
Begitu pula dengan Tiyan segera melajukan motornya ke arah parkiran dan masuk ke dalam asrama Putra.
Hari ini ia sangat bahagia apalagi cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. "I love you Ryani Putri Azzahra, akan kuhapus semua kenangan burukmu dimasa lalu dan akan aku gantikan dengan kebahagiaan.
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
Begitulah doa-doa yg selalu Tiyan panjatkan disetiap sholatnya. Ia sangat berharap Putri bisa menerima kekurangan yg ada pada dirinya.
Karena Putri memang berbeda dari gadis biasanya, meskipun ia berdarah blasteran, tapi jiwa Indonesianya sudah mengental disetiap nadinya.
Ia amat menyukai hal-hal yg berbau seni, maka dari itu ia memang berbeda dengan saudara-saudara lainnya.
Saudaranya yg lain lebih memilih sekolah disekolah umum dan bekerja sebagai buruh pabrik tekstil.
Sedangkan dia bekerja di bidang seni. Itulah beberapa hal yg sempat ia dapatkan sebelum ia mengenal lebih jauh tentang Putri.
Meskipun ia tak pernah bertanya, tapi Ahmad dan kawan-kawannya selalu menceritakan tentang Putri padanya, terutama Aga dan Dwi sang penjaga Putri.
Meskipun dulu Aga sempat mencintai Putri, tapi rasa cintanya kini telah berubah menjadi sahabat, dan karena Putrilah Aga sekarang sudah mempunyai pacar.
Dan setiap hari sekarang yg dibahas Aga selalu tentang perubahan pacarnya yg tambah cantik, katanya tapi ... kalo kata Tiyan ya masig kalah jauh dibanding dengan kecantikan yg dimiliki Putri, meskipun tanpa make up, dia sudah terlihat cantik. Apalagi senyumannya itu ... bikin nyess ... dihati ...
🌱 Pagi itu di kamar Putri.
Tok ...
Tok ...
Tok ...
"Putri ... Putri ..," Sahut kak Ida dari luar kamar Putri.
Ternyata kak Ida datang lebih cepat, jam 5 pagi ia sudah sampai asrama. Putri masih kaget karena masih ngantuk, tapi ia segera turun dari kasurnya dilantai 2 dan membuka pintu.
"Iya kak, sebentar ... Putri lagi turun."
Ceklek
"Maaf ya kak, udah membuat kak Ida menunggu lama."
"Iya gpp put, mungkin kakak datangnya kepagian ya ... he ... he ..." canda kak Ida.
__ADS_1
"Hi ... hi ... hi ... iya, tau aja kak Ida nih," celetuk Putri yg membalas candaan kak Ida.
Karena masih ngantuk ia pun berjalan gontai ke arah kasur kak Novi.
"Eh mau kemana Put, sini ... kak Ida uda bawain sarapan buat kamu lo."
"Oh ya ..." mata Putri langsung berbinar mendengar makanan, tapi karena masih ngantuk, ia mengurungkan niatnya dan mau kembali ke kasur.
"Maaf kak Putri masih ngantuk, 10 menit lagi bangunin ya ..." pinta Putri.
Kak Ida hanya geleng-geleng melihat tingkah konyol Putri. Memang semua tingkah Putri itu apa adanya, asli, tanpa rekayasa.
Lalu ia pun menaruh sarapan dan beberapa aneka sayuran matang di dekat magicom miliknya.
Kak Ida yg sudah mandi pun berganti pakaian dengan pakaian kerja staff di kamar mandi. Lalu ia pun keluar dari kamar mandi dan melihat ke arah Putri yg masih nyenyak tertidur. Dilihatnya jam dinding, ternyata belum ada 10 menit.
Lalu kak Ida mulai memakai make upnya. Sedang kak Novi yg sudah sampai di depan kamar segera masuk kamar, tak lupa ia mengucapkan "Assalamu'alaikum ..."
Kak Ida menoleh dan menjawab salamnya "Wa'alaikumsalam."
Ia pun masuk ke kamar dan melihat Putri dengan nyenyaknya tidur dikasurnya.Kak Novi pun memiliki ide jahil. Lalu ia pun berpura-pura berusaha membangunkan Putri, lalu karena tak ada reaksi ia bertingkah seolah-olah sedang berkacak pinggang, dan benar saja setelah berhasil membuat Putri membuka matanya,
diarahkannya sorot matanya yg tajam ke arah Putri.
"He ... he ... he ..." Putri hanya memperlihatkan barisan gigi putihnya seraya menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
Dan ahaaa, ia mengingat satu cara agar kak Novi tidak marah padanya. Dengan segera ia memeluk kak Novi yg masih memasang muka marahnya pada Putri.
Kak Novi masih mematung dan berpura-pura belum mau memaafkan Putri, karena memang niatnya tadi ingin ngerjain Putri.
Dan benar saja Putri benar-benar termakan akan sandiwara kak Novi. Sungguh mudah memang untuk mengerjain Putri, apalagi ia paling kecil dan paling muda dikamar itu.
Setelah tawa kak Ida pecah, Putri baru sadar kalo sudah dikerjain ama kak Novi. Kak Novi hanya menahan tawanya, tapi tiba-tiba ia pun ikut tertawa sampai terpingkal-pingkal.
"Dasar adik yg nakal, mudah banget kakak godain," sahutnya.
"Kak Novi ..." pekik Putri.
Dan Putri pun berlari mengejar kak Novi mengelilingi kamar di pagi itu. Setelah beberapa putaran ahirnya kak Novi menyerah dan meminta ampun pada Putri.
"Hhh ... hhhh ... ampun Put ... kakak minta maaf."
__ADS_1
"Ha ... ha ... ha ... kena deh kakak, suruh siapa ngerjain Putri pagi-pagi buta kek gini.
"Sudah-sudah, kalian ini ... pagi-pagi sudah bikin aku senam perut."
Kak Ida pun ahirnya ikut berbicara, karena sebelumnya ia juga ikut menertawai tingkah konyol kedua adiknya tersebut.
Memang kalo dijadikan sebuah keluarga, Kak Ida adalah kakak tertua dan yg paling penyabar diantara mereka. Sedangkan kak Novi meskipun paling galak diantara mereka tapi ia paling menyayangi Putri seperti adiknya sendiri.
Bahkan setelah ia berkencan dengan pacarnya, si Putri selalu mendapatkan oleh-oleh darinya. Entah itu makanan atau cemilan atau bahkan minuman, hampir setiap malam ia selalu membawakannya. Ia amat sayang pada Putri, maka dari itu ia tidak suka melihat badan Putri yg seperti kekurangan gizi.
Putri memang kecil apalagi ia itu sedikit sekali kalo makan, sampai hari ini ia masih menghemat pengeluarannya, maka dari itu ia hanya sarapan dengan sedikit nasi dan 1 buah gorengan. Ia juga jarang ngemil kecuali bila sedang terpaksa.
Setelah Putri mandi ia pun sarapan dengan bekal yg dibawa oleh kak Ida.
"Alhamdulillah dapat rezeki pagi hari ini," gumam Putri.
Ahirnya ia bisa kembali merasakan masakan dari keluarga kak Ida.
Sesudah sarapan, ia pun berangkat kerja bareng kak Ida karena kebetulan hari ini mereka satu shift.
Sementara itu Tiyan sudah berangkat kerja 1 jam yg lalu. Hari itu Tiyan masuk shift pagi, yaitu masuk jam 7 pagi dan pulang jam 7 malam. Untuk durasi lama kerja tetap berjalan selama 12 jam kerja.
Hari itu ia memang sengaja ga ngeliat HPnya sebelum kerja, karena ia masih merasa aneh dengan statusnya sekarang, kemarin lusa ia masih single dan semalam sudah berubah menjadi punya kekasih.
Sedangkan Tiyan masih merasa bahagia karena mulai sekarang status teman sudah berubah menjadi pacar.
"Love you Putri, selamat bekerja," gumam Tiyan dalam hatinya.
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
SALAM SAYANG DARI AUTHOR BUAT READERS YG MASIH SETIA MENUNGGU LANJUTAN NOVEL INI..😊.. MAAF JIKA MASIH BANYAK TYPO DAN ALUR YG MUTER, KARENA INI MEMANG PENGALAMAN PERTAMA AKU MENULIS
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN GIFT -NYA JIKA BERKENAN, SATU DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK AUTHOR .. MAKASIH BANYAK 🙏😊