
Setelah mendapatkan lokasinya, Putri pun bergerak menuju gang timur asramanya. Tempat dimana Vian sudah menunggunya.
Ia cukup berjalan sekitar 10 menit untuk sampai disana. Memang benar kebetulan ini malam minggu, jadi di depan asrama masih banyak muda mudi yg sedang berpacaran. Jadi tentu saja Vian menghindari keramaian itu dan ia lebih memilih menunggu di samping asrama.
Sesampainya ia di lokasi, Putri yg sudah hafal dengan mobil Vian segera mengetuk kaca mobil.
Vian pun menoleh dan segera membukakan pintu untuknya.
"Sudah lama kak?"
"Alhamdulillah lumayan lah, udah siap belum?"
"Udah dong! let's go ..."
"Cuzz ..."
Lalu Vian pun melajukan mobilnya menjauh dari asrama. Untuk mengurangi kecanggungan di dalam mobil Vian pun memutar lagu.
Kebetulan lagu yg diputar Vian adalah lagu Sempurna, milik dari band Andra and the BackBone.
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu
Disetiap langkahku
Kukan s'lalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semuaa
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna, Sempurna...
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna, Sempurna...
Karena lagu yg enak, mereka berdua pun tak terasa jadi teman duet didalam mobil, sampai mereka cekikikan sendiri karena tanpa sadar lagu kesukaan mereka sama.
"Ha ... ha ... kita jadi kompak ya, inget masa SMK dulu," ucap Vian.
"Ha ... ha ... jadi sekarang uda merasa tua dong!" ucap Putri.
"Lumayan lah ... sadar usia," ucap Vian sambil mengedip-ngedipkan matanya ke arah Putri.
"Ih, kak Vian ternyata genit juga ya," ucapnya to the point.
__ADS_1
"Ha ... ha ... genit ma kamu mah ga ngefek Put, buktinya kamu ga naksir ma aku kan?" ucap Vian tanpa sadar.
Putri hanya menoleh sambil sesekali memperhatikan raut wajah Vian.
Sebenarnya tanpa di rombak pun, wajah Vian sudah manis dari sananya. Cuma Putri keburu menaruh hati sama Tiyan. Andai dulu Vian menembaknya lebih dulu, sudah dipastikan mereka akan bersama saat ini, bukan sebagai teman, tapi sebagai pasangan kekasih.
"Kok diem Put, aku salah ngomong ya?"
"Engga kok, aneh aja kakak ngomong gitu," ucap Putri pelan.
"Kok aneh, ya dah maaf deh kalo aku ngomongnya salah."
"Eh, ga papa juga kak ... santai aja ..." ucapnya tak enak hati pada Vian.
Lalu mereka pun mendengarkan lagu kedua yg diputar Vian, yaitu lagu Sahabat jadi Cinta dari band Zigaz.
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
Bulan terdampar di pelataran
Hati yang temaram
Matamu juga mata-mataku
Ada hasrat yang mungkin terlarang
Satu kata yang sulit terucap
Hingga batinku tersiksa
Tuhan tolong aku jelaskanlah
Perasaanku berubah jadi cinta
Tak bisa hatiku menafikkan cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya
Kudapati diri makin tersesat
Desah napas yang tak bisa dusta
Persahabatan berubah jadi cinta
Tak bisa hatiku menafikkan cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya
Apa yang kita kini tengah rasakan
Mengapa tak kita coba 'tuk satukan
Mungkin cobaan untuk persahabatan
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan
Tak bisa hatiku menafikkan cinta
Karena cinta tersirat bukan tersurat
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya
Apa yang kita kini tengah rasakan
Mengapa tak kita coba tuk satukan
Mungkin cobaan untuk persahabatan
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan
Meski bibirku terus berkata tidak
Mataku terus pancarkan sinarnya
Mungkin cobaan untuk persahabatan
__ADS_1
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan
Busyet, kenapa ni lagu semuanya mengarah ke gue sih, seolah menghakimi gue..." batin Putri dalam hatinya.
Meskipun kesal tapi Putri selalu bersenandung ketika lagu diputar. Begitu pula dengan Vian, ia juga bersenandung bersama Putri. Sesekali manik mata mereka juga bertemu satu sama lain.
Ahirnya setelah 40 menit perjalanan, ahirnya mereka sampai di kediaman rumah Vian.
Setelah pintu gerbang dibuka, maka Vian pun memarkirkan mobilnya langsung di garasi. Lalu ia pun membukakan pintu mobil buat Putri.
"Makasih kak ..."
"Sama-sama."
"Ini udah jam 10 lebih nih, ga enak bertamu jam segini," ucap Putri pelan tapi masih bisa di dengar Vian.
"Gpp Put, mama masih nunggu kamu di dalam kok!" ucap Vian yg memegang tangan Putri agar mengikuti langkahnya masuk ke dalam rumah neneknya.
Ceklek
"Assalamu'alaikum."
"Wa' alaikum salam," ucap mama Vian dari dalam rumah.
"Hai Putri, selamat datang sayang ..." ucap mama Vian segera memeluk tubuh Putri sesudah Putri mencium punggung tangannya.
"Makasih tante ..."
"Masuk yuk, tante anterin kamu ke kamar, kamu pasti capek!"
"He ... he ... he ..." ucap Putri tak enak hati.
"Udah ga usah sungkan, anggap aja rumah sendiri," lalu Mama Vian mengajak Putri masuk ke kamar tamu.
Ceklek
"Selamat datang Putri, ini kamar kamu," ucap mama Vian yg mempersilahkan Putri untuk masuk ke kamar itu.
Putri mengedarkan pandangannya keseluruhan ruangan itu, dilihatnya suasananya ruangannya sangat mewah.
"Wah, ini bagus sekali, rumahku di desa aja belum tentu seperti ini," gumamnya dalam hati.
"Kamu suka Put?"
"Alhamdulillah suka banget te, makasih banget ya tante."
"Jangan panggil tante, gimana kalau mama saja! ya kan Vian ? " tanya mamanya pada anak semata wayangnya yg sedari tadi mengikutinya.
Vian yg sedari tadi memperhatikan keduanya hanya terus berdiam diri di tempat.
"Tu kan Vian aja ga keberatan kok, masa kamu keberatan ama panggil mama sih! "
"Iya tante, eh maaf mama, makasih banyak ya ma."
"Kalau begitu kamu istirahat aja dulu, mama tinggal dulu ya."
Belum sempat mamanya keluar kamar,,ia berbalik badan.
"Putri kamu sudah makan belum?"
Putri yg masih memandangi kamar itu sempat kaget saat ditanya mamanya .
"Maaf kenapa.tante?"
"Kalau kamu belum makan,,biar nanti suruh Vian mengambilkannya untukmu."
"Makasih banyak ma, tapi ga usah Putri tadi daj makan kok."
"Sama-sama sayang," ucapnya sambil berlalu
Vian pun tak luput di tarik ke luar sama mamanya.
"Ah mama ... Vian masih ingin ngobrol ma Putri untuk malam ini!"
"Biarin." Jawab mamanya ketus.
Lalu kedua orang itu pun keluar dari kamar Putri . Sedangkan Putri masih mengagumi keindahan kamarnya malam itu.
Ia pun menaruh tasnya di samping kasurnya dan tak lupa men-charger HPnya yg lowbet.
Lalu ia membersihkan diri di toilet dan tak lupa berwudhu dan sembahyang isya' terlebih dahulu.
Baru sesudahnya ia pun naik ke kasur dan mulai memasuki alam mimpinya.
"Have a nice dream Putri, have a nice dream kak Tiyan ... i love you ..." ucap Putri dalam doanya. Ia sangat bahagia karena hari ini ia dan pacarnya sudah berbaikan kembali. Jadi ia bisa tidur nyenyak malam ini.
__ADS_1