
..........................
Tiyan tidak begitu fokus pada kerjaannya karena ia kekurangan vitamin pagi ini. Padahal tadi malam ia masih berolahraga dengan istri tercintanya, tapi pagi tadi kelakuan istrinya sungguh membuatnya geleng-geleng. Dimulai dengan muntah-muntah, lalu dibilang tubuhnya bau, padahal ia sudah mandi dan pake parfum kesayangan Putri.
"Hhh ... jadi pengen segera pulang, aku ga bisa digituin." Ucapnya dalam hati.
🍃 DI RUMAH
Hoek
Hoek
Hoek
"Aduh kenapa ya dari tadi mual-mual mulu, padahal cuma ngepas bawang putih aja."
Tok
Tok
Tok
"Assalamu'alaikum, nak Putri?"
"Wa'alaikumsalam." Ucap Putri masih berada di toilet.
"Nak Putri sakit? maaf ibu nyelonong masuk, dari tadi ibu dengar kamu muntah, apa sedang sakit?" Tanya tetangga Putri.
"Em, kayaknya begitu bu, dari tadi pagi perut Putri rasanya diaduk-aduk terus."
"Kalo begitu udah minum obat belum? atau Putri punya penyakit magh mungkin?"
"Kalau magh, memang punya bu, tapi udah lama banget."
"Atau mungkin masuk angin, udara beberapa hari ini kan agak lumayan dingin."
"Mungkin saja bu."
__ADS_1
"Kalau begitu, Putri tunggu disini, engga usah dilanjutkan masaknya, biar nanti suami Putri aja yg memasaknya."
"Iya."
"Sebentar ibu bawakan makanan dan teh anget, nanti ibu balik kesini lagi."
"Eh, tidak usah bu, sebentar lagi Mas Tiyan pulang dari kantor kok."
"Udah gpp."
Lalu tetangga Putri tersebut langsung kembali ke rumahnya, dan sesaat kemudian sudah kembali ke rumah Putri dengan membawa satu porsi makanan dan teh hangat, tak lupa juga membawa minyak kayu putih dan uang untuk kerikan.
"Loh bu, kok repot-repot?"
"Engga papa, sini ibu bantu kerikan, biasanya ibu cepet sembuh kalo dikerik, ketimbang minum obat saat sakit."
"Eh ...."
Mau menolak tapi takut menyinggung perasaan tetangganya apalagi beliau ibu yg mempunyai kontrakan Putri, jadi saat dikerik Putri diam saja.
Sebenarnya dia sudah biasa dikerik, saat kecil, cuma saat bersama Tiyan, ia sudah tidak pernah kerikan lagi. Jadi ia pasrah saja.
"Alhamdulillah iya bu, ya sudah ibu kembali saja, jangan lupa dimakan dan diminum nanti trus istirahat ya."
"Makasih banyak nggih bu, malah merepotkan ibu." Ucap Putri yg sungkan.
"Allah, Putri sudah ibu anggap seperti anak ibu sendiri, ya sudah ibu pamit, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Dan sesudah ibu kontrakannya pulang, Putri pun rebahan di tempat tidur, sambil nonton TV. Ia sedikitpun tak berselera makan. Melihat menu yg diberi tetangganya itu ia hanya meliriknya saja, padahal biasanya ia tak memilih-milih makanan. Tetapi entah hari ini berbeda. Ia hanya meminum teh hangatnya saja.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"Assalamu'alaikum, mas pulang sayang." Ucap Tiyan yg sudah pulang dari kantor. Kebetulan ia membawakan aneka gorengan kesukaan istrinya, siapa tau ia belum makan."
"Wa'alaikumsalam mas, bawa apa itu?"
"Bawa cemilan buat istri mas tersayang."
"Makasih mas, tau aja Putri lapar."
"Tau dong, eh itu ada makanan tapi kok engga kamu makan, mau disuapin?"
"Maaf mas, itu tadi diberi ibu kontrakan, soalnya tadi pas aku mau masak, tiba-tiba perutku mual lagi, alhasil muntah-muntah lagi deh."
"Jadi sayang masih sakit?"
Karena khawatir ia pun mendekati istrinya tersebut. Dan ia lupa kalau tadi pagi istrinya tidak mau didekatinya.
"Ish, sana mas, mas bau banget sih, mandi dulu dong. Aku udah enakan kok mas, tenang aja."
"Astaghfirullah sayang, mas udah tanya teman-teman mas di kantor loh, mas sama sekali enggak bau kok."
"Oh jadi sekarang mas lebih percaya temannya ketimbang istrinya sendiri? ok sana pergi aja, Putri ga suka!"
Entah kenapa sifat Putri pun ikut-ikutan berubah, sepertinya bukan hanya sedang sakit, tapi ada sesuatu yg lain dalam diri istrinya tersebut. Daripada dilempar bantal, mending ia segera mandi. Begitulah pemikiran Tiyan dan ia pun menyambar handuk dan pergi ke kamar mandi.
"Nah gitu kan bener."
Lalu setelah mengomentari suaminya, ia pun segera memakan makanan yg dibawakan suaminya tersebut dengan lahap, entahlah sifat mual-mual saat melihat makanan sudah tidak berlaku lagi, sudah hilang entah kemana.
Sesaat kemudian, Tiyan pun sudah keluar dari kamar mandi.
"Ih mas, mandi pake sabun yg mana sih, aku ga suka dengan bau parfum dari sabun itu, mas mandi lagi dengan sabun yg aroma ini, SEKARANG!!!" Ucap Putri saat menghirup udara yg sudah tercampur aroma sabun yg dipake Tiyan entah kenapa ia merasa kesal dan marah.
Entah kenapa aroma sabun yg dipake Tiyan kembali membuatnya mual.
"Tunggu, Putri mau muntah lagi, minggir mas."
Lalu Putri kembali mengeluarkan semua isi perutnya dan ia merasakan lemas luar biasa. Sebelum Putri terjatuh, Tiyan dengan sigap segera menggendong Putri ke tempat tidur.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?"