
Dan pada kegiatan malam ini, disela-sela acara nonton TV mereka juga makan cemilan yg dibawa mereka dari kampung halaman mereka masing- masing, sekaligus bercerita saat mereka kemarin bertemu dengan keluarganya. Ahirnya malam senin pun terjadi dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan.
Ahirnya pagi pun menjelang, Putri yg baru saja bangun tidur segera merenggangkan otot-ototnya dan kedua tangannya. Ia pun segera bangun dan turun dari kasurnya yg ada ditingkat ke dua.
Ya kasur yg ia pakai adalah kasur susun alias bertingkat dan Putri tidur di atas, sedang dibawahnya ada kak Novi.
Setelah mendapat giliran mandi..Putri bergegas mandi dan bersiap-siap untuk segera sarapan pagi. Seperti biasa Putri akan makan nasi dan sayuran. Lalu ia pun bergegas pergi ke kantor.
π± Tiyan Pov-
Tiyan pun sudah bersiap pergi ke kantor seperti Putri. Tak sengaja saat ia turun dan mulai keluar dari asrama ia berpapasan dengan Putri.
"Hei Put ..." sapa Tiyan mendahului Putri.
"Hai kak Tiyan, wah kebetulan ya."
"Iya, bareng yukk," ajaknya.
Putri menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu mengiyakan ajakan Tiyan. Tiyan yg melihat tingkah Putri tersenyum.
"Kamu menunggu sesorang kah Put?"
"Bukan kak, takutnya pacar kak Tiyan marah liat Putri jalan bareng kakak," jawabnya polos.
"Ha ... ha ... kamu lucu Put, tiba-tiba nuduh orang uda punya pacar, padahal belum punya loh, udah ah yuk berangkat," ajaknya.
Memang sebenarnya dari tadi Tiyan dan Putri sudah jadi pembicaraan cewek-cewek di belakang Tiyan. Karena hal itu, Putri makin risih, sedangkan Tiyan biasa-biasa aja.
Karena sebenarnya, Tiyan memang sangat tampan, cuma terkadang ada yg meremehkan status sosialnya karena baju seragam yg ia pakai hanya kaos, bukan seragam hem seperti karyawan staff. Tapi anehnya, banyak sekali cogan yg bekerja di bagian produksi ketimbang di bagian staff.
Sepuluh menit kemudian mereka berpisah, karena tempat kerja Tiyan ada di lantai 1 sedang Putri di lantai 3. Putri pun masuk ke divisinya begitupun dengan Tiyan.
Sesampai di ruang desain Putri masih bingung harus duduk dimana, ini pertama kalinya ia pindah ruangan kerja. Biasanya Pak Yono yg akan menyuruh mereka duduk dimana dan menentukan apa yg harus mereka pelajari hari ini.
Ahirnya ia duduk di depan meja Pak Yono sambil menunggu yg lainnya datang.
"Pagi Putri," sapa senior putri.
"Pagi kak, maaf dengan kak siapa? maaf kalo Putri lupa nama kakak."
"Panggil aku kak Dirga" sahutnya sambil tersenyum melangkah ke kursi kerjanya.
Dan sesudah itu para karyawan lain termasuk Egi, Dwi dan Aga juga datang.
__ADS_1
Mereka sama bingungnya dengan Putri mau duduk dimana, karena mereka belum mempunyai meja kerja yg pasti. Mereka masih nomaden alias duduknya berpindah-pindah sampai hari ini.
Tapi mereka kan bisa ngobrol sama senior laki-laki, sedangkan Putri masa harus ngobrol sama tembok? sedangkan di ruangan itu isinya hampir 95% laki-laki semua.
Sebenarnya karyawan wanita banyak di bagian produksi tapi Putri masih malu untuk bergabung dengan mereka.
Maklum Putri itu sebenarnya pemalu, kecuali sudah akrab sama orang, barulah ia akan menjadi Putri yg ceria dan bawel.
πRevano Pov-
Pagi ini, Vano sudah bersiap untuk berangkat kerja. Karena pagi ini banyak pesanan kerajinan souvenir buat acara pernikahan, ia harus berangkat pagi.
Selain menjadi pelayan ia juga ikut bekerja membuat kerajinan secara langsung. Ia ikut membuat dan mengecat hasil karyanya sendiri.
Kalo sedang ramai pesanannya bisa sampai ribuan biji. Tidak hanya asbak, tapi ada gantungan kunci dan bingkai foto, dan lain-lain. Semuanya produknya berasal dari tanah liat yg kemudian dicetak menjadi replika binatang lucu-lucu.
Jadi selama masih bekerja disitu, jiwa seni Revano bukannya menghilang tapi justru makin berkembang.
Ia juga sudah merencanakan masa depannya jika nanti ia berhasil meminang Putri, maka ia akan mendesain souvenirnya sendiri dan segala macam ***** bengeknya.
Ia sungguh-sungguh ingin menjadikan Putri satu-satunya wanita yg menyempurnakan hidupnya nanti. Itupun jika takdir mengizinkan mereka bersatu.
π± Tiyan Pov-
Tiyan yg mempunyai wajah tampan diatas rata-rata sudah terbiasa jika ia digosipkan dengan gadis-gadis yg sering berada di sekitarnya. Termasuk di dalam divisinya sendiri.
Tapi ia terlalu menutup hatinya, ia memang terkenal baik dan suka menolong. Bukan hanya pria tapi juga wanita. Tapi kalo soal hati ia memang pemilih.
Satu perempuan yg sudah mencuri hatinya sudah pergi. Dan sekarang ia belum memiliki seseorang yg berarti, sampai seorang gadis bernama Putri membayangi setiap mimpi-mimpinya.
Putri memang berbeda dengan gadis lainnya, menurut Tiyan ia begitu polos, lugu dan apa adanya. Ia juga tidak pernah mencoba mencari perhatian dari lawan jenis. Ia bahkan seolah menghindari jika berhubungan dengan "CINTA".
Tapi jika bersama teman-teman laki-laki satu sekolahnya, ia menjadi gadis yg ceria, supel dan ramah, oh iya jangan dilupakan sifat bawelnya.
Tapi dimana ada kelebihan pasti ada kekurangan. Setidaknya sampai saat ini sikap Putri masih wajar dan jauh dari berita negatif.
Sedangkan dalam satu divisinya, ada seorang gadis yg tidak terlalu cantik tapi bodynya kaya gitar spanyol dan ia juga selalu mengejar-ngejar dan selalu mencari perhatian Tiyan.
Kalo lelaki lain pasti langsung mau dong, apalagi didekati cewek yg semlohai, tapi Tiyan malah ga suka. Ia dekat hanya sebatas teman tidak lebih.
__ADS_1
Mungkin karena perhatiannya berlebihan menjadikan mereka terbang dan menganggap Tiyan menyukai mereka. Padahal aslinya tidak ada perhatian lebih darinya dan itu masih dianggap wajar oleh Tiyan sebagai perhatian yg biasa saja.
Kalo dibandingkan dengan Putri jelas body gadis ini lebih sexy, tapi sikap Putri jauh lebih sempurna ketimbang kepribadian gadis ini.
"Yan, Tiyan, kamu itu lo sudah ganteng dideketin cewek sexy masih aja nolak!" seru salah seorang temannya.
"Hmm ..." jawabnya masih fokus ama kerjaannya.
"Ditanyain cuma ham ... him ... hum ... aja, kalo lu ga mau buat gue aja ya, pasti hot itu kalo diajak main iya-iya."
"Hmm ... ambil aja," jawabnya santai.
"Serius yan, wah lu ternyata salah satu temen terbaik yg gue punya."
"Tapi jangan ngerusak dia, dia anak orang woi, kalo mau rusak ya rusak sendiri aja, ga usah ngajak-ngajak anak orang," seru Tiyan.
"Hussh ... kalian ini, masih kerja malah sibuk ngobrol dan debat.
Ahirnya semuanya terdiam dan kembali fokus bekerja. Tiyan hanya tersenyum melihat temannya kena teguran atasannya.
"Syukurin lu, ahirnya ketauan juga kalo lo yg suka berisik ... he ... he ..." batin Tiyan , kemudian ia pun kembali fokus sama pekerjaan di mejanya.
Tiba-tiba Bu Kepala Bagian lewat dan menegur mereka. Ya memang ia bertugas mengawasi setiap kegiatan para karyawannya, agar kualitas perkerjaan mereka benar- benar sesuai dengan standart nasional dan internasional.
Kualitas setiap produk yg dihasilkan di perusahaan tempat Nisa bekerja selalu diutamakan. Apalagi kualitas produknya sudah diakui dunia, jadi harus bisa mempertahankan kualitas setiap produk yg dihasilkan.
Bahkan keamanan dan semua kegiatan didalamnya selalu dipantau CCTV selama 24 jam.
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
MAAFKAN ATAS KETERLAMBATAN UPDATE HARI INI YAπππ
DAN MAKASIH BUAT YG SUDAH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI ... MAKASIH BANYAK YA ... SEHAT SELALU BUAT SEMUANYAβππ JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVELKU YG KEDUA YA ... JUDULNYA " AFTER MERRIED ". OH YA AUTHOR SUDAH MULAI UPDATE SEHARI 2 EPISODE LO ... SEMOGA MAKIN MENGOBATI KERINDUAN KALIAN SEMUA.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE , VOTE , DAN KOMENTARNYA ... MAKASIH BANYAK ππ