
"Kamu ngapain tadi pagi jalan ama Aga?"
"Kakak salah paham, tadi pagi Aga yang nyusulin aku pas perjalanan ke kantor, trus dia coba ngobrol ama aku. Tapi 'ga aku tanggepin, makanya aku jalan duluan tadi," ucapnya.
"Aku 'ga percaya !!!"
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
"Maksud kakak? tanya Putri tak percaya.
"Ya, kamu pasti mau balik ama Aga kan?"
"Balik? kenapa balik? lagian aku sama Aga cuma teman kak, 'ga lebih! Lagian dia juga udah punya pacar, aku pula yang sudah cari buat dia."
"Kenapa kakak bisa ngomong kayak gitu? hiks ... hiks ... hiks ...."
"Kamu tau? kamu itu milikku ..." ucap Tiyan penuh ketegasan.
Putri hanya mengangguk, lalu berkata, "Iya ... Putri tau ...."
"Kalau kamu tau, harusnya kamu bisa jaga diri, 'ga kaya tadi pagi!"
"Maaf, kalau hal yang kaya tadi pagi kakak 'ga suka, pasti akan bakal Putri hindarin."
"Janji ???"
"Putri 'ga janji, tapi akan berusaha untuk menepatinya, asal kak Tiyan bisa maafin dan percaya sama Putri."
"Aku ga bisa, kalo 'ga ada jaminannya ..." ucapnya sambil menyeringai licik.
Untung saja suasana gelap, jadi Putri tidak bisa melihat raut wajah Tiyan secara jelas.
"Jaminannya apa?"
Tiyan pun meraih tengkuk Putri, hembusan nafas mereka saling beradu. Semakin dekat dan semakin dekat, dan ahirnya terjadilah apa yang tidak ingin Putri lakukan. Putri yang hendak meronta pun tak bisa karena Tiyan sudah mel*mat habis bibir Putri.
Putri yg belum pernah merasakan ciuman tak bereaksi apa-apa, tetapi matanya membola sempurna. Dia hanya diam dan hanya menikmati ciuman pertamanya. Ia hanya merasakan aroma mint dari hembusan nafas Tiyan yang ia hirup barusan.
Tiyan yang tak merasakan balasan dari Putri segera melepaskan tautan bibir mereka. Dia membuang muka, entah kenapa karena hal itu dia malah semakin marah.
"Kamu ga suka aku Put?"
"A ... aaku menyukai kak Tiyan taapp ... pii ...."
"Tapi apa? kamu saja tak mau membalas ciuman dariku?"
Putri tak bisa menjelaskan, dia memang menyukai Tiyan, tapi dia juga tak mau melakukan hal seperti barusan. Apalagi ini pengalaman pertamanya.
Karena dia juga belum pernah melakukan ciuman sama sekali dalam hidupnya. Ciumab tadi merupakan ciuman pertama Putri. Bahkan sampai sekarang detak jantung Putri masih belum bisa dikondisikan.
"Melihat saja belum pernah? bagaimana bisa praktek?" batin Putri berkecamuk.
Degup jatungnya pun masih maraton. Ia juga bingung, bagaimana harus menjelaskannya hal tersebut pada Tiyan. Ahirnya ia pun memberanikan diri menjawab pertanyaan menohok dari Tiyan tadi.
__ADS_1
"Aaaa ... aku belum pernah ciuman kak! Bagimana aku bisa membalas ciuman dari kakak, aku juga tak tahu bagaimana cara ciuman? jawab Putri asal saking frustasinya.
Tiyan kembali menatap wajah Putri dalam bayang-bayang cahaya rembulan yang menelusup di dedaunan.
Tangannya menangkup wajah Putri dan mencoba bertanya dengan lembut, amarahnya sedikit melunak, "Sungguh?"
"Sungguh kak ...."
Tiyan spontan memeluk tubuh Putri yg terdiam. Dia merasakan kenyalnya squisy Putri. Dan sesuatu dibawah sana tiba-tiba, meronta-ronta. Ia pun segera melepas pelukan Putri.
Entah kenapa hanya dengan mencium aroma tubuh Putri saja, adik Tiyan dibawah sana mulai terbangun. Ia pun juga takut jika Putri belum pernah berpelukan.
"Maaf, makasih sayang, aku juga hanya mencintaimu seorang."
"Putri juga sangat mencintai kakak," ucapnya.
"Kalau begitu, Putri mau kan melanjutkan yg tadi?"
"Yg tadi?" tanya Putri yang semakin panik juga bingung.
"Iya ..."
"Attaaap ... pi ..." ucapnya tertahan.
"Aku ajarin ..." bisik Tiyan tepat ditelinga Putri. Putri pun semakin kegelian dibuatnya.
Tanpa aba-aba, Tiyan kembali mel*mat bibir Putri dengan lembut, dia seolah sudah ketagihan akan benda kenyal berwarna pink yang sedari awal sudah menggoda Tiyan. Ia pun mulai mencoba menggali lebih dalam rongga bibir Putri.
Tiyan mulai meyesapnya dengan lembut dan menjelajahi bibir Putri. Lidah mereka saling membelit satu sama lain, dan tentunya saling bertukar saliva.
Putri memejamkan matanya menikmati alur yang diciptakan Tiyan. Memang sedari tadi Tiyan yang memimpin ciuman mereka.
Makin lama Putri pun mengerti alurnya, tapi ia kehabisan nafas dan terengah-engah. Tiyan yang mengetahuinya segera melepas ciuman mereka.
"Bernafas dong baby ..." ucapnya lembut.
Putri masih mengatur nafasnya yang ngos-ngosan begitu juga dengan jantungnya yang berdetak beribu kali lebih cepat dari biasanya.
"Gila banget kak Tiyan, sudah mencuri ciuman pertama Putri, hiks ... hiks ... hiks ..." batinnya marancau tidak terima.
Putri pun benar-benar merasa telah gagal menjaga dirinya sendiri. Ia sudah kecolongan ciuman pertamanya. Itu pun dilakukan oleh kekasihnya sendiri.
"Lanjutin lagi ya baby," ucap Tiyan yang masih dikuasai oleh hasratnya.
"Tapi jangan lupa bernafas," ucapnya lembut sambil menghembuskan nafas di ceruk leher Putri.
Tiyan pun tak menunggu persetujuan Putri melainkan langsung kembali mengulangi ciumannya lagi, tentu saja Putri terlonjak kaget.
Entah kenapa bibir Putri terasa manis dan sangat memabukkan bagi Tiyan. Rasanya sekali mencicipi ingin mencicipinya lagi dan lagi. Dia bahkan lupa kalau Putri baru sebatas pacar baginya.
Dan itu first kiss Putri. Tapi tidak bagi Tiyan karena ia sangat ahli dalam bidang itu. Apalagi mantan-mantannya yang dulu jauh lebih lihai ketimbang Putri. Tentu saja Tiyan belajar dari semua mantannya.
Dia semakin menyesap dan menjelajahi bibir Putri, sampai ahirnya lidah Putri pun mencoba memainkan alur seperti gerakan Tiyan padanya.
__ADS_1
Putri yg baru saja mengenal ciuman, malah semakin tertarik untuk mencobanya meski rasanya masih aneh baginya. Gelora hasrat yang muncul dari Tiyan seolah menular pada Putri yang masih polos.
Tiyan makin semangat saat Putri mencoba membalas ciumannya. Dia bahkan mulai menciumi leher Putri dan mendaratkan sebuah tanda kepemilikan di leher Putri.
Putri tersentak dan mendorong tubuh Tiyan. Iya merasa ada yang aneh kalo sampai hal ini dilanjutkan. Firasatnya menyuruhnya untuk berhenti sampai disitu.
"Maaf kak, Putri memang mencintai kak Tiyan, tapi 'ga kaya gini caranya."
Tiyan mulai menyadari perbuatannya. Awalnya ia hanya ingin memberi pelajaran buat Putri agar ia menyesal. Tetapi hal barusan di luar kendalinya. Ia benar-benar terbuai suasana. Bibir Putri berbeda dengan gadis-gadis yang sudah pernah berciuman dengannya.
"Inikah yg namanya cinta? ciuman dengan orang yang kita cintai rasanya sungguh berbeda dan memabukkan," batin Tiyan saat itu.
"Maa .... af Put, maafkan aku sayang."
"Tadinya aku hanya ingin memberi ketegasan kalau kamu sudah jadi milikku, kamu tidak boleh tersentuh oleh yang lain selain aku," ucapnya memberi ketegasan.
Putri masih tidak terima. Orang yg dicintainya dulu bahkan tak pernah mencuri ciuman darinya, tapi kenapa Kak Tiyan berbeda?
Inikah cara pacaran orang dewasa? sedangkan pacaranku dulu ala anak remaja? makanya berbeda?
"Tapi 'ga kayak gini juga kak caranya, kaka bisa minta baik-baik padaku, tanpa harus kaya gini?" ucapnya sambil terisak.
Ia tak menyangka orang yg dicintainya dan dihormatinya mempunyai kelakuan yg sama dengan orang-orang nakal. Baginya hal yang dilakukan Tiyan barusan adalah salah.
Tiyan mengecup kedua tangan Putri dan terus menerus minta maaf. Ia sadar kelakuannya barusan melewati batas.
"Maaf, maaf, maafkan aku sayangku, aku sungguh mencintai kamu, aku 'ga ingin kehilangan kamu, sungguh!"
Putri tetap terdiam dan terisak. Ia tak mau menerima penjelasan apapun dari kekasihnya tersebut.
"Aku akan bertanggung jawab untuk hal tadi, aku akan menikahimu Putri, tolong maafkan aku sayang," ucapnya dengan tulus.
Mata Putri membola, ia teringat sesuatu. Ia tak menyangka sudah dua kali ia dilamar orang dalam usia semuda ini. Dan ia masih takut menuju ke jenjang pernikahan. Apalagi dengan usia yang segitu muda, apa kata dunia?
Memang kakak-kakak wanitanya hampir semuanya menikah di usia muda, tapi masa iya, dia juga harus mengalaminya?
"Putri jangan diam, jawab aku!"
"Please ... will you marry me Ryanni Putri Azzahra?"
Putri masih membeku dalam diamnya. Dia bingung dengan semua kejadian yang terjadi pada malam ini. Pikiranya masih mencerna apa-apa yang harus ia lakukan dengan pertanyaan Tiyan tadi.
.
.
.
JANGAN LUPA KRITIK, SARAN, FAVORIT DAN GIFT NYA YA.. BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT BUAT NULIS NOVELNYA.🙏😊
..OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "
SEMOGA KALIAN SUKA 😊.. TETAP JAGA KESEHATAN DAN PATUHI PROTOKOL KESEHATAN YA...😘.. SEHAT-SEHAT SEMUANYA 🙏
__ADS_1