Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
DITERIMA


__ADS_3

......................


"Buaa ... ha ... ha ... kamu lucu banget si Put." Ucapnya sambil mengacak-acak rambut Putri yg sedikit masih basah.


"Ah ... kakak, rambut Putri jadi kucel lagi lo! padahal barusan Putri sisir." Sungut Putri yg lagi mode kesal.


"Meski begitu kamu tetep tercantik Putri." Ucap Tiyan sungguh-sungguh.


"Makasih kak Tiyan." Ucapnya malu-malu.


Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yg mengawasi tingkah keduanya. Saking asyiknya menonton TV, Tiyan dan Putri sama-sama tidak sadar jika orangtuanya sudah kembali.


"Ehemmm ..." Lalu deheman bapak pun membuyarkan keasyikan ngobrolnya Putri dan Tiyan.


Seketika kedua orang tersebut menoleh ke belakang. Lalu mereka pun berdiri dan Putri segera mencium tangan bapak dan ibu Putri, kemudian Tiyan pun melakukan hal yg sama dengan yg dilakukan Putri.


"Nak Tiyan, bisa bicara empat mata sama bapak?"


"Iya pak, lalu Tiyan pun mengikuti ke arah bapak pergi.


Lalu tinggallah Putri, ia pun berinisiatif untuk membantu ibunya menyiapkan makan siang.


⚘ Tiyan pov-


"Duduk nak." Pinta bapak.


"Terimakasih pak." Ucap Tiyan hormat.


"Langsung bicara pada intinya saja, kamu lihat kan bagaimana kehidupan keluargaku yg sederhana."


"Iya pak."


"Aku hanya ingin calon menantuku kelak bukan memandang putriku dari keluarga mana ia berasal, apakah dia berasal dari keluarga yg kaya dan berada, atau cuma dari kalangan menengah dan berkecukupan."


"Karena semua kehidupan itu sudah ada yg mengatur, jodoh, rezeki dan maut, semua sudah tertulis dengan jelas, kita sebagai manusia hanya bisa menjalankannya dengan ikhlas."


"Jadi ... jika kamu benar-benar mencintai putri bapak, maka terimalah dia apa adanya, jangan lah kau menyakitinya dengan mengungkit dari mana dia berasal ataupun latar belakangnya."


Tiyan yg mengerti arah pembicaraan ayah putri pun mengangguk. Ia sadar kalau dirinya pun pernah ditolak cintanya karena sebuah harta.

__ADS_1


Ia bahkan dianggap tak mampu menjamin kehidupan anaknya kelak karena ia belum bekerja dan keluarganya pun bukan dari kalangan berada.


"Jadi jika memang kamu benar-benar mencintai putri bapak, bapak menitipkan Putri padam, bapak yakin kamu akan menjadi Imam yg sangat pantas buatnya. "


Tiyan pun terharu, "Terimakasih banyak pak, sudah memberi saya kesempatan untuk mencintai putri bapak, saya janji akan segera datang kemari dengan keluarga besar saya untuk melamar Putri." Ucapnya sungguh-sungguh sambil meminta restu dari ayahnya Putri tersebut.


"Baiklah, bapak pegang janji kamu. Bawalah keluargamu kemari secepatnya."


"Iya pak."


Lalu obrolan mereka pun sudah tidak seserius tadi..bahkan dari keduanya pun sudah terlihat mulai akrab dan saling bercanda satu sama lain.


Tiyan sangat bahagia , karena kali ini cintanya tidak ditolak, bahkan diterima dengan baik oleh keluarga Putri.


⚘ Putri pov -


Putri sudah memiliki firasat tidak baik sedari tadi. Tapi ia segera membuang jauh-jauh fikiran jeleknya itu, tatkala ia melihat ayahnya dan juga pacarnya tertawa lepas di teras rumahnya.


Ia pun kembali membantu ibunya di belakang rumah, agar ia tak mengganggu keduanya.


Putri bersyukur, keputusannya kali ini untuk membawa Tiyan pulang sepertinya sudah benar. Dan semoga jika kak Danangnya pulang, ia juga akan menyetujui kalau dirinya dan Tiyan berpacaran, ia ingat kalau kakak laki-lakinya itu sangat posesif padanya apalagi sampai bertemu dengan seorang yg diakui sebagai pacarnya.


Apalagi mengingat dirinya tidak pernah pacaran atau mengajak anak laki-laki untuk berkunjung ke rumahnya ataupun dikenalkan pada kedua orang tuanya.


Tapi Putri sedikit heran, kenapa ada yg mau menjadi istri kakaknya yg over posesif itu ya, apalagi mengingat istrinya itu sangat kalem, berbeda 180° dengan sifat kakaknya itu.


Putri pun menjadi senyam senyum sendiri mengingat kakaknya yg galak akan sangat penurut pada istrinya yg kalem itu.


"Kamu kenapa Put?" Tanya ibu pada Putri yg senyam senyum sendiri dari tadi.


"Ha ... ha ... ha ... ga papa buk, lagi ingat wajah kak Danang aja ... he ... he ...."


"Kangen kakakmu ya?"


"Iya, kapan Kak Rega pulang ya?"


"Kakakmu kalau sudah di rumah istrinya pasti lama datang kesini." Terang ibunya.


"Memang kenapa mereka 'ga tinggal disini?"

__ADS_1


"Kamu lihat sendiri kan, istri kakakmu itu tidak suka dengan ibu, jadi ia tidak akan betah tinggal disini."


"Memang sifatnya belum berubah ya bu?" Tanyaku menyelidik.


"Sampai saat ini pun sama sekali belum ada perubahan."


"Sabar ya buk, semoga nanti menantu ibu yg lain akan menyayangi ibu dengan setulus hatinya, Aamiin."


"Aamiin." Ucap Ibunya.


Lalu mereka pun berkumpul di ruang makan untuk makan siang bersama. Jarang sekali rumah mereka ramai seperti sekarang ini. Karena anak- anak mereka sudah dewasa dan kebanyakan ikut dengan suaminya. Jadi tinggallah di rumah itu Bapak dan Ibu Putri saja.


Jadi momen seperti sekarang ini sudah sangat jarang terjadi. Dan bersyukurnya saat ini putrinya datang membawa calon suami. Setidaknya untuk sementara rumah itu terasa hangat akan kehadiran Putri.


⚘ Selesai makan.


"Pak Bu, maaf besok siang sepertinya Tiyan dan Putri mau kembali lagi ke kota S." Ucap Tiyan membuka suara.


"Kok cepet sekali sudah mau balik nak, padahal ibu masih kangen kalian sama putri ibuk ini." Ucap ibu pada putri kandungnya itu.


Putri pun mendekat dan memeluk ibunya.


"Putri pasti akan sering-sering pulang bu, lagian 2 minggu lagi ada hari libur double lagi." Ucap Putri menenangkan ibunya.


Sebenarnya ia juga masih kangen pada ibunya, tapi mau gimana lagi, liburnya cuma 3 hari saja.


"Ya dah, gpp yg penting kamu sehat dan baik-baik disana." Ucap Ibu yg masih menahan diri agar ia tak menangis di depan putrinya.


"Terimakasih ibu, ibu kau memang yg terbaik dari semuanya." Ucap Putri sambil memeluk dan menciumi ibunya itu.


"Ibu ndak usah hawatir, ada nak Tiyan yg akan menjaga putri kita disana, bukan begitu nak Tiyan?"


"Uhukkk ... iya pak, buk, insyaAllah Tiyan akan selalu menjaga Putri sebaik dan semampu saya." Ucapnya sungguh-sungguh.


"Terimakasih nak!" Ucap ibu sambil memandang anak dan calon menantunya itu.


Bagaimanapun seorang ibu pasti akan merindukan kehadiran anak-anaknya. Meskipun mereka sudah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri tapi yg pasti mereka akan tetap menjadi anak kecil di depan kedua orang tuanya.


"Terimakasih bapak, terimakasih ibu, sudah memberikan kesempatan pada saya untuk menjaga putri kalian."

__ADS_1


"Sama-sama nak, jangan lupakan pesan bapak yg tadi ya."


"InsyaAllah pak, semampu Tiyan akan melakukan yg terbaik dan tidak akan mengecewakan kepercayaan yg telah bapak dan ibu berikan pada saya, sekali lagi terimakasih." Ucapnya sungguh-sungguh.


__ADS_2