Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
MENGINAP


__ADS_3

Setelah mendapatkan lokasinya, Putri pun bergerak menuju gang timur asramanya. Tempat dimana Vian sudah menunggunya.


Ia cukup berjalan sekitar 10 menit untuk sampai disana. Memang benar kebetulan ini malam minggu, jadi di depan asrama masih banyak muda mudi yg sedang berpacaran. Jadi tentu saja Vian menghindari keramaian itu dan ia lebih memilih menunggu di samping asrama.


Sesampainya ia di lokasi, Putri yg sudah hafal dengan mobil Vian segera mengetuk kaca mobil.


Vian pun menoleh dan segera membukakan pintu untuknya.


"Sudah lama kak?"


"Alhamdulillah lumayan lah, udah siap belum?"


"Udah dong! let's go ..."


"Cuzz ..."


Lalu Vian pun melajukan mobilnya menjauh dari asrama. Untuk mengurangi kecanggungan di dalam mobil Vian pun memutar lagu.


Kebetulan lagu yg diputar Vian adalah lagu Sempurna, milik dari band Andra and the BackBone.


🍃~🍃~🍃~🍃~🍃


Kau begitu sempurna


Dimataku kau begitu indah


Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu


Disetiap langkahku


Kukan s'lalu memikirkan dirimu


Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semuaa


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Kau genggam tanganku


Saat diriku lemah dan terjatuh


Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku


Janganlah kau tinggalkan diriku


Takkan mampu menghadapi semua


Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku


Kau adalah jantungku


Kau adalah hidupku


Lengkapi diriku


Oh sayangku, kau begitu


Sempurna, Sempurna...


Karena lagu yg enak, mereka berdua pun tak terasa jadi teman duet didalam mobil, sampai mereka cekikikan sendiri karena tanpa sadar lagu kesukaan mereka sama.


"Ha ... ha ... kita jadi kompak ya, inget masa SMK dulu," ucap Vian.


"Ha ... ha ... jadi sekarang uda merasa tua dong!" ucap Putri.


"Lumayan lah ... sadar usia," ucap Vian sambil mengedip-ngedipkan matanya ke arah Putri.


"Ih, kak Vian ternyata genit juga ya," ucapnya to the point.

__ADS_1


"Ha ... ha ... genit ma kamu mah ga ngefek Put, buktinya kamu ga naksir ma aku kan?" ucap Vian tanpa sadar.


Putri hanya menoleh sambil sesekali memperhatikan raut wajah Vian.


Sebenarnya tanpa di rombak pun, wajah Vian sudah manis dari sananya. Cuma Putri keburu menaruh hati sama Tiyan. Andai dulu Vian menembaknya lebih dulu, sudah dipastikan mereka akan bersama saat ini, bukan sebagai teman, tapi sebagai pasangan kekasih.


"Kok diem Put, aku salah ngomong ya?"


"Engga kok, aneh aja kakak ngomong gitu," ucap Putri pelan.


"Kok aneh, ya dah maaf deh kalo aku ngomongnya salah."


"Eh, ga papa juga kak ... santai aja ..." ucapnya tak enak hati pada Vian.


Lalu mereka pun mendengarkan lagu kedua yg diputar Vian, yaitu lagu Sahabat jadi Cinta dari band Zigaz.


🍃~🍃~🍃~🍃~🍃


Bulan terdampar di pelataran


Hati yang temaram


Matamu juga mata-mataku


Ada hasrat yang mungkin terlarang


Satu kata yang sulit terucap


Hingga batinku tersiksa


Tuhan tolong aku jelaskanlah


Perasaanku berubah jadi cinta


Tak bisa hatiku menafikkan cinta


Karena cinta tersirat bukan tersurat


Meski bibirku terus berkata tidak


Mataku terus pancarkan sinarnya


Kudapati diri makin tersesat


Desah napas yang tak bisa dusta


Persahabatan berubah jadi cinta


Tak bisa hatiku menafikkan cinta


Karena cinta tersirat bukan tersurat


Meski bibirku terus berkata tidak


Mataku terus pancarkan sinarnya


Apa yang kita kini tengah rasakan


Mengapa tak kita coba 'tuk satukan


Mungkin cobaan untuk persahabatan


Atau mungkin sebuah takdir Tuhan


Tak bisa hatiku menafikkan cinta


Karena cinta tersirat bukan tersurat


Meski bibirku terus berkata tidak


Mataku terus pancarkan sinarnya


Apa yang kita kini tengah rasakan


Mengapa tak kita coba tuk satukan


Mungkin cobaan untuk persahabatan


Atau mungkin sebuah takdir Tuhan


Meski bibirku terus berkata tidak


Mataku terus pancarkan sinarnya


Mungkin cobaan untuk persahabatan

__ADS_1


Atau mungkin sebuah takdir Tuhan


Busyet, kenapa ni lagu semuanya mengarah ke gue sih, seolah menghakimi gue..." batin Putri dalam hatinya.


Meskipun kesal tapi Putri selalu bersenandung ketika lagu diputar. Begitu pula dengan Vian, ia juga bersenandung bersama Putri. Sesekali manik mata mereka juga bertemu satu sama lain.


Ahirnya setelah 40 menit perjalanan, ahirnya mereka sampai di kediaman rumah Vian.


Setelah pintu gerbang dibuka, maka Vian pun memarkirkan mobilnya langsung di garasi. Lalu ia pun membukakan pintu mobil buat Putri.


"Makasih kak ..."


"Sama-sama."


"Ini udah jam 10 lebih nih, ga enak bertamu jam segini," ucap Putri pelan tapi masih bisa di dengar Vian.


"Gpp Put, mama masih nunggu kamu di dalam kok!" ucap Vian yg memegang tangan Putri agar mengikuti langkahnya masuk ke dalam rumah neneknya.


Ceklek


"Assalamu'alaikum."


"Wa' alaikum salam," ucap mama Vian dari dalam rumah.


"Hai Putri, selamat datang sayang ..." ucap mama Vian segera memeluk tubuh Putri sesudah Putri mencium punggung tangannya.


"Makasih tante ..."


"Masuk yuk, tante anterin kamu ke kamar, kamu pasti capek!"


"He ... he ... he ..." ucap Putri tak enak hati.


"Udah ga usah sungkan, anggap aja rumah sendiri," lalu Mama Vian mengajak Putri masuk ke kamar tamu.


Ceklek


"Selamat datang Putri, ini kamar kamu," ucap mama Vian yg mempersilahkan Putri untuk masuk ke kamar itu.


Putri mengedarkan pandangannya keseluruhan ruangan itu, dilihatnya suasananya ruangannya sangat mewah.


"Wah, ini bagus sekali, rumahku di desa aja belum tentu seperti ini," gumamnya dalam hati.


"Kamu suka Put?"


"Alhamdulillah suka banget te, makasih banget ya tante."


"Jangan panggil tante, gimana kalau mama saja! ya kan Vian ? " tanya mamanya pada anak semata wayangnya yg sedari tadi mengikutinya.


Vian yg sedari tadi memperhatikan keduanya hanya terus berdiam diri di tempat.


"Tu kan Vian aja ga keberatan kok, masa kamu keberatan ama panggil mama sih! "


"Iya tante, eh maaf mama, makasih banyak ya ma."


"Kalau begitu kamu istirahat aja dulu, mama tinggal dulu ya."


Belum sempat mamanya keluar kamar,,ia berbalik badan.


"Putri kamu sudah makan belum?"


Putri yg masih memandangi kamar itu sempat kaget saat ditanya mamanya .


"Maaf kenapa.tante?"


"Kalau kamu belum makan,,biar nanti suruh Vian mengambilkannya untukmu."


"Makasih banyak ma, tapi ga usah Putri tadi daj makan kok."


"Sama-sama sayang," ucapnya sambil berlalu


Vian pun tak luput di tarik ke luar sama mamanya.


"Ah mama ... Vian masih ingin ngobrol ma Putri untuk malam ini!"


"Biarin." Jawab mamanya ketus.


Lalu kedua orang itu pun keluar dari kamar Putri . Sedangkan Putri masih mengagumi keindahan kamarnya malam itu.


Ia pun menaruh tasnya di samping kasurnya dan tak lupa men-charger HPnya yg lowbet.


Lalu ia membersihkan diri di toilet dan tak lupa berwudhu dan sembahyang isya' terlebih dahulu.


Baru sesudahnya ia pun naik ke kasur dan mulai memasuki alam mimpinya.


"Have a nice dream Putri, have a nice dream kak Tiyan ... i love you ..." ucap Putri dalam doanya. Ia sangat bahagia karena hari ini ia dan pacarnya sudah berbaikan kembali. Jadi ia bisa tidur nyenyak malam ini.

__ADS_1


__ADS_2