
Putri pun mengacungkan kedua jempolnya ke arah Tiyan dan dibalasnya dengan senyuman penuh arti dari Tiyan.
"Gadis yg menarik," batin Tiyan
Dan malam itu mereka berdua makan malam bersama sambil saling mengenal satu sama lain.
π~π~π~π~π
Setelah dirasa ngobrolnya cukup, mereka berdua ahirnya pulang.
"Maaf ya Put, tadi siapa ... pacar kamu ya?"
"Eh, yang mana kak?" tanya Putri dengan wajah bingung.
"Yg sms-an ma kamu tadi?"
"Owh ... itu, mantan pacar," jawab Putri dengan entengnya, karena memang saat ini ia sudah berdamai dengan masa lalunya itu.
"Mantan? tanyanya penuh keheranan ... berarti kamu ..."
"Udah pernah pacaran maksudnya?"
"I ... iya, tapi kok masih hubungan ma kamu?"
"Kita baru aja berdamai kak, ceritanya panjang banget kalo suruh cerita, lain kali aja aku ceritakan ma kakak, kalau tidak keberatan sih?" canda Putri pada Tiyan yg terus saja memandanginya.
"Berdamai maksudnya, pacaran lagi?" tanyanya kembali, kini ia amat hati-hati, jangan sampai Putri tersinggung. Kalau sampe tersinggung bisa berabe nanti.
"Ga bakal kali kak, maksudku begini, dulu memang iya aku pacarnya, tapi sekarang cuma teman aja kok."
"Owh, untunglah." Ucap Tiyan keceplosan.
"Lah, kok untung," tanya Putri kebingungan
"Dasar mulut ga ada filter," batin Tiyan.
"Engga kok Put, aku salah ngomong tadi, maksudnya makasih buat malam ini, uda mau makan bareng aku."
"Iya, aku juga seneng, tadi uda suntuk seharian dikamar, untung aja diajak keluar ama kakak, seharusnya aku yg bilang makasih."
"Sama-sama Putri."
Dan sampailah mereka di pintu gerbang asrama dan mereka berpisah menuju kamar masing-masing.
Dari atas Egi tak sengaja melihat Tiyan yg baru aja pulang bareng Putri. Sepertinya usahanya mendekati Putri ahir-ahir ini tidak berhasil. Sepertinya cintanya bertepuk sebelah tangan. Tapi Egi turut senang jika yg bersanding dengan Putri adalah Tiyan bukan Aga.
Ia tau betul sifat Tiyan jauh lebih baik dari Aga dari segi manapun. Lagian wajahnya sangat cocok bila bersanding dengan Putri.
Tibalah Tiyan di depan kamar, tak sengaja ia melihat Egi disana, "Hai gi, lagi apa disitu? mana yg lain?"
"Mereka di kamar," jawabnya santai.
"Trus ngapain kamu disini?"
"Cari angin bro, dikamar terus sumpek."
__ADS_1
"Lah biasanya kan kalian bertiga nah ini lo misah sendiri?"
"Iya, lagi pengen ni, temenin napa Yan," pintanya.
"Okelah, buat sahabatku yg gembul ini aku siap nemanin, kayaknya lagi butuh teman curhat ni!"
"Tau aja lo yan."
"Cari tempat dulu yuk, biar enak ngobrolnya."
"Ok, disitu aja," tunjuk Tiyan di bangku sebelah tembok pembatas.
Ahirnya mereka berdua pergi ke tempat yg ditunjuk Tiyan dan mengobrol disana.
"Bro, kayaknya gue ga bakal lama disini deh, gua mau balik aja ke kota J mau ambil kuliah sambil kerja disana aja."
"Nah lo, kan lo belum sempat mencicipi oleh-oleh dari tempat asal gue."
"Ya maaf, kamu ga balik-balik si, kan jadinya gue ogah nungguin," jawab Egi ketus
"La, trus kapan rencananya?"
"Mungkin minggu depan gue ajuin suratnya."
"Putri udah tau belum?"
"Lah buat apa Putri tau, kan nanti juga tau kalo gue udah pergi."
"Wah songong ni anak, cuma karena cintanya ga terbalas, jadi gitu ma Putri," ucapnya tidak terima.
"Ha ... ha ... ha ... bisa aja ... becanda lu ga lucu."
"Gue ga becanda, kan ada buktinya."
"Mana buktinya?"
"Barusan aja gue lihat lu keluar ama Putri dan dari wajah Putri keliatan banget ia bahagia disamping kamu."
"Oh, aku cuma ketemu didepan asrama aja tadi, jadi keliatannya masuk bareng," kilah Tiyan yg tidak ingin menyakiti hati sahabatnya itu.
Bagi Tiyan selama mereka berteman kemarin Egi selalu bersikap sopan dan baik kepadanya, jadi tidak ada hal yg membuatnya kurang suka akan sikapnya. Maka dari itu Tiyan sudah menganggap Egi sebagai sahabatnya.
"Meskipun sekarang kamu belum ada hubungan apa-apa dengan Putri tapi aku yakin kamu cocok ama dia, suatu saat pasti kalian berjodoh, Aamiin," jawabnya penuh keyakinan.
"Kaya dukun aja lu, suka nafsir takdir seenak jidatnya sendiri."
"Bukan dukun bego, tapi cenayang, ha ... ha ..." tawa Egi pun pecah tatkala ia berhasil menggoda Tiyan.
"Dasar gembul ... awas aja kau," bentak Tiyan yg tidak suka dibecandain.
"Betewe thank's ya Bro, uda dengerin curhat gue, gue harap lu pegang omongan gue yg terahir."
"Yang mana tu, weekkk," canda Tiyan yg sedang membalas Egi.
"Woi, gue ngantuk, gue masuk kamar dulu, bye Bro," pamit Egi sambil melambaikan tangannya ke arah Tiyan.
__ADS_1
Sesudah sepeninggal Egi, Tiyan kembali duduk dan memikirkan perkataannya barusan. Tapi kenapa ada keraguan di hatinya.
Bayangan Sandra kembali meracuni pikirannya.
"Bagaimana jika nanti aku jatuh cinta sama Putri, tapi keluarganya menolakku karena miskin," batin Tiyan sedang berkecamuk karenanya. Ia jadi ragu-ragu untuk mendekati Putri.
"Haruskah aku meneruskannya atau mundur sebelum memulainya?"
"Akh, sebaiknya aku istirahat saja, mungkin besok semua akan kembali normal."
Ia pun melangkah ke kamarnya dan langsung beristirahat. Nanti malam ia mau bangun untuk melaksanakan sholat Isya' sekaligus sholat tahajud.
π± Putri Pov -
Sekembalinya Putri dari luar, ia disambut oleh kakak seniornya yg suka sekali menggoda Putri.
"Duh yg baru balik dari kencan, ihi ..." canda kak Novi seperti biasanya.
"Dari maghrib sampe jam segini lo baru pulang, sampai badanku pegel semua nungguin kamu ga pulang-pulang," tambahnya lagi.
"Paan si kak Nov, suka sekali godain Putri, kasian tu wajahnya sampai memerah semua," tambah kak Ida yg nambah-nambahin suasana menjadi riuh.
"Betewe sebagai gantinya nanti pijitin gue ya Put," rengek Kak Novi
"Asyik, asyikk ... bentar lagi adik gue dewasa ni, mulai pacaran," tambahnya lagi
"Ha ... ha ..." Putri hanya menanggapi dengan tawa sumbang lalu menuju kamar mandi berniat mencuci kakinya lalu berwudhu lalu sholat isya ' seperti biasanya.
Putri adalah anak yg rajin beribadah dan anak yg sopan. Tak lupa sifat cerianya sangat disukai kakak senior dikamarnya, maka dari itu kebiasaan godain Putri jadi hobby terbaru mereka saat ini.
Meskipun begitu Putri tak tersinggung sedikitpun, karena tau, itu artinya mereka semua sudah menerima Putri apa adanya dan sudah menganggapnya seperti saudara mereka. Kalo sudah begini, Putri makin betah tinggal diasramanya.
Sesudah sembahyang ia pun turut menonton televisi sembari mengobrol dengan kakak-kakaknya tadi. Ia sangat suka bila semua penghuni kamarnya lengkap seperti saat ini.
Ia seperti menemukan sosok-sosok kakak perempuannya yg telah lama menghilang karena sibuk kerja, karena jujur, selama ini ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari kakak perempuannya, yg sudah dulu pergi ke luar kota untuk bekerja saat ia masih duduk di TK.
Ia hanya tumbuh bersama kakak laki-laki satu-satunya di keluarga tersebut, yaitu Kak Rega. Tapi alhamdulillah di kota S ini, Putri seperti menemukan sebuah keluarga kedua.
Dan pada kegiatan malam ini, disela-sela acara nonton TV mereka juga makan cemilan yg dibawa mereka dari kampung halaman mereka masing-masing, sekaligus bercerita saat mereka kemarin bertemu dengan keluarganya . Ahirnya malam senin pun terjadi dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan.
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
MAAFKAN ATAS KETERLAMBATAN UPDATE HARI INI YAπππ
DAN MAKASIH BUAT YG SUDAH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI..MAKASIH BANYAK YA..SEHAT SELALU BUAT SEMUANYAβππ JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVELKU YG KEDUA YA..JUDULNYA " AFTER MERRIED ". OH YA AUTHOR SUDAH MULAI UPDATE SEHARI 2 EPISODE LO..SEMOGA MAKIN MENGOBATI KERINDUAN KALIAN SEMUA..
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE , VOTE , DAN KOMENTARNYA....MAKASIH BANYAK ππ