
Akhirnya mereka berdua pun berpisah menuju kamar masing-masing. Dengan senyum yg tidak dapat diartikan, Tiyan terus melangkah menuju kamarnya. Sedangkan Putri mempercepat langkahnya karena ia merasa malu dengan kejadian tadi.
Ahirnya ia pun sampai dikamarnya. Dengan segera ia menaruh barang belanjanya di lantai dekat meja TV. Dan ia pun melepas celana panjangnya dan menyisakan celana hot pantsnya lagi. Dan ia juga membuka sweaternya dan tertinggal kaos tank topnya saja. Untung sebelum ia melepas pakaiannya tadi ia sudah mengunci pintu kamarnya.
Situasi tadi membuat tubuh Putri menjadi gerah. Dan ia pun segera mengambil air minum dan meminumya hingga tandas 1 gelas. Lalu ia membuka salah satu snack dan memakannya dengan cepat.
"Apa-apaan si, kenapa jantungku ga bisa diajak kompromi, padahal cuma ketemu kak Tiyan," gumam Putri sambil terus mengunyah makanannya.
π± Sedangkan di kamar Tiyan
Tiyan hanya tersenyum-senyum jika mengingat pertemuannya dengan Putri hari ini. Mulai dari tak sengaja melihat Putri berpakaian mini sampai pertemuan tak sengaja di depan asrama tadi. Sungguh kebetulan yg indah baginya.
Semuanya diluar kendali Tiyan. Padahal selama ini ia termasuk pemuda yg pendiam dan jarang sekali berani menyapa lawan jenis. Tapi hari ini apa yg dilakukannya sungguh diluar kebiasaannya. Bahkan ia senyam-senyum sedari tadi.
Dwi yg melihat keanehan dalam diri Tiyan segera menegurnya, "Wah ada yg kesambet penghuni asrama nih kayaknya."
"Ha ... ha ... iya ni ... tumben bener ia senyam-senyum sendiri dari tadi," tambah Aga.
"Ngomong-ngomong belanja apaan Yan?" tanya Dwi.
"Belanja mie instan ama odol," jawabnya singkat.
"Mau dong Yan dibikinin ..." Aga yg kelaparan pun antusias saat mendengar mie dan tanpa malu meminya Tiyan untuk menghidankan untuknya.
"Ogah ... kalo mau ya beli sendiri sana!" jawab Tiyan sambil mengedikkan bahunya sebelah.
"Ye ... kok gitu ..."
"Biarin ... ahir bulan mah hemat! Jaga pengeluaran masing-masing."
"Wah ... bener banget lu Yan, apalagi buat yg suka gratisan, harap maklum! silahkan usaha sendiri," Ucap Dwi seraya menyindir Aga.
Sebenarnya kalo dibanding gaji Aga dan Dwi , gaji Tiyan masih dibawah mereka, tapi karena Tiyan rajin dan suka berhemat apalagi suka puasa senin dan kamis, makanya keuangannya bisa aman sampai ahir bulan.
Satu lagi sikap minus Aga adalah ia suka banget gratisan dan suka memakan makanan orang lain tanpa ijin, dan ga tau malu, apalagi ia suka maksa minta-minta makanan orang lain. Padahal gajinya banyak, tapi malah suka minta-minta, kayak orang ga punya duit. Terkadang di awal bulan ia suka belanja makanan mewah tapi ahir bulan ia mendadak miskin.π€£π€£π€£π€£
Beda lagi dengan Dwi, ia selalu menyisihkan uangnya untuk ditransfer pada kekasihnya. Jadi ia akan makan seadanya dan kadang makan di kantin lebih banyak biar hemat.
Itulah realita kehidupan di asrama cowok. Ada yg pinter ngatur keuangan ada juga yg boros.
π± Kamar Putri.
Putri yg sudah normal keadaannya melihat notif di HPnya, Ada no baru yg tertera disana dan mengiriminya sebuah pesan.
"Hello Putri ... save no ku ya, ini Tiyan."
__ADS_1
"Oh kak Tiyan " batin Putri. Ia pun membalas pesan kak Tiyan.
"Hai kak ... ok aku save no kakak ya ..." balas Putri.
Tiyan yg mengetahui ada notif di HPnya segera membuka pesannya, ia pun tersenyum ketika melihat ada nama Putri di Hpnya dan membalas pesannya.
"Awal yg bagus," gumam Tiyan yg sedang berbunga-bunga, sepertinya ada sesuatu yg tumbuh di hatinya kini.
Tiyan segera menaruh HP nya dan segera memasak mie, karena ia memang sedang lapar, meskipun hatinya sedang bahagia tapi tak mengurangi rasa laparnya.
π± Revano Pov-
Sudah 3 hari ini Vano belum menghubungi Putri untuk bertanya kabarnya, karena memang jadwal manggungnya di minggu ini sungguh padat.
Tapi sore ini ia berniat akan menghubunginya. Karena ia mendengar bulan depan ada kegiatan Halal Bihalal untuk para alumni , yg didalamnya ada angkatan dia dan Putri.
Lalu ia pun segera menyelesaikan pekerjaannya yg tertunda agar ia bisa pulang cepat dan segera bertelpon ria dengan Putri.
π± Asrama Putri
Setelah ngemil sepanjang siang, ahirnya Putri tertidur dengan kondisi TV masih menyala.
Tepat pukul 14.30, ia terbangun saat mendapat panggilan telpon.
"Siapa si yg ganggu tidur siangku ..." gerutu Putri dengan suara khas orang bangun tidur sambil mengucek-ucek kedua bola matanya.
"Hallo ada apa kak?"
"He ... he ... kamu baru bangun tidur ya Put?"
"Haiz dasar orang aneh, dah tau malah nanya!" Omel putri dalam hatinya, tapi dia berusaha untuk tidak marah dan bersikap biasa saja.
"Eh iya kak ... he ... he ... tumben kakak telpon, ada yg bisa Putri bantu?"
"Em ... itu ... anuu ... kamu nanti malam ada acara ga?" Tanya Tiyan kemudian.
Putri masih setengah sadar sambil menggaruk-garuk kepalanya untuk menimbang dan berfikir, "Emm ... kayaknya ga ada kak, Putri mah free setiap waktu ... he ... he ..."
"Ok ... kalo gitu nanti habis maghrib aku tunggu di depan gerbang asrama ya, kita jalan-jalan."
"Ok kak!"
"Ya dah kalo gitu, see you dan maaf uda ganggu tidur siang kamu."
"Iya kak, gpp ... aku malah makasih uda dibangunin ... he ... he ... see you kak."
__ADS_1
Dan panggilan telpon pun diahiri Tiyan.
Di seberang sana Tiyan sangat bahagia sekali, baru kali ini ia berani ngajak cewek jalan, tapi rasa bahagianya sungguh terasa istimewa.
Putri yg sudah terlanjur bangun segera mencuci muka dan membereskan sampah snacknya dan mematikan TV. Ia juga membersihkan kamar, agar saat para senior pulang nanti, kamar masih terlihat rapi sama seperti sebelum ditinggalkan.
Putri memang cekatan kalo dalam urusan berberes kamar. Cuma butuh 30 menit kamar sudah rapi kembali.
"Ah ... ahirnya selesai juga, sekarang saatnya mandi trus sholat ashar."
Ia segera berlalu menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandinya. Cukup 10 menit, ia sudah selesai mandi. Dan ia juga mengambil air wudhu dan kemudian sholat ashar.
Setelah itu ia membuka pintu kamarnya agar udara luar bisa masuk. Untungnya sore itu masih cerah, jadi udara yg masuk sepoi-sepoi kayak dipantai gitu. Maklum kamar Putri berhadapan langsung dengan lapangan basket, jadi udara yg berlalu disana sangat terasa.
Tiyan kini mempunyai kebiasaan baru, ia pun segera pergi ke balkon depan kamarnya. Karena dari situ ia bisa melihat kamar Putri secara langsung .
Mungkin kalo dibilang dari tempat itulah muncul getar-getar cinta di hati seorang Tiyan. Terkadang ia tersenyum-senyum membayangkan kejadian siang tadi bersama Putri. Ia benar-benar ingin menghapus sedikit luka yg ditinggalkan Sandra beberapa tahun lalu.
πFlash back on
Saat Tiyan masih sekolah menengah kejuruan, ia sempat bertemu dengan seorang gadis cantik dan ceria. Saat itu ia sempat mengutarakan rasa cintanya pada Sandra, dan ia pun menerimanya.
Tapi saat Tiyan berkunjung ke rumah Sandra ia ditolak mentah-mentah oleh kedua orang tua Sandra, alasannya hanya karena Tiyan bukan berasal dari keluarga kaya. Mereka tak ingin putri satu-satunya menderita jika harus berdampingan dengan Tiyan. Dan sejak saat itu Sandra pun dilarang menemui Tiyan.
Entah kenapa perlakuan mereka ke Tiyan begitu merendahkan martabat keluarga Tiyan. Seolah keluarga Tiyan dianggap tidak akan mampu menjamin kehidupan putrinya kelak. Alias bibit bebet dan bobot Tiyan belum sesuai kriteria mereka. Dan Tiyan pun terluka akan kejadian tersebut.
Dan sejak saat itu ia memilih mundur dan mengubur semua kenangan tentang Sandra sampai ia pergi ke kota S.
Dan sekarang Putri hadir membayangi hari-hari Tiyan.
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
SEKALI LAGI AUTHOR SANGAT BERTERIMAKASIH KEPADA SEMUA READERS YG SUDAH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI..MAKASIH BANYAK YA..SEHAT SELALU BUAT SEMUANYAβππ JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVELKU YG KEDUA YA..JUDULNYA " AFTER MERRIED ". OH YA AUTHOR SUDAH MULAI UPDATE SEHARI 2 EPISODE LO..SEMOGA MAKIN MENGOBATI KERINDUAN KALIAN SEMUA..
MAAF KALO MUNGKIN ALURNYA MASIH FLAT YA..KARENA MEMANG INI BELUM SAMPAI INTI CERITA NOVEL INI..KARENA MASIH PANJANG..SEMOGA KALIAN SABAR MENANTI YA ππ
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE , VOTE , DAN KOMENTARNYA....MAKASIH BANYAK ππ