
Hai readers sayang... maaf author izin mempercepat alurnya ya...karena takutnya kalo lama malah bikin bosen yg baca.πππ
.
.
.
.
After 5 bulan
Ahirnya masa magang Ryani dan teman-temannya telah usai. Sekarang ia bahkan sedang sibuk untuk menyusun laporan hasil Praktek kerjanya selama 5 bulan kmrn.
Banyak pengalaman bahkan ilmu yg sudah ia dapat. Hubungannya dengan Danuarta juga sudah agak membaik. Ia tak mau ambil pusing, dia dekat tapi hanya sebatas teman tidak lebih.
.
.
.
Flash back on -
Sewaktu masih magang, ia dan Danuarta pernah pulang bareng dengan berboncengan, karena Danu tidak bawa kendaraan, dan hari sudah malam maka Rya pun membolehkan Danu menumpang dengannya.
Tak ada perbincangan selama perjalanan. Hanya hening dan hening dan sesekali terdengar kebisingan dari kendaraan lain yg kebetulan masih ramai malam itu. Sampai ahirnya mereka sampai di pertigaan rumah Danuarta. Ia pun turun dan berpamitan pada Rya seraya mengucapkan terima kasih.
"Makasih ya buat tumpangannya Rya," ucap Danu sambil berpamitan.
"Iya, sama-sama Danu, gue pulang duluan ya, bye."
Setelah berpamitan ia pun segera melajukan motornya menuju rumahnya. Masih butuh 30-40 menit lagi untuk sampai rumahnya.
Entah karena sial atau memang Rya yg ga paham akan motor, selama perjalanan pulang tadi ternyata ia tak menyalakan lampu depan motornya. Sehingga ia hanya mengandalkan penerangan dari jalan dan dari pengendara lain yg berpapasan saat di jalan.
Dan saat sampai rumah, ia sudah dihadang kakaknya di depan gerbang. Hal itu dilakukan dengan sengaja oleh kakaknya karena ia sangat hawatir dengan adik perempuannya. Karena hampir jam 9 malam ia belum pulang dan lagi lampu motornya tidak dinyalakan, untung saja ia tidak mengalami kecelakaan karena kelalaiannya itu.
Rya yg segera turun dari motor, sudah menyadari aura yg tidak enak dari kakaknya. Sedang kakaknya masih memijit ujung pelipisnya karena sangat kawatir sekaligus kesal dengan kebodohan Rya.
__ADS_1
Ia memang ini salahnya karena ia yg tidak pernah mengajari adek perempuannya untuk naik motor dan inilah akibatnya, lampu motor saja ia tidak tau gimana menyalakannya, belum lagi ia belum pernah mengendarai motor jarak jauh dan malam hari pula.
Rya yg sudah ketakutan segera masuk rumah dan langsung menuju kamarnya tanpa menyapa kedua orangtuanya. Ia lalu mengunci kamar tidurnya. Dibalik pintu kamarnya ia menangis tersedu-sedu, kenapa si dia selalu salah di mata kakaknya. Dulu ia 'ga boleh sekolah, trus 'ga boleh pacaran, trus sekarang nambah masalah lagi. Gara-gara tadi 'ga ngasih kabar, trus pake motor pula sendirian pulang malam, lengkaplah sudah penderitaannya malam itu. Dan tadi ia sudah dihadang didepan gerbang oleh kakaknya.
Hiks ... hiks ...
"Nasib begini amat ya, kenapa si ga pernah bahagia walau sebentar. Aku juga pengen kaya anak gadis lain kak, udah gak punya hp, pengen pacaran juga 'ga boleh."
Hiks ... Hiks ...
"Aku juga pengen jalan-jalan ngemal, pengen juga dijagain kakaknya kemana-mana, tapi ga dikekang kek ginj juga dong kak, " gerutu Rya malam itu
πFlash back off
Sejak saat itu Rya tidak berani naik motor lagi meskipun ia sudah memiliki SIM. Dan Rya sudah fokus sama studynya. Bahkan ia semakin gencar belajar karena di semester kedua ini, Rya harus membuat prakarya yaitu barang jadi untuk jurusan yg sudah ia pilih.
Dia dan temannya bahkan ikut lomba desain rumah minimalis tingkat SMK dan sederajat yg diadakan di salah satu Universitas di kotanya.
Setelah mempelajari banyak desain produk, ahirnya ia memilih akan membuat meja multifungsi. Dan atas persetujuan dan dukungan ayahnya ia akan membeli kayu jati sebagai bahan baku untuk desainnya. Memang mahal tapi itu awet, lagian hasil prakaryanya juga akan dikembalikan pada siswanya. Karena semua biaya dan desain murni dari siswa. Guru pembimbing hanya bertugas untuk menilainya.
Hampir mirip seperti meja diatas konsep yg Rya usung untuk produk Tugas Ahirnya. Cuma meja yg ia buat bebentuk 1/4 lingkaran. Dengan konsep meja bagian atas bisa diputar dan dibawahnya bisa untuk menyimpan buku atau majalah. Dan samping kiri dan kanan juga terdapat laci yg bisa ditarik. Bisa untuk menyimpan gelas atau apapun.
Cuma bedanya warnanya lebih ke coklat warna asli kayu gitu.
Bukannya Rya yg berpikiran ruwet tapi ide dan kreativitasnya memang tidak diragukan lagi. Untungnya niatnya kali ini didukung penuh oleh kedua orangtuanya.
Dan karena semester kedua ini lebih banyak fokus untuk mengerjakan Produk Tugas Akhir dan untuk ujian kelulusan nanti. Rya mendedikasikan seluruh pikirannya untuk sekolah.
Sesekali Danuarta masih selalu berusaha untuk mendekati Rya. Bahkan beberapa hari lalu ia sempat mengutarakan maksud hatinya kepada Rya. Tapi ternyata keputusan Rya yg sudah menutup rapat pintu hatinya membuat Danuarta sedikit kecewa.
Perjuangannya selama 1 th belakangan ini sia-sia. Bahkan di semester awal kemarin ia sudah berniat mati-matian untuk mendekati Rya semasa magang, tapi semua usahanya gagal total. Posisi sahabat dan teman sudah tidak bisa diganti lagi di hati Rya.
Danuarta kini mulai lelah dan mencoba berdamai dengan nasibnya. Ia memang mencintai Rya tapi ternyata penghalang di depan mereka terlalu banyak.
Mungkin ini saatnya ia kembali menjadi Danuarta yg playboy seperti dulu. Ia terlalu lelah, terlalu berharap lebih untuk mendapatkan gadis baik-baik seperti Rya.
__ADS_1
Hingga beberapa bulan kemudian saat ia sudah selesai menyusun makalah untuk produknya dan alhamdulillah pula produk untuk Tugas Ahirnya sudah selesai. Ia tinggal fokus ke UAN (UJIAN AKHIR NASIONAL) .
Dan berkat kegigihan dan semangatnya dalam ujian percobaan UAN kmrn nilai yg didapat Rya sangat memuaskan, bahkan membuat bangga kedua orangtuanya sekaligus wali kelasnya.
Rya menduduki peringkat 1 di sekolah, mengungguli Khusna dan Opik. Karena kedua orang tersebut adalah orang paling pintar 1 sekolah dibanding Rya.
Rapat kali ini mengundang seluruh wali murid kelas 3, jadi semua kegiatan belajar berhenti.
Di moment itu Ayah Rya dan Rya dipanggil maju ke podium untuk diberikan selamat dari kepala sekolah untuk prestasinya. Riuh tepuk tangan dan sorak sorai dari seluruh wali yg hadir memenuhi aula pada siang itu.
Pengumuan itu sungguh menyita perhatian seluruh siswa terutama Khusna dan Opik. Ada rasa kecewa sekaligus bahagia, karena Rya ahirnya juara umum.
.
.
.
" Karena diatas langit masih ada langit, kita tidak boleh sombong atau berbangga diri. " Itulah pepatah yg selalu dipegang erat oleh Rya.
.
.
.
Rya mah apalah hanya remehan rempeyek dibanding Khusna dan Opik. Tapi keberuntungan kali ini memihak Rya. Dan karena itu pula Rya mendapat tawaran beasiswa di salah satu Universitas Negeri berbasis seni di kotanya.Tapi Rya tidak berbangga diri, karena tujuan utamanya adalah UAN yg asli.
Sampai ahirnya UAN yg asli pun hadir. Sudah tiga hari dilalui penuh ketegangan, termasuk oleh Rya. Rya sudah berjuang bahkan jauh beberapa bulan sebelum ini. Dan tadi saat ia tidak bisa mengerjakan 2 soal dipelajaran Matematika itu membuatnya sedikit kesal. Karena ia tau, itu bisa menghambat dirinya untuk mendapatkan nilai sempurna.
~ Bersambung ~
.
.
.
Hello para readers yg budiman, bila suka karya author..tolong kasih like dan vote buat authornya..biar lebih semangat buat nulis dan bisa ngasih cerita yg lebih baik lagi buat kalian..π
__ADS_1
Oh ya.. kalo mau sapa author boleh banget follow author di sosial media author ya
~ Terimakasih ~