Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
TAKDIRKU


__ADS_3

..........................


"Harusnya aku tau, semua akan berahir seperti ini, aku sadar jarak diantara aku dan Putri memang sudah terlalu jauh. Benang rumit diantara kami pun sudah mulai terulur dengan baik. Mungkin inilah jawaban yg harus aku terima untuk sikap ketidakberanianku selama ini." Gumam Vian dalam hatinya.


Lalu Vian beranjak mendekati Tiyan.


"Ok, aku menyerah akan cintaku. Tapi satu hal yg harus kau ingat, jika kamu berani sekali saja menyakiti hati Putri, maka jangan salahkan aku jika aku mengambilnya darimu."


"Ok, aku menerima tawaranmu." Ucap Tiyan dengan lantang.


Lalu mereka pun berjabat tangan. Dan entah sejak kapan mereka berdua menjadi akrab satu sama lain.


Semakin lama berada diruangan Vian, ia menyadari sesuatu tentangnya. Ternyata memang benar hampir semua karya Vian menggambarkan sosok Putri. Dan entah dimana lagi karya yg dimaksud Putri, ia sama sekali tak menemukannya diruangan ini.


"Vian, bolehkah aku bertanya?"


Vian yg masih konsentrasi melukis pun menoleh ke arah Tiyan. "Hmm."


"Sudah sejauh apa kau mengenal Putri?"


Vian menghentikan aktivitasnya dan menoleh sepenuhnya ke arah Tiyan.


"Hmm, bukankah kamu sudah mendengar semuanya dari Putri?" ucapnya sambil tersenyum ke arahnya.


"Bodoh! bukan berarti aku tak mau mendengar versimu? mungkin apa yg dirasa Putri tidak sedalam apa yg ingin kau ungkapkan padanya?" tanyanya penuh selidik.


Meskipun ia sudah mendengar semuanya dari Putri. Tapi Putri sendiri juga tidak tau seberapa dalamnya cinta Vian untuknya, sedangkan sebagai sesama pria, ia bisa merasakan sedalam apa rasa cinta Vian untuk Putri.


Putri pun selalu menganggap perlakuan semua orang sama, dan ia juga tak terlalu peka akan perasaan orang lain, jika orang itu tak mengungkapkannya. Itulah salah satu kekurangan Putri, mudah mempercayai orang lain, tapi tak mengerti apa itu CINTA.


"Ok, akan aku ceritakan padamu, tapi aku tak yakin cintaku pada Putri akan terhapus begitu saja meski kau hadir didekatnya saat ini." Ucap Vian dengan mantap.


⚘ Flash back on


Vian memang terlahir dari keluarga kaya, tapi pertemanannya sangat dibatasi, apalagi menyangkut dengan lawan jenis.


Keluarganya tentu akan mengatur segala kisah percintaannya dan ia tak akan pernah bisa memiliki kisah cinta seperti muda-mudi lainnya.


Sampai saat itu, ia bertemu seorang gadis berhijab, mungil, cantik, dan pemberani. Itulah Ryani Putri Azzahra, seorang gadis yg tak pernah terlihat berpacaran atau dekat dalam arti spesial dengan lawan jenis.

__ADS_1


Saat itulah ia mulai menyukai gadis itu. Dengan diam-diam ia mulai mencintainya, sampai suatu saat gadis itu ke kelasnya, dan menanyakan keberadaan sahabatnya.


Jangan ditanya lagi perasaannya saat itu. Gadis incarannya mendekatinya. Meskipun saat itu bukan dia yg dicari. Tapi itulah awal yg indah buatnya.


Terlebih lagi dia meminta dibuatkan sketsa olehnya. Karena memang saat itu dia lagi sibuk membuat sketsa manga, yg sebenarnya terinspirasi olehnya.


Dan sejak itu ia mulai mengawasi gadis itu. Sampai suatu saat ia tau gadis itu memilih cinta pertamanya. Tapi ia tak mau patah arang, ia tetap bersamanya dalam jarak jauh. Ia pun juga tau saat cinta pertamanya itu menyakitinya.


Tapi Putri selalu bersikap wajar dan ia juga jarang menampakan kesedihannya di depan semua orang. Sejak saat itu sampai sekarang rasa itu tak pernah berkurang, bahkan bertambah setiap harinya. Sampai kau datang dan memperkenalkan dirimu sebagai calon suaminya, Tiyan.


⚘ Flash back off


Lalu Vian pun menanyakan hal sama pada Tiyan kenapa ia bisa memenangkan hati Putri. Padahal ia tau bahwa luka Putri sebenarnya belum mengering, tapi kenapa ia bisa percaya padanya.


"Jelas-jelas aku datang lebih dulu dalam hidup Putri, tapi kenapa harus seperti ini?"


"Entahlah untuk hal itu kau tanyakan saja pada Putri, dasar bodoh!" ucap Tiyan seolah mengejek.


"Ha ... ha ... ha " Ucap mereka hampir bersamaan.


Putri yg baru saja menyusul Tiyan dan Vian merasa kaget karena dua orang lelaki itu tampak sudah akrab satu sama lain.


Seketika kedua lelaki tampan itu menoleh ke arah Putri.


"Sedang belajar melukis sayang." Ucap Tiyan.


"Lagi melukis Put." Jawab Vian.


Dengan semangat Putri pun mendekati kedua lelaki tampan tersebut dan dipandangilah kedua karya mereka.


"Wah kamu semakin ahli sekali kak." Ucap Putri pada Vian.


"Dan untuk karya perdana kamu, hasilnya bagus sekali sayangku." Jawabnya gemas seraya menangkup kedua pipi Tiyan, hendak menciumnya tapi ada Vian disitu ahirnya mereka 'ga jadi ciuman deh.


Vian merasa canggung melihat kemesraan mereka. Apalagi Putri dengan sikap apa adanya justru membuat hati Vian sedikit nyeri dibuatnya.


"Kamu ngapain disini sayang?" tanya Tiyan kembali.


"Oh iya aku sampai lupa, kalian berdua sudah ditungguin mama dan nenek dibawah." Ucap Putri dengan bahagia.

__ADS_1


Lalu mereka bertiga turun kebawah untuk makan siang. Karena hari memang sudah siang, jadi 'ga mungkin ia menolak.


Putri dan Tiyan berjalan bergandengan tangan, sedang Vian mendengus kesal dibelakang.


Lalu mereka semua segera makan siang bersama, dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah.


Sesudah itu mereka pun ijin pulang, karena memang hari itu Putri dan Tiyan masih ada urusan dengan membagikan undangan pernikahan mereka.


Tak lupa ia pun memberikan undangan untuk keluarga Vian. Mereka juga berjanji untuk berkunjung di lain hari.


Ditengah perjalanan, tak ada kata-kata yg terucap dari keduanya karena memang Tiyan fokus mengemudi dan Putri kelihatan capek.


Satu jam kemudian mereka sampai di kost Putri.


Tiyan pun ikut masuk ke dalam kamar Putri, sejenak mengistirahatkan badannya karena capek menyetir.


Lalu Putri mengambilkan minuman untuk Tiyan sambil memilah-milah undangan yg akan dibagikannya esok hari.


"Mas ...."


"Hmmm ...."


"Kira-kira mereka kaget ga ya kalau diundang dadakan kaya gini?" Putri cekikikan membayangkan wajah teman-teman kantornya yg terkejut saat dibagikan undangan olehnya.


Karena sampai saat ini mereka tidak pernah melihat Putri dekat dengan lelaki manapun, terkecuali teman dekat Putri.


"Mungkin begitu put, apalagi temanku, he ... he ... he, karena aku berhasil memikatmu!" Ucapnya dengan penuh kepercayaan diri.


Putri menoleh dan mendekati calon suaminya itu. "Pede sekali kamu mas, lagian ya, yg beruntung tu aku dapat calon suami setampan dan sebaik kamu." Ucapnya sambil mentoel-toel hidung Tiyan dengan gemas.


Tiyan pun memegangi tangan Putri yg sedang menjailinya. "Awas kamu ya, berani jailin aku, kena hukuman dariku loh!"


"Wek, wek, wek ga gakut weeeekkkk" Ucapnya sambil berlari menghindari Tiyan yg mau mengerjarnya.


Dan karena kamar Putri sempit, maka dengan cepat ia bisa mengejar Putri dan memeluknya dengan erat.


"Makasih sayang kamu dah mau menerimaku apa adanya." Ucap Tiyan dengan penuh kasih sayang sambil mengecup pucuk kepala Putri.


__ADS_1


__ADS_2