Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
CALON MENANTUKU


__ADS_3

..........................


Sedang dari lantai dua, ada sepasang mata yg mengawasi kehadiran Putri sedari tadi. Ya, dialah Vian, ia sudah mengetahui akan kedatangannya Putri dan kekasihnya tersebut.


Seorang wanita yg dirindukannya selama setahun belakangan ini. Meskipun dia datang bersama kekasihnya tak menyurutkan rasa bahagianya untuk menyambut kedatangannya itu.


Putri pun segera memencet bel rumah ketika Tiyan sudah berdiri disampingnya.


Dengan perlahan Vian segera menuruni anak tangga itu. Dan dari arah dapur, ada pembantunya yg mau membukakan pintu juga karena sama-sama mendengar bel berbunyi.


"Biar saya saja den yg membuka pintunya."


Vian pun mengangguk. Lalu dia meneruskan langkah kakinya menuju ruang keluarga.


Ceklek.


"Eh non Putri, apakabar non? lama banget g pernah kesini lagi?" Ucapnya penuh haru.


Putri pun menyalami asisten rumah tangga Vian tersebut. Lalu disusul oleh Tiyan.


Setelah itu, ia dipersilahkan untuk masuk ke dalam rumah, "Sebentar saya panggilkan den Vian ya non ..." Ucapnya ramah.


"Iya mbak ... makasih."


Tiyan masih mengedarkan pandangannya ke dalam rumah itu. Sampai ia mendapati sesosok Vian yg sudah mendekatinya dan juga Putri.


"Hai Put ..." Sapanya ramah.


"Hai kak, apakabar? eh tangannya kenapa kak?" Tanya Putri khawatir. Bagaimanapun Vian sudah dianggap kakak oleh Putri. Apalagi usianya hampir sama dengan Tiyan cuma berbeda beberapa bulan saja, tetapi lebih tua Tiyan.


"Oh ini hanya luka kecil aja kok, eh ada kamu juga?" Jawab Vian sambil memandang ke arah Tiyan.


Tiyan hanya membalasnya dengan senyuman seadanya. Lalu dari dalam rumah munculah mama Vian.


"Hallo sayang, lama banget si kamu g maen kesini lagi? apa Vian nakal sama kamu?" Tanyanya beruntun pada Putri.


Putri hanya tersenyum dan tak lupa mencium punggung tangan mama Vian. Lalu ia pun disambut pelukan hangat oleh mama Vian.

__ADS_1


Tiyan dan Vian sama-sama memandangi dua wanita dihadapannya. Lalu mama Vian pun menyadari Putri tak hanya datang sendiri.


"Kamu kok 'ga jawab pertanyaan tante? oh ya ini siapa?" Ucapnya sambil memandangi Tiyan.


Tiyan pun mengulurkan tangannya untuk menyalami mama Vian, dan tak lupa mencium punggung tangannya.


"Saya Tiyan tante ..."


"Oh, saya mamanya Vian, ayo duduk." Ucapnya sambil menyuruh semuanya untuk duduk kembali. Tetapi ia menyuruh Putri untuk berpindah duduk didekatnya. Sedang Tiyan masih di seberang sana.


Sambil terus memegangi tangan Putri, mama Vian pun berkata panjang lebar dan menanyakan kenapa 'ga pernah kesini lagi. Dan Putri menjelaskan bahwa pekerjaanya sangat banyak apalagi ia juga bekerja freelance, jadi ia tak bisa kemana-mana selain weekend.


Bahkan ia juga menceritakan kalau Tiyanlah yg menemaninya setiap waktu. Ia juga memperkenalkan Tiyan sebagai calon suaminya.


Sedang Vian dan Tiyan hanya mendengarkan percakapan dua wanita tersebut tanpa mau menimpalinya. Bahkan mereka hanya diam dan saling menatap satu sama lain.


⚘ Tiyan pov


Meskipun Putri hanya teman Vian, tetapi keluarganya bahkan asisten rumah tangga dan para pekerja di rumah ini memperlakukan Putri dengan hangat. Itu artinya mereka sudah lama dekat dengan dan mengenal Putri.


"Atau karena Putri adalah teman Vian masa sekolah? jadi mereka sudah kenal dekat?" Banyak sekali pertanyaan yg tiba-tiba muncul di hati Tiyan.


Dan diilihat dari interior rumah itu, keluarga Vian benar-benar bukan orang sembarangan. Jelas dia berasal dari keluarga berada. Di dalam hatinya, ia berdoa agar ia kelak bisa membahagiakan Putri dan bisa memanjakannya dengan kehidupan yg layak.


Semoga ia bisa membangun sebuah rumah indah seperti rumah Vian ini, dan semoga rumah mereka kelak akan dipenuhi dengan tawa canda anak-anak mereka yg lucu.


⚘ Putri pov


"Kira-kira Kak Tiyan marah 'ga ya? apalagi melihat perlakuan mereka kepadaku sudah sedekat ini."


Pandangan matanya masih tertuju pada Tiyan, meskipun tak mengurangi konsentrasinya mendengarkan pembicaraan dari mama Vian.


"Kamu kenapa Put?" Tanya mama Vian membuyarkan pikiran Putri.


"Em enggak kok te, ga ada apa-apa, oh ya apakabar nenek? dimana beliau?"


"Mama ada di kamar Put, dia sangat senang mendengar kamu akan datang kesini, nanti biar dipanggil ama Mba Sari ya."

__ADS_1


Sesaat kemudian, asisten rumah tangganya datang membawakan beberapa minuman dingin dan juga makanan ringan dan menaruhnya di meja tamu.


"Mba, tolong bilang ke mama, kalau Putri sudah datang ya." Ucapnya pada asisten rumah tangganya itu.


"Oh ya Put, kamu udah sarapan belum? tante masak makanan kesukaan kamu lo, ayo kita makan dulu!" Ajaknya ke arah mereka semua.


"Putri sudah makan tante." Tolaknya dengan halus.


"Ga boleh nolak Put, nanti mama kecewa lo?" ucap Vian. Karena Vian tau mamanya sangat merindukan Putri, makanya ia akan membuat Putri seharian di rumah mereka.


Putri pun memandang Tiyan, Tiyan pun mengangguk tanda setuju.


"Ya dah tante kalau begitu."


"Nah gitu dong, anak tante harus nurut."


"Mba, sekalian ajak mama langsung ke ruang makan ya."


"Baik nyonya." Lalu ia pun menuju dapur, lalu menuju kamar nenek.


Lalu mereka semua pergi menuju ruang makan. Jangan ditanya lagi ketiga orang tersebut berebut tangan Putri, niatnya sama-sama ingin mengajak ke ruang makan.


Mama Vian yg berhasil menggandeng tangan Putri yg pertama melihat kedua lelaki di depannya secara bergantian. Vian mendengus kesal, Tiyan jangan ditanya lagi mimik wajahnya.


Lalu Putri pun memberi kode pada Tiyan agar ia kembali bersikap wajar dan mengubah ekspresinya menjadi sedikit ramah. Tiyan pun segera mengubah mimik wajahnya menjadi biasa.


"Huh ... apa-apaan ini, kenapa aku serasa menjadi orang asing disini ya?" Gumamnya dalam hati sambil menggaruk kepalanya yg tidak gatal.


Vian masih memandangi Tiyan yg berjalan di depannya. "Huh ... akan kubuat kamu menjadi asing didalam rumah ini, apalagi nanti saat ada nenek!" ucapnya licik didalam hati.


"Hadeh ... kenapa jadi begini si? perasaan aku pacarnya Tiyan, kenapa perlakuan mama seperti ingin menjadikanku pacar Vian sih? dan rasanya tante serasa ingin memisahkan aku dengan Tiyan ya? dan sepertinya tante tak suka akan kedatanganku bersama Tiyan!" Gumam Putri dalam hati.


"Hmm ... kamu harus jadi calon menantuku Put, lagian apa si hebatnya calon suamimu itu? bahkan aku tau betul latar belakangnya." Ucap mama Vian dalam hati.


Putri dan Vian sama-sama tidak tau kalau selama ini mamanya masih memantau keseharian Putri dan Tiyan. Bahkan sedetail apapun mamanya Vian sudah tau. Ia juga meminta kerja sama dengan temannya yg bekerja di bagian desain perhiasan untuk menjadikan Putri sebagai salah satu desainernya. Tapi mama Vian memang tahu bakat Putri dan ia melakukan semua itu untuk mendukung agar kemampuan Putri semakin meningkat.


Putri memang menolak permohonan mama Vian untuk menyekolahkan kembali Putri bersama Vian. Oleh karena itu ia tetap membantu Putri dibalik layar.

__ADS_1


__ADS_2