
Hari ini ujian susulan untuk kelas 3 yg kemarin belum lulus. Tapi siswa kelas 1 dan 2 tetep melaksanakan aktivitas seperti biasa. Begitu pula dengan Rya. Sekarang Rya dkk sudah disibukkan dengan belajar dan belajar, karena ujian kenaikan kelas akan segera diadakan seminggu lagi.
Rya sangat antusias dan ingin segera naik kelas 3, karena ia sungguh tidak sabar dengan kegiatan Praktek Kerja Industri yg akan dilakukan pada awal semester pertama saat kelas 3.
Membayangkan bekerja dan turun langsung ke lapangan kerja sungguh membuat hati Rya semakin senang.
Dan ditengah lamunan Rya, tiba-tiba Danuarta datang.
"Hei Rya, apakabar? lama ga ngobrol ya?"
"Eh iya Danu, lama ga ngobrol kayak dulu lagi ya? gimana uda dapat tempat magangnya?"
"Sejauh ini si belum, tapi aku masih berusaha, nanti sehabis libur kenaikan kelas semoga aku segera mendapatkannya." Ucap Danuarta bersungguh-sungguh.
"Semoga menemukan tempat yg cocok ya Dan."
"Amin ... semoga kamu juga Rya." Ucapnya seraya tersenyum dan tak lupa mengedipkan salah satu matanya.
"Wah, lama ga jumpa tambah genit aja Dan!"
"Ha ... ha ... lagian genitnya ama kamu aja kok! he ... he ...."
"Gombalannya receh! sorry bro, gue ga mempan di gombalin," sungut Ryani.
Entahlah sepertinya hati Rya benar-benar ikut membeku setelah kepergian Vano yg sampai detik ini tidak ada kabar. Dan Rya pun sudah tak mau lagi mencari kabar tentangnya. Hubungannya dengan Vano masih menggantung sampai saat ini, hanya bersisa kenangan manis bersamanya.
🍃***Satu minggu kemudian***.
Para siswa kelas 1 dan 2 sedang menjalani UJIAN kenaikan kelas. Semua siswa sangat antusias untuk mengikutinya. Begitu pula dengan Rya dkk. Rya, Shelly dan Khusna sangat pintar membagi waktu sehingga dengan waktu sebentar semua lembar soal sudah berhasil dikerjakan dengan baik. Dan mereka pun selalu keluar di urutan pertama. Meskipun ketiganya berada di ruangan yg berbeda.
Alur kegiatannya berulang dan selalu sama setiap harinya. Dan sampailah mereka di hari terakhir ulangan. Dan dari semua siswa terlihat bahagia setelah berhasil mengikuti kegiatan Ulangan Kenaikan kelas di tahun ini.
Bagitu pula dengan Ujian Susulan kelas 3 kemarin, semuanya berjalan lancar. Dan alhamdulillah semuanya LULUS. Saat mendengar semua siswa lulus, ahirnya pihak sekolah akan melaksanakan PESTA PERPISAHAN untuk kelas 3. Dan kegiatan itu akan berlangsung 1 minggu lagi.
Karena sementara waktu para Guru sibuk menyeleksi jawaban para siswa yg mengikuti ulangan kenaikan kelas 1 dan 2 kemarin.
Dan ahirnya hari yg ditunggu pun tiba. Tibalah saat pesta perpisahan dengan kelas 3. Hampir semua siswa mengikuti kegiatan tersebut dan beberapa siswa juga menunjukan bakatnya diacara itu. Karena kebanyakan anak muda itu suka band, makanya diadakan pesta band di sekolah.
__ADS_1
Jangan dibayangkan, betapa senangnya anak muda dalam pertunjukan tersebut, bahkan anak kelas 3 pun juga unjuk bakat disana, termasuk band Vano Cs.
Tapi karena semua anggota memakai kostum yg hampir mirip kostum hallowen, Rya bahkan tak mengenali Vano yang ada disana.
Hanya Vanolah yg mampu mengenali Rya dari balik topeng yg ia kenakan. Sampai saat ini Vano belum berani bertemu dengan Rya. Padahal Rya hanya ingin kepastian, akan seperti apa hubungannya dengan Vano sesudah ini.
Dan tentunya Rya ingin penjelasan tentang hubungan Vano dan Mungil dimasa lalu. Salahkah keingintahuan seorang Rya ?
Entahlah, yg Rya tau saat ini, Rya akan berusaha mengubur rasa yg pernah ada untuk Vano dan tak akan membuka hatinya lagi untuk seseorang, sebelum ia benar-benar siap dan mampu bertemu dengan apa yg disebut "CINTA".
Hari itu Rya dan teman-temannya hanya sebentar dalam mengikuti acara tersebut. Dan sesudahnya mereka lebih memilih untuk pulang ke rumah Khusna untuk sekedar maen ke rumahnya.
Vano yg kehilangan jejak Rya dalam pesta, sedikit terlihat lesu. Untung Roni segera menghampiri dan menghibur sahabatnya itu.
"Van, jangan sedih, move on dan relakan Rya bahagia dengan dunianya. Ia masih terlalu muda untuk mengerti kamu yg banyak maunya ini ... wkwkwkwk."
Roni mencoba menggoda sahabatnya dengan gurauan recehnya.
"Mungkin lo bener Ron, kalo gue sudah siap, gue janji akan membawa Rya kembali ke pelukan gue."
Roni hanya menanggapinya dengan menepuk pundak Vano, sekedar menyalurkan energi positifnya pada Vano.
__ADS_1
Dan ahirnya band Vano Cs manggung sebagai band penutup acara perpisahan tersebut. Dan alhamdulillah acaranya berlangsung lancar dan para siswa pun gembira.
Rumah Khusna
Setelah menempuh perjalanan selama 40 menit, ahirnya sampailah Rya bersama teman-temannya di rumah Khusna. Perjalanan cukup lama karena harus berganti angkutan 2 kali, dan sesudah turun pun mereka harus berjalan kaki.
Sewaktu perjalanan mereka mampir di kedai rujak disamping rumah Khusna, katanya si buat pengganjal perut saat di rumah Khusna nanti.
"Mbak bungkus rujaknya 5 bungkus ya, yg agak pedes, tapi jangan pedes banget lo ya."
"Aku cabenya 1 aja mba."
"Aku cabenya 3 aja ya," tambah yg lainnya.
"Aku samain aja ama punya Khusna."
Mbaknya cuma senyum-senyum aja menanggapi gadis-gadis remaja itu. Khusna hanya senyum-senyum aja. Maklum kan jarang sekali temannya mampir ke rumah dia. Tapi Khusna amat seneng punya teman-teman kaya gitu.
"Semuanya biar aku yg bayar ya, kan jarang-jarang kalian maen," pinta Khusna.
Dan ke 4 gadis tersebut hanya mengacungkan jempolnya ke arah Khusna.
Sepuluh menit kemudian pesanan gadis-gadis remaja itu pun siap. Dan mereka berlima segera menuju rumah Khusna.
"Wah, makin asri aja rumah elu Na, makin betah ni aku maen kesini," ucap Siska.
"Bener Khusna, aku juga, jadi pengen maen terus ni, apalagi sering ditraktir jajan pasti akan lebih sering lagi ... he ... he ..." timpal lainnya.
Khusna hanya menanggapi dengan senyuman, dan mempersilahkan semua temannya untuk masuk ke rumah. Dan untungnya di rumah Khusna lagi sepi..cuma ada kakaknya yg katanya sedikit mempunyai kelainan, sedikit berbeda dan lebih istimewa.
Sesudah semuanya memasuki kamar Khusna, kamar yg tadinya rapi kini berubah karena ulah keempat gadis tersebut. Dan mereka segera membuka bungkusan rujak tersebut. Dan beberapa menit kemudian, Khusna pun ikut masuk ke kamarnya dengan membawa satu nampan yg berisi minuman dingin.
"Wah pas banget ni."
"Hu um, gue juga kebetulan uda haus dari tadi."
"Btw, ni sambel gue berapa biji ya cabenya kok pedes amat, hu hah ... hu hahh ...."
"Lah emang tadi ambil yg mana si, kan uda dibedain sama embaknya tadi?"
"Wah, ga tau juga gue cuman asal ngambil aja, wkwkwkwkwkwk."
Dan begitulah kegiatan anak-anak gadis tersebut di dalam kamar Khusna. Keseruan juga terjadi saat salah satu dari mereka melihat ada gitar nganggur dan nangkring diatas meja belajar Khusna.
Dan ahirnya mereka pun kembali memperebutkan mainan baru tersebut.
__ADS_1
~ Bersambung ~