Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
PROSESI ADAT


__ADS_3

..........................


Tiyan pun terpaku akan kehadiran Putri yg tampak anggun dan menawan pagi itu. Matanya pun tak berkedip saat melihat wanita yg baru sama menjadi istrinya tersebut.


Setelah sampai Putri pun duduk di dekat suaminya. Ia pun menyalami dan mencium tangan suaminya tersebut sesudah Tiyan menyematkan cincin permata pernikahan mereka.


Sesudah itu, Tiyan pun memegang ubun-ubun Putri sembari melafalkan doa berikut:


"Allahumma inni as'aluka min khairiha wa khairi ma jabaltaha 'alaihi. Wa a'udzubika min syarriha wa syarri ma jabaltaha 'alaihi"


Artinya:


"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang Engkau tetapkan atas dirinya."


Lalu Tiyan pun mengecup kening Putri untuk pertama kalinya di depan keluarga dan tamu undangan.


Sesudah itu mereka baru menandatangi buku nikah.


Setelah prosesi ijab qabul selesai, pasangan pengantin tersebut segera diantar masuk kedalam rumah menuju tempat di salah satu bagian rumah, untuk berfoto dan mengabadikan momentum tersebut. Karena sesudah itu masih ada proses lainnya dan mereka harus menggunakan pakaian pengantin yg berbeda untuk menyambut para tamu undangan.


Sebuah spot foto yg cantik juga sudah menunggu pasangan pengantin baru tersebut. Dengan ornamen bunga kering dan bunga segar sudah tersaji apik.



Setelah selesai, Putri dan Tiyan segera berganti pakaian, karena sebentar lagi mereka akan melakukan prosesi adat selanjutnya.


Pukul setengah sepuluh pagi, upacara panggih pun dimulai. Tiyan dan Putri juga sudah kembali pada keluarga masing-masing.


Prosesi ini dimulai dengan datangnya calon mempelai pria dan rombongan ke kediaman calon mempelai perempuan, yang berhenti di depan pintu masuk rumah.

__ADS_1


Pada sisi rombongan mempelai laki-laki, ada 2 orang lelaki muda atau 2 orang ibu membawa masing-masing serangkaian bunga yang disebut kembar mayang. Salah satunya membawa sanggan yang dibungkus daun pisang dan ditaruh di atas nampan. Sanggan diserahkan kepada ibu mempelai perempuan. Sedangkan kembar mayang dibawa keluar area rumah dan dibuang ke jalan di dekatnya, dengan maksud agar upacara pernikahan selalu berjalan lancar tanpa gangguan.



Kurang lebih kembar mayang seperti itu ya 🤗


Seperti namanya, kembar mayang adalah sepasang hiasan dekoratif yang dibentuk dari rangkaian akar, batang, daun, bunga, dan buah setinggi setengah sampai satu badan orang dewasa.


Kembar mayang akan dilibatkan dari sub-upacara midodareni sampai upacara panggih. Kembar mayang dipercaya dapat memberikan motivasi dan kebijaksanaan kepada kedua pasangan untuk menjalani lembaran baru rumah tangganya.


Pada sisi rombongan mempelai laki-laki, ada 2 orang lelaki muda atau 2 orang ibu membawa masing-masing serangkaian bunga yang disebut kembar mayang. Salah satunya membawa sanggan yang dibungkus daun pisang dan ditaruh di atas nampan. Sanggan diserahkan kepada ibu mempelai perempuan. Sedangkan kembar mayang dibawa keluar area rumah dan dibuang ke jalan di dekatnya, dengan maksud agar upacara pernikahan selalu berjalan lancar tanpa gangguan.


Lalu sesudah mempelai pria memasuki tenda pernikahan (sudah didalam tratag), acara selanjutnya upacara balangan suruh.


"Dalam pernikahan ada Jawa dekorasi tenda disebut tratag, yaitu hiasan yg dibuat dari janur atau daun kelapa muda yang disebut tarub."



.............................


Masih di titik yang sama dengan upacara panggih tadi, jarak antar mempelai kurang lebih lima langkah. Kedua mempelai saling melempari ikatan daun sirih yang diisi kapur sirih dan diikat benang.


Kedua mempelai saling melempar sambil tersenyum, mempelai laki-laki mengarahkan lemparannya ke arah dada mempelai perempuan, dan mempelai perempuan meleparnya ke arah paha mempelai laki-laki. Menurut kepercayaan kuno, daun sirih punya daya untuk mengusir roh jahat dalam diri pengantin.


Tampak sekali Tiyan dan Putri masih malu-malu saat bertatap muka dan melakukan prosesi kali ini. Tapi mereka harus menyelesaikan prosesi ini secepatnya, maka dari itu mereka juga saling mencuri pandang dan tersenyum satu sama lain.


Ada getaran aneh yg mendesak di dalam dada Tiyan dan Putri. Entah itu apa author engga paham.


Kemudian lanjut ke prosesi injak telur atau yang disebut ngidak endhog. Ngidak endhog merupakan prosesi dimana sang suami (Tiyan) menginjak telur mentah, lalu sang istri (Putri) membersihkan kaki suaminya dalam posisi berlutut. Ini mengartikan kesopanan istri kepada suami.

__ADS_1


Setelah itu, Tiyan membantu Putri untuk bangkit berdiri, yang memiliki makna penghargaan terhadap istri.


Setelah menginjak telur, prosesi pernikahan adat Jawa berlanjut ke mengenakan kain sindur kepada kedua pengantin yang berjalan menuju pelaminan sambil berpegangan tangan.


Kain sindur biasanya berwarna putih dan terdapat renda merah di dalamnya. Kedua warna ini melambangkan keberanian serta gairah dalam menjalani rumah tangga.


Dalam prosesi ini, Tiyan dan Putri akan diantarkan ayah Putri dengan menggunakan kain sindur tersebut menuju kursi pelaminan.


Sesampainya di kursi pelaminan, kedua mempelai diarahkan untuk duduk di atas pangkuan ayah dari mempelai wanita.


Lalu sang Ibu Putri naik ke atas panggung untuk bertanya siapa yang lebih berat di antara kedua pasangan.


Kemudian, Ayah Putri akan menjawab keduanya sama saja. Percakapan ini menandakan bila tidak ada perbedaan kasih sayang kepada kedua mempelai.


Prosesi selanjutnya yaitu minum air degan. Air degan atau air kelapa muda dilambangkan sebagai air suci dan air kehidupan. Air degan yang diminum bersumber dari satu gelas saja untuk seluruh keluarga.


Sang ayah dari mempelai wanita akan menjadi yang pertama meminum air degan, lalu diteruskan ke sang ibu hingga kepada kedua mempelai.


Lalu proses selanjutnya adalah kacar kucur, dimana mempelai pria, Tiyan akan mengucurkan uang receh serta biji-bijian kepada mempelai wanita,Putri. Sebagai lambang bahwa sang pria akan bertanggung jawab menafkahi keluarganya, serta menjadi tanggung jawab istri untuk mengelolanya.


Setelah kacar kucur, kedua pengantin akan saling menyuapi sebanyak tiga kali. Prosesi ini menaruh harapan bahwa kedua pasangan bisa saling rukun, pengertian, dan tolong-menolong dalam menjalani kehidupan pernikahan.


Saat suapan pertama, kedua manik mata mereka beradu dan saling mengunci, sampai ahirnya ucapan jurus rias menginterupsi mereka untuk melanjutkan acara suap-suapannya.


"Ihiiii ... pengantinnya malu-malu." Ucap salah satu hadirin dan disahuti hadirin lainnya.


"Sudah dilanjutkan saja prosesinya, nanti habis ini sayang-sayangnya bisa dilanjut di kamar. " Bisik jurus rias pada kedua mempelai.


Blush ... seketika rona merah muncul di kedua pipi Putri. Kalau tidak sedang duduk di pelaminan, sudah pasti Putri akan sembunyi.

__ADS_1


Begitu pula dengan Tiyan, yg malu karena tadi sempat tidak sadar dengan kelakuannya tadi. Memang benar saat ini mereka sedang di pelaminan mereka sendiri, jadi harus fokus pada prosesi acara. Tapi memang saat ini, Tiyan masih terfokus pada kecantikan Putri, alias dia sedang tersepona eh terpesona ....


Putri yg biasanya tidak pernah berdandan, saat ia dirias kali ini wajahnya manglingi. Cantik dan sangat manis dimata Tiyan. Putri pun sama takjubnya dengan Tiyan. Ia juga memuji kharisma Tiyan yg kali ini sangat terlihat lebih gagah.


__ADS_2