Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
KEMERIAHAN PESTA


__ADS_3

........................


Putri yg biasanya tidak pernah berdandan, saat ia dirias kali ini wajahnya manglingi. Cantik dan sangat manis dimata Tiyan. Putri pun sama takjubnya dengan Tiyan. Ia juga memuji kharisma Tiyan yg kali ini sangat terlihat lebih gagah.


Oh ya proses suap-suapan atau dulang-dulangan ini mengandung arti kiasan kalau pasangan pria dan wanita diharapkan selalu rukun dan pengertian.


Sebenarnya ada prosesi bubak kawah sebelum tumplek punjen, tapi karena ini bukan acara pernikahan anak pertama di keluarga Putri, melainkan acara pernikahan anak ragil, alias anak terakhir, maka prosesi itu dihilangkan.


Kebalikan dengan bubak kawah, keluarga akan mengadakan prosesi tumplek punjen, karena seluruh anak dari keluarga Putri sudah menikah semua, jadi tidak akan bermenantu lagi. Tumplek punjen berarti melepas darma orang tua pada anak.


Lanjut ke acara selanjutnya yaitu sungkeman. Ritual sungkeman merupakan ritual yang tidak boleh dilewatkan dalam acara pernikahan adat Jawa. Acara ini merupakan salah satu acara yang sakral dimana kedua mempelai meminta restu pada kedua orang tua mereka.


Dimulai dari sungkeman kepada orang tua pengantin wanita, lalu kemudian sungkeman kepada orang tua pengantin pria. Ketika melakukan sungkeman, Tiyan dan Putri berjongkok dan seolah-olah menyembah kedua orang tua mereka.


Setelah Tiyan dan Putri jongkok dan menundukkan kepalanya. Kedua orang tua mereka mengulurkan tangan kanannya untuk dijabat dan dicium. Sedangkan tangan kiri orang tua mereka mengelus kepala kedua mempelai.



Entah kenapa pada proses sungkeman saat dari pihak kedua orang tua Putri, Putri dan ibunya sama-sama merasakan sesak teramat dalam. Terutama Putri yang tidak bisa menahan airmatanya yg jatuh tanpa permisi. Pasalnya dia tidak terbiasa hidup jauh dengan orang tuanya, apalagi mungkin setelah ini ia harus berbagi kasih sayang dengan suami dan mertuanya. Dan pastinya jadwal pulang kepada kedua orangtuanya akan berkurang. Karena mulai saat ini, ia juga harus mengikuti kemana suaminya pergi.


Saat itu pun, air mata ibunya pun luruh ketika Putri mencium tangannya. Meskipun ia sudah ikhlas melepas Putri untuk menikah, tapi Putri adalah satu-satunya anak kandungnya, yg ternyata hari ini ia sudah besar dan sudah menikah. Ibunya masih ingat betul dimana saat proses melahirkan Putri, dan saat menemani tumbuh kembang putrinya tersebut. Tak terasa 23 tahun berlalu dengan cepat.


Setelah prosesi haru biru tadi, Tiyan dan Putri bergantian sungkem kepada wali kedua orang tua Tiyan.

__ADS_1


Oh ya, ketika kedua mempelai melakukan sungkeman, semua atribut seperti keris dipegang oleh perias namun dikembalikan dan dipakai kembali oleh pengantin setelah acara sungkeman selesai.


Ritual ini memiliki makna sebagai simbol seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Dan juga meminta maaf dan mengucapkan terimakasih karena selama ini telah banyak memberi, mengasihi, dan merawat putra putrinya.


Selain itu, juga sebagai ucapan terimakasih karena orang tua senantiasa membimbing dengan penuh perhatian dan memberi nasihat agar bisa mencapai kehidupan yang bahagia di masa mendatang.


Pada saat acara sungkeman kedua orang tua mempelai, mengenakan kain batik yang bermotif truntum. Selain itu mereka juga menggunakan ikat pinggang yang besar yang disebut sindhur.


Sebenarnya dengan simbol tersebut kedua orang tua pengantin telah merestui merek. Pasalnya, motif truntum berarti kedua orang tua meridhoi agar kedua pasangan tersebut mempunyai rejeki yang cukup selama hidup. Sedangkan ikat pinggang (sindhur) melambangkan restu orang tua agar kedua anaknya bertindak hati-hati dan hidup secara rukun dan sejahtera.


Terakhir adalah proses kirab pengantin, kirab merupakan istilah yang digunakan saat pengantin meninggalkan panggung pelaminan untuk berganti pakaian.


Karena Putri dan Tiyan memakai 3 baju dalam proses pernikahan mereka. Baju yg mereka pilih berbeda warna dan aksesoris, mulai dari warna putih, hitam, dan yg terahir warna keemasan.


Dibalut pakaian pengantin yg indah, sosok Putri yg biasanya terlihat imut dan kalah tinggi dengan Tiyan, hari itu dia terlihat sangat cantik dan anggun. Tak sia-sia Putri melakukan perawatan selama satu bulan sebelum acara pernikahan.


Untung saja halaman rumah kedua orang tua Putri sangat luas, jadi bisa dihias dengan dekorasi yg sangat indah di pelaminan dan dapat menampung banyaknya undangan yg hadir pagi itu.



Acara berlangsung sangat meriah dari pagi hari sampai malam hari. Meskipun pesta pernikahan sudah selesai siang tadi. Tapi kemeriahannya berlangsung sampai malam hari.


Sesudah sholat dzuhur, beberapa teman masa sekolah Putri datang, mereka tak melupakan Putri sebagai temannya, maka dari itu meskipun mereka sudah mempunyai kehidupan sendiri-sendiri sesudah lulus sekolah, tapi silaturahmi mereka tetap terjaga.

__ADS_1


Banyak dari teman Putri yg hadir dan meminta foto di pelaminan. Untung saja dekorasi pelaminannya belum dirusak, jadi masih bisa berfoto ria disana.


Banyak sekali pose foto yg sempat mereka abadikan diatas pelaminan. Make up Putri masih saja on point, jadi meskipun sudah lebih dari 4 jam masih bagus.


Malam harinya pun sama, beberapa teman Putri dan kerabat keluarga yg tidak bisa datang siang tadi, pada hadir malam itu.


Sungguh semuanya merasakan bahagia atas pesta pernikahan Putri dan Tiyan. Begitu pula dengan kedua mempelai.


Kira-kira malam pertamanya ada adegan 21+ ga ya???


.....💖💖💖💖💖💖.....


Flash back on-


Setelah acara yg meriah tadi selesai hampir waktu ashar, ahirnya Putri dan Tiyan bisa melepas semua aksesoris yg melekat pada tubuh mereka.


Mereka bergantian mandi, sebelum nanti sehabis ashar tamu undangan yg tidak sempat hadir di acara utama, akan kembali hadir di kediaman Putri.


Dan setelah sholat ashar, benar saja, tamu dari keluarga besar kembali hadir. Dan rombongan keluarga Tiyan pun pamit undur diri. Karena besok sore mereka (Tiyan dan Putri) akan berangkat ke kota K, menuju tempat tinggal Tiyan untuk melakukan prosesi unduh mantu disana.


Jika dalam undangan akad nikah dilaksanakan hari Kamis pagi, maka prosesi unduh mantu dilakukan hari Sabtu pagi.


Sebelum menemui para tamu, Putri dan Tiyan masih sempat makan siang, itupun karena dorongan kedua orangtuanya. Sebenarnya mereka menolak karena tidak enak pada tamu, tetapi tatapan tajam kedua orangtuanya mampu membuat mereka menurut. Mereka tentu saja tidak berani menolak, karena memang perut dan otak mereka ga sejalan. Perut meminta makan, tapi otak menyuruh berkata jangan. Dan ahirnya perutlah yg menang.

__ADS_1


Flash back off-


Sesudah mandi, Putri hanya mengenakan pakaian sarimbit dengan Tiyan. Untuk make up, dia hanya memoles sedikit make up pada wajahnya. Itupun hasilnya masih terlihat cantik dimata Tiyan. Kalau bukan karena banyaknya rentetan acara yg harus mereka jalani, sudah tentu Tiyan mau mengajak Putri buat ngamar, tapi apalah daya, itu semua takkan pernah terjadi sebelum lampu hijau dari Putri.


__ADS_2