
Mama Vian yang melihat itu semakin yakin, jika Putri cocok untuk putranya yang dingin itu.
"Ya sudah, mama 'ga akan ganggu kalian, terusin aja," ucap mama Vian sambil berlalu.
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
"Eh tante mau kemana?" tanya Putri kikuk.
Mama Vian tersenyum dan paham akan maksud putranya, makanya ia buru-buru keluar.
"Tante tinggal sebentar ya, mau bikin kue buat cemilan Ayahnya Vian."
"Eh, boleh Putri bantu tante?" ucapnya.
Mama pun melirik putra semata wayangnya.
"Boleh kalo ada yang ngijinin!"
Putri yang paham akan maksud Mama Vian pun menoleh pada Vian.
"Boleh ya, bentar aja kok!" rengek Putri pada Vian, sambil mengedip-ngedipkan sebelah matanya ke arah Vian.
Vian menghela nafas panjang, "Iya, tapi jangan lama-lama ya," ucapnya.
Pasalnya ia juga ingin bersama Putri. Ia kan juga kangen sama Putri. Apalagi menemui Putri sangat jarang bisa ia lakukan, maka dari itu ia agak kecewa saat mamanya mengganggu waktu mereja untuk berdua.
Lalu mama Vian mengajak Putri ke dapur, sambil sesekali mereka mengobrol.
"Kamu suka masak Put?"
"Emm sedikit tan, cuma suka bantuin ibu aja, tapi dulu te, sebelum kerja disini."
"Emang kerja disini udah berapa tahun?" tanya mama Vian kembali.
"Sejak lulus sekolah seni te."
"Owh, berarti habis kejadian gempa itu ya?"
"Iya tante ..." jawabnya singkat.
"Emang kenapa kamu 'ga kuliah?"
"Karena 'ga ada biaya te, he ... he ..." jawab Putri singkat.
"Maaf ya Put, kalo perkataan tante menyinggung kamu, mama cuma penasaran aja, kenapa gadis semanis dan secantik kamu 'ga melanjutkan kuliah."
"Ga apa-apa kok te, lagian emang kalo disuruh kuliah atau kerja aku lebih milih kerja aja, biar 'ga terlalu membebani orangtua."
"Kamu anak ke berapa memangnya?"
"Anak ragil te, alias anal kelima," jawab Putri dengan tersenyum.
"Owh ... "
Lalu mereka berdua pun melanjutkan membuat kue kembali. Sambil sesekali mama Vian mengingatkan cara Putri dalam memasak.
"Itu speednya no berapa te, kalo mau buat bolu?Putri mah kalo buat kue bolu suka bantat, 'ga tau seberapa pasnya buat ngaduk telur, makanya bantat ...."
__ADS_1
"Ini pake no ini put, lalu saat tepung dimasukkan ini speednya dikurangi, biar tepungnya 'ga terbang kemana-mana."
Putri manggut-manggut tanda mengerti. Lalu ia mengambil cetakan bolu dan menyerahkan ke mama Vian.
"Cetakan kuenya diolesi margarin dulu, baru dikasih adonan, biar kuenya cantik dan mudah diambil nanti."
"Biar cantik kaya tante ya? he ... he ..."
"Kamu juga cantik banget lo Put, oh ya udah punya pacar belum?"
Putri yang sedang asyik mengoles margarin mendongakkan kepalanya lalu menghembuskan nafas panjangnya.
"Hhhh ...."
"Kenapa Put, ada yg salah?" ucap mama Vian yang masih memperhatikan Putri secara seksama.
"Punya te, tapi lagi ada masalah."
"Rupanya gadis ini jujur tapi bisakah ia meninggalkan pacarnya dan bersama putraku?" ucapnya dalam hatinya.
"Mmm, tante kecewa Put, kirain kamu pacarnya Vian," ucapnya sambil berakting seolah-olah sedih.
"Loh emang Vian belum punya pacar ya te?" ucapnya lirih.
"Belim Put, kamu aja ya yang jadi pacar Vian!" ucapnya sambil berbinar-binar.
Vian yg baru saja tiba di dapur menatap heran ke arah mama dan Putri.
"Ngobrolin apa ma?" ucapnya heran melihat interaksi keduanya terhenti ketika ia sampai di pintu dapur. Padahal ia ingin sekali melihat keduanya berbincang seperti tadi.
"Ga ada kok, biasa obrolan wanita, kamu kepo deh!" ucap mamanya lalu merapihkan alat dapur yang sudah dipakainya tadi.
"Itu kenapa Putri yang cuci ma? Kan ada mbak yang bakal bersihin!" ucap Vian tidak terima.
"Gak apa-apa Vian, lagian yang ngotorin kan Putri sama mama jadi biar aja Putri yang beresin."
"Bukan gitu Put, aduh udahan yuk! Ikut aku aja."
"Sambil nunggu kuenya matang kamu ikut aku dulu, katanya mau nyobain ngelukis di atas canvas, itu uda aku siapin medianya."
"Sungguh?" tanya Putri berbinar.
"Tapi aku 'ga bisa ngelukis di canvas Vian?" ucapnya kembali dengan wajah sendu.
"Gak apa-apa, biar nanti aku ajarin kamu!" ucapnya sambil meriah tangan Putri agar mengikutinya.
"Huh dasar Possesif , persis kayak dad mu!" keluh mama Vian kemudian.
Vian memang tak membiarkan Putri lama-lama di dapur, apalagi dengan mamanya. Ia takut kalau Putri pada ahirnya diinterograsi sama mereka. Bisa-bisa hubungannya dengan Putri kembali merenggang karenanya.
Sesampainya di kamar Putri masih bingung dengan peralatan yang akan digunakannya.
"Aku sket tangan aja ya, 'ga berani aku kalo pakai yang begitu-begituan," ucapnya sambil menunjuk alat-alat yang sudah dipersiapkan Vian.
"Trus ya, aku 'ga bawa baju ganti, nanti kalo kotor gimana?"
"Ya dah, kalo kamu 'ga mau, biar aku aja deh, tapi kamu yang jadi objek lukisnya gimana? rasanya pasti seru kalo ada obyek aslinya tu," ucapnya Vian manja.
__ADS_1
Entah kenapa perasaan Putri menjadi menghangat dan bahagia bisa bertemu dengan Vian lagi. Meski awalnya ia ragu karena dulu Vian pernah menyukainya tapi ia memberanikan diri datang dan menepis semua pikiran jeleknya.
Meskipun Vian tak pernah menyatakan perasaan padanya, tapi Putri sangat yakin akan pemikirannya saat ini. Terlebih dengan segitu banyak sketsa tentang dirinya di ruangan ini.
Vian pun memecah lamunan Putri.
"Gimana? mau engga?"
Dan sesudahnya terdengar adzan dhuhur. Karena tak ada jawaban dari Putri. Vian pun mengajak Putri untuk sholat berjamaah bareng. Putri pun tak menolaknya karena ia memang tak biasa menunda sholatnya. Maka dari itu ia pun menyetujuinya.
Mereka berdua pun menuju mushola kecil yang ada di rumah itu. Mama dan neneknya tersenyum melihat Vian amat berbeda saat bersama Putri. Begitu pun dengan ayahnya yang rela pulang demi mengenal dengan gadis yang namanya Putri.
Tentu saja ia pulang karena paksaan istri tercintanya tersebut. Memang pilihan Vian sama sekali tidak salah. Cuma dia tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya hingga saat ini.
Terlebih Putri sudah terlebih dulu memiliki pacar. Mamanya harus bertindak lebih cepat agar ia tak melihat kesedihan di wajah putra semata wayangnya lagi.
Sesudah sholat berjamaah, mama Vian mengajak seluruh anggota keluarga untuk makan siang bareng, jarang sekali mereka bisa berkumpul di tempat ini kan. Makanya mama Vian amat bahagia Putri mau maen ke rumah mereka saat ini. Dan Putri lah satu-satunya yang membawa perubahan dan kehangatan di rumah Vian.
Begitu pula dengan Vian yang merasa bahagia karena keluarganya menerima Putri. Andai saja Putri belum mempunyai kekasih pasti ia akan menjadikan Putri pacarnya dan bahkan mungkin akan melamarnya, agar Putri benar-benar menjadi miliknya selamanya.
Tapi mimpi hanya tinggal mimpi. Vian sudah telat beberapa langkah. Andai pertemuannya di kebun binatang bisa diulangz ia pasti akan lebih dekat dengannya saat ini.Dan bukan seperti saat ini yg hanya menjadi teman dekatnya saja.
Putri kemudian mengingat kalo dia sudah lama di rumah ini, sebaiknya dia pulang. Ia pun mengutarakan maksudnya pada Vian. Tapi Vian menolaknya.
"Nanti saja Put,lagian kan kamu belum jadi modelku," gerutu Vian.
"Tapi maaf Vian, ini udah lama lo, aku 'ga enak kalo lama-lama disini. Lain kali aku bisa maen lagi kok," ucapnya.
"Ya dah, aku ga akan memaksa tapi lain kali harus kesini lagi."
Mama Vian dan anggota keluarga lainnya hanya tersenyum melihat kelakuan Putra semata wayangnya tersebut.
"Kenapa 'ga menginap disini aja Put?" tanya mama Vian.
"Maaf te, bukannya tidak mau, tapi ini udah lama banget, lagian besok Putri harus kerja, dan belum menyetrika juga, he ... he ..."
"Aduh Putri kamu rajin sekali sih! Sering-sering maen kesini ya," pinta mama Vian.
"Putri usahakan tante, tapi maaf 'ga bisa janji," ucapnya.
"Nek, om, tante, Putri pamit dulu ya," ucapnya sambil menciumi punggung tangan mereka satu persatu.
"Hati-hati ya Put, Vian kamu jaga Putri antar dengan selamat sampai tujuan ya," ucap mama Vian dengan ramah.
"Assalamu'alaikum," ucapnya sambil melambaikan tangannya ke arah mereka bertiga.
.
.
.
HAI... HAI... GIMANA... SUKA 'GA DENGAN KEDATANGAN VIAN KEMBALI DALAM HIDUP PUTRI... ABIS TIYAN JAHAT SI AMA PUTRI..😭
OH YA JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, KRITIK, SARAN N GIFT NYA YA... BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT BUAT NULIS NOVELNYA.🙏😊
OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "
__ADS_1
SEMOGA KALIAN SUKA 😊... TETAP JAGA KESEHATAN DAN PATUHI PROTOKOL KESEHATAN YA...😘.. SEHAT-SEHAT SEMUANYA 🙏