Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
DUNIA MALAM


__ADS_3

Sedangkan Putri kembali mengamati keindahan tempat ini.


🍃~🍃~🍃~🍃~🍃


Saat momen kayak gini, apalagi melihat banyak pasangan muda-mudi yg menghabiskan waktu berdua, membuatnya semakin merindukan sosok Tiyan yg ceria.


Ya sedikit banyak kehadiran Tiyan memang sangat berpengaruh terhadap kehidupan Putri.


Semakin lama menjalin hubungan, semakin membuat luka di hati Putri yg telah ditorehkan oleh Vano seakan sembuh sejak kehadiran Tiyan.


Meskipun kadang sikap Tiyan sangat menyebalkan dan selalu menang sendiri, tapi Putri tetap menyukainya.


Tuhan memang baik terhadap semua hambanya. Saat ia memberikan sakit pasti dia juga akan memberikan obat penyembuhnya.


🍃BACK TO REALITY


"Gimana Put, enak ice creamnya?"


Putri masih menyendok sana sini bagian ice creammya.


"Emm, enak kak," jawabnya singkat.


Sedang Rendy masih memperhatikan Putri yg masih sibuk menyendok ice creamnya.


"Hmm, dasar anak kecil, makan ice cream sampai segitunya ..." gumam Rendy dalam hatinya.


Sedang kak Jelita masih anggun saat makan ice cream tidak seperti Putri. Kalo Pak Rudi jangan ditanya, dia mah mukanya rata tanpa ekspresi.


Maklum kalo orang sudah berumur mah suka ga menikmati suasana.


Dan setelah acara makan ice cream selesai, kak Rendy mengajak kita semua untuk mengunjungi rumah temannya yg kebetulan ada disitu.


Kita pun segera berangkat, karena takut kemalaman. Sekitar pukul 9 malam kita sudah sampai di tempat yg ia tuju. Sekarang yg mengambil alih kemudi Kak Rendy.


Dia pun turun dari mobil sambil memencet bel rumahnya, tapi ternyata yg keluar pembantu rumah itu. Dan ia mengatakan kalo pemilik rumah lagi liburan ke Singapura.


Lalu Kak Rendy pun pamit. Karena hari masih terlalu sore, tentunya menurut fersi kak Rendy ya, bukan menurut Putri. Karena bagi Putri lebih dari jam 9 itu baginya sudah masuk jam malam. Terlebih bagi Putri yg tinggal di asrama Putri, yg banyak aturan yg harus ditepati.


Sedangkan Kak Rendy dan Kak Jelita tinggal di asrama yg berbeda dengan Putri. Karena mereka tinggal di asrama yg khusus buat divisi marketing dan hampir isinya 90% orang keturunan Chinese. Dan tentu saja peraturan yg berlaku tidak seketat asrama yg ditempati Putri. Mereka mah bebas keluar masuk selama 24 jam.


Ahirnya Kak Rendy mengaja mereka semua ke sebuah mall terbesar yg ada di kota itu. Katanya mau nonton, tapi pas ngeliat spanduk dan daftar filmya, ternyata jadwal tayang paling malam yaitu pukul 21.00 dan kita sampai di tempat itu jam 22.00 artinya film sudah diputar 1 jam lalu. Lalu untuk apa menonton film yg kurang dari 30 menit lagi selesai.


Ahirnya Kak Rendy mengajak kita semua untuk naik ke lantai 5. Putri sungguh tidak menyangka ia akan memasuki tempat seperti ini selama di hidupnya. Bermimpi sedikitpun tidak akan pernah ia lakukan.

__ADS_1


Ternyata Kak Rendy mengajak Putri dan lainnya untuk memasuki sebuah Club Malam atau sebut saja Diskotik. Putri menyebutnya seperti itu karena sejak masuk saja tadi sudah dijaga beberapa orang mirip bodyguard gitu, badannya gede-gede, lebih gede dibanding tubuh Kak Rendy.


Tapi anehnya Kak Rendy memiliki sebuah kartu VIP yg memudahkannya untuk masuk kesitu. Sepertinya ia sudah biasa masuk kesini.


Sedangkan Putri, dentuman suara musik yg dimainkan DJ disitu sudah memekakkan telinganya.


Suaranya, dung-dung, ajeb-ajeb, ajeb-ajeb. Kayak gitu deh kalo ditiruin ama mulut Putri. Maaf soalnya Putri baru pertama kali memasuki tempat seperti ini. Jadi mendengar musik yg begitu keras, ia sudah tidak betah lama-lama disana.


Pakaian Putri saja sama sekali tidak sexi, yg akibatnya dipandang aneh sama orang-orang yg ada disitu.


Kebetulan Putri hanya pakai blouse turtle neck gitu sama cardigan tanpa lengan di bagian luarnya. Tidak terlalu aneh baginya, tapi belum tentu buat orang yg melihatnya. Sedang para pendatang yg lainnya memakai pakaian kurang bahan.


Kak Jelita saja sudah melepas cardigannya dan meninggalkan baju terusan panjang hitam tanpa lengan, yg menambah kesan seksi baginya.


Sedang pakaian yg dipakai Putri seperti orang kedinginan saja.


"Ah, biarin saja, yg penting aku nyaman. Kalo orang lain matanya sakit ngeliatin aku, itu mah masalah mata mereka aja, bukan urusan gue," batin Putri.


Lalu Kak Rendy mengajak kita untuk duduk dipinggiran lantai dansa. Putri membayangkan kalo sudah malam pasti lantai dansa itu sudah dipenuhi sama orang-orang yg sudah mabuk sambil joget-joget ga jelas.


Lalu Kak Rendy memanggil seorang bartender kesitu.


"Waduh, ni orang mau ngasih minum gue alkohol kali ya," batin Putri bergejolak tidak terima.


Lalu Kak Rendy memesankan 1 buah jus buatku dan 3 gelas kosong kecil sama 1 botol anggur atau minuman berakohol.


Setelah pesanan datang, bartender tadi mengobrol sama kak Rendy.


"Apa kabar Bro, lama lo ga kesini? kemana aja?"


tanyanya.


" Gue pindah ke kota S Bro, gue kerja disana, oh ya kenalin, ini semua partner kerja gue disana," ucap Kak Rendy memperkenalkan kita bertiga.


Lalu kami bertiga pun berkenalan dengan bartender itu. Dia tersenyum padaku, tapi aku menanggapinya sambil bergidik ngeri.


"Ganteng-ganteng kok mau-maunya kerja disini sih?" gumam Putri dalam hatinya.


"Mana senyum-senyum ke gue lagi, anj*r gue bergidik ngeri deh, jangan-jangan ni minuman ada sesuatunya yg ngebuat gue mabuk trus nanti diapa-apain gimana? hhh ... Kak Tiyan tolongin gue ..." teriak Putri dalam hatinya.


"Silahkan diminum manis," ucapnya.


"Diminum Put ..." ajak Kak Jelita.

__ADS_1


"Iya kak ..." sahutku dengan frustasi.


"Gila ya, gue diberi jus segentong, mana segelas gede gini, sedangkan gelas mereka kecil banget, mau ngracunin gue ya?" batin Putri tidak terima.


"Mana tadi habis makan ice cream segentong pula, bisa-bisa gue kembung cuy."


Putri terus saja mengomel dihatinya. Ia merutuki kenapa tadi mau diajak masuk ke tempat seperti ini. Lalu bartender tadi permisi mau melanjutkan kerjanya di tempatnya. Sebelumnya ia sempat pula mengedipkan sebelah matanya kepadaku. Untung saja aku tidak tersedak minumanku.


"Kok dikit banget minumnya Put, kamu takut itu memabukkan ya?" ucap Kak Rendy to the point.


"Atau jangan-jangan kamu takut kalo didalamnya tak kasih obat," ucapnya kembali.


Sedang Kak Jelita tersenyum smirk pada Putri. Putri semakin salah tingkah, perkataan Kak Rendy barusan langsung menusuk hatinya tepat sasaran.


"Dia kok bisa tau apa yg ada dihatiku si?" gumamku tidak terima.


"Mm, engga kok, Putri hanya takut kembung kalo dari tadi disuruh minum terus, he ... he ..." ucap Putri.


Seketika tawa pecah dari ketiga orang yg ada didepan Putri. Menertawakan kebodohan dan kekonyolan Putri.


"Sungguh masih anak kecil dibawah umur," gumam Rendy dalam hatinya.


"Jelita, dansa yuk disana! Musiknya enak ni," ajak Kak Rendy pada Jelita.


"Lu aja sana sama Pak Rudi, gue mau nemenin Putri aja disini, takut dia diculik."


Mataku melotot tidak terima, enak aja mau culik gue, gue gibeng duluan yg mau nyulik.


Seketika kami menoleh pada Pak Rudi yg ternyata sudah mabuk karena dia hampir menghabiskan 1 botol alkohol yg ada didepannya.


~ Bersambung ~


.


.


.


JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA YA, BIAR AUTHOR TAHU DIMANA KEKURANGANNYA SELAMA INI.🙏😊


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN GIFT-NYA YA, OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "


SEMOGA KALIAN SUKA 😊😘

__ADS_1


__ADS_2