
"Ryani, aku pasti akan membuatmu tersenyum dan tentu saja kembali padaku. Aku berjanji padamu, akan selalu menjagamu," ucap Vian penuh keyakinan.
π~π~π~π~π
Keyakinan Vian semakin besar, ia yg dulu sengaja mengalah kini tidak akan lagi. Apalagi ia dan Rya masih berada dalam satu kota seperti dulu.
Vian memang mencintai Rya dalam diamnya. Tapi semakin lama ia berdiam, semakin besar rasa cintanya padanya.
π± Putri pov-
Setelah mereka sampai di asrama, ia pun pamit sama kak Tiyan.
"Kak Tiyan makasih ya buat traktirannya malam ini, Putri suka banget sama menu pilihan kak Tiyan," ucapnya.
"Kalo begitu lain kali kita boleh keluar bareng lagi," pintanya.
"Siap bosskuhhh, kalau hal itu, bisa Putri pertimbangkan kembali, tapi sekarang Putri pamit masuk dulu."
"Hati-hati sayang."
Setelah berpamitan Putri pun masuk ke dalam asrama Putri. Ia ingin segera tidur setelah kenyang makan tadi.
Sedangkan Tiyan juga segera masuk ke kamarnya, entah kenapa ahir-ahir ini, dunia serasa milik berdua, yg lain mah ngontrakπ€£
Melewati hari-hari bersama seorang kekasih ternyata sangat menyenangkan. Tapi sebelum ia menginjakkan kaki di tangga menuju asrama putra, ada sesuatu hal yg mengganggunya. Terrdengar Dessy dari arah parkiran memanggilnya.
Ia pun menoleh, "Haduh ... walangkeket," batinnya.
Dengan langkah kemayu, Dessy menghampiri Tiyan dan menyapanya.
"Hai Tiyan?" sapanya ramah dengan khas suara seksinya.
"Hai juga dessy ... " jawabnya malas.
"Baru pulang?" tanyanya kembali.
"Kamu juga baru pulang kan?"
"Iya ..." jawab Dessy.
"Kalo gitu aku naik dulu dess, bye."
"Eh tunggu ... dah lah bye juga," ucap Dessy sewot karena Tiyan meninggalkannya lebih dulu.
Ahirnya Dessy mengurungkan niatnya untuk mengobrol dengan Tiyan. Ia pun melangkah menuju gerbang asrama Putri.
Sedangkan Tiyan juga sudah sedari tadi meninggalkan Dessy.
"Tiyan masih saja bertingkah dingin terhadapkum" gumam Dessy
"Sejak ia mengenal gadis itu, ia sedikit berubah padaku, tapi tunggu aku Tiyan, aku bisa merebut perhatianmu kembali." Ucap Dewi mantap.
Sesampainya di kamarnya Dessy mulai menyusun rencana untuk mencelakai Putri.
Ia begitu tidak suka dengan kedekatan dia dengan Tiyan.
π Putri Pov-
Sesampainya di kamarnya Putri langsung beristirahat sambil membayangkan kembali masa-masa kedekatannya dengan Tiyan. Bagaimana awalnya mereka kenalan sampai bisa sedekat ini. Kayak kelakuan absurdnya kemarin di kebun binatang.
"Kok bisa ya, aku sama kak Tiyan jadian?" tanya Putri dalam hati.
__ADS_1
Lalu ia pun mencoba menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, agar cepat tertidur. Karena biasanya cara itu memudahkannya untuk bisa tidur dengan cepat. Dengan terus mencoba menutup matanya ia pun bergerak ke kanan dan ke kiri. Berguling, terlentang, sampai posisi tengkurap pun ia terapkan di atas kasurnya. Tapi tetap saja ia tak bisa tidur.
Sampai ahirnya notif di Hpnya berbunyi. Ia pun melirik Hp-nya yang ia letakkan di sisi bantalnya.
"Kak Tiyan ..." gumamnya.
"Woahhhh, harus segera diangkat ni, sebelum nanti dia telpon," gumam Putri yg sedang panik.
Ia pun menyingkap selimut yg menutupi seluruh tubuhnya tadi dan segera duduk dan tak lupa membalas pesan kak Tiyan.
"Hai kak."
"Hai Put, lom bubuk?" tanyanya kembali.
"Eh belum kak, kak Tiyan juga lom bubuk gitu?"
"Iya ni, ga bisa bubuk."
"Kenapa?"
"Aku takut ..."
"Takut apa?"
"Takut rindu, ternyata rindu berat ya kak."
"Hah ...." ucap Tiyan terperangah.
"Kayaknya aku kangen seseorang deh kak."
"Oh ya? sudah dihubungi belum orang yg dikangenin tadi?"
"Udah, ni buktinya aku sedang chat ama dia ... he ... he ...."
"Iya, memangnya siapa lagi?"
Blush ... seketika kedua pipi Putri merona saat mengakui perasaannya untuk pertama kali pada Tiyan.
"Ah ... kakak bisa aja!"
"Eh serius lo ...."
"Betewe kok masih panggil aku dengan sebutan kakak sih???"
"Emang aku setua itu ya?" tanyanya lagi.
"Eh ... bukan gitu maksud Putri ...."
"Daripada dipanggil kakak terus mending aku bubuk aja ..." ucapnya bersandiwara.
Putri yg menyadari kalo ada yg salah dengan sebutannya tadi, dan takut kak Tiyan segera marah, ia pun mengirimkan sebuah jurus terjitu pada Tiyan agar ia tak jadi marah.
"Eh, bukan gitu maksud putri ...."
Lama Tiyan ga membalas pesan Putri.
"Ya dah kalo gitu met bubuk ya Cyank-nya Putri, emmmmuuuuaaachhhhh ..."
Tiyan yg sengaja mendiamkan chat dari Putri, ahirnya tersenyum setelah melihat pesan terahir yg dikirim Putri barusan. Ia pun membalas pesan dari Putri.
"Makasih sayang ... met bubuk juga buat kamu, Have a nice dream, emmmuaaachhhh ...."
__ADS_1
"Have a nice dream ... jangan lupa mimpiin Putri ya... πππ
"Siap."πππ
"Aha ... ahirnya jurus terjitu berhasil, yeay ... kak Tiyan ga marah ama putri," gumamnya dengan sangat bahagia, sampai ia senyum-senyum sendirian diatas kasurnya.
Dan obrolan chat mereka berahir malam itu dengan terpaksa. Karena keduanya harus segera istirahat, karena keesokan harinya mereka akan sama-sama bekerja.
Sementara itu di tempat lain.
π± Vian pov-
Vian sudah mempersiapkan dirinya, agar saat besok sore bertemu dengan Putri dia ga akan grogi. Sudah lama sekali ia merindukan kehadiran Putri.
Ya sejak kelulusan dari sekolah seni. Mereka sudah tidak pernah ketemu sama sekali. Apalagi Vian g pernah ikut kegiatan REUNI yg diadakan para alumni angkatannya.
πFlash back on -
Ia lebih memilih berdiam diri di rumah dengan menyibukkan dirinya dengan membuat sketsa ataupun melukis. Bahkan kadang waktu adiknya masih hidup, ia selalu menjadikan adiknya sebagai obyek lukisannya.
Ibunya yg menyukai kedekatan dia dan adiknya tak mempermasalahkan itu, asalkan tak membahayakan kesehatan adiknya.
Vian hanya ingin membuat moment indah untuknya dan adik perempuan semata wayangnya itu.
Ya memang sedari lahir adik Vian mengidap leukimia. Sudah berbagai macam pengobatan sudah diusahakan oleh keluarganya. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain.
Adik perempuannya meninggal saat ia mendapatkan perawatan intensif di Singapura.
Karena sebelum itu Vian dan keluarganya sedang liburan di Singapura, dan tiba-tiba kondisi anak usia 5 th itu nge-drop.
Sampai ahirnya ia dilarikan di rumah sakit terbaik di Singapura untuk mendapatkan perawatan. Tapi semuanya terlambat. Senyum malaikat kecil itu sudah menghilang selamanya.
Keluarga Vian berduka, ahirnya jenazah anak kecil itu dibawa pulang ke kediaman neneknya di kota X untuk dimakamkan di pemakaman keluarganya.
Dan sesudah itu ternyata terjadi gempa bumi dahsyat yg meluluh lantakkan kota kelahiran Vian. Membuat hubungan Vian dan Putri semakin jauh, karena setelah itu keluarga Vian pindah ke kota X sampai saat ini.
πFlash back off-
Vian bahkan sudah menyiapkan beberapa sketsa yg mungkin akan dibutuhkan saat menyakinkan pada Putri nanti. Bahwa ia benar-benar Vian yg ia kenal dulu. Yang sama-sama berasal dari sekolah seni.
Sketsa-sketsa hasil dari karya tangannya itu yg telah membuat kedekatan dengan Putri bermula. Bahkan sejak itu Vian membuat anime juga yg berwajah mirip Putri.
Bahkan saat kemarin pertemuan tidak sengajanya di kebun binatang juga mengispirasinya untuk membuat sketsa wajah Putri masa kini.
Putri yg semakin lama semakin cantik, membuat Vian tak sabar untuk menemuinya.
Oh ya, selama ini Vian yg dikenal Putri adalah orang biasa, dan bukan berasal dari keluarga terpandang. Karena memang penampilan hampir seluruh anak seni sama saja.
Sama-sama baju seragam sekolahnya kena corat coret atau terkena bekas cipratan achrylic atau kuas cat yg mereka gunakan untuk berkarya.
Maka dari itu kalo sampai Putri melihat Vian yg berubah penampilannya menjadi sedikit "Wow" mungkin Putri tidak akan percaya.
Maka dari itu Vian menyiapkan beberapa sketsa nya untuk diperlihatkan pada Putri.
~ Bersambung ~
.
.
.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT, JIKA BERKENAN BOLEH KASIH GIFT, MAKASIH BANYAK, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR..
MAKASIH BANYAK, SEMOGA ALLAH MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN KALIAN SEMUA...AAMIIN