Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
BIMBANG


__ADS_3

Dan kalau sekarang mau bikin adik Vian lagi, rasanya tidak mungkin. Karena sebentar lagi Vian pasti akan menikah dan mereka akan menjadi oma dan opa.


Bahkan memikirkan nasib putranya saja sudah membuatnya pusing. Andai saja dulu ia tak sesuka itu pada pekerjaan pasti ia tidak akan kehilangan momen terhadap putra semata wayangnya itu dan yang pasti sudah memiliki banyak anak dengan istri tercintanya itu.


πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ~πŸƒ


Tapi waktu tidak dapat diputar kembali. Apa yang sudah terjadi tidak dapat diulang lagi. Sekarang ia hanya bisa memikirkan nasib masa depan anaknya.


Tapi kalo soal percintaan Vian, ia tidak akan ikut campur. Karena memang itu adalah hak Vian. Dan kebahagiannya saat ini, biarkan ia yang memilih jalannya sendiri.


Kewajiban orangtuanya hanya mengarahkan untuk semua hal yg sekiranya terbaik untuk anaknya.


Setelah berfikir panjang lebar, ahirnya ia pun menyusul istrinya ke kamar. Karena mumpung ia pulang, boleh dong memanjakan istri tercantiknya itu..


πŸƒVian pov -


Di dalam perjalanan pulang Vian masih saja teringat Putri. Ingin rasanya ia memutar waktu agar bisa bersama Putri lebih lama lagi.


Dan ahirnya ia sampai di rumah kediaman neneknya. Ia pun memarkirkan mobilnya di garasi. Dan ia segera masuk ke rumah.


Ceklek.


"Assalamu'alaikum " ucapnya, tapi tak ditemuinya siapapun di rumahnya.


Ia pun langsung naik ke lantai dua di ruang seninya. Ia merebahkan dirinya di sofa sambil memandangi wajah Putri yang pernah ia lukis.


Ryanni Putri Azzahra, sosok gadis cantik, imut, manis dan selalu membuat hariku makin berwarna. Akankah aku selalu bisa membahagiakanmu?


"I love you Putri," ucap Vian sembari menatap lukisan di depannya.


πŸƒPutri pov -


"Aaakhhhh,,seharian ini capek banget!" gerutunya sambil merentangkan kedua tangannya di atas kasurnya yang empuk.


Tadi sehabis pulang ia langsung naik ke kasurnya lalu rebahan cantik. Ia sangat lelah hari ini. Ingin rasanya ia menikmati suasana nyaman di rumah Vian lebih lama lagi, tapi ia kan bukan siapa-siapanya Vian. Mana mungkin ia berlama-lama disana.


"Andai Vian pacarku pasti aku akan bahagia," gumamnya.


"Aarrggghhh, ngomong apaan sih"


Ahirnya Putri pun bangun dan langsung menuju kamar mandi buat membersihkan dirinya yang sudah lengket .


Tak lupa sehabis mandi ia lalu beribadah sholat Ashar. Dan karena buru-buru tadi pulangnya, ia pun tak sempat membeli makan. Ia pun memakan cemilan sambil menonton TV.


Sedangkan di balkon lantai tiga ada seorang lelaki yang sedang bimbang akan perasaannya .

__ADS_1


Entah kenapa kejujurannya kali ini belum membuatnya beruntung tetapi justru dihadapkan dengan masalah yang besar.


Sambil melihat kamar Putri dari lantai 3, ia terus berfikir bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan maaf dan cintanya itu kembali. Kalau sampai Putri meninggalkannya entah seperti apa kehidupan di depannya.


Saat ini Tiyan tidak bisa berfikir dengan jernih. Terlebih lagi orang yang biasanya diajak berdiskusi sedang tidak bersamanya.


Ya, Putri sedang marah padanyavdan ia pun tak bisa mendekatinya untuk saat ini.


🌱 Beberapa hari kemudian


Sudah hampir 1 minggu Putri mendiamkannya. Ia pun tak berniat untuk menghubungi Tiyan ataupun sebaliknya. Ia lebih memilih menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya dan kalo malam hari ia akan berchat dengan Vian.


Bukan maksud Putri untuk menduakan Tiyan, tapi sikap Tiyan yang kemarin masih belum bisa dimaafkan olehnya.


Hampir setiap malam mama Vian menanyakan kapan Putri mau maen ke rumahnya lagi. Karena mama Vian sudah mengganggap Putri sebagai anak perempuan mereka.


Putri pun bahagia mendapatkan keluarga kedua setelah keluarganya sendiri. Tapi ia ragu dengan sikapnya kali ini, ia takut memberi harapan pada Vian kembali.


Dulu sewaktu sekolah sebenarnya ia tau kalo Vian menyukainya tapi Putri masih menunggu sampai Vian mengatakannya, tapi ternyata sampai lulus pun Vian tak pernah menyatakan rasa cintanya.


Andaikan Tiyan tidak datang lebih dulu, pasti ia akan lebih memilih Vian yang sudah lama dikenalnya.


Dan pasti akan lebih cocok dan nyambung ketika berbicara tentang seni, karena memang background mereka berdua sama-sama di dunia seni.


Ahirnya sore itu, bagian divisi Tiyan tidak lembur, jadi ia bisa pulang sore bareng dengan jam kepulangan divisi Putri.


Mereka sama-sama berjalan di lorong menuju pintu pemeriksaan di bagian pos terahir. Putri masih belum menyadari kalo Tiyan ada di belakangnya.


Sedangkan Putri masih asyik dengan dunianya sendiri. Ia masih membayangkan kalo esok ia akan berkunjung ke rumah Vian untuk kedua kalinya.


Ya, setelah setiap hari memaksa Putri, ahirnya ia luluh. Karena yang terahir menelpon Putri adalah mama Vian sendiri.


Dan ia mengancam kalo sampai Putri tidak mau datang, maka beliau yang akan menjemput Putri sendiri di asrama Putri.


Setelah keluar perusahaan, Putri tetap dengan santainya menuju asramanya. Wajahnya tetap secerah mentari pagi, meski waktunya sudah masuk waktu senja.


Ia berjalan santai tanpa tau Tiyan berada di belakangnya dan berjalan santai bersamanya. Sampai ahirnya, Putri berhenti untuk mengambil kuncinya yang terjatuh dan tak sengaja Tiyan menabraknya dari belakang.


"Bruaakkkkk ..."


Putri hampir terjatuh ke depan kalau saja Tiyan tak memegangi tangannya. Putri mendongakkan wajahnya.


"Kak Tiyan ..." gumamnya.


"Hai Put ..." sapanya ramah.

__ADS_1


"Maaf ya, 'ga sengaja nabrak kamu."


"Eh iya ..." Putri pun berdiri dan memandang Tiyan dengan perasaan aneh.


Rasanya aneh, sudah lama 'ga ketemu, trus tiba-tiba bertemu se-sore ini .


Putri pun berjalan kembali diikuti Tiyan disampingnya.


"Kok tumben udah pulang kak?" tanya Putri basa-basi.


"Ii... iya, tadi 'ga lembur, tapi besok masuk kerja," ucapnya.


"Haahh ... kok gitu ..." ucap Putri sedikit kecewa.


"Iya, mungkin kebijakan baru Put," ucapnya sambil memandang jauh ke depan.


Ia sengaja menghindari tatapan mata Putri yabg selalu saja bisa meluluhkan hatinya.


"Owh.. " jawab Putri manggut-manggut.


"Nanti malam bisa kita keluar bareng?" tanya Tiyan kembali.


Putri nampak berfikir.


"Mm boleh, tapi cuma ke depan ya, Putri 'ga mau jauh-jauh," ucapnya lesu.


"Ok, makasih Put!" ucap Tiyan diiringi senyuman mematikannya.


Putri yang tak sengaja melirik wajah Tiyan menjadi salang tingkah sendiri. Baginya meski Tiyan kekasihnya tapi ia masih malu-malu terhadapnya.


Begitu pula dengan Tiyan, entah kenapa didekat Putri detak jantungnya tak pernah bisa dikondisikan.


.


.


.


HAI... HAI... GIMANA... SUKA 'GA DENGAN KEDATANGAN VIAN KEMBALI DALAM HIDUP PUTRI... ABIS TIYAN JAHAT SI AMA PUTRI..😭


OH YA JANGAN LUPA LIKE, KOMEN KRITIK, SARAN & GIFT-NYA YA... BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT BUAT NULIS NOVELNYA.πŸ™πŸ˜Š


..OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "


SEMOGA KALIAN SUKA 😊.. TETAP JAGA KESEHATAN DAN PATUHI PROTOKOL KESEHATAN YA...😘.. SEHAT-SEHAT SEMUANYA πŸ™

__ADS_1


__ADS_2