
Karena realnya adalah jika kamu menginginkan pekerjaan seperti itu artinya posisimu adalah pemilik perusahaan atau posisimu sebagai Asisten Manager, maka kamu sudah bisa merasakan hal tersebut.
Tetapi jika posisimu masih berstatus karyawan, maka bisa dipastikan kerjamu akan menjadi satu ruangan dengan karyawan lainnya.
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
🌱 Putri Pov-
Sepulang dari kantor, Putri sangat bahagia karena hari ini ia bisa bertemu langsung dengan Bu Assisten Managernya secara langsung.
Kesan pertama yg didapatkannya bukannya bertemu dengan orang yg judes apalagi galak seperti kata karyawan seniornya, tapi ia justru bertemu dengan sosok pemimpin yg berkharisma. Wajah yg sudah mulai menua tapi tak mengurangi kecantikannya.
Ia memang susah senyum, tapi pembawaannya justru menyiratkan ia sangat intelektual dan sosok pemimpin yg bijaksana.
Ia melihat hasil karya seseorang dengan baik tanpa memandang usia, dan ia benar-benar tau mana karyawannya yg benar-benar bekerja atau hanya mencari muka.
Sejak pertama bertemu ia sangat mengidolakan pemimpinnya tersebut. Dan nama beliau adalah Cik Lisa. Cik Lisa mempunyai 2 orang putra yg kuliah di luar negeri. Satu di Perancis dan satu lagi di Australia. Dan disini ia hanya tinggal bersama suaminya dan terkadang saat liburan kuliah ia bisa menyusul putra-putranya ke luar negeri sambil liburan.
Dan tentu saja semua pekerjaannya dihandle Pak Yono dan kadang jika ada pekerjaan penting maka filenya akan di kirim by internet.
Itulah sedikit gambaran tentang kesan pertama Putri bertemu Ibu Assman-nya.
Setelah mandi dan berganti baju santai, Putri melihat HPnya, eh ternyata ada notif masuk nih, "Kita lihat dari siapa ya?"
Satu pesan dari kak Vano, "Menarik ... mari kita lihat isinya, ha ... ha ..." Putri mulai berbicara sendiri dengan HP bututnya.
"Oh iya sampai lupa." Putri menepuk jidatnya.
"Kemarin kak Novi menyuruhku ganti dering telponnya, wkwkwkwk, ok kita ganti dulu ya pemirsa ...."
"Kita putar lagu yg pertama, "ucap Putri yg masih setia memegangi HPnya.
Di daun yang ikut mengalir lembut
Terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta
Menghirup rindu yang sesakkan dada
Jalanku hampa dan ku sentuh dia
Terasa hangat, oh, di dalam hati
Kupegang erat dan kuhalangi waktu
Tak urung jua kulihatnya pergi
Lirik lagu dari band Letto " Ruang Rindu " mengalun dengan indah sampai Putri terhanyut akan itu.
" Dan kita putar lagu kedua "
Tapi 'ku dapat melangkah pergi
__ADS_1
Bila kau tipu aku di sini
'Ku dapat melangkah pergi
'Ku dapat itu
Tapi buka dulu topengmu
Buka dulu topengmu
Biar 'ku lihat warnamu
'Kan 'ku lihat warnamu
Lagu dari Piterpan dengan judul " Topeng "
Saking menghayati lagu kedua, Putri sampe memperagakan tingkah gitarisnya dengan alat seadanya. Ia pun memetik gitar dari sapu dan sesekali mengubah gagang sapu ke atas menjadi sebuah microfon, persis banget kayak babang Ariel pas manggung gitu.
Bedanya yg dipegang Putri adalah sapu, jika bang Ariel pegangnya gitar beneran. Putri memang sengklek dan apa adanya, makanya dia orangnya jarang sekali terlihat sedih dimata teman-temannya.
Justru karena tingkah konyol dan apa adanya, ia banyak mempunyai teman. Sampai ahirnya, tanpa sadar pintu kamar Putri terbuka ....
Ceklek
Dan wajah kak Ida muncul dari balik pintu seraya tersenyum ke arah Putri yg sedang konser mini di dalam kamarnya. Putri pun menoleh dan tersenyum pasrah saat mba Ida menutup mulutnya yg sudah terlanjur ketawa tadi.
Putri pun menyadari tingkah konyolnya dan menggaruk kepalanya yg tidak gatal, "Wkwkwkwk kena deh Putri," batinnya.
Sedang yg disuruh masih manyun saja dari tadi dan tentu saja batinnya sedang berkecamuk.
"Huft, semua gara-gara kak Novi ni yg suruh mengganti dering ponselku, aku sampai terbawa suasana saat memutar lagunya."
"Ga ah kak, konser Putri ga GRATIS lo," ucap Putri sambil menekankan kata GRATIS nya.
"Hua ... ha ... ha ... ahirnya cuma kakak yg liat kamu konser kan? coba kalo yg lain, bisa-bisa kamu disuruh reka ulang sama mereka nanti, dah ah, aku mau mandi duluan ya Put."
"Tumben ..." sahut Putri masih dengan wajah sewotnya.
"Iya ... mau kencan, kenapa? ga bolehkah?" tanya kak Ida dari dalam kamar mandi.
"Boleh kakakku yg manis dan baik hati," jawab Putri.
Dan setelah drama tadi, ia pun menjatuhkan pilihannya pada lagu letto yg menangkan jiwa.
"Pasti kak Novi ga keberatan dong dengan lagu yg kalem ini," gumam Putri perlahan.
Lalu ia pun mulai menyapu dan membereskan kamar sore itu sebelum yg lainnya pulang. Karena memang hari ini jadwal Putri piket di kamarnya.
🌱 Suasana di perusahaan D" Corp.
Pukul 19.00 ahirnya ia bisa pulang dari pekerjaannya. Memang jam kerja Tiyan lebih panjang ketimbang jam kerja Putri, maka dari itu ia selalu pulang malam.
Ia bekerja dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Dia ikut shift panjang kali ini. Untuk para karyawan produksi memang jam kerjanya sangat panjang ketimbang jam kerja karyawan staff yg mulai kerja dari jam 07.30 - 16.30.
__ADS_1
Sistem kerjanya memang sudah dibuat seperti itu. Dan siapa yg benar-benar mencari pekerjaan maka ialah yg akan bertahan, sedangkan yg hanya mencoba-coba peruntungan, maka ia akan tersingkir dengan sendirinya.
Seperti nasib teman-teman magang Putri sebelumnya yg lebih memilih mundur ketimbang bekerja dengan serius.
🌱 Tiyan pov -
Hari ini Tiyan pulang kerja seperti biasanya. Jam 19.45 ia baru sampai kamarnya. Lalu ia mencari angin segar sebentar lalu ia baru akan mandi setelahnya.
Sengaja ia berdiri dari lantai 3 yg balkonnya menghadap ke kamar Putri. Sudah menjadi hobby barunya menunggu Putri keluar dari kamar dan memperhatikan semua gerak gerik Putri dari situ.
Dan benar saja, dari atas sana ia bisa melihat Putri yg hendak keluar kamar dan ternyata dia mau menjemur cuciannya. Mungkin dia baru selesai mencuci baju kerjanya.
Dan sepertinya ia tak menyadari kalo ada Tiyan di lantai 3. Sesekali Tiyan tersenyum melihat tingkah Putri yg kadang berjinjit saat mau menaikkan hanger ke tempat jemuran. Maklum saja kalo soal tinggi, Putri tidak tinggi-tinggi amat. He ... he ... kalah jauh kalo sama Tiyan yg tingginya 173 cm.
"Hmm sepertinya tinggi Putri cuma 152 deh ... he ... he ... kecil imut dan menggemaskan banget, kayaknya enak kalo dipeluk-peluk," gumam Tiyan dengan segala fantasinya.
"Mmm, kenapa seperti ada yg ngeliatin gue ya?" batin Putri sambil tolah toleh melihat ke sekelilingnya tapi belum menemukan sesuatu.
Dari atas sana Tiyan tau kayaknya Putri uda ngerasa kalau dilihatin dari tadi, makanya ia segera kembali ke kamarnya.
Dan benar saja, sesaat kemudian Putri melihat ke atas dan tidak ada seseorang pun disana.
"Yah, beneran ga ada orang, la trus yg memperhatikan gue tadi siapa?" batin Putri, trus ia pun membayangankan sesuatu yg aneh dan seram.
Padahal selain Tiyan, ada seseorang yg sedang memperhatikan Putri dari kejauhan.
Ia juga mulai tertarik dengan Putri sejak ia masuk ke dalam lingkup desainer.
Tapi ia masih gengsi karena ia senior Putri dan ia juga sedang menjalin hubungan dengan seorang gadis yg baru saja resign dari posisi admin.
Akankah Putri bersama Tiyan atau ia kembali dengan Revano?
Kita tunggu extranya di episode berikutnya ya ...
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
MAAFKAN ATAS KETERLAMBATAN UPDATE KEMARIN YA🙏🙏🙏..
INSYAALLAH HARI INI SUDAH NORMAL KEMBALI..
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVELKU YG KEDUA YA, JUDULNYA " AFTER MERRIED ". 😘
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, RATE, FAVORIT DAN KOMENTARNYA ... MAKASIH BANYAK 🙏😊
__ADS_1