Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
MAKAN BERDUA


__ADS_3

Dan sejak saat itu ia memilih mundur dan mengubur semua kenangan tentang Sandra sampai ia memutuskan untuk pergi ke kota S.


Sekarang Putri hadir membayangi hari-hari Tiyan. Tentu saja hati Tiyan kembali bersemi akan kehadiran Putri.


Dan benar saja ia baru saja melihat Putri membuka pintu kamarnya. Entah mengapa hal itu membuatnya semakin bahagia.


Sampai saat ini Putri masih belum sadar jika ia diawasi dari atas sana. Jadi ia masih melalukan hal seperti biasanya.


Sampai sore itu teman sekamar Putri datang, "Hei Put, sedang ngapain di luar kamar? di kamar panas ya?" sahutnya.


"Ha ... ha ... ga juga si kak, cuma ni habis buang sampah eh ... malah betah diluar kamar, ha ... ha ..." jawab Putri.


"Oh ya Put, ini aku bawain oleh-oleh kesukaan kamu lo." Ucapnya sambil menyerahkan kantong oleh-olehnya pada Putri.


"Wah, benarkah? asyikk!" jawab Putri sambil jingkrak-jingkrak karena saking senangnya.


Hal itu pun tak luput dari perhatian Tiyan diatas sana. Ia juga ikut bahagia melihat Putri bahagia.


Ahirnya mereka masuk kamar mereka.


πŸƒRumah Vano


Vano yg sudah tidak sabar, segera menghubungi Putri.


Tulalit ... tulalit ... tulalit ...


"Put HP kamu tu berbunyi ... " tunjuk Kak Novi pada Putri yg sedang asyik makan oleh-oleh yg dibawanya.


"Oh iya kak!" jawabnya dengan mulut penuh makanan.


"Lain kali ganti dering HPnya ya Put, telinga kakak sakit denger ringtone HPmu," gerutu Kak Novi.


"Wkwkwkwkwk ... oke ... oke kakakku sayang," jawab Putri. Dan ia pun segera mengangkat teleponnya.


"Hallo ..." ucap Putri.


"Hai Put, lagi apa?"


Oh ka Vano, "Hai kak ... ini Putri lagi makan cemilan."


"Owh ... ngemil trus ga takut gemuk apa?"


"Tenang kak, emang Putri lagi program penggemukan badan weehhh ..."


"Lo ... lo ... lo ... beraninya ngejek Putri, awasss aja kepincut bau tau rasa!"


"Ha ... ha ... ha ... ga takut wekkk, kan uda pernah, lagian sekarang Putri uda lebih gede, pasti uda beda dong!" imbuhnya lagi.


"Ya ... ya ... yg baru aja gede ..." ucap Tiyan setuju dengan pendapat Putri.


"Ya iyalah ... sekarang aku uda punya KTP jadi uda agak gede kan ketimbang saat kita ketemu dulu," sahut Putri ga mau kalah.


Vano diseberang sana hanya bisa geleng-geleng. Putri yg dulu dengan Putri yg sekarang masih sama polos dan apa adanya.


"Putri, kita mau ngobrol bukan mau debat gubernur ... jadi stop ya pidatonya."


"Oh iya lupa, emang ada apa kakak telpon aku? kangen ya sama mulut bawel Putri ... ckckck ..."


"Iya, kok tau sih."


"Sial, aku yg godain eh aku sendiri yg kena," gerutu Putri dalam hatinya.


"Lah malah diem anaknya ... hoi ... putri ..."


"Iya kak, ada apa ..."


"Uda liat pengumuman di grup alumni?"


"Udah."


"Kamu datang ga?"

__ADS_1


"Ga tau kak, kayaknya ga bisa deh, soalnya mepet sama cuti kantor. Kan libur lebaran cuma 10 hari doang, habis dijalan 2 hari, tinggal 8 hari deh," jawabnya panjang lebar.


"Padahal pengen ketemu lo ...."


"Lo kan kakak uda tau rumah Putri, kan bisa ketemuan pas lebaran."


"Oh iya juga ya, emang ga keberatan kalo kakak main kesitu."


"Engga lah, Putri malah seneng ada teman sekolah Putri yg maen ke rumah, kan bisa nambah silaturahmi," sahutnya dengan antusias.


"Alhamdulillah, tapi ga janji ya Put, takutnya ga ada motor."


"Iya kak, santai aja, kalo ketemu itu pasti uda takdir kalo ga jadi ketemu berarti juga takdir ... he ... he ...."


"Makasih Put, ya dah see you ..."


"See you kak ..."


Setelah melihat kak Novi sudah selesai mandi, ahirnya Putri pun mandi lagi, karena sebentar lagi sudah mau maghrib.


Dan kali ini Putri memakai setelah celana jeans dan kaos, simple tapi tak mengurangi kecantikan Putri.


"Duh yg mau kencan ..." goda kak Novi.


"Kakakku yg cantik, aku ga kencan ya, cuma ada janji ama teman aja, oke ...."


"You seriously didn't lie to you?"


"Yes sure ...."


"Putri pamit dulu, assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam, hati-hati Put."


Putri pun keluar kamar dengan menenteng tas kecilnya. Dan didepan asrama sudah ada Tiyan yg menunggunya disana.


"Wah, kenapa kak Tiyan cakep banget malam ini," gumam Putri yg menelan salivanya dengan berat.


Tiyan yg menyadari kehadiran Putri pun tersenyum, "Hai ..."


"Putri malam ini begitu cantik," gumam Tiyan dalam hatinya.


"Oh ya Put, sudah makan belum?"


"Makan camilan uda, kalo makan makanan berat belum," jawabnya jujur.


Tiyan tertawa senang, "Ya dah, ayok cari makan bareng."


"Putri mau makan apa?"


"Nasi goreng kayaknya enak ya."


"Ok, ayuk aku tau tempat penjual nasi goreng yg enak."


"Ayukk."


Dan mereka berdua pun pergi beriringan. Sesekali ditengah perjalanan mereka saling melemparkan candaan.


Putri emang orang yg ceria dan gampang akrab membuat Tiyan juga nyaman jalan sama Putri.


Ahirnya tempat yg dituju sampai, "Tu Put tempatnya, ayuk keburu malam lo," ajak Tiyan.


"Yuk ah."


"Dua porsi nasi goreng mawut ya buk."


"Siap mas, mau pedas atau biasa?"


"Kamu mau yg pedas atau biasa Put?"


"Biasa aja."

__ADS_1


"Pedes 1 biasa 1 buk," ucap Tiyan pada ibuk penjual nasgor.


"Siap, ditunggu ya mas mba."


"Iya buk," ucap mereka berbarengan.


"Kamu gpp kan Put makan ditempat begini?"


"Gpp kak, biasa aja kali."


"Oh ya dah, takutnya kamu alergi diajak makan dipinggir jalan, kamu kan cantik," sahut Tiyan yg keceplosan memuji Putri.


"Ha ... ha ... ha ... kalo Putri asal tempatnya bersih dan nyaman dan makanannya Halal pasti Putri mau," jawabnya dengan senyumnya.


"Duh Putri, udah dong senyumnya, aku ga kuat ni," batin Tiyan.


Tiba-tiba Hp Putri berbunyi, "Siapa sih? ganggu nanggung," gerutu Putri.


Dan dilihatnya ternyata pesan dari Vano, ia pun membuka pesannya.


"Putri kamu lagi dimana?"


"Lagi kencan, kenapa?"


"You seriously?"


"Ha ... ha ... becanda kali kak, kenapa si kepo banget?"


"Ya masa g boleh tau si?"


"Lagi beli makan kak."


"Ya dah kalo gitu, met makan."


"Makasih."


Tiyan sedari tadi memperhatikan Putri. Sampai makanan yg mereka pesan datang.


"Put dimakan dulu, makanannya uda datang, ntar keburu dingin g enak lo."


"Oh iya kak." Putri pun segera menaruh Hpnya di meja.


"Wah, ini enak kayaknya kak," sahut Putri dengan antusias.


"Enak dong, makanya segera cobain, pasti nanti bikin ketagihan," sahutnya.


"Ah, aku coba ya kak."


Satu suap ... dua suap ... "Wah, ini benar-benar nikmat, lom pernah Putri makan nasgor seenak ini," sahut Putri


"Tentu dong, enak kan makanan rekomendasi Tiyan."


Putri pun mengacungkan kedua jempolnya ke arah Tiyan dan dibalasnya dengan senyuman penuh arti dari Tiyan.


"Gadis yg menarik," batin Tiyan


Dan malam itu mereka berdua makan malam bersama sambil saling mengenal satu sama lain.


~ Bersambung ~


.


.


.


.


.


MAAFKAN ATAS KETERLAMBATAN UPDATE HARI INI YAπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


DAN MAKASIH BUAT YG SUDAH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI..MAKASIH BANYAK YA..SEHAT SELALU BUAT SEMUANYAβœŒπŸ˜ŠπŸ™ JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVELKU YG KEDUA YA..JUDULNYA " AFTER MERRIED ". OH YA AUTHOR SUDAH MULAI UPDATE SEHARI 2 EPISODE LO..SEMOGA MAKIN MENGOBATI KERINDUAN KALIAN SEMUA..


JANGAN LUPA LIKE , VOTE , DAN KOMENTARNYA....MAKASIH BANYAK πŸ™πŸ˜Š


__ADS_2