
Akhirnya setelah perdebatan panjang, Rya pun mengijinkan Danu untuk satu tempat magang dengannya.
Rya bahkan merasa tidak enak pada pemilik WO tempat ia magang, karena ia malah mengajak temannya untuk magang bersamanya.
Saat Rya magang di tempat WO "Wedding Organizer", jadwal setiap minggunya akan berbeda. Bahkan setiap minggu ia hanya masuk satu atau dua kali. Karena orang menikah juga tidak setiap hari, makanya ia juga lebih banyak di rumah ketimbang magang kerja.
Dan bisa dipastikan juga, kalau acara pernikahan memakai jasa WO, minimal biaya yg dikeluarkan juga tidak murah. Bahkan harga per-paket pernikahan itu paling murah 10 atau 15 jutaan. Itu pun sudah yg paling biasa desain dan penggunaan bahan materialnya. Kalau memakai hiasan bunga dan bunga yg dipakai adalah bunga palsu atau bunga plastik/ material replika tentu harganya akan murah.
Sedangkan jika memakai bunga asli alias baru dipetik, minimal paling murah ya 20 jt! Trus misalkan menggunakan full set dekorasi, harganya juga akan nambah. Karena mulai pintu masuk, trus meja tamu sampai pelaminan itu pasti full dekorasi bunga.
Oh ya, desain diatas itu, termasuk jenis tradisional wedding. Dan Rya paling suka kalo disuruh ngerangkai bunga diatas pelaminan sekaligus bikin taman-taman lucu di depan pelaminan kayak gitu.
Yg kayak gini Rya juga suka banget, apalagi masang lampu-lampu kecil. Sebuah pengalaman yg amat berharga, karena bisa belajar bagaimana membuat buat setting pencahayaan lampu di belakang kursi pelaminan, dan masih banyak lagi hal lain yg membuatnya semangat berkarya. Pokoknya seru banget pengalaman yg Rya dapatkan selama magang di WO Pak Satya.
Nah kalo tema outdoor ya kayak gitu desainnya, yg suka merayakan pesta pernikahan di alam terbuka pun kebanyakan suka banget pake bunga-bunga asli kayak gini. Bisa dibayangkan dong berapa banyak tangkai bunga yg dipake membuat dekorasi seindah ini.
Sungguh sebuah momen pernikahan itu sangatlah penting dan bermakna dalam sebuah kehidupan manusia. Maka dari itu banyak orang yg rela mengeluarkan banyak sekali pundi-pundi rupiah untuk memeriahkan acara pesta pernikahannya.
Rya sangat bersyukur bisa dipertemukan dengan orang-orang hebat yg bertangan dingin seperti Pak Satya. Karena dari hasil karya tangan dinginnya, hampir semua kliennya merasa puas akan karya beliau dan karyawannya. Beliau juga sangat baik hati membagi ilmunya kepada Rya.
Meskipun dalam satu bulan, Rya hanya masuk 4 kali pertemuan, tapi pengalaman yg ia dapat sangat luar biasa. Setiap karya yg dihasilkan team WO Pak Satya selalu berbeda.
Rya sangat bersyukur untuk dukungan dan support dari keluarganya. Bahkan tak jarang, kalau proses dekornya masuk atau dimulai pada malam hari dan berahir dini hari, Rya akan diantar jemput oleh kakak dan ayahnya secara bergantian.
Pernah suatu kali karena Rya lupa ga tanya jadwal dekor hari itu dimana lokasinya, akibatnya Rya menghabiskan setengah hari di perjalanan.
Rya bahkan langsung menuju lokasi tempat dekor di sebuah gedung yg bersejarah, ia harus rela berjalan kurang lebih 30 menit dan hanya bermodal nekat sambil sesekali bertanya kesana kemarin tentang lokasinya.
__ADS_1
Karena memang lokasinya sangat jauh dari pemberhentian bus, ia pun hanya menempuhnya dengan berjalan kaki.
Ya hari itu Rya berangkat ke jalan TS, dan ternyata rombongan pekerja sudah berangkat ke lokasi gudang penyimpanan peralatan dekor yg ada di Jalan W. Ia pun harus kembali menyusul team WO dengan naik bus ke jalan W.
Kebetulan hari itu ia ga diantar karena masih siang hari, jadi ia pun hanya naik angkutan umum.
Setelah turun bus ia berjalan melewati tengah sawah yg ternyata cukup jauh jalannya. Dan sialnya lagi, team WO juga tidak ada disana.
Dengan langkah gontai, ahirnya ia kembali berjalan kaki lagi dan naik bus menuju lokasi ditengah kota, yaitu tempat berlangsungnya acara pesta pernikahan customer.
Tak terhitung lagi, hari itu ia sudah naik bus 6 kali dan sore hari barulah ia sampai disana. Sekali lagi ia pun harus berjalan kaki, untuk sampai di tempat itu.
Dan pukul 17.00 WIB ia baru sampai di lokasi gedung tempat dilangsungkan acaranya. Untungnya ia bertemu dengan penjaga museum disana, dan Rya pun kembali bertanya apakah rombongan yg mau mendekor di tempat itu sudah datang apa belum?
"Maaf pak ... selamat sore, maaf apa benar nanti malam tempat ini mau di dekorasi buat acara pernikahan?"
"Oh iya bener non, tapi kalau bapak boleh tau, apa nama WO nya ya Non? soalnya banyak banyak yg akan melakukan pesta pernikahan minggu ini."
"Satya W.O pak namanya."
"Hahh ..." Rya langsung terkulai lemas sesudah mendengar ucapan penjaga itu. Rasanya ia sungguh tak percaya, baru kali ini ingin rasanya menangis, dari tadi cuma muter-muter
dan ujung-ujungnya ga ada penjelasan maupun kepastian.
"Kenapa non? apa bapak salah ngomong ya?"
"Eh, itu anu ... enggak pak ... cuma saya saja yg salah, karena tidak bertanya lebih dulu sama team saya," ucapnya lemas.
Dan Rya pun menjelaskan kepada petugas museum tentang kejadian yg menimpanya hari itu.
"Ya sudah non istirahat aja dulu, maaf bapak jaga disini cuma sendirian, tapi ada kamar di bilik sebelah sana, kalo non mau sholat, di sana tempat ambil air wudhu dan non bisa sholat disana, biar bapak siapkan air dan makanan buat non."
"Ndak usah repot pak, maaf malah kedatangan saya mengganggu bapak,maaf ya pak," Ucap Rya tidak enak hati.
__ADS_1
"Engga non, anggap aja bapak orang tua non, bapak juga punya putri seusia non kok," jawabnya sambil tersenyum.
Dan ahirnya Rya pun permisi untuk ambil air wudhu dan ia pun melaksanakan sholat maghrib di museum itu. Dan ternyata bilik yg dimaksud bapak tadi memang sebuah bangunan tua, khas jaman penjajahan, tapi masih terawat dengan baik. Bahkan perabotnya dan bangunannya terbuat dari kayu jati asli, makanya bisa bertahan sampai saat ini.
Kalo soal suasana lingkungannya jangan ditanya lagi, yang namanya museum itu meski siang hari auranya uda beda kan, apalagi malam hari? wah dijamin aura mistisnya jelas terasa. Karena sudah selesai ibadah, Rya memberanikan diri keluar bilik, daripada didalam kamar bisa-bisa ia ketakutan, mending ia nemenin bapak penjaga tadi sekaligus ngobrol-ngobrol dengan beliau. Karena kalau ia tetep didalam sana, otaknya pasti sudah travelling kemana-mana.
Dan ternyata beliau masih di tempat terakhir Rya tinggal, beliau sedang membuat mie rebus dan teh hangat untuk kita berdua.
"Eh non, sudah selesai? kok ga istirahat di bilik saja?"
"Emm, engga pak, saya takut sendirian di bilik," jawab Rya terus terang.
"Walah non, tenang saja, disini aman kok, nyatanya bapak yg udah puluhan tahun mengabdi disini biasa saja." Jawab bapak itu menenangkan Rya.
"He ... he ... he ...." jawab Rya sungkan, "Ya mungkin aja penghuninya uda temenan ama bapak kan?" gerutunya dalam hati.
"Ya sudah, ini dimakan dulu mienya dan ini tehnya."
Bapak tadi pun menyerahkan makan dan minuman di depan Rya.
"Bapak mau sholat dulu ya non, ditinggal sebentar tak apa-apa kan?"
"Iya pak, gpp, makasih buat makan dan minumnya."
"Iya ... maaf ya non, soalnya bapak cuma punya mie instan saja," jawab bapak itu dengan terkekeh.
Dan bapak penjaga itupun meninggalkan Rya di pos penjagaan. Dan lagi-lagi Rya pun sendiri, jangan ditanya lagi, otaknya uda travelling ke dunia mistis.
Matanya menyisir ke seluruh penjuru museum, melihat pohon-pohon yg tersisir angin, lalu bilik-bilik yg setiap kamarnya ada lampu penerangan tapi tidak terlalu terang. Sampai terlintas dipikiran Rya, kalo-kalo ada yg nemplok di pohon trus ketawa-tawa, yg pastinya Rya akan teriak-teriak dan mungkin saja pingsan.
Haizzzhhh ... membayangkan saja sudah membuat bulu kuduk Rya berdiri, apalagi sampai terjadi. "Dan semoga saja tidak ada apa-apa," batinnya.
Rya pun memakan makan dan minuma yg sudah dipersiapkan bapak tadi. Ga enak juga kan kalo nanti keburu dingin trus bapaknya balik makanan dan minumannya belum disentuh, nanti dikiranya engga suka gimana hayo? mending segera dimakan.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian bapak penjaga sudah kembali dan menemani Rya dan iapun juga makan dan minum yg sama seperti yg ia berikan pada Rya.
~ Bersambung ~