan perjalanan yg cepat dan lancar, ahirnya mereka berdua berangkat menuju taman kota.


Memang rencananya Tiyan ingin mengajak Putri jalan-jalan menuju sebuah tempat yg romantis. Dan malan itu ia wujudkan rencana mereka.


Menurut teman-teman Tiyan, salah satu tempat romantis di kota S adalah taman kota. Disana terdapat sebuah taman yg dipenuhi kerlap kerlip lampu dan ada air mancur ditengah-tengah taman.


Dua puluh menit kemudian mereka sampai di tempat itu. Tiyan mencari tempat parkir yg nyaman. Lalu ia menggandeng lengan Putri menuju sebuah bangku taman.


"Duduk sini gimana Put, tu ada penjual makanan, kamu mau?"


Putri masih asyik melihat keindahan di sekelilingnya, ia menoleh ke kanan dan ke kiri. Sampai ahirnya ia menemukan penjual makanan yg dimaksud Tiyan.


"Apa itu kak?"


"Itu tahu tek, kamu mau coba?"


"Mm enak ga ...?" pernyataan polos meluncur seketika saat melihat hal baru didepannya.


"Mm boleh deh kak ..."


Dengan senyum mengembang ia pun mendekati penjual makanan itu dan memesannya untuk pujaan hatinya tersebut.


"Pak, tahu tek nya satu, sama es tehnya satu ya."


"Siap mas, ditunggu sebentar ya," ucap bapak penjual makanan tersebut.


Sepuluh menit kemudian, seporsi tahu tek sudah ada di tangan Putri dan Tiyan membawa 1 gelas es teh.


Putri yg melihat makanan aneh di depannya, agak agak sangsi untuk memakannya, antara bingung mau makan atau tidak?"



Semakin lama Putri terdiam, Tiyan tidak bisa menahan tawanya, sehingga sepersekian detik berikutnya tawanya benar-benar pecah di depan Putri.


ha ... ha ... ha ...


Putri menengok melihat ke arah Tiyan dan menatapnya bingung.


"Kak Tiyan kenapa? ga kesambet kan?"


"Wkwkwkwk, maaf ... maaf Put, kamu tu lucu tau ... dari tadi cuma ngeliatin makanannya tanpa mencobanya, cuma diliatin aja, mana tau itu enak apa enggak?"


"Atau kamu bingung gimana cara makannya?"


"Iya, aku bingung gimana cara makannya?"


"Sini-sini aku bantu ..." Tiyan pun mengaduk makanan tersebut menjadi satu dan mulai menyuapi Putri.


"A ... ayo buka mulutnya?"


Dengan ragu ia pun menerima suapan dari Tiyan.


"Hap ... hemm ... oh gini rasanya, rasanya tidak terlalu aneh."

__ADS_1


"Gimana? enak ga?"


"Lumayan ..."


"Mau lagi?"


"Nyam ... nyam ... boleh deh!"


Dengan telaten Tiyan menyuapi Putri sesuap demi sesuap, dan bodohnya Putri ia menurut saja saat disuapi. Tiyan juga menyuapi dirinya sendiri. Tanpa sadar mereka sudah menghabiskan satu porsi makanan berdua.


Dan yang paling romantis, setelah menyuapi Putri, ia juga menyuapi minuman pada Putri. Dan dengan bodohnya Putri terus saja menerima semua perlakuan Tiyan.


"Mau lagi?" tanya Tiyan.


"Hem, ga usah deh, nanti kita cari kuliner yg baru aja gimana?"


"Siap tuan Putri ..."


Seketika rona merah muncul dikedua pipi Putri. Dan ia pun ingat percakapan mereka tadi siang.


"Oh ya kakak tadi siang kayaknya mau mengajak Putri jalan-jalan ya, emang mau kemana?"


"Kamu baru ingat ya? ya kesini Put, gimana kamu suka ga dengan tempatnya."


"Bagus kak, cuma agak kurang nyaman aja, karena tempatnya remang-remang trus ada nyamuknya."


"Maaf kalau begitu, jadi kamu ga suka tempatnya ya?"


Putri yg melihat raut kekecewaan dari Tiyan segera berbicara.


"Suka kok kaak, suka banget kok, sue!" jawab Putri cepat.


Ia takut nanti Tiyan marah akan sikapnya tadi, bisa-bisa nanti ia disuruh pulang ama kak Tiyan.


"Aku seneng kak dengan tempat ini, tapi lebih senengnya lagi, karena ada kakak yg selalu menemani Putri setiap saat, bahkan saat Putri terpuruk pun, kakak selalu ada disampingku."


Tiyan yg mendengar kata-kata Putri semakin yakin kalo Putri juga memendam rasa untuknya. Dengan segenap kekuatan dan keberanian, ia pun mulai memegang kedua tangan Putri dan menatapnya perlahan.


Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain, tatapan yg sulit diartikan oleh siapapun.


"Putri, sebenarnya aku sudah lama merasakan sesuatu yg berbeda di dalam sini!" ucap Tiyan sambil menunjuk ke arah dadanya.


"Aku mencintaimu Ryani Putri Azzahra."


Pernyataan itu lolos dari bibir Tiyan dan sukses membuat Putri terdiam dan membisu.


Deg ...


Deg ...


Deg ...


Jantung Putri pun berdetak lebih cepat, bahkan berkali-kali lipat. Ada rasa bahagia dan juga rasa nyeri yg menyergap menjadi satu. Ada yg tidak bisa diungkapkan olehnya. Ada juga rasa bahagia yg menerpanya secara bersama-sama.


Manik mata Putri masih mengamati bola mata Tiyan seakan mencari kebohongan tapi yg dilihatnya justru sebuah kejujuran.


Akankah Putri menerima cinta Tiyan?


~ Bersambung ~


.


.


.


.


.


SALAM SAYANG DARI AUTHOR BUAT READERS YG MASIH SETIA MENUNGGU LANJUTAN NOVEL INI..😊.. MAAF JIKA MASIH BANYAK TYPO DAN ALUR YG MUTER, KARENA INI MEMANG PENGALAMAN PERTAMA AKU MENULIS


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN GIFT -NYA JIKA BERKENAN, SATU DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK AUTHOR .. MAKASIH BANYAK 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2