Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
HARI YG ANEH


__ADS_3

............................


Dan mereka pun ahirnya makan pagi dengan saling suap-suapan satu sama lain. Putri sangat beruntung memiliki Tiyan. Perhatian dan kasih sayangnya tak pernah pudar, masih sama seperti saat pertama kali mereka menjadi sahabat dan teman. Dan ahirnya menjadikan mereka menjadi sepasang suami istri seperti sekarang ini.


Sesuatu hal yg pasti dan membuat Putri tak berhenti bersyukur sampai saat ini adalah Tiyan. Meskipun ia adalah cinta kedua Putri, tapi ialah satu-satunya lelaki yg mampu menjadi teman, sahabat dan imam yg baik untuknya.


Sifat dinginnya selalu membuat Putri nyaman. Sifat posesifnya membuat Putri semakin cinta terhadapnya. Ia bukan tipikal pria hangat dan penuh rayuan tapi semua tindakannya nyata untuk menunjukan kasih sayangnya pada Putri.


...πŸƒTeruntuk suamiku ...πŸƒ...


Meskipun engkau bukan yg pertama hadir


Dalam duniaku


Engkaulah yg terbaik dari semua yg terbaik


Disaat aku butuh bahu untuk bersandar


Engkau selalu ada


Disaat aku terjatuh


Engkaulah yg mengulurkan tangan untukku


Aku juga bukan yg pertama bagimu


Tapi aku akan berusaha


Menjadi istri yg terbaik dan patuh


Akan semua perintahmu


Engkau laksana cahaya


Dalam kesunyian hidupku


Engkaulah lentera


Dalam keheningan malamku


Engkaulah imam dunia akhiratku


Terimakasih untuk cinta dan kasihmu


Kan kutulis dan ku patri namamu dalam hatiku


Disetiap nafasku


Disetiap detak jantungku


Kan mengalir semua cintaku padamu


Terimakasih suamiku


I love you


Dan kini pernikahan mereka sudah menginjak usia 3 bulan. Setelah menikah, Putri ikut kelas senam 1 kali seminggu.


Karena Tiyan juga mengikuti kegiatan futsal di divisinya. Mereka juga mengambil 1 hari yg sama yaitu setiap rabu malam dari jam 7 malam sampai 9 malam.

__ADS_1


Semakin hari kehidupan rumah tangga mereka kian harmonis. Setiap malam mereka berdua juga rajin olahraga malam. Bahkan tak pernah absen kecuali jika Putri sedang merah.


Dulu di awal permainan, awal pernikahan ia masih malu-malu dan selalu teringat akan perkataan teman kantornya.


"Ih, yg setiap hari rambutnya basah, ehemm ... lembur terus nih." Celoteh salah satu rekan kerja Putri.


"Hmm ... jalannya juga uda beda nih." Tambah yg lainnya.


Putri jadi malu mengingat hal itu. Ia selalu menceritakan semua hal pada suaminya begitu pula dengan Tiyan.


Dan pagi itu, Putri merasakan mual yg luar biasa hebat. Ia segera berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


Hoek


Hoek


Hoek


"Kamu kenapa sayang?" Ucap Tiyan yg sudah sigap berada di belakang Putri sambil memijit tengkuk istrinya tersebut.


"Stop ... cukup mas, kamu jauhan dikit dong, mas bau ...." Ucap Putri.


Entah kenapa bukannya membaik tetapi saat suaminya mendekat ia semakin mual. Sedangkan Tiyan pun merasa aneh dengan keadaan istrinya tersebut, lalu ia pun sedikit menjauh meskipun ia sebenarnya sangat hawatir terhadap istrinya itu.


"Minggir mas, aku mau mandi."


"Biar aku siapkan air hangat dulu ya, takutnya kamu masuk angin."


"Hmm gpp mas, biar aku mandi seperti biasanya aja."


"Ga usah nolak deh."


"Ya Allah, kan emang belum mandi sayang, lagian biasanya kamu seneng banget mas peluk sehabis bangun tidur, kok sekarang engga mau."


"Emoh mas, lagi emoh, sampean baukkk."


(Tidak mau mas, lagi tidak mau, kamu bau.)



Nih Tiyan yg baru bangun tidur. Sedangkan Putri yg sudah mandi bergaya kayak gini saat suaminya mendekat.



"Jangan deket-deket ... mas baukkk ..."


"Iya nih juga mas mau mandi kok sayang. Wajahnya jangan kayak gitu dong yank, jadi pengen cium deh."


"Engga maukkk." Ucap Putri sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


Dan sesudah drama tersebut mereka pun berangkat kerja bersama. Putri terpaksa memakai masker saat dibonceng Tiyan.


"Segitu bauk kah aku dek, sampai kamu pake masker dan ga mau peluk mas." Gerutu Tiyan sepanjang jalan menuju perusahaan.


"He emm." Ucap Putri singkat.


"Kan aku dah mandi sayang, dah pake parfum kesukaan kamu juga."


"Entahlah mas, aku 'ga tau, yg pasti tubuh mas kok jadi bauk begini sih."

__ADS_1


"Ya dah, kalau gitu, nanti sepulang kerja kita belanja parfum bareng ya sekalian belanja isi kulkas."


"He em, cepetan dikit dong mas, takut telat nih."


"Iya, pegangan ya."


Dan lima belas menit kemudian, mereka sudah sampai di perusahaan. Tak lupa Putri mencium punggung tangan suaminya, sedangkan saat Tiyan mau mencium keningnya, Putri sudah menjauh.


Tiyan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dan ia pun menyusul Putri untuk masuk ke perusahaan.


πŸƒ Ruangan kerja Putri


"Pagi Putri." Sapa salah satu admin di ruangan Putri.


"Pagi mbak." Sapanya ramah kepada setiap orang yg menyapanya.


Pagi itu seperti biasanya tidak ada keanehan pada diri Putri, sampai ahirnya tiba waktu jam makan siang. Mereka makan siang seperti biasanya di kantin kantor staff. Karena memang Putri adalah salah satu staff. Sedangkan Tiyan adalah karyawan produksi, jadi kantin mereka pun berbeda.


Ya tempat kerja Putri dilengkapi kantin dan fasilitas kesehatan bagi para karyawannya. Dan hal aneh kembali muncul ketika Putri mencium bau masakan dari ruangan kantin staff. Apalagi saat ia menerima makanan yg disajikan disana dan ada kerupuk nangkring diatas nasi dan sayurnya.


Aroma yg menyengat membuatnya semakin mual, tetapi ia masih memaksakan makan makanan tersebut, meskipun dengan cepat.


"Kamu kenapa Put? kok makannya cepet banget." Tanya salah satu teman makannya.


"Ga papa mbak, lagi pengen aja, dah ya, Putri duluan." Ia pun segera meninggalkan area kantin dan segera menuju ruangannya.


Saat ia melewati toilet, ia sudah tidak bisa menahan gejolak dalam perutnya. Rasanya sudah seperti diaduk-aduk ga karuan.


Dan di dalam kamar mandi, ia pun memuntahkan menu makan siangnya tadi. Demi menyamarkan suara muntahnya ia pun menyalakan air kran. Dan sesudah itu ia pun keluar dari toilet sesudah ia merasa baikan.


"Ya Allah kenapa aku ini?" Ucapnya dalam hati, ia pun mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat dhuhur di ruangan ibadah.


Dan sesudah itu ia pun kembali sehat seperti biasanya, ia juga heran dengan apa yg dialami hari ini, ia berjanji setelah pulang kerja nanti ia akan bercerita pada suaminya.


πŸƒ Di ruangan kerja Tiyan


Tiyan tidak begitu fokus pada kerjaannya karena ia kekurangan vitamin pagi ini. Padahal tadi malam ia masih berolahraga dengan istri tercintanya, tapi pagi tadi kelakuan istrinya sungguh membuatnya geleng-geleng. Dimulai dengan muntah-muntah, lalu dibilang tubuhnya bau, padahal ia sudah mandi dan pake parfum kesayangan Putri.


"Hhh ... jadi pengen segera pulang, aku ga bisa digituin." Ucapnya dalam hati.


...~Bersambung~...


.


.


.


.


.


Kira-kira Putri kenapa ya? apa salah makan? atau kesambet ya? Tungguin deh ... 🀭😘


.


.


Jangan LUPA LIKE, KOMEN, DAN FAVORIT, JUGA RATE (⭐⭐⭐⭐⭐) ya ... makasih

__ADS_1


__ADS_2