
"Makasih sayangku ..."
"Sama-sama kakak sayang."
Tiyan pun tersenyum senang mendapatkan perlakuan spesial dari Putri malam ini. Sungguh malam ini kebahagiaan meliputi mereka berdua.
π~π~π~π~π
Sesudah acara suap-suapan selesai, maka mereka berdua pun mengobrol untuk melepaskan rasa kangen mereka. Banyak hal yg ingin mereka ceritakan satu sama lain.
Sekedar bercanda ria juga sering Tiyan selipkan di dalam obrolan mereka malam ini.
Tiyan memang tak pernah absen untuk membuat Putri selalu tersenyum. Karena senyuman Putri adalah obat terbaik buatnya. Disaat ia lelah akan kepenatan dalam bekerja, memikirkan Putri saja sudah membuatnya semangat untuk kembali bekerja.
Malam ini Tiyan tidak ingin merusak momen yg indah ini dengan sesuatu hal yg tidak disukai Putri. Malam ini dia hanya mengikuti alur dari Putri. Putri minta apa, ia akan berusaha menurutinya.
Sampai ahirnya jam hampir menunjukan waktu 20.30 WIB.
"Put, kamu ga mau pulang? mau nginep disini kah?" tanya Tiyan hati-hati.
Putri menepuk jidatnya sendiri.
"Ya Allah, Putri sampai lupa waktu, hayukk pulang, ntar keburu pintu asrama ditutup, Putri mau tidur dimana?" sahutnya sambil berdiri.
"Ya dah, ngobrolnya nanti dilanjut via chatting aja ya, yuk pulang." ajak Kak Tiyan.
"Sini tasnya aku bawain," pinta Kak Tiyan.
Putri pun memberikan tas yg dibawanya pada kak Tiyan seraya mengucapkan terimakasih.
"Makasih sayangku ..." ucap Putri sambil berlalu.
Sebenarnya ia masih malu mengucapkannya tapi ia segera berlalu biar kak Tiyan tidak melihat kedua pipinya yg sudah memerah.
Tiyan yg mendengar ucapan sayang langsung dari mulut Putri, membuat dirinya seolah terbang melayang, di atas kepalanya sudah meledak bentuk love-love bersamaan dengan bunga-bunga.
Dan sepersekian detik ia baru menyadari kalo Putri sudah meninggalkannya. Ia pun berlari untuk mengerjar Putri.
"Putri, tungguin, kok ditinggal si," ucapnya sambil meraih tangan Putri karena ia berhasil mengejar Putri.
Putri pun menoleh, "Hi ... hi ... salah siapa coba melamun," ucap Putri yg sengaja diimut-imutkan.
" Ah...imut sekali pacarku ini..." gumam Tiyan dalam hatinya.
" Udah yuk pulang keburu malam lo..jangan lupa ngebut ya ..." pinta Putri sambil mengedipkan salah satu matanya ke arah Tiyan.
Deg..deg..deg..detak jantung Tiyan makin berdisko tak karuan..untung saja tak melompat dari tempatnya saking bahagianya.
" Ayok " ucap Tiyan kemudian.
Lalu mereka berdua segera meninggalkan tempat itu menuju asrama mereka berdua.
Ngeng ... ngeng ... ngeng ... siat ... siut ...
__ADS_1
Tiyan pun mengebut sesuai permintaan Putri. Dan terbukti 15 menit kemudian mereka sampai di asrama. Putri segera berpamitan pada Tiyan.
Tak lupa ia pun mengecup punggung tangan Tiyan.
Tiyan terkaget, begitu pula Putri yg baru saja sadar akan tindakannya barusan. Ia lupa kalo itu Tiyan, bukan Mas Reganya.
Lalu Putri permisi, "Assalamu'alaikum, Putri pamit dulu," ucapnya, ia pun segera berlalu dari hadapan Tiyan.
Tiyan masih melongo diatas motornya, ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali sambil mengingat apa yg terjadi barusan. Lalu ia pun melajukan motornya ke arah parkiran.
πPutri Pov -
Sambil berlalu ia terus berjalan menuju kamarnya. Ditengah jalan menuju kamarnya ia baru inget kalo tas makanannya masih diatas motor Tiyan. Ia lupa tak memintanya tadi.
Ia juga merutuki tindakan bodohnya tadi, "Kenapa pake cium tangan segala sih," gerutu Putri.
Habisnya ia tadi ingetnya dibonceng ngebut sama masnya yg ada didesa,,makanya pas turun ia pun mengecup punggung tangan Tiyan seperti kebiasaan yg dilakukannya pada kakaknya itu.
"Abis si, pake acara ngebut segala, yg biasa mbonceng gue ngebut kan cuma Kak Rega," batinnya terus menggerutu.
"Huh, trus mau ditaruh dimana muka gue, plissshhhh ..."
Putri yg kesal mengacak-acak rambutnya karena saking frustasi, ia lupa kalo ia belum sampai kamar, ia masih di perjalanan menuju kamarnya. Lalu ia pun berjalan lebih cepat.
Untung saja jalannya sepi karena sudah malam. Coba saja ini masih sore, pasti banyak anak-anak asrama Putri yg lewat.
Sampai di belokan ia mempercepat langkahnya, karena tepat di belokan itu ada lift barang yg angker. Dan suasana malam ini sangat mendukung, auranya suram guys.
Bulu kuduk Putri meremang, ia tek berani menoleh dan ia pun makin mempercepat jalannya menuju kamarnya.
"Assalamu'alaikum, Putri pulang ..." ucap Putri setelah membuka pintu kamarnya.
"Wa'alaikum salam," jawab kak Ida.
Putri menoleh ke kanan dan ke kiri. Hanya temaram lampu yg terlihat. Lampu utama sudah dimatikan. Dan ternyata yg lain sudah tidur dan kak Novi tidak ada di kasurnya.
"Loh, Kak Novi dimana kak?" tanyaku pada kak Ida yg masih belum tidur.
"Kak Novi menginap di rumah tantenya."
"Ngomong-ngomong kok sering banget kak Novi nginep ? emang ada apa ?" tanyaku kembali sebari duduk di kasur kak Ida.
"Sttt, jangan bilang yg lain ya, Kak Novi mau menikah ..." jawabnya Kak Ida sambil celingak celinguk ke kanan dan ke kiri.
"Owh ..." aku manggut-manggut tanda mengerti.
Aku yg baru sadar akan perkataan kak Ida segera menoleh padanya.
"Apa ... kak ...." pekikku terkaget dengan pernyataan Ka ida barusan.
Sontak saja mulutku dibekap ka Ida erat-erat. Belum sempat aku meneruskan kata-kataku, ku lihat Kak Ida memberikan kode padaku untuk diam.
"Hush, ga usah pake teriak Put, semua uda bubuk," jawabnya setengah berbisik.
__ADS_1
"Maaf," kata pertama yg lolos dari mulutku ketika Kak Ida sudah melepaskan bekapan mulutku tadi.
Lalu dari pada aku berisik, aku pun permisi untuk mengambil air wudhu lalu sembahyang isya'.
Setelah selesai, Kak Ida lalu mengunci pintu kamar dan aku pun segera naik ke kasurku di lantai dua.
π Tiyan Pov-
Tiyan yg masih melongo diatas motornya segera menyadari kalo ternyata ada tas makanan Putri yg tertinggal dimotornya.
"Ya Allah, sampai kelupaan gara-gara insident tadi," gumam Tiyan.
"Putri si pake cium tangan segala, tapi aku suka sih ... " ucapnya sambil senyam-senyum sendiri. Lalu ia pun mengambil kotak makanan itu untuk dibawa ke kamarnya.
Tentu saja tempat makanan itu mau Tiyan cuci supaya bersih. Baru esok hari dikembalikan pada Putri.
Sesampainya di kamar, temannya terheran heran karena Tiyan membawa tas .
"Apa yg lu bawa Yan?" tanya Aga.
"Mau tau aja ..." ucap Tiyan sambil berlalu.
Aga pun menjaili Tiyan dengan merebut tas pink itu.
"Heh, mau lu apain?" tanya Tiyan.
"Ya mau gue lihat isinya lah, kan penasaran!" ucapnya sambil senyam senyum sendiri.
Dan belum sampai ia membuka resleting tas itu. Tiyan sudah berhasil ia merebutnya kembali.
"Sorry Bro, punya gue ga bisa dipinjem-pinjem," ucapnya.
"Halah, pelit lu ..."
Tiyan pun segera berlalu dan menaruh tas makanan tadi diatas kasurnya yg juga di lantai dua.
Lalu ia pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan juga berwudhu lalu sembahyang Isya'.
~ Bersambung ~
.
.
.
JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA YA.. BIAR AUTHOR TAHU DIMANA KEKURANGANNYA SELAMA INI.ππ
**JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN GIFT-NYA YA..
KARENA DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT TERBESAR BUAT AUTHOR DALAM BERKARYA
TERIMAKASIH BANYAK, SEMOGA ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN KALIAN SEMUA ... AAMIIN
__ADS_1
OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED** "
SEMOGA KALIAN SUKA π