
Putri yg tak sengaja melirik wajah Tiyan menjadi salang tingkah sendiri. Baginya meski Tiyan kekasihnya tapi ia masih malu-malu terhadapnya.
Begitu pula dengan Tiyan, entah kenapa didekat Putri detak jantungnya tak pernah bisa dikondisikan.
"Ok, sampai ketemu nanti Put," ucap Tiyan saat Putri hampir masuk asrama putri.
"Ok kak, bye ..." ucapnya sambil berlalu.
Putri pun mempercepat langkahnya menuju kamarnya. Sedangkan Tiyan masih berjalan menuju asramanya.
Setibanya di kamar, Putri berusaha menetralkan detak jantungnya. Entah kenapa jantungnya selalu berdetak lebih cepat ketika ia bertemu dengan kekasihnya itu.
Lalu ia teringat Vian, "Aku harus mengirim pesan padanya, agar menjemputku agak malam saja." gumam Putri. Lalu ia pun mengambil HPnya dan segera mengirim pesan padanya.
Dret ...
Dret ...
Dret ...
Hp Vian yg ada diatas nakas berbunyi. Ia pun meraih Hpnya itu dan melihat isi pesan itu, "Dari Putri," gumamnya.
"Vian, maaf nanti malam jemputnya hampir jam 10 malam aja ya, karena sore hari aku masih ada perlu dengan kak Tiyan."
"Ok, ga masalah kok Put, kamu santai aja, nanti aku bilang ke mommy.
Putri di seberang sana pun melihat isi pesannya apakah sudah dibalas atau belum ?
"Alhamdulillah," ucapnya.
"Makasih ya, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Lalu Putri meletakkan HPnya dan lalu ke kemar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian santai yaitu celana hot pants dan kaos.
Lalu setelah mandi ia rebahan di kasurnya. Ia bisa bersantai karena ia sudah mengepak pakaiannya yg akan digunakan saat menginap nanti malam.
Tiyan yg sudah sampai di kamarnya lalu mencari angin di balkon belakang kamarnya yg disana ia biasanya bisa melihat Putri keluar masuk kamarnya sambil mengeringkan keringatnya sebelum ia mandi.
Disana anginnya begitu segar jadi terkadang ia lebih suka disana ketimbang harus di tempat lain. Lagian di bawah sana ada kekasih hatinya yg selalu berhasil mencuri hati dan perhatiannya.
Sedang yg diperhatikan belum menyadarinya. Putri sebenarnya cuek dan tidak suka diperhatikan atau menjadi pusat perhatian. Ia lebih suka tampil apa adanya dan menjadi dirinya sendiri.
Tapi disitulah magnet yg menjadi daya tarik menyendiri dari orang-orang disekitarnya. Karena ia apa adanya, maka banyak orang yg suka terhadapnya.
🌱 Kediaman Raharja
__ADS_1
"Ma, katanya Putri datangnya agak malam ma, karena sore ini ia masih ada urusan dengan pacarnya," ucap Vian to the point terhadapa mamanya yg sedang ada di dapur.
"Yah, mama kecewa, ga jadi makan malam sama Putri dong!" ucapnya memelas.
"Ih mama kok gitu sih, kan Putri memang ada urusan, masa kita mau maksa sih!"
"Ya dah kalo gitu, ga papa asal Putri jadi menginap disini."
"Dan soal perijinan nanti biar mama yg bilang ke nenek, tugas kamu buat jemput Putri aja, ok!"
"Siap ma."
Vian pun kembali ke kamarnya, sedang mamanya melanjutkan acara masaknya. Lalu datanglah nenek ke dapur.
Gimana dengan pakaian yg aku gunakan, cantik kan?"
Mama Vian pun menoleh dengan senyuman, lalu mendekati mertuanya.
"Apapun yg mama pakai, mama selalu keliatan cantik."
"Ma, Putri ga jadi makan malam disini, ia masih ada urusan, kata Vian ia akan disini agak malam," ucapnya sambil memeluk tubuh tua tersebut.
"Apa?" ucap nenek kaget sambil melepas pelukan menantunya tersebut.
"Kenapa si, padahal aku sudah bersiap untuk menyambutnya," ucap nenek dengan raut kecewa.
Nenek pun hanya mendengus kesal, karena ia sudah memilih baju tapi orang yg disambutnya malah 'ga jadi datang.
"Nenek jangan cemberut gitu, lain kali pasti Putri bisa makan malam dengan kita. Lagian Putri uda kita anggap sebagai bagian dari keluarga kita bukan!"
"Hem, kalau begitu besok kita ajak Putri shopping bagaimana, bukankah kamu ingin mempunyai anak perempuan yg bisa dimanjakan bukan?"
"Ah, mama tau aja, he ... he ..."
"Ya dah, aku naik dulu, nanti kalo masakannya sudah datang, panggil aku dikamar." Nenek Vian pun kembali ke kamarnya.
"Siap mama!" ucapnya sambil memberikan ciuman kasih sayang pada mama mertuanya tersebut.
Lalu nenek pun masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan mamanya melanjutkan acara masaknya dengan ART nya.
🌱 Tiyan pov-
Sesudah keringatnya mengering, ia pun masuk kamarnya untuk mandi. Sesudah itu ia pun bersantai sambil menunggu adzan maghrib.
Dan 15 menit kemudian adzan maghrib berkumandang. Ia pun segera mengambil air wudhu lalu menunaikan ibadah sholat maghrib dan sesudahnya ia akan bersiap siap menjemput Putri untuk berjalan-jalan ke luar asrama.
Sebelum sholat ia sudah mengirimkan pesan pada Putri agar segera bersiap untuk keluar bersama sebentar lagi. Dan sesudahnya ia lalu mengambil motor di tempat Putri.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian ia sudah bertemu dengan Putri di luar gerbang asrama. Malam ini Putri terlihat cantik sekali.
"Hai Put, " ucapnya.
"Hai kak, apa kabar?"
"Alhamdulillah, berangkat yukk."
"Ayukk."
Lalu mereka berdua segera meninggalkan asrama dengan naik motor. Malam ini mereka hanya ingin makan berdua, sambil menikmati masa-masa berdua karena seminggu ini mereka jarang atau bahkan sama sekali belum bertemu ataupun mengirim pesan.
Sesampainya di tempat makan, ia pun segera memesan makanan sambil sesekali bercerita bersama Putri.
"Kamu apa kabar Put?" ucapnya setelah memesan beberapa makanan.
"Alhamdulillah baik kak,,kakak sendiri apakabar?"
"Alhamdulillah baik Put."
"Put, aku mau ngomong sesuatu sama kamu."
"Ya ngomong aja kak."
"Aa ... aku minta maaf untuk kejadian tempo hari."
"Sungguh aku tak bermaksud untuk melukai perasaanmu atau merendahkanmu, aku sungguh minta maaf padamu soal semua kelakuanku kapan hari," ucapnya tulus.
Putri masih memandangi kedua kelopak mata pria didepannya. Ia ingin tau apakah benar ada rasa penyesalan atau hanya bualan semata.
Setiap orang pasti mempunyai masa lalu, entah itu bahagia, sedih, terluka atau apapun itu. Yang jelas masa lalu pasti akan selalu mempunyai bagian dalam cerita kehidupan kita.
Putri banyak belajar akan masa lalunya sendiri, bahkan ada bagian dari masa lalunya yg kini hadir kembali dalam kehidupan Putri yg bahkan tidak ia minta.
Tapi masa lalu yg belum selesai akan selalu menghantui setiap langkah kita. Sampai kita berani menyelesaikan masalah di masa lalu itu, baru masa lalu itu benar-benar tidak akan pernah menghantui kita lagi.
Sedangkan bagian-bagian yg sudah selesai hanya akan menjadi bagian kenangan dalam cerita kita. Kita bisa menjadi lebih baik dari kemarin asalkan kita mau belajar memperbaiki diri.
Mungkin Tiyan kemarin mencoba jujur padanya agar di masa depannya aku tidak akan merasa lebih kecewa dari ini. Lebih baik dibicarakan dari sekarang daripada akan menjadi masalah di masa depan.
Belajar memaafkan adalah sebuah tindakan kebaikan dari diri kita untuk menjadi lebih baik lagi dari masa lalu kita.
Ya, sebenarnya Putri telah memaafkan Tiyan sejak kemarin. Karena ia yakin Tiyan pun jauh lebih dulu memahami dirinya sejak dulu sampai sekarang. Dan hanya Tiyanlah yg mampu mengerti bagaimana seorang Putri.
Hai ... hai ... ada yg penasaran dengan visual mamanya Vian ga ya, ini author kasih bocorannya, semoga sukakkkk.
Ini visual mamanya Vian ya.🤗
__ADS_1