Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
WEEKEND YG MENYENANGKAN


__ADS_3

..............................


Dan kejadian sore itu, berlangsung lumayan lama, karena Putri dan Tiyan masih tahap penyesuaian dan tahap belajar. Dan setelah sekian menit, mereka mencapai puncaknya.


Mereka pun langsung sama-sama terkulai lemas, dan sebelum Putri terlelap, Tiyan sempat membisikkan sesuatu ke telinga Putri, "Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu." Ucapnya seraya mencium pucuk kepala Putri. Dan mereka pun terlelap dalam tidurnya.


⚘Keesokan harinya.


Seberkas cahaya mentari pagi pun menelusup masuk ke kamar Putri dan Tiyan. Mengusik tidur sepasang suami istri yg sedang terlelap. Dan ahirnya mereka pun terbangun setelah percintaan panas panas mereka tadi malam.


Suara kicauan burung pun turut membangunkan mereka. Ya, setelah sholat subuh, mereka terlelap kembali.


...🦋 FLASH BACK ON 🦋...


Terdengar sayup-sayup suara adzan subuh. Kedua insan yg masih polos dibalik selimut, pun terusik dan Tiyan pun terbangun lebih dahulu.


"Sayang, mandi dulu yuk, udah subuh." Ucap Tiyan dengan penuh kasih.


"Hoam ... badanku seperti remuk semua mas, tulang-tulangku patah semua hiks." Keluh Putri pada suaminya.


"He ... he ... he ... ya sudah, maafin mas yah, sebagai permintaan maaf dari mas, aku siapin air hangat buat mandi dulu ya." Tak lupa Tiyan pun mengecup pucuk kepala Putri.


Entah kenapa, badan Putri rasanya lelah sekali, serasa remuk redam, apalagi bagian itu. Aaaa .... akh ... sampai rasanya tidak bisa di jabarkan dengan kata-kata.


Lima belas menit kemudian, Tiyan pun sudah menyiapkan air hangat, ia pun langsung menuju kamar dan menggendong istrinya tersebut menuju bathup.


Saat mau digendong, Putri pun sontak menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Ia pun masih sangat malu pada suaminya, karena saat ini ia masih dalam keadaan polos tanpa busana.


Sedangkan Tiyan menahan senyumnya melihat tingkah istrinya.


"Kenapa ditutupi sih sayang? kan tadi malam mas udah melihat semuanya, kenapa masih malu?"


"Ta ... pi mas, hum ...ufftt." Belum sempat Putri membalas ucapan suaminya, mulutnya sudah dikunci dengan ciuman dari suaminya. Siapa lagi kalau bukan Tiyan.


Dan itulah salah satu trik yg diketahui Tiyan, agar istrinya berhenti mengomel.


Sesampainya di kamar mandi, Putri pun diturunkan dengan perlahan di dalam bathup yg sudah terisi air hangat.


"Gimana sayang, udah lebih enakan belum? udah engga sakit lagi kan?"


"Em ... lumayan mas, makasih ya. Ngomong-ngomong mas belajar dari mana semua ini?" Tanya Putri penasaran.


"Dari google dan youtube sayang. Habis mas engga tega, ngeliat kayaknya kamu kesakitan banget. Apalagi itu semua karena ulah mas." Ucap Tiyan penuh penyesalan.


"Ga papa mas, itu sudah kewajiban Putri menjadi istri yg sesungguhnya, jadi Putri ikhlas kok."

__ADS_1


"Benarkah? kalau begitu sekarang boleh nambah lagi dong." Ucap Tiyan dengan berbinar.


"Aa ... a ... a ... tidak mas, mas ih, tadi malam aja udah nambah sampai tiga kali, masak mau nambah lagi." Gerutu Putri.


"Ya kurang dong sayang, kamu sih bikin mas puasa lama banget."


"Ih ... mas mesum ... sana ... sana!" Usir Putri.


"Eh kok diusir sih, tega ih sayangnya mas."


"Mas, kamu kok jadi mesum banget sih, Putri bisa mandi sendiri nih."


"Mesum sama istri sendiri kan ga papa sayang."


"Au ah gelap mas."


Putri pun pasrah dimandikan suaminya. Dengan cekatan dan telaten Tiyan pun memandikan istrinya. Tetapi bersentuhan kulit dengan istrinya membuat Tiyan tidak dapat menahan hasratnya lagi, dan kegiatan panas tadi malam terpaksa terulang kembali. Dan pada ahirnya mereka harus mandi 2 kali subuh itu.


Setelah itu mereka pun sholat subuh berjamaah. Dan sesudah itu mereka kembali tidur sebentar.


...🦋 FLASH BACK OFF 🦋...


Bunyi perut mereka yg tawuran pun ahirnya memaksa Tiyan untuk bangun dan pergi membeli makanan untuk istri tercintanya tersebut. Sedangkan Putri hanya terjaga di atas tempat tidur, tubuhnya masih terasa remuk. Dan anehnya suaminya malah terlihat lebih bugar ketimbang biasanya. Wajahnya juga terlihat berseri seri.



"Eh, gpp mas."


Tiyan pun mendekati Putri, "Sweet Honey mau makan apa?"


"Apa aja mas, yg penting enak! He ... he ... he ..." Ucap Putri dengan senyuman manisnya.


"Ya dah, mas tinggal sebentar ya, sayang baik-baik di rumah." Ucap Tiyan pada istrinya, tak lupa ia mengecup bibir Putri dan kening Putri sebelum pergi.


"Manis." Batin Tiyan setelah mengecup bibir istrinya.


"Assalamu'alaikum." Pamit Tiyan.


"Wa'alaikumsalam, hari-hati mas."


Tiyan pun mengangguk dan meninggalkan istrinya. Ia pun melaju menuju penjual nasi rames yg kebetulan paling deket dengan lokasi rumah mereka.


Di tempat penjual makanan tak sengaja ia bertemu Gita, cewek ganjen yg beberapa hari lalu mencoba menggoda Tiyan di kantor.


"Hai ganteng, ketemu lagi kita, kayaknya berjodoh nih." Ucapnya tak tau malu.

__ADS_1


"Cari sarapan juga ya."


Tiyan tak merespon sama sekali perkataan Gita, dan tetap memesan makanannya, ia berharap bisa segera pergi dari sana. Ia sungguh risih berada di tempat itu sebab ada Gita disana.


Gita tak patah arang, ia tetap melancarkan aksinya untuk mendekati Tiyan.


"Ganteng-ganteng kok sombong sih." Gerutu Gita.


"Hmmm." Jawab Tiyan singkat.


"Tu kan, cuma hmm aja, irit banget kalo diajak ngomong."


Tiyan pun menoleh, "Lalu mau kamu apa?"


"Minta no telpon dong."


Tiyan pun menoleh dan memandang sekilas wajah Gita. Reflek Gita pun memasang senyum termanis untuk menarik perhatian Tiyan.


"Sorry aku ga kenal kamu."


"Ya kalau gitu kita kenalan dong, hai aku Gita." Ucapnya makin tak tahu malu, ia pun mengulurkan tangannya ke arah Tiyan. Dan Tiyan pun tak merespon sama sekali Gita.


Tiyan pun segera membayar makanannya dan pergi dari sana. Gita pun ditinggalkan sendiri disana. Dengan wajah setengah kesal ia pun mengumpat Tiyan.


"Dasar lelaki angkuh, liat saja nanti kamu akan jatuh ke pelukanku." Ucap Gita dalam hatinya.


Sedangkan Tiyan sudah dalam perjalanan menuju rumahnya. Sepuluh menit kemudian, sampailah ia di rumah.


Tok


Tok


Tok


"Assalamu'alaikum." Ucap Tiyan setelah masuk ke rumah.


"Wa'alaikumsalam." Ucap Putri.


Tiyan pun masuk ke ruang makan dan sudah menemukan istrinya sedang rebahan sambil nonton acara pagi di TV.


"Cepet banget sayang uda pulang."


"Iya dong, keburu kangen sama istri mas yg satu ini." Ucapnya bahagia, entah kenapa hari itu Tiyan merasakan bahagia yg berkali-kali lipat ketimbang biasanya.


Dan mereka pun ahirnya makan pagi dengan saling suap-suapan satu sama lain. Putri sangat beruntung memiliki Tiyan. Perhatian dan kasih sayangnya tak pernah pudar, masih sama seperti saat pertama kali mereka menjadi sahabat dan teman. Dan ahirnya menjadikan mereka menjadi sepasang suami istri.

__ADS_1


__ADS_2