Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
PRAKTEK KERJA


__ADS_3

Setelah menunggu sekian lama, sekitar jam 20.30 WIB para team WO Pak Satya baru datang ke lokasi museum. Padahal kondisi Rya sudah capek dan lelah sekali, tapi melihat mobil team WO sudah datang, semangatnya pun full 100% kembali.


Rya pun menghampiri para team, tapi sebelumnya ia pamit pada pak penjaga museum.


"Pak karena para team WO sudah datang, Rya pamit dulu ya pak!" Serunya seraya sedikit membungkukkan badan ke arah bapak penjaga sebagai tanda hormatnya.


"Iya non, silahkan!"


Dan Rya pun segera berlalu dan menuju tempat parkir. Setelah satu persatu kru keluar dari mobil. Mereka kaget karena Rya sudah lebih dulu sampai di lokasi.


"Hai kakak-kakak," sapanya ramah.


"Loh, Rya sudah sampai sini rupanya, tadi kata ibu kamu ke rumah dulu ya?" Tanya Pak Muis kepala team WO Pak Satya.


"Iya pak, tadi kesana, tapi 'ga ada orang trus langsung aja ke gudang, tapi sepi lagi, ahirnya Rya langsung nyusul kesini."


"Kenapa 'ga telpon tadi?"


"Rya 'ga bawa hp pak, jadi ya langsung kesini aja." Jawabnya asal, sebenarnya ingin jujur, tapi pasti akan lama jelasinnya, makanya ia pun diam.


"Naik apa kesini? diantar?"


"Endak pak, tadi muter-muter naik bus ... he ... he ..." jawab Rya sambil menggaruk tengkuknya yg tidak gatal.


"Oalah ... untunge kamu baik-baik aja, ya dah kamu tunggu disana dulu ya, biar yg lain nurunin barang-barang dulu."


"Iya pak ..." jawab Rya dengan semangat.


Rya pun mendudukan dirinya di dekat panggung yg sudah dibersihkan oleh WO sebelumnya. Sambil mengamati beberapa kru yg menurunkan barang yg akan dibuat dekorasi untuk malam ini.


Setelah bunga-bunga diturunkan, Rya dipanggil salah satu kru untuk membantu menggunting tangkai bunga dan daunnya.


"Rya ... sini, kamu bantu gunting tangkai daunnya dan bunganya ya, pisahkan seperti biasanya ya, ni pake gunting yg ini aja biar 'ga sakit tangannya."


"Iya pak," dan Rya pun memulai pekerjaannya. Tapi di menit pertama ternyata tangannya terjepit gunting yg ia pakai.


"Aduhh ..." pekik Rya.


Pak Muis pun menoleh ke arah Rya, "Hayoo itu ngapain, baru aja dibilangin, yg dipotong daun ama bunganya aja! jangan tangannya." Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Ha ... ha ... iya ni pak, abise terlalu semangat akunya, ha ... ha ...."


Kru yg lain pun menghampiri Rya dan ngasih Rya hansaplast buat membalut tangan Rya.


"Makasih kak."


"Yo i ..."


Dan mereka pun kembali bekerja, beberapa menit kemudian datang kru lain yg membantu pekerjaan Rya. Sementara yg lain memasang tirai di bagian panggung.


Salah satu nilai plusnya dari dekorasi malam ini, adalah tirai-tirai yg dipake adalah tirai kain warna warni yg memanjang menjuntai ke bawah.


Tentunya kalo mau menutupi seluruh background panggung, dibutuhkan kurang lebih 30-40 lembar kain panjang.


Dan lihatlah, sesudah tirainya terpajang panggungnya keliatan elegan. Lalu satu persatu gebyog dipasang di panggung.


Secara fisik, gebyok pada rumah adat Jawa berupa papan kayu jati yang berfungsi sebagai dinding atau penyekat antar ruang tamu dan ruang belakang yang dipakai sebagai ruang privacy atau keluarga. Tapi sekarang bisa dipakai untuk tema dekorasi pernikahan.


Gebyok adalah penyekat atau dinding kayu pada rumah adat Jawa yang mempunyai ornamen ukiran beragam.


Ukiran hiasan tersebut diaplikasikan pada bagian pinggir, samping dan atas pada pintu gebyok yang berukir sulur-suluran atau tumbuhan.


Bahan dari pintu gebyok ini menggunakan bahan dasar kayu jati. Selain di Jawa, ada Bali yang memiliki pintu sejenis gebyok ini, namun dengan ciri khas yang berbeda dibandingkan dengan tipe gebyok dari Jawa.


Letak perbedaannya ada pada motif ukiran yang menggambarkan karakteristik budaya masing-masing. Secara garis besar keduanya memiliki banyak persamaan dari mulai bahan yang digunakan, bentuk, ukuran, dan tingkat kompleksitas.

__ADS_1


Nah WO tempat magang Rya sangat sering menggunakan gebyog untuk menghias panggung pelaminan.


Kayak koleksinya dibawah ini lo..



Kadang juga pake bunga yg menjuntai kebawah dan lampu-lampu tradisional yg makin membuat mata yg melihatnya begitu takjub dengan budaya negeri sendiri.


Dan Rya pun merasa bersyukur dan beruntung karena bisa diterima ditempat magang yg luar biasa. Yg banyak mengajarkan ilmu yg bisa dipergunakan di dunia kerja nanti, tanpa memandang status anak magang atau karyawan kru nya.


Setelah memasang tirai dan gebyok, ahirnya dipasang rangkaian bunga-bunga di bagian gebyok bagian atas dan kru yg lain juga melaksanakan tugasnya masing-masing.


Tapi karena hari telah malam dan hampir jam 11 malam, ahirnya Pak Muis menyuruh Rya pulang, kasian soalnya uda terlalu malam. Sebenarnya Rya sudah disuruh pulang sejak jam 10 malam tapi Rya masih melanjutkan pekerjaan yg belum selesai.


Dan ahirnya Rya diantar pulang ke rumah pak Satya, karena ditempat itu mudah dijangkau oleh keluarga Rya. Kalo harus ke museum terlalu jauh dan kasihan ini sudah terlalu malam juga.


Karena Rya tidak membawa Hp, maka sebelum menuju rumah Pak Satya, Pak Muis yg meminjamkan Hpnya untuk menelfon keluarganya. Dan ahirnya selang 15 menit, kakak Rya pun datang dan Rya pun segera pamit pada Pak Muis seraya meminta maaf karena sudah terlalu banyak merepotkan.


"Pak, Rya pamit pulang duluan ya, terimakasih buat tumpangannya."


"Iya, hati-hati ya."


Kemudian Rya dan kakaknya berpamitan dan pulang. Tidak ada perbincangan yg terjadi selama perjalanan. Karena memang hari sudah malam dan lebih dari tengah malam. Suasana perjalanan pun sangat lengang, sehingga memudahkan perjalanan. Setelah 60 menit perjalanan ahirnya sampai di rumah. Dan Rya segera membersihkan diri, tapi sebelumnya ia sholat dulu, kemudian beristirahat.


"Alhamdulillah ahirnya setelah perjalanan panjang, semuanya berjalan lancar. Terimakasih Ya Allah sudah melancarkan semua kegiatan Rya hari ini ... Aamiin."


Kakak Rya pun juga sudah masuk kamar untuk istirahat.




**Pagi hari**




"Rya ... rya ... bangun nak, sudah pagi lo, ayuk sholat dulu, sudah subuh, nanti bisa bubuk lagi sesudahnya." Pinta ibu Rya.



Rya pun mengerjapkan matanya, ternyata sudah pagi dan ia menyadari bahwa ibunya memanggil dari luar kamar. Rya pun turun dari kasurnya dan bergegas menuju pintu.



Ceklek



"Eh ibuk."



"Hayo bangun dulu, trus sholat, nanti boleh bubuk lagi sesudahnya."



"Iya bu," jawab Rya.



Dan ibunya pun menuju dapur untuk memasak. Rya segera ke kamar mandi untuk wudhu dan kemudian sholat.


__ADS_1


🍃***20 menit kemudian***



Rya tidak terbiasa tidur setelah sholat, ia pun bergegas ke dapur untuk membantu ibunya memasak.



"Lo kamu 'ga tidur nak, tadi malam kan kamu pulang telat, liat tuh, mata pandanya uda keliatan."



"Ha ... ha ... gpp bu, lagian kan uda biasa bangun pagi, nanti siang aja tidur siang sekalian."



"Ibuk masak apa hari ini?" seru Rya.



"Ini ibu mau masak sayur bayam, tempe goreng, sambel, sama bikin bakwan."



"Atau Rya mau nambah telur ceplok, boleh tapi nanti kamu goreng sendiri ya."



"Engga, tempe garit goreng aja uda enak, apalagi ada bakwan jagungnya, uda sedep buk."



"Tapi krupuknya 'ga ada lo, sana goreng dulu," pinta ibu.



"Siap."



Dan ahirnya Rya pun membantu ibunya di dapur untuk mempersiapkan sarapan pagi.



~ Bersambung ~



.



.



.



.



**JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN GIFT NYA YA KAK🙏😊**

__ADS_1



**SEMOGA ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN KALIAN DENGAN MELIMPAHKAN REZEKI YG BERLIMPAH BUAT KALIAN SEMUANYA ... AAMIIN**


__ADS_2