
Mataku melotot tidak terima, enak aja mau culik gue, gue gibeng duluan yg mau nyulik.
Seketika kami menoleh pada Pak Rudi yg ternyata sudah mabuk karena dia hampir menghabiskan 1 botol alkohol yg ada didepannya.
π~π~π~π~π
Melihat keadaan Pak Rudi yg sudah mabuk berat, maka kami bertiga memutuskan untuk segera pulang saja.
"Habiskan jusmu Put," pinta kak Rendy pada Putri.
Putri hanya menggelengkan kepalanya.
"Enggak kak, maaf Putri sudah kenyang," ucapnya tidak terima, enak aja nyuruh, siapa juga yg pesen jus segentong gitu.
"Lagian jus itu ga enak banget, kaya kecampur alkohol gitu, bisa-bisa gue muntah nanti kalo disuruh minum itu," gumam Putri.
"Ya dah kalo gitu kamu aja yg minum Ren," ucap kak Jelita pada Rendy.
"It's ok," jawabnya.
Lalu dengan cepat Kak Rendy menghabiskan jus Putri. Lalu kami bertiga meninggalkan Club Malam itu dengan segera, setelah Kak Rendy berpamitan pada temannya tadi.
Karena Pak Rudi sudah mabuk, maka yg menyetir adalah Kak Rendy. Berkali'kali Pak Rudi bersendawa, sungguh aroma alkohol menyeruak memenuhi ruangan mobil.
Putri tidak tahan dibuatnya. Sungguh malam ini malam menyebalkan sekaligus menyenangkan buatnya.
Tadi diajak beli ice cream ke tempat yg bagus banget, eh sesudahnya malah diajak ke diskotik. Putri hanya membuang nafas dengan berat.
Sungguh matanya sudah sangat panas, ia sudah menahan kantuknya sedari tadi. Tapi sialnya perjalanan pulang kali ini sungguh lama.
"Mana keretanya besok pagi berangkat pagi, huftt ... sialan, " batin Putri berteriak tidak terima.
Ia sudah sangat merindukan bantal empuk buat tidur. Ahirnya setelah 40 menit perjalanan sampailah mereka di asrama. Putri bergegas masuk ke kamar dan segera mencuci mukanya lalu berniat untuk tidur.
Ia bahkan melupakan Kak Jelita dan Kak Rendy yg masih membantu Pak Rudi untuk keluar dari mobil.
Hari yg sangat melelahkan. Saat Putri hendak tidur, Kak Jelita baru saja masuk kamar. Tak lupa Putri pun memberikan salam pada temannya itu.
"Putri bubuk dulu ya kak, sudah ngantuk sekali," ucapnya.
"Iya Put," jawabnya.
Hanya sekali hembusan nafas Putri sudah memasuki alam mimpinya.
π Tiyan pov-
Sedangkan di tempat lain, ada seorang cowok yg merasa terbaikan. Ya, dialah Tiyan. Ia merasa terabaikan karena pesan-pesannya tidak dibalas oleh Putri. Tentu saja ia semakin khawatir.
Tapi ia kemudian berpikiran positif, mungkin saja Putri kecapekan hari ini, gumamnya. Lalu ia pun melanjutkan tidurnya malam itu.
Tadi Tiyan sebenarnya sudah tidur tapi tengah malam ia terbangun karena mengingat Putri belum membalas chatnya dari tadi .Kemudian ia melakukan sholat malam.
Dan sesudahnya ia pun kembali melanjutkan tidurnya. Karena memang sudah lebih dari jam 12 malam.
πKeesokan harinya
__ADS_1
Sesuai jadwal keberangkatan kereta akan berangkat pukul 08.00 pagi. Tapi karena kak Jelita masih ingin berfoto di salah satu tempat bersejarah kota Semarang, yaitu sebuah bangunan lama di tengah kota lama. Maka jam 06.00 pagi kita sudah meninggalkan asrama.
Kita turun di sebuah bangunan mirip kota lama, peninggalan Belanda. Lalu dengan sigap kak Rendy yg jadi fotografer kita. Karena waktu hampir jam 07.00, maka kita pun pergi ke stasiun.
Cukup 15 menit kita pun sampai di stasiun. Lalu aku, Kak Jelita dan Kak Rendy menuju tempat untuk boarding pass sebelum keberangkatan.
Lalu sesudahnya kita sarapan soto dulu sebelum kereta berangkat. Ini adalah pengalaman Putri naik kereta yg pertama kali.
Karena itu dia amat gugup, dia hanya menurut sama Kak Jelita dan Kak Rendy untuk tata cara naik kereta.
Ternyata sama kaya naik bus, cuma bedanya kalo kereta lebih banyak penumpangnya dan ada tempat buat charger HP juga didalamnya.
Ada fasilitas toilet dan penyewaan bantal juga di dalam kereta. Jadi lebih terasa nyaman. Terkadang ada beberapa petugas dalam kereta yg menjajakan aneka makanan dan minuman.
Tapi tentu saja kita harus membeli kalo mau menikmatinya, karena itu di luar pembayaran tiket. Sedangkan kalo naik bus yg biasa Putri naiki, dalam tiket yg ia beli ia sudah mendapatkan jatah makan dan minum satu kali.
Tepat pukul 08.00 pagi, kereta pun berangkat menuju kota S. Perjalanan akan memakan waktu 7 jam perjalanan. Tadi pagi sebelum berangkat ia sudah mengirim pesan pada Tiyan kalo hari ini ia akan kembali dari survey menggunakan kereta.
Dan Tiyan pun mengucapkan hati-hati dan semoga selamat sampai tujuan. Ia juga meminta maaf karena ia tidak bisa menjemputnya nanti karena masih kerja.
Tapi nanti malam ia akan menemui Putri untuk kangen-kangenan. Dan Putri sudah menyetujuinya.
πVian pov -
Vian yg tidak sengaja melihat status Putri di Wa dan Online di jam segini, maka ia pun men-chat Putri.
"Assalamu'alaikum," sapa Vian.
Putri yg melihat ada pesan masuk segera membacanya. "Kak Vian," gumamnya.
"Tumben online Put, ga kerja kah?"
"He ... he ... kerja kak, ini sedang diperjalanan pulang menuju kota S."
"Loh emang dari mana?" tanya Vian penasaran.
"Dari survey luar kota kak, ini lagi naik kereta," jawabnya.
"Owh, dengan siapa?"
"Dengan kakak-kakak perwakilan dari divisi marketing," jawabnya.
"Cewek atau cowok?"
"Ilih, posesif banget tanyanya, pacar bukan tapi pertanyaannya melebihi pacar gue," batin Putri.
"Dua-duanya kak, memang ada apa?"
"Gpp, cuma kuatir aja kalo kamu pergi sama cowok gitu."
"Sampe segitunya kak?" Putri pun tertawa kecil.
"Emang ga boleh? maaf kalo g boleh," ucapnya nampak kecewa.
Didalam hatinya ada nyeri saat ia tau ia tak boleh kawatir sama Putri. Apakah semua perhatianku tidak berarti untukmu Putri?" tanyanya kembali.
__ADS_1
"Siapa bilang ga boleh ? boleh dong, kak Vian adalah salah satu teman terbaik aku, jadi boleh-boleh aja dong kalo kakak khawatir sama aku," jawab Putri.
Saking bahagianya, diatas kepala Vian terasa ada ledakan love-love diatas sana.
"Makasih Putri yg cantik."
"Masama kakakku yg gantengπ " balas Putri
"Kak Vian gimana kabarnya?"
"Alhamdulillah baik, kalo Putri sendiri gimana?"
"Alhamdulillah kabarku baik sekali kak,π gimana lancar ga kuliahnya?"
"Alhamdulillah masih masa ospek Put, he ... he ... tau sendiri kan gimana rasanya, aduh jadi inget masa ospek dulu," ucapnya sambil menerawang masa lalunya.
"Humm, jadi pengen kuliah hiks, hiks, hiks, "
"Kalo Putri mau, aku bisa bantu kok."
"Maksudnya kak? maaf Putri g! paham."
"Kalo Putri mau kuliah ayo, ikut aja seperti jurusan aku, kebetulan ada kelas malamnya kok."
"Tapi ..."
"Tapi kenapa Put?"
"Aku takut otakku ga bakal sanggup sampai nanti, takutnya pas masa skripsi aku ga lulus-lulus, gimana?π€£π€£π€£ "
"Ah, kamu bisa aja, kamu tu pandai dan berbakat Putri, jadi mana mungkin ga lulus."
"Mau bukti? kamu aja lulus dengan nilai terbaik lo, masa uda lupa??π€ "
"Itu dulu kak, waktu masih SMK la sekarang kan udah beda, udah malas mikir."
Tak terasa waktu chat udah lama, kemudian Putri pun mengahiri chatnya karena mau menikmati pemandangan dari dalam kereta.
Lagian ia juga sudah tidak sabar untuk bertemu kak Tiyan nanti malam.
~ Bersambung ~
.
.
.
JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA YA..BIAR AUTHOR TAHU DIMANA KEKURANGANNYA SELAMA INI.ππ
**JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN GIFT-NYA YA..
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR, MAKASIH BANYAKπ
OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED** "
__ADS_1
SEMOGA KALIAN SUKA ππ