Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
HIDUP BARU


__ADS_3

........................


"Ngambil sarapan buat kamu mas."


"Aku ga mau sarapan selain sarapannya kamu." Bisik Tiyan tepat di daun telinga Putri sehingga deru nafas Tiyan sangat terdengar halus dan entah mengapa menyalurkan sesuatu yg hangat menjalar ke tubuh Putri.


"Geli mas." Ucap Putri yg masih merasakan sensasi aneh di tubuhnya.


"Hmmm ... ya dah kalau gitu, ambilkan gih, tapi dengan satu syarat."


"Pa an mas?"


"Cium ..." Ucap Tiyan manja sekalian memajukan bibirnya ke arah Putri.


Putri yg merasa aneh karena ga pernah memulai duluan, ahirnya meninggalkan Tiyan yg masih memonyongkan bibirnya dengan mata tertutup.


Tiyan yg merasa aneh karena tak ada balasan dari Putri segera membuka matanya.


"Hmm ... awas aja ya, lain kali kamu 'ga akan bisa lepas sayang." Ucap Tiyan dengan seringai di wajahnya.


Yang namanya lelaki normal pasti akan selalu berselera dengan pasangannya, apalagi mereka pengantin baru. Sayangnya hari ini Putri masih berhalangan. Jadi mereka 'ga bisa belah duren deh.


Tiyan pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Putri mengambil dua porsi makanan untuknya dan suaminya.


Satu porsi soto dan teh hangat ia bawa ke kamar. Karena memang rumah Tiyan masih ramai dan salah satu tempat aman buat makan di kamar Tiyan.


15 menit kemudian, Tiyan selesai mandi, ia pun menuju kamarnya untuk berganti baju.


Ceklek


Pintu kamar pun terbuka. Tiyan tidak melihat Putri di kamar, dia hanya menemukan dua porsi makanan untuk sarapan pagi mereka.


"Hmm, dimana Putri?"


Ceklek


Vian menoleh, ternyata Putri datang membawa dua camilan ke kamar.


"He ... he ... nyariin ya mas, ni Putri bawakan camilan juga."


"Ya dah, makan dulu yuk ... laper." Lalu mereka pun sarapan berdua dengan diiringi beberapa kali obrolan ringan.


⚘ Dua hari kemudian.


Karena cuti mereka berdua sudah habis, maka Tiyan dan Putri segera kembali ke kota S. Pagi itu mereka sudah tiba di rumah kontrakan mereka yg baru.


Mereka menyewa sebuah rumah kecil dengan fasilitas satu kamar tidur, satu ruang tamu, satu dapur dan satu kamar mandi.


Cukup lah dengan anggota mereka berdua. Karena masih baru, maka beberapa barang yg pernah ada di kost Putri pun dibawa ke rumah yg baru. Lalu karena hari ini mereka masih libur, mereka membeli beberapa perlengkapan rumah tangga.


Dan juga membeli beberapa makanan buat teman-teman mereka jikalau mereka main ke rumah baru mereka.

__ADS_1


Sudah menjadi kebiasaan bagi pasangan pengantin baru, setiap pulang kerja pasti ada teman kantor yg mampir untuk buwuh manten , atau istilahnya memenuhi undangan mereka karena tidak bisa bisa datang pas acara resepsi. Lalu pulangnya mereka akan diberi makanan atau snack buat buah tangan dari pasangan pengantin.


Kadang juga diselipkan beberapa souvenir pernikahan. Dan kali ini mereka memberikan souvenir pernikahan sebuah gantungan kunci yg berbentuk sandal jepit lucu dan etnik.


Souvenir itu mereka beli saat mereka jalan-jalan di kota kelahiran Putri. Dan beberapa souvenir pernikahan lainnya mereka beli dari teman kerja Putri di kantornya.


Satu buah dus berisi souvenir mereka. Oh ya souvenir mereka dipesan secara eksklusif jadi ga bakal pasaran seperti lainnya.


⚘Keesokan harinya di kantor Putri.


"Cie ... Cie ... pengantin baru udah masuk ni?" Canda Pak Yono, kepala divisi bagian desainer sekaligus supervisor Putri.


"Apaan si pak." Ucap Putri malu-malu karena semua mata teman di ruangan kerjanya memandangnya dan mendekati Putri untuk memberikan ucapan selamat menempuh hidup baru


"Selamat ya Put ... ahirnya kamu nyusul juga." Ucap Aga dan Dwi.


"Makasih ka."


Lalu terjadilah salam salaman satu sama lain diruangan itu. Lalu Putri pun melanjutkan kerjanya sampai sore hari. Ia begitu sibuk dengan pekerjaannya karena ia sudah cuti selama 10 hari. Jadi begitu banyak pekerjaan yg sudah menumpuk di depannya.



Tetapi berkat kemampuan Putri yg luar biasa, semua perkerjaan hari itu bisa ia selesaikan dengan baik.


Setelah waktu kerja habis, ia pun pulang lebih dulu ke kontrakan, karena Tiyan pulang kerja jam 7 malam.


Sebelum pulang, ia sempat mampir ke pasar untuk berbelanja sayuran. Lima belas menit kemudian ia pun pulang dan langsung memasak. Setelah itu ia pun membersihkan diri dan bersiap menyambut suaminya.


Suasana tempat kerja Tiyan.


"Selamat ya Tiyan, pengantin baru sudah masuk kerja aja, gimana belah durennya? lancar?" Tanya salah satu teman gesrek Tiyan.


"Hmm."


"Kok cuma hmm doank sih?"


"La trus maunya gimana? mau dijabarin disini?"


"Ho oh."


"Ogah ah."


"Dih ... ga seru lo Yan." Ucap mereka, padahal memang benar Tiyan belum melakukan kegiatan seperti yg mereka maksud.


"Gimana mau cerita, kalau gue aja belum melakukannya ... huft." Ucap Tiyan dalam hatinya.


Karena Tiyan tak kunjung bercerita, mereka pun kembali bekerja. Bukan karena Tiyan semata, tetapi karena tatapan kepala bagian mereka yg sedari tadi menatap tajam kelompok kerja Tiyan.


Jangan ditanya ekspresi Tiyan, ia sama sekali masih bersikap dingin, sedangkan teman lainnya mati kutu. Di lingkungan kerja, Tiyan terkenal pendiam, bahkan saking pendiamnya banyak wanita yg jatuh cinta kepadanya. Selain karena ketampanan yg ia miliki, ia juga suka membantu orang yg kesusahan.


__ADS_1


Bagaimana teman kerja Tiyan tidak tertarik pada Tiyan? Sedangkan wajah tampaknya saja selalu membuat semangat bekerja bagi teman-teman kelompok kerja wanita ditempat Tiyan.


Pukul tujuh malam, Tiyan pun sudah selesai bekerja, ia pun segera keluar dari perusahaannya. Di depan gerbang sudah menunggu istri tercintanya dengan menggunakan motor matic mereka.


"Suit ... suit, uda di jemput istri rupanya?" Canda teman satu kelompok Tiyan.


Sedangkan Tiyan hanya menanggapi dengan senyuman, begitu pula dengan Putri. Lalu mereka pun segera pergi menuju kontrakan mereka.


Di perjalanan.


"Kamu masak apa sayang?"


"Tumis sayur sama lauk semur daging aja mas?"


"Emm, perut mas uda lapar ni, cepet pulang aja ya."


"Hu um." Jawab Putri sambil terus mendekap tubuh suaminya semakin erat.


Tiyan jangan ditanya, ia sudah sangat ingin itu, tapi entah Putri masih merah atau tidak. Perlakuan Putri yg seperti ini saja, sudah membuat adik kecilnya bangun. Ingi rasanya ia melahap Putri hari itu. Tapi ia ingat perkataan temannya kalau malam ini mereka ingin main di rumah kontrakan Tiyan.


"Hmm, sabar ya junior, kayaknya puasanya tambah lama."


Putri yg mendengar samar-samar suaminya berbicara, lalu bertanya padanya.


"Ngomong apa mas barusan?"


"Mm ... engga ada ko sayang."


"Ya udah."


Lalu sesaat kemudian, mereka pun sampai di rumah kontrakannya. Putri segera masuk rumah, sedangkan Tiyan memarkirkan motornya di depan rumah.


"Mas mandi dulu ya, Putri mau siapin makanannya."


"Iya sayang." Tanpa berbicara lama, Tiyan pun segera pergi ke kamar mandi.


.


.


.


.


.


ASSALAMU'ALAIKUM ... TERIMAKASIH TEMAN-TEMAN KESAYANGAN AUTHOR🤗 SUDAH MENDUKUNG FANY SAMPAI DISINI.


MOHON MAAF BILA NOVEL INI MASIH BANYAK SEKALI KEKURANGAN DAN REVISI 🙏🙏🙏


JANGAN LUPA SARAN, LIKE, KOMEN KALIAN YA, KARENA ITU SANGAT BERARTI BUAT FANY, DITUNGGU YA .. BIAR FANY MAKIN SEMANGAT BUAT NULIS DAN BIKIN AHIR NOVEL INI JADI HAPPY ENDING ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2