Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
NONTON


__ADS_3

Jadi ia dan keluarganya jarang sekali membeli makanan matang. Kalaupun membeli hanya bahan makanan saja.


🍃~🍃~🍃~🍃~🍃


Jadi kalo soal jajan makanan memang Putri bukan ahlinya. Karena sebenarnya dilidahnya aneka masakan tadi masih aneh, kecuali nasi goreng.


Terlelbih di asramanya diberlakukan larangan memasak, jadi setiap hari Putri dan penghuni lainnya harus membeli lauk untuk teman makan nasi. Masak nasi masih bisa masak sendiri dengan bantuan magicom.


Masih untung Putri ga beli nasi, dia cuma beli beras buat menanak nasi. Magicomnya aja masih pinjam.


Ga papa deh, nikmati aja dulu, nanti kalo uda nge-kost kan bisa masak sendiri. Begitulah pemikiran Putri dari dulu.


🍃 Beberapa minggu kemudian.


Ahirnya waktu untuk survey ke luar kota telah tiba. Besok ia akan berangkat dari kantor sekitar jam 6 pagi. Maka dari itu ia sudah memacking semua baju dan kebutuhannya selama nanti survey.


Tak lupa ia membawa buku notes kecil dan pulpen. Dompet, uang, dan tanda pengenal tak lupa ia bawa.


Sesudah itu ia pun bersiap-siap untuk keluar bersama Tiyan. Hari ini memang sengaja membuat jadwal ketemu karena esok hari ia akan berangkat.


15 menit kemudian Tiyan sudah datang membawa motornya.


"Hai Put, sudah lama nunggu ngga ni?"


"Alhamdulillah engga kok, berangkat yuk," ajak Putri.


"Hayukk ..."


Lalu mereka berdua pun pergi berkencan. Ya selama ini hubungan mereka aman. Karena Desy tidak menampakkan batang hidungnya lagi.


Dan Vian lagi sibuk dengan proses masuk kuliahnya. Jadi mereka berdua tidak ada yg mengganggu.


Setelah 20 menit perjalanan ahirnya sampailah di mall. Hari ini mereka akan pergi nonton.


Selama pacaran dengan Tiyan, baru kali ini mereka pergi ke mall untuk nonton. Biasanya mereka berdua hanya pergi makan atau minggir ke pantai.


Sesampainya di mall, dengan antusias mereka pun pergi ke lantai 4 tempat bioskop berada. Hari ini rencananya mereka akan menonton Film Romantis.


Lalu mereka membeli minum dan popcorn biar sama kaya pasangan yg lainnya. Sebenarnya alo disuruh beli popcorn, mending Putri beli jagung rebus. Karena rasanya lebih enak itu ketimbang popcorn.


Lalu itu apalagi, minuman bersoda, mending beli jus alpukat lebih sehat. Tapi mau gimana lagi, asal Tiyan senang, ia pun senang.


Mereka berjalan bergandengan tangan seperti pasangan lainnya agar terlihat romantis. Asal Tiyan bahagia ia pun bahagia dan yg pasti tak melewati batas.


Ya Putri memang mempunyai satu keinginan, pacaran boleh tapi tidak lebih dari pegangan tangan, soal cium dan yg lainnya ia pantang melakukannya karena ia masih takut nanti ia akan terjerumus lebih jauh.


Tidak salah bukan? karena posisi Putri yg jauh dari keluarga mewajibkannya untuk pandai menjaga diri.


Untung saja Tiyan adalah sosok pacar yg pengertian dan tidak menuntut lebih. Ia memang mengingkan semuanya yg ada pada diri Putri.

__ADS_1


Tapi ia juga tau batas, ia juga lulusan pondok pesantren, jadi setidaknya ia juga memiliki penjagaan dan benteng diri yg lumayan kuat.


Laguan dia kalo sampai melakukan itu hanya sebatas menggoda Putri semata. Dan Putri tau semuanya.


"Disitu put, tempat duduknya," ucapnya sambil menujuk tempat duduk sesuai tiket yg mereka beli.


"Siap kak."


Lalu mereka menuju kursi yg tertera sesuai no tiket yg mereka beli. Mereka duduk di barisan tengah, jadi ga terlalu ke depan dan ga terlalu ke belakang.


Disebelah kanan Putri ada lelaki, maka Tiyan meminta bertukar tempat duduk dengan Putri. Ia yg tau dengan maksud Tiyan pun segera memindahkan dirinya di tempat duduk Tiyan.


Sedang sebelah Putri duduk seorang nenek dan kakek. Sepertinya mereka ingin mengulang masa romantis saat masa pacaran dulu.


"Yank ..." senggol Tiyan pada lengan Putri.


"Kenapa?"


"Tu lihat sebelah kamu, meski sudah berumur tapi mereka tetap mesra."


"Iya ..." Putri pun manggut-manggut mengerti maksud Tiyan.


"Kamu mau kan menua bersamaku kelak, aku mohon jangan tinggalkan aku," pinta Tiyan.


"Mmm ..." Putri tersipu malu.


Tiyan amat senang Putri merespon setiap perkataannya, ia pun menciumi punggung tangan Putri. Sempat terkaget, tapi Putri membiarkan Tiyan melakukannya.


Putri pun menunjuk ke arah layar monitor raksasa di depannya. Tiyan tau maksudnya, lalu mereka berdua kembali menonton film yg sudah diputar dari tadi.


Adegan demi adegan kian diputar, semakin lama semakin romantis saja filmnya dan sesekali Tiyan menutup mata Putri ketika adegannya diatas 20 th.


Baginya Putri belum boleh nonton adegan itu. Putri pun mengerucutkan bibirnya tanda protes. Sedangkan Tiyan hanya tersenyum saja.


"Huh, dasar cowok ga peka ..." gerutu Putri dalam hatinya. Tentu saja ia tak berani mengatakannya langsung di depan Tiyan. Bisa-bisa mati gaya dia. Padahal ia juga pengen merasakan yg namanya ciuman.


Ahirnya 90 menit sudah film itu diputar. Lega rasanya hati Putri bisa keluar dari tempat itu. Di tengah perjalanan keluar bioskop, tak sengaja Tiyan mencium pucuk kepala Putri.


"Hmm ... wangii ..." seru Tiyan dalam hati.


Putri yg sadar akan sesuatu hanya mendongakkan kepalanya.


"Kak Tiyan ngapain?" gumam Putri.


Setelah benar-benar keluar bioskop, Putri menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan.


"Hmmm lega rasanya ..."


"Kamu ngapain Put?" tanya Tiyan.

__ADS_1


"Ga papa, engap aja, tadi didalam sumpek aja, lagian nonton film ga dapat feel-nya," ucap Putri.


"Kenapa ga dapat feel-nya?" tanya Tiyan keheranan.


"Ya gimana mau dapat feelnya, pas lagi adegan uhuk-uhukk, tangan kak Tiyan nutupin biar aku ga bisa lihat ..." gerutu Putri.


"Belum cukup umur Put," ucapnya menahan tawa.


"Kalo belum cukup umur kenapa tadi ngajak nonton film itu sih?"


"Ya kan cuma yg ada romantisnya hanya itu, makanya kita nonton film yg tadi." Tiyan pun memasang wajah sedih.


"Mm, iyain deh, Putri maafkan, karena memang Putri belum pernah ngerasain nonton, jadi Putri maafkan ..." sahutnya kembali.


"Makasih cantik ..." sahut Tiyan didiiringi senyuman mautnya.


"Sama-sama sayangku," ucap Putri


"Oh ya, besok kamu mau dibelikan apa buat cemilan di jalan."


"Kakaaakkk, jangan ngadi-ngadi, Putri tu mau kerja, bukan jalan-jalan, kok dibawain cemilan si," gerutu Putri.


"Ya deh, kalo gitu kita makan aja ya."


"Nah kalo itu Putri baru mau," ucapnya diiringi puppy eyesnya.


Tiyan yg melihat Putri yg semakin imut, semakin dibuat gemas akan tingkahnya.


"Akh, gadisku ini menggemaskan sekali," gumam Tiyan dalam hati.


"Ya dah yuk cari makan."


"Bukan cari kak, tapi beli!" tegas Putri yg agak sewot.


Ahirnya mereka pun menuju tempat Food Court yg dekat dari tempat nontonnya tadi.


~ Bersambung ~


.


.


.


JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA YA ... BIAR AUTHOR TAHU DIMANA KEKURANGANNYA SELAMA INI.🙏😊


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE-NYA YA ...OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "


SEMOGA KALIAN SUKA 😊😘

__ADS_1


__ADS_2