
Padahal ia hanya menganggap Desy sebagai teman curhat, itupun jauh sebelum ia bertemu dengan Putri. Sampai ahirnya hubungan mereka menjauh karena Desy sudah memiliki pacar.
Lalu datanglah Putri yg ceria yg dapat membuat hari-hari Tiyan lebih berwarna dan tentunya lebih bahagia. Ia harus secepatnya menemui Putri dan membicarakan semuanya, sebelum Desy melangkah lebih jauh.
π~π~π~π~π
Setelah 20 menit perjalanan, ahirnya Tiyan sampai di kamarnya. Karena adanya sedikit gangguan mengakibatkan ia terlambat 10 menit. Dengan cepat diraihnya HPnya dan dengan cepat ia mengirim pesan pada Putri.
Tring... tring... tring...
Tiba-tiba terdengar HP Putri membunyikan notifikasi pesan. Lalu diraihnya Hp itu untuk melihat siapa yg mengirim pesan padanya.
"Kak Tiyan ..." gumam Putri.
"Hai Put ..."
"Hai kak, sudah pulang kerja ya ....π"
"Alhamdulillah barusan aja, kayaknya ada yg kangen niπ€?"
"Em, gimana ya?"
"Ya dah kalo ga ada yg kangen, aku mau mandi dulu aja, lagian udah lengket nih ..."
"Pantesan baunya kecium sampe sini! π"
Tiyan cekikikan diseberang sana.
"Tapi kamu suka kan?"
Putri memutar bola matanya malas.
"Iya seh, tapi cepetan mandinya sanah, biar Putri ga lumutan nungguinnyaπ"
"Siap tuan Putri sayang,,tunggu aku 15 menit lagi ya ...π"
"π"
Setelah mengirim pesan terahirnya Tiyan buru-buru mandi. Tak lupa sebelumnya ia mengeringkan keringatnya terlebih dulu, baru ia mandi. Ia memang tak mau ingkar janji pada pacarnya, makanya ia selalu berusaha on time.
Setelah ia benar-benar mandi dan berganti pakaian. Dengan stelan celana pendek dan kaos ia sudah siap, tak lupa ia membawa jaketnya pula.
Ia pun menyambar kunci motornya dan Hpnya, lalu turun ke bawah untuk mengambil motor di parkiran.
Dalam perjalanan, ia tak lupa mengirim pesan pada Putri. Agar ia menunggu di depan gerbang asrama serta tak lupa untui membawa jaket agar tak kedinginan malam itu.
Entah kenapa beberapa hari ini udara malam begitu dingin. Angin kencang seolah-olah lagi senang sekali singgah di kota X.
Mengakibatkan suhu menjadi dingin di malam hari dan panas disiang hari, tak lupa angin kencangnya selalu berhembus hampir 24 jam. Jika imun tubuh sedang tidak baik, bisa-bisa tumbang karena perubahan cuaca yg ekstrim.
Putri yg mendapatkan pesan dari Tiyan, lalu segera keluar menggunakan blouse turtle neck hitam yg hangat, itu cukup baginya. Karena tebal, dan tentunya bisa melindungi dari hawa dingin yg menyerang serta bisa menyalurkan kehangatan ketika di luar nanti.
Ia sudah bersiap sejak 10 menit lalu, tak lupa ia membawa jaket seperti pesan Tiyan. Ia juga tak mau mengecewakan perhatian dari kekasihnya tersebut.
Ahirnya ia sampai di depan asrama. Tak disangka di depan asrama ia bertemu dengan Desy. Putri yg awalnya canggung tiba-tiba memberanikan diri menyapa Desy.
"Hai kak Dessy ..." sapa Putri dengan ramah.
Desy sadar jika ada Putri disana. Ia yg sedang dalam keadaan marah ahirnya semakin mendekati Putri dengan aura yg tak bersahabat.
"Hei, kamu ... sudah ku bilang jangan deketin Tiyan kok masih ngeyel juga sih!" bentaknya seolah ingin menarik perhatian disekeliling gerbang asrama yg penuh dengan muda-mudi.
__ADS_1
Putri celingak celinguk melihat kesekelilingnya. Ia yg merasa terpojok hanya menyungingkan sedikit senyum ke arah Desy lalu menjawab pertanyaannya dengan lembut.
"Maksud kak Desy apa? siapa yg deketin?" tanyanya kembali.
"Halaaahhhh, ga usah berlagak b*go deh! bilang aja lu kegatelan kan, makanya deketin Tiyan,,kayak ga ada lelaki lain aja selain Tiyan."
Putri masih menahan amarahnya, ia pun masih menanggapi dengan santai.
"Maaf ya kak, jangan asal nuduh deh kalo ga ada bukti." sarkahnya.
Lalu dari dalam gerbang muncullah Tiyan. Ia segera membunyikan klaksonnya agar Desy menyingkir dari jalannya.
Desy yg kaget akan kedatangan Tiyan segera kabur dari lokasi itu. Ia membonceng sebuah motor, tapi Putri tak tau siapa orang yg bersama Desy tadi.
Tiyan turun dari motor dan menyenggol tangan Putri yg masih bengong ditempat.
"Hei, liatin apaan si, buruan naik."
Putri yg baru menyadari ada Tiyan, segera membalas pertanyaan kekasihnya itu.
"Eh, kakak, kapan datang, iya deh Putri naik."
Ahirnya Putri pun segera membonceng Tiyan yg sudah duduk di kursi kemudi. Lalu mereka pun meninggalkan asrama untuk jalan-jalan.
Untung saja hari itu masih sore, belum sampai jam 8 malam. Lumayan masih ada 1,5 jam lagi buat kencan," batin Putri.
Tiyan sengaja memegang tangan Putri yg tak mau berpegangan sejak tadi agar Putri memeluk pinggang Tiyan. Tapi tangannya Putri selalu menolak dengan alasan ga biasa mbonceng dengan posisi gitu.
Tiyan sebenarnya masih marah dengan kelakuan Desy, apalagi baru saja ia pun membuat masalah dengan menyerang Putri. Ia tak habis pikir dengan pola pikir sahabatnya tersebut.
Setelah sampai di tepi pantai, Tiyan memberhentikan motornya. Kali ini ia mengajak Putri untuk ke pantai yg dekat situ. Karena udaranya dan anginnya kencang, ia menyuruh Putri untuk memakai jaket.
Dan sesudah itu mereka berjalan beriringan menuju bibir pantai. Disana terlihat lampu kelap kelip dari kapal-kapal nelayan yg mencari ikan. Juga di tepi pantai banyak lampu kelap kelip menambah romantis kesan malam itu.
Putri pun memandang Tiyan sesekali juga ia memberikan senyuman indahnya pada Tiyan. Sebenarnya ia grogi dilihatin sedari tadi oleh kekasihnya tersebut, tapi Putri suka akan perhatian Tiyan.
Tiyan seketika bisa melepaskan penatnya saat Putri memberikan senyuman indahnya.
"Put .." panggil Tiyan.
"Iya kak ..." jawab Putri.
Kemudian pandangan mata mereka pun kembali bertemu. Sepasang mata coklat mereka saling mengunci satu sama lain.
"Iya, ada apa?" Putri pun mengulang kembali pertanyaannya.
"Kalo terjadi apa-apa sama aku,,apa kamu masih percaya sama aku Put?" tanyanya kembali.
"Terjadi apa maksudnya? Putri ga ngerti?"
"Mm ... gini, maksudnya bila ada yg ganggu hubungan kita, apakah Putri masih mau mempertahankan hubungan kita?"
Putri masih berfikir, karena otaknya menjadi dangkal ketika berurusan dengan kata CINTA, maka ia pun menggelengkan kepalanya.
"Maaf kak, aku masih tak paham dengan perkataan kakak barusan."
Tiyan hanya tersenyum, lalu mengajak Putri untuk duduk di bangku yg ada disitu.
"Duduk dulu yuk, ada yg mau aku bicarakan," pinta Tiyan.
"Ok."
__ADS_1
"Oh ya, maaf aku sebaiknya panggil apa ya ama kakak? Putri bingung. Kalo aku manggil kakak, nanti kamu marah, lalu kalo panggil Tiyan, engga sopan dong, kan secara usia emang lebih tua kakak? gimana dong?"
Tiyan hanya tersenyum. Bisa-bisanya pertanyaan konyol kayak gitu bisa muncul di otak Putri.
"Mm kalo panggil sayang aja gimana?"
Putri bergidik geli mendengar kata sayang langsung dari bibir Tiyan.
"Kenapa put? ga mau ya ..." ucapnya sedikit kecewa.
"Mm, maaf ... kan kamu tau sendiri, dulu aja sama mantan pacar aku ga pernah bilang sayang tu."
Tiyan hanya tersenyum, sebenarnya ia juga aneh dengan sebutan sayang tadi.
"Ya dah, kalo gitu aku manggil kamu, ayank. Trus Putri panggil aku dengan sebutan Mas, aja gimana?"
"Em, kayak aku nyebut masku dirumah aja."
"Gimana kalo dengan sebutan Honey,,trus kak Tiyan boleh panggil putri pake sebutan tadi gpp,"
usul Putri
"Ok deh, honey bunny swetty ku ..." ucap Tiyan dibuat segemas mungkin.
Putri hanya tersenyum geli dengan sebutan baru mereka. Lalu mereka kembali pada pokok pembicaraan yg akan mereka bahas.
"Jadi gini yank, kamu kenal Desy kan? cewek yg kapan hari aku kenalin ama kamu."
Putri mengangguk tanda mengerti.
"Sebenarnya Desy itu teman curhatku, dulu ... jauh sebelum kamu datang ke kota ini. Beberapa bulan setelah aku diterima kerja, ia juga bekerja disini."
"Lalu kita ketemu pas lagi masa training kedisiplinan yg diadakan perusahaan, dimulai dari situ kita kenalan dan berteman."
Putri mulai paham arah pembicaraan mereka.
"Hanya sebatas teman curhat. Sampai ia mempunyai pacar, maka mulai saat itu hubungan kita menjadi jauh dan bahkan tidak pernah berkomunikasi selain menyapa saat ketemu dijalan."
"Lalu, apa hubungannya ama Putri?"
Tiyan kembali menoleh dan memandangi wajah ayu Putri.
"Sepertinya ia cemburu karena sekarang kita menjadi lebih dekat, tapi ia belum tau kalo kita pacaran," tegas Tiyan.
"Owh, pantas, dia tadi mengancam nyuruh aku jauh-jauh dari kakak."
"Kapan???"
"Ya tadi itu, waktu sebelum kakak sampai di gerbang. Sampai ahirnya kakak datang dan membunyikan klakson motor dan ia pun kabur berboncengan ama orang."
"Owh ..." tampak Tiyan menghela nafas panjang.
~ Bersambung ~
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE-NYA YA..OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "
__ADS_1
SEMOGA KALIAN SUKA ππ