
.....................
Dan Tiyan pun semakin mengenal sisi lain dari Putri. Semua sifatnya alami dan apa adanya tanpa ada kebohongan. Sifat ceria dan sifat feminimnya pun memang jauh lebih terlihat saat ia berada di luar kantor.
Dan itu satu keuntungan yg dimiliki Tiyan. Dengan begitu Putri akan lebih bisa menjaga dirinya saat di kantor. Karena ia yakin Putri tidak akan bermanja-manja pada sembarang orang. Apalagi dengan non muhrimnya.
Malam itu ahirnya setelah kenyang di angkringan mereka pun segera pulang ke rumah Putri.
Sesampainya di rumah, mereka langsung memasuki kamar masing-masing untuk beristirahat.
β Keesokan harinya.
Setelah semua persiapan siap, tak banyak yg dilakukan keduanya, mereka hanya menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang di teras rumah. Karena hari ini anaknya mau kembali ke kota S, jadi ibu dan bapak Putri tidak kemana-mana.
Pagi itu terasa cepat sekali berlalu, sampai ahirnya tibalah waktu untuk mereka berpamitan.
"Semuanya sudah beres? Tanya bapak pada Putri.
"Sudah pak!"
"Jangan sampai ada yg tertinggal." Pesan ibunya pada putrinya tersebut.
"Iya bu!" Jawab mereka kompak.
"Kalau begitu saya dan Putri pamit undur diri dulu pak, buk!" Ucapnya sambil menyalami kedua orang tua Putri.
Kemudian Putri segera memeluk ibunya dan berpamitan juga pada keduanya.
Putri segera memakai helm dan masker, begitu pula dengan Tiyan.
"Assalamu'alaikum!" Ucap keduanya kompak.
"Wa'alaikumsalam!" Jawab kedua orang tua Putri serempak.
Lalu Tiyan segera melajukan motornya meninggalkan halaman rumah Putri.
"Anak kita pak!" Ucap ibu Putri yg sedang terharu pada suaminya.
"Iya, anak kita sudah besar."
"Semoga mereka selamat sampai tujuan ya buk!"
"Aamiin." Ucap keduanya bersamaan. Lalu mereka berdua masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Sementara itu Tiyan masih fokus mengemudi sambil sesekali bertanya jalan pada Putri. Karena memang ini pertama kalinya ia datang ke rumah Putri. Jadi ia belum hafal rutenya.
Karena kemarin malam pun yg menunjukan jalan hanya Putri. Untungnya meskipun Putri selalu naik bus, tapi ia selalu menghafal setiap jalan menuju rumahnya, dan beruntungnya siang itu perjalanan mereka lancar dan tanpa halangan.
β Kota S
Setelah menempuh perjalanan hampir 8 jam. Ahirnya mereka sampai di kota S. Sampai di sana mereka ahirnya beristirahat untuk makan malam, karena saking laparnya mereka makan dalam keheningan dan langsung menuju kost Putri dan Tiyan langsung berpamitan untuk kembali ke asrama.
Keesokan harinya.
"Pagi sayang, met kerja ya, nanti pulang kerja kita kencan lagi ππ " Bunyi pesan dari Tiyan.
Putri tersenyum melihat pesan dari Tiyan. Semakin hari kekasihnya itu semakin pandai saja merayunya.
Tapi entah kenapa hal itu membuat Putri makin semangat dalam bekerja, meski hanya sebatas pesan tapi itu sudah menjadi mood booster baginya.
Begitu pula dengan Tiyan akan mengirim pesan di pagi hari untuk kekasihnya itu. Semakin hari kedekatan mereka semakin terjalin dengan baik. Dan Tiyan pun sudah mengutarakan niatnya kepada kedua orangtuanya tentang keinginannya untuk melamar Putri.
Maka diputuskan untuk mendatangi rumah Putri sesudah hari lebaran.
Setelah hari lebaran telah usai, maka sesuai kesepakatan Tiyan dan rombongan keluarganya datang mengunjungi rumah kedua orang tua Putri.
Dalam nuansa masih lebaran Tiyan dan keluarganya pun mengunjungi rumah Putri menggunakan satu mobil mini bus yg sudah di charter keluarganya.
Awalnya keluarga Tiyan bahagia karena mereka berkunjung ke daerah Putri sekaligus ingin berwisata disana.
Saat mereka hampir sampai pun mereka salah jalan. Karena arah yg diambil juga salah..bukan jalan ke rumah Putri melainkan jalan menuju pegunungan.
Lalu dengan panik, ia pun menelpon Putri.
"Hallo Put, maaf ganggu! ini aku bingung ni, jalan menuju rumah kamu yg mana? soalnya bukannya sampai, arah kita malah ke arah pegunungan.
"Ha ... ha ... kayaknya kamu salah jalan ya mas, jalannya harusnya kamu lurus, bukan malah belok ke kanan." Ucapnya sambil menahan tawa.
Tiyan menggaruk kepalanya yg tidak gatal, " iya, maaf, bisa jemput rombongan kita ga?"
"Bentar aku ambil motor ya, eh ... aku 'ga boleh keluar mas, biar Kak Rega aja ya yg jemput kamu!kamu tunggu aja disitu, oh ya jangan lupa kirim foto mobilnya dan kamu, agar mudah dikenali kakakku!"
"Em ... iya deh." Ucapnya terdengar pasrah, karena bagaimanapun semua ini salahnya.
"Sekalian aku kirim foto Kak Rega ya, kamu kan belum kenal kakakku, oke!"
"Makasih ya."
__ADS_1
"Sayangnya mana? kok makasih doang, sih!"
"Ada ibu yg mengawasiku, aku 'ga berani ngomong sembarangan ini." Ucapnya sambil berbisik.
"Oh ... oke! tunggu ya mas."
Lalu ia pun mengirimkan wajah kakaknya pada Tiyan.
Tiyan yg melihat wajah kakaknya seketika mengeluarkan keringat dingin. Begitu melihat wajah yg begitu tegas ia jadi bergidik ngeri saat membayangkan jika berhadapan dengannya.
Karena selama ini ia hanya mengenal kakaknya itu dari semua cerita Putri padanya. Bahkan saat ia datang ke rumahnya beberapa waktu lalu ia tak bertemu dengannya karena saat itu kakaknya masih di rumah istrinya dan babynya sedang rewel.
βFlash back ON
Putri pernah cerita kalau kakaknya itu sangat pemilih dan tegas, terutama terhadap wanita. Dan menikahi Salsa adalah keputusan terbesarnya.
Sebuah keputusan yg diambil karena sang wanita memaksanya untuk menikahinya. Ya, kak Salsa 'ga mau pulang dari rumah Putri kalau kakaknya itu tak mau menikahinya. Bahkan ia sampai mau bunuh diri kala itu. Dan karena Putri memergokinya maka dari itu ia tak jadi bunuh diri dan ahirnya pernikahan itu segera dilaksanakan.
Lalu setelah itu Putri kembali ke kota S karena ia masih masa training, ia tak berani ijin lebih lama.
Dan baby girl anak Kak Rega dan Kak Salsa pun, yg memberi nama adalah Putri, bukan kedua orangtuanya. Itu adalah permintaan Kak Salsa yg menginginkan adiknya untuk memberi nama bayi perempuannya itu. Dan Putri memberi nama bayi perempuan itu Khanza Devia Salsabila. Dan panggilannya Baby Khanza.
β Flash back OFF
"Bagaimana Yan?" Tanya ibu pada Tiyan.
"Sebentar lagi mereka akan datang menjemput kita bu,,lebih tepatnya Kak Rega, kakaknya Putri yg akan menjemput kita.
Dan ahirnya setelah menunggu 15 menit. Kakak Putri pun datang dan ahirnya rombongan itu mengikuti laju motor Kak Rega.
15 kemudian mereka ahirnya sampai di rumah Putri. Rumah minimalis itu semakin terlihat bersih dan dinding rumahnya juga sudah di cat ulang oleh keluarga Putri , seolah telah siap untuk menerima kunjungan keluarga besar Tiyan.
"Assalamu'alaikum." Ucap Tiyan saat memasuki rumah Putri.
"Wa'alaikumsalam." Ucap Ibu Putri .
Kemudian rombongan mereka segera dipersilahkan masuk dan Putri pun menyalami keluarga Tiyan dan datang. Begitu pula dengan rombongan, saling bersalaman kemudian duduk di ruang tamu.
Kemudian Putri dan Kak Salsa mengeluarkan aneka makanan dan minuman untuk menjamu mereka.
Kemudian mereka pun segera mengucapkan tujuannya datang kesana yaitu untuk meminang Putri.
__ADS_1
Visual kak Salsa ya, istri Kak Rega.π€