Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
BERBAIKAN


__ADS_3

Ya, Putri telah memaafkan Tiyan sejak kemarin. Karena ia yakin Tiyan pun jauh lebih dulu memahami dirinya, bahkan sejak dulu sampai sekarang. Dan hanya Tiyanlah yg mampu mengerti bagaimana seorang Putri.


"Bagaimana Put? apa kamu mau memaafkan aku?" ucap Tiyan hampir putus asa.


Dari sorot kedua kelopak matanya benar-benar terlihat ada rasa penyesalan yg mendalam. Ia benar-benar tak ingin kehilangan seseorang yg berharga baginya. Seminggu kemarin adalah masa terberat baginya.


Bahkan rasa sakit yg ditinggalkan cinta pertamanya dulu, yg pernah kandas, tidak pernah sesakit ini. Tapi entah kenapa, kemarin saat berpisah dan jauh dari Putri rasanya sangat dan lebih menyakitkan dari itu, meskipun rentang waktunya hanya seminggu.


Putri masih memandangi Tiyan dalam diamnya. Ia tau sekarang saatnya ia harus bersikap lebih dewasa, jujur dan memaafkan orang lain. Karena sungguh jauh dilubuk hatinya, Putri benar-benar sangat merindukan Tiyan. Tiyan yg dulu ia kenal sebagai pribadi yg alim dan melindunginya setiap waktu.


Dan Putri sadar saat ini, ia sangat merasa kehilangan dia, apalagi saat Tiyan dan dirinya berpisah kemarin. Separuh nyawanya bahkan seolah menghilang dan pergi entah kemana.


"Putri ...?" panggilnya pelan sambil memandangi wajah Putri yg masih mendiamkannya beberapa saat.


Lalu Putri pun menjawabnya dengan menganggukan kepalanya perlahan.


"Aku sudah memaafkanmu kak," ucapnya.


"Sungguh???"


"Iya!"


"Terimakasih sayangku, aku sungguh mencintaimu, terimakasih Putri," ucapnya sambil berkaca-kaca matanya.


"Sama-sama kak, Putri harap kakak akan menjaga kepercayaan dari Putri sekali lagi."


"InsyaAllah," ucapnya penuh arti.


Lalu pesanan makanan dan minuman mereka telah datang, maka mereka berdua segera makan untuk mengisi kekosongan perut mereka.


Sesekali mereka pun tertawa berdua untuk sekedar mengobati rasa rindu mereka.


"Put ..."


"Yo i."


"Kamu kangen ga sih? selama seminggu ini kan ga pernah ketemu aku" ucap Tiyan pelan-pelan.

__ADS_1


"Engga lah, ngapain aku kangen, bikin nyiksa aja." ucapnya berbohong.


"Hah ... serius??? kamu ga kangen aku??" ucapnya mulai panik dan tanpa sadar meraih tangan Putri yg sedang mau mengambil makanan di depannya.


"Ih, apaaan si, uda lepasin tangan aku kak, Putri mau makan ini, ucapnya mulai protes ketika tangan Tiyan memegang kedua tangannya, padahal matanya sudah tertuju pada aneka kue pastry yg keliatannya enak dan mengunggah selera.


Karena panik dengan jawaban Putri, tiba-tiba saja kedua tangannya reflek memegangi kedua tangan Putri, tapi ia segera sadar dan melepaskannya karena mendapat pelototan dari Putri.


"Maaf ..." ucapnya gugup.


"Ya udah nih aku jujur, aku tu kangen banget sama kakak, tapi sekarang aku lagi laper kak, jadi please ... jangan ngerusak mood aku napa si?" ucap Putri mulai kesal.


Mungkin Tiyan lupa, kalau sedang lapar mood Putri gampang rusak, apalagi sudah ada makanan di depannya tapi malah ada yg gangguin acara makannya kayak gini.


"Ya dah gih, cepat makan," spontan tangan Tiyan menyambar salah satu kue di depannya dan mencoba menyuapi Putri dengan tangannya.


"Aa ..." ucapnya.


"Aaammm ... nyam ... nyam, makasih kak," ucap Putri mulai melembut dan tentu saja mulutnya penuh dengan makanan.



"Kak, abis gini ga kemana-mana kan?" tanyanya hati-hati karena takut merusak suasana mereka yg baru saja membaik.


"Engga kok, mungkin keliling mall aja, mungkin kamu pengen nyari sesuatu, lagian udah lama kita g jalan-jalan kan? kalau mau ngajak besok juga ga mungkin, besok aku lembur masuk kerja," ucap Tiyan tertunduk lesu.


"Oh iya," Putri menepok jidatnya, lupa kalau pacar di depannya esok hari harus masuk kerja, meskipun pulangnya jam 3 sore, tapi tetep saja ga bisa bertemu.


"Tapi kalau Putri mau pulang juga ga papa, aku nurut aja," ucap Tiyan yg melihat Putri selalu melihat jam tangannya.


"Eh ... terserah kak Tiyan aja deh, Putri nurut aja!"


Sebenarnya Putri bimbang, satu sisi dia ada janji, disatu sisi ia kangen moment berdua seperti ini. Ia jadi bingung, mau segera pergi tapi ga enak, apalagi Tiyan sudah meluangkan waktu dan meminta maaf untuk kejadian kapan hari.


Lalu mereka pun berkeliling mall sebentar. Mata Putri tertarik untuk masuk ke sebuah stand aneka boneka dan aksesoris cewek. Lalu ia pun menarik tangan Tiyan.


Tiyan yg spontan kaget, lalu tersenyum ketika menemukan kalau tangan Putri yg memegangnya.

__ADS_1


Meskipun ujung-ujungnya hanya menemani melihat-lihat aksesoris cewek disitu.


Putri melihat aneka giwang imitasi yg lucu dan juga jepit rambut aneka warna. Ia sepertinya lagi tertarik dengan aksesoris rambut itu. Dan ahirnya ia pun memilih 2 pasang giwang imitasi yg lucu.


Lalu mereka pun membayar tagihannya di kasir lalu segera meninggalkan tempat itu, karena Putri takut hilaf. Apalagi kalau udah khilaf ntar ujung-ujungnya uangnya habis gara-gara beli barang yg kurang bermanfaat.



Lalu Tiyan pun kembali mengajak Putri berkeliling mall, sambil membawakan minuman buat Putri kalau-kalau tiba-tiba kekasihnya tersebut haus.


Putri yg sudah mulai bosan pun ahirnya meminta Tiyan untuk mengajaknya pulang saja. Daripada muter-muter ga jelas.


Ketimbang disuruh muter-muter keliling mall. Putri lebih suka diajak bermain di wahana permainan atau pergi ke pantai. Tapi demi melihat Tiyan bahagia ia pun rela diajak nge-mall sama dia.


Lalu pukul 20.30 mereka pun menuju asrama. Mereka mau pulang saja, kalau mau jalan-jalan kapan-kapan lagi aja, kata Putri sih.


Dan pukul 20.50 ahirnya mereka sampai di asrama. Putri pun pamit dan tak lupa berterimakasih pada Tiyan untuk acara malam ini.


"Makasih kak untuk semua hal tadi, Assalamu'alaikum," ucap Putri berpamitan.


"Wa'alaikumsalam ..." ucap Tiyan kembali.


Ahirnya mereka pun berpisah menuju kamar masing-masing. Sebelum sampai kamar Hp Putri berbunyi, tanda ada seseorang yg menelponnya.


Putri segera mengambil Hpnya yg ada di dalam tas, "Assalamu'alaikum ..."


"Wa'alaikumsalam ... Put, ini aku, aku udah hampir sampai di asrama kamu ni, aku tunggu di tempat yg agak jauh ya, soalnya di depan asrama kamu masih rame dengan anak-anak penghuni asrama."


"Oh ok, bentar kak, Putri ambil tas dulu nanti share lokasi aja ya kak, Assalamu'alaikum," ucapnya sambil menutup telponnya.


"Wa'alaikumsalam," ucap Vian.


Ia pun memarkirkan mobilnya di gang sebelah timur asrama Putri. Yg kebetulan disitu tidak terlalu jauh dari asrama Putri.


Putri pun bergegas mengambil tas ranselnya di kamarnya. Karena penghuni kamar sudah sepi, maka ia hanya mengambil tas kemudian mengunci kamarnya kembali dan segera keluar dari asrama. Tadi ia sudah ijin sama Tiyan tentang kepergiannya malam ini yg diundang tantenya. Tiyan pun mengijinkan Putri untuk berkunjung kesana.


Setelah mendapatkan lokasinya, Putri pun bergerak menuju gang timur asramanya.

__ADS_1


Ia cukup berjalan sekitar 10 menit untuk sampai disana. Memang benar kebetulan ini malam minggu, jadi di depan asrama masih banyak muda mudi yg sedang berpacaran. Jadi tentu saja Vian menghindari keramaian itu dan ia lebih memilih menunggu di samping asrama.


__ADS_2