
Satu minggu sesudah liburan kemarin adalah waktu pengumuman kelulusan untuk siswa kelas 3. Dan hari ini untuk semua siswa kelas 1 dan 2 masih kegiatan belajar seperti biasa.
Ryani yg sudah tau bahwa hari ini kelulusan kelas 3 segera menuju papan pengumuman untuk melihat nama nama yg lulus.
Dengan semangat penuh 45 Rya bergegas menuju papan pengumuman yg berada di dekat ruang guru. Karena siswa kelas 3 sudah melihat waktu jam pelajaran tadi, jadinya tempatnya g terlalu ramai.
Satu persatu nama-nama mulai diabsen Rya, tapi sejak tadi ia tidak menemukan nama Revano, bahkan Rya sudah mengulang berkali kali dari atas ke bawah terus menerus.
Rya begitu bingung, kenapa sama sekali tidak ada nama Revano disana?
Dan seseorang menepuk pundak Rya dari arah belakang. Rya justru terlonjak karena kaget dan segera menoleh ke belakang.
"Maaf kakak siapa?" Tanya Rya yg masih kaget
"Aku temen Vano ... kamu Rya kan?"
"I ... i ... iya kak."
"Ga usah takut, kamu pasti bingung kenapa 'ga ada nama Vano disitu, benar kan?"
Rya pun hanya mengangguk.
"Vano belum lulus, dia harus mengikuti ujian ulang nanti."
"Apa?" Tangan Rya reflek menutup mulutnya yg tiba-tiba menganga karena saking terkejutnya.
"Gpp, cuma 1 mapel aja kok yg nilainya kurang, nanti kalo uda ikut ujian susulan, pasti juga lulus." kata kakak tadi sambil sedikit tersenyum simpul ke arah Rya.
Tapi ekspresi yg ditunjukkan wajahnya, ia sepertinya senang Vano harus mengikuti ujian susulan.
"Ya udah aku pamit duluan Rya." Serunya sambil berlalu dari hadapan Rya.
Rya masih diam mematung ditempatnya, rasa sesak memenuhi dadanya, ia belum sepenuhnya percaya perkataan kakak tadi, tapi kalo dilihat dari papan pengumuman, sepertinya memang iya.
Dan kebetulan dari arah ruang guru muncul Bu Ida yg mau menempelkan pengumuman lagi.
"Maaf Bu," ucap Rya ramah, "Itu pengumuman apa lagi ya?"
"Oh ini, ini daftar nama anak-anak yg akan mengikuti ujian susulan nanti."
Rya hanya manggut-manggut tanda mengerti kemudian segera mendekat lagi ke arah papan pengumuman. Dan sepersekian detik kemudian, ia terperanjak kaget ketika nama Revano Aldi Putra benar-benar muncul disana.
"Kak Vano ..." Rya pun menutup mulutnya dengan salah satu telapak tangannya dan segera beranjak pergi untuk mencari kekasihnya tersebut. Kini dalam fikiran Rya hanya mencari keberadaan pacarnya tersebut.
Ruang demi ruang ia lalui bahkan Rya pun memberanikan diri ke kelas Vano, tapi tak ada yg bisa ia temukan disana. Sosok yg ia cari benar-benar tidak ada di lingkungan sekolah.
Rya benar-benar kalut kali ini, pikirannya bingung, di satu sisi ia harus menemukan Vano, disatu sisi dia bingung harus bagaimana jika ia tidak menemukannya.
🍃Revano POV
Vano yg sudah mengetahui kalo dia mengikuti ujian susulan, ia tak mau menginjakkan kaki di sekolah lagi. Ia lebih memilih mengurung diri di kamarnya. Ia tak mau menemui Rya lagi, ia begitu malu karenanya.
Bahkan Roni yg teman akrabnya pun sejak kemarin sudah mencoba menemui Vano, tapi ia pun sama sekali tak diberi akses untuk bertemu dengannya. Bahkan Roni berniat mendobrak kamar Vano, tapi teriakan Vano membuatnya mengurungkan niatnya.
"Diam disitu BRO!" Titah Vano dari dalam kamarnya.
__ADS_1
"Van, sampai kapan elu mau mengurung diri terus kaya gini! kamu ga kasihan ama Rya?"
"Mungkin saja guru salah memberi nilaimu! atau mungkin mereka yg salah koreksi Van!"
"Elu cuma salah beberapa no aja dan itu bisa diperbaiki nanti!"
"Pergi lo! gue pengen sendirian saat ini, gue butuh waktu Ron!"
"Gue butuh waktu buat bisa berdiri lagi di depan Rya," ucap Vano sedikit frustasi.
"Oke, gue kasih waktu elu sampe besok, atau kalo engga?"
"Dah lah, gue pulang duluan Van! besok gue jemput lo kaya biasanya, kita berangkat sekolah bareng besok."
"Dan satu lagi, kalo elu tetep seperti ini ..." ucapan Roni terjeda.
"Banyak cowo yg bersiap buat ngrebut Rya dari elu di luar sana, aku harap kamu lebih bijak dan lebih dewasa lagi dalam urusan cinta!"
Kalimat terakhir Roni masih bisa didengar Vano dari dalam kamarnya. Dan hal itu membuat hati Vano sedikit ngilu dibuatnya.
"Apa yg barusan gue denger tadi?"
"Siapa yg bakal ngrebut Rya dari gue?"
🍃Sementara itu di tempat lain ...
Sudah hampir setengah hari Rya mencari tentang keberadaan Vano di sekolah, tapi ia sama sekali belum menemukannya.
Justru ia malah bertemu Mungil.
"Hei Rya, apakabar? kok wajahnya kusut gitu hahhhh!" Ucapnya tak ramah.
"Hei, gue ngomong ama elu, ngapain elu cuekin gue hah!" Ucapnya kasar, bahkan tangan Mungil pun sudah mencengkeram erat salah satu tangan Rya saat Rya melewati Mungil.
Barulah disaat itu, Rya menoleh ke arah Mungil.
"Maaf ngil, aku lagi buru-buru!"
Rya pun segera melepas cengkeraman tangan Mungil dan beranjak pergi.
"Tak semudah itu kau lolos dariku Rya, sekarang ikut aku!" Bentak Mungil pada Rya.
Mungil pun segera menarik Rya supaya mengikuti langkahnya. Rya berusaha mengimbangi langkah Mungil sedari tadi.
Dan entah mengapa situasi siang ini begitu memuluskan rencana Mungil kali ini. Dan bodohnya, sedari tadi Rya hanya menurut tanpa melakukan perlawanan, tubuhnya memang ada disitu, tapi pikirannya entah sedang dimana, sehingga dengan mudah mengikuti instruksi Mungil.
Dan setiba di ruang kosong dekat UKS, mereka berhenti. Mungil dengan sengaja mendorong tubuh Rya ke dalam sana. Rya pun terjerembab ke lantai.
Tawa Mungil memenuhi ruangan itu.
"Ck ck ... ternyata kamu gadis yg lemah Rya, aku kira kamu cukup kuat, tapi nyatanya ...."
"Percuma kemarin-kemarin aku bertindak gegabah, harusnya aku langsung membawamu sendiri disini, biar semuanya cepat selesai."
"Ja ja ... jadi kau yg selama ini mencoba mencelakai aku hhh!" desis Rya.
__ADS_1
"Wah, sekarang otakmu baru bisa berjalan ya?ha ... ha ... ha ... iya memang akulah orangnya."
"Emang apa salahku padamu, padahal kita pun tak terlalu dekat bukan?"
"Jadi apa salahku Mungil?"
"Hei ... suruh siapa kau berani merebut pacarku hahh!"
Kini jari telunjuk Mungil pun sudah mendarat cantik di dahi Rya.
"Pacar yg mana? aku 'ga pernah merebut pacar orang! Memangnya pacar kamu siapa? aku benar-benar tidak tahu siapa orangnya."
"Jangan banyak ngomong kamu Rya, jangan sok alim didepanku, jangan hanya karena kau berhijab jadi bersikap seperti itu, lagian orang berhijab ga mungkin serendah kamu! merebut pacar orang."
"Jaga bicaramu Mungil, selama ini aku masih menghormati kamu dan menganggap kamu sebagai teman, jadi mana mungkin aku melakukan kotor seperti itu."
Mungil yg sudah jengah menarik sudut hijab Rya, dan sekali lagi mendorong Rya agar terjatuh sekali lagi.
Puff ...
Gubrakkkk ...
Dan kali ini ia terjerembab dua kali akibat ulah kasar Mungil.
"Kalo kamu memang ga tau, aku beri tahu kamu sekarang! Dengarkan perkataanku baik-baik."
"Revano Aldi Putra adalah pacarku. Bahkan sebelum ia datang ke Jogja, di Jakarta dia sudah menjadi kekasihku. Dan ketika kau muncul, semua perhatiannya beralih kepadamu, dan apa yg aku dapat? hanya diacuhkan tanpa kepastian olehnya!"
"Ga mungkin!" Teriak Rya tak percaya.
"Jauh sebelum aku menerima cintanya, aku sudah bertanya lebih dulu, untuk memastikan bahwa dia tidak sedang berhubungan dengan siapapun dan aku pun percaya dengan Kak Vano."
Dengan langkah memburu, Mungil sudah kembali mendekati Rya dan menampar pipinya. Kilatan api amarah mulai menguasai Mungil siang itu.
Ditempat lain, Danuarta yg sedang sangat rindu, ingin segera bertemu Ryani. Gadis yg sudah memberi kehangatan dalam kehidupan Danu dan rasa cinta di hatinya.
Ia memang terlahir dalam keluarga non muslim. Tapi sejak kehadiran Rya, suasana di hatinya yg dingin, pelan-pelan dan pasti kini sudah menghangat seiring dengan keceriaan yg dibawa Rya. Oleh karena itu Rya amat berarti bagi seorang Danuarta.
...~ Bersambung ~...
.
.
.
.
Terimakasih buat para pembaca Novel perdanaku ini. Maaf bila banyak kekurangannya dan mohon like dan dukungannya buat Author ya, biar makin semangat buat update setiap hari disini dan semoga kalian suka
Sekali lagi terimakasih buat semuanya🙏😊
.
.
__ADS_1
JANGANLUPA LIKE, FAVORIT DAN VOTE YA😘
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR🙏