Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
BELAH DUREN


__ADS_3

...............................


"Iya, assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam." Ucapnya bahagia, karena ia bisa pulang bareng dengan suaminya. Jarang-jarang ia bisa pulang bareng, jadi waktu bersama akan lebih lama lagi hari ini. Sungguh ia jadi bersemangat lebih, dengan cepat ia pun menyelesaikan pekerjaannya.


Empat puluh lima menit kemudian, Putri sudah berada didepan kantor. Ia sudah duduk manis diatas motor maticnya. Lalu Tiyan pun muncul bersama teman-temannya.


"Eh, sudah dijemput istri tercinta rupanya." Ucap salah satu teman Tiyan.


Putri pun hanya menanggapi dengan senyuman Lalu Tiyan pun mendekati istri tercintanya.


"Assalamu'alaikum, sayang." Ucapnya sesaat sesudah berdiri disamping Putri.


"Wa'alaikumsalam sayang." Ucap Putri menyambut suaminya, tak lupa ia pun mencium tangan suaminya.


Dengan wajah sama-sama berbinar mereka pun pulang ke kontrakan mereka. Di dalam hati Putri ia sungguh bahagia, karena malam ini ia akan melaksanakan kewajibannya sebagai istri. Sedangkan Tiyan bahagia karena ingin sekali mengajak istrinya jalan-jalan untuk kencan. Karena ini lah kali pertama mereka akan kencan sebagai suami istri di malam minggu.


Lalu mereka pun segera meninggalkan area perusahaan. Di dalam perjalanan pulang, detak jantung Putri semakin berpacu kencang. Karena keinginannya, nanti malam ia harus melakukan kewajibannya sebagai seorang istri dan ia belum pernah mempunyai pengalaman sebelumnya, membuatnya melamun sepanjang perjalanan pulang.


Sepuluh menit kemudian, mereka sampai di kontrakan. Putri pun segera masuk dan membersihkan diri. Sedangkan Tiyan masih memarkirkan motornya dan menutup gerbang. Dan ia pun segera menyusul Putri masuk ke rumah.


Lima belas menit kemudian, Putri sudah menyelesaikan ritual mandinya. Sayup-sayup terdengar adzan maghrib, Putri pun segera mengambil air wudhu. Sedangkan Tiyan masih didalam kamar mandi.


Putri pun memakai mukena dan mempersiapkan perlengkapan untuk beribadah bersama. Tiyan pun terkejut bukan main saat mendapati istrinya sudah memakai mukena. Itu artinya ia akan segera berbuka puasa sebentar lagi. Dengan semangat empat lima, Tiyan pun mendekati Putri.


"Eh, mas mau ngapain?" Ucap Putri yang kaget saat Tiyan mau memeluknya.


Tiyan pun jadi salah tingkah.


"Sholat dulu sayang." Ucapnya malu-malu.


"Eh iya sampai lupa, maaf." Ucap Tiyan sambil menggaruk tengkuknya.

__ADS_1


Lalu Tiyan pun segera memakai baju koko dan sarung yg sudah disiapkan Putri. Lalu mereka berdua pun sholat maghrib berjamaah.


Sesudah sholat, entah kenapa Tiyan langsung mendekap Putri setelah Putri mencium tangannya. Saking senangnya mungkin, karena yg ditunggu sudah tiba. Wkwkwkwk.


Tak lupa Tiyan pun menghujani Putri dengan ciuman bertubi-tubi. Putri pun kaget sekaligus geli.


"Mas, ish ... lepas ih, buka dulu baju koko sama sarungnya."


"Oh, siap sayang, tunggu ya ..." Ucapnya penuh semangat.


Putri hanya geleng-geleng melihat tingkah suaminya. Ia pun melepas mukena dan melipatnya dengan rapi dan menyimpannya diatas rak kecil. Saat Putri berbalik ia pun kaget. Ia sudah mendapati suaminya berada 5 cm didepannya.


Dan lagi suaminya hanya bertelanjang dada dan memakai celana kolor.


"Mas, mau ngapain?" Tanya Putri.


"Mau buka puasa boleh?" Tanyanya dengan muka yg sudah mode ON.


"Eh, tapi ini masih sore sayang, hum ... uft." Ucapan Putri terhenti ketika Tiyan sudah melum** habis bibirnya. Tiyan pun segera melancarkan aksinya, tangannya pun sudah bergerilya kemana mana. Putri pun terhanyut oleh situasi yg diciptakan suaminya, ia hanya bisa pasrah dan menikmatinya. Toh cepat atau lambat mereka pun akan melakukan apa yg seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri.


Tiyan pun menggendong Putri ke tempat tidur.


"Stop dulu mas, kunci pintu depan dulu gih, takut nanti ada tamu." Ucap Putri.


"Siap sayang."


Lalu Tiyan pun segera berlari ke depan, tak lupa ia pun menyambar kaos dan memakainya sebelum sampai di ruang tamu. Lagi-lagi, Putri hanya bisa geleng-geleng menanggapi tingkah konyol suaminya tersebut. Sedangkan dalam hatinya detak jantungnya sudah tidak dapat dikondisikan lagi. Sudah bertaburan kembang api dimana-mana.


Dag


Dig


Dug

__ADS_1


Duerrr


Setelah sampai di depan rumah. Tiyan pun segera mengunci pintu gerbang, mengunci motor, dan tak lupa menutup pintu rumah dan menguncinya.


Dengan langkah penuh semangat dan senyuman yg tak pernah pudar dari wajahnya ia pun menuju kamar tidur mereka. Sesampainya di kamar, dilihatnya istrinya sedang bercermin. Ia pun mendekati istrinya tersebut.


Detak jantung Tiyan kini pun menjadi sama dengan Putri, dan hawa panas pun menyerang dan menjalar ke seluruh tubuhnya. Apalagi ia melihat Putri memakai pakaian yg pernah ia bawakan saat lamaran kapan hari. Sebuah lingerine berwarna merah maron sangat cantik saat dikenakan Putri. Apalagi warna itu sangat kontras dengan warna kulit Putri yg putih bersih.


Aura panas penuh gelora asmara pun menyelimuti diri Tiyan. Di dekatinya istri tercintanya tersebut dan diciumlah pucuk kepala Putri.


Putri pun menoleh, "Mas ...."


Putri berdiri, dan Tiyan pun memajukan wajahnya mendekati Putri dan mengecup bibir merah muda milik Putri. Dan Tiyan pun mencium dengan penuh kasih sayang dan cinta. Tak lupa tangan Tiyan pun sudah bergerilya kemana-mana.


Putri semakin terhanyut dengan perlakuan suaminya. Dan ia pun tersentak saat tangan suaminya me**ma* kedua bukit kembar miliknya. Pasalnya Putri tidak pernah terjamah oleh lelaki dan ini pengalaman pertama buatnya.


Ada desiran aneh yg mengalir ke tubuh Putri. Dan entah kenapa Putri pun menginginkan hal lebih dari itu. Tiyan pun melakukan dengan pelan-pelan dan penuh kasih sayang.


Tiyan pun melucuti dengan perlahan semua pakaian Putri dan pakaiannya sendiri, dan sudah membuangnya entah kemana.


"Kamu siap sayang?" Tanya Tiyan yg sudah selesai dengan pemanasannya.


Putri pun mengangguk.Tak lupa, sebelum membuat baby, mereka berdua berdoa terlebih dahulu, agar kegiatan mereka nanti mendapat ridho Allah SWT.


Dan sore itu terjadilah apa yg seharusnya terjadi.


Putri menerima semua sentuhan dari suaminya dengan bahagia bercampur haru, begitupun dengan Tiyan yg merasa bahagia karena bisa memiliki wanita yg sangat dicintainya, bahkan ia sangat bersyukur karena wanitanya bisa menjaga mahkotanya dengan baik sampai saat ini.


Putri yg diawal permainan masih kaku, dan sempat merasa kesakitan di daerah itu, ahirnya lama-lama rasa itu tergantikan dengan sesuatu yg titik ... titik ... (Silahkan reader membayangkan sendiri ya🙄). Author bingung harus menjelaskannya seperti apa.


Dan kejadian sore itu, berlangsung lumayan lama, karena Putri dan Tiyan masih tahap penyesuaian dan tahap belajar. Dan setelah sekian menit, mereka mencapai puncaknya.


Mereka pun langsung sama-sama terkulai lemas, dan sebelum Putri terlelap, Tiyan sempat membisikkan sesuatu ke telinga Putri, "Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu." Ucapnya seraya mencium pucuk kepala Putri. Dan mereka pun terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2