
..............................
Lalu sesaat kemudian, mereka pun sampai di rumah kontrakannya. Putri segera masuk rumah, sedangkan Tiyan memarkirkan motornya di depan rumah.
"Mas mandi dulu ya, Putri mau siapin makanannya."
"Iya sayang." Tanpa berbicara lama, Tiyan pun segera pergi ke kamar mandi. Karena sebentar lagi pastinya temannya akan segera datang.
Dengan cepat, ia pun segera mandi dan mengganti pakaian dengan kaos dan celana panjang. Lalu mereka pun segera makan malam.
Setelah selesai makan malam, Putri mau membereskan makanannya, tapi terdengar pintu rumah diketuk.
Tok
Tok
Tok
"Assaalamu'alaikum." Ucap seseorang di luar rumah.
Putri hendak membuka pintu. Tapi Tiyan mencegahnya. "Biar aku yg buka sayang." Ucap Tiyan.
"Hu um mas." Jawab Putri, ia pun segera membereskan peralatan makan malam mereka.
Sedangkan Tiyan menuju pintu depan dan membukakan pintu untuk tamunya.
Ceklek
"Hai, kalian sudah datang, ayo masuk, maaf rumahnya masih berantakan." Ucap Tiyan basa-basi.
Ia pun menyalami tamunya dan menyuruhnya duduk di karpet yg ada di ruang tamu. Dari dalam rumah muncullah Putri dan menyalami mereka.
"Wah, istrinya Tiyan cakep ya, pantes aja Tiyan ngebet nikah." Seloroh salah satu tamu mereka.
"Padahal Tiyan dingin lo sama cewek, tapi pandai juga ya memilih istri." Sahut yg lainnya.
"Hmmm." Ucap Tiyan.
"Tu kan, cuma dijawab hmmm doang. Kamu yg sabar ya ngadepin manusia kulkas didepanku ini ya mbak." Ucap yg lainnya.
Dan percakapan mereka pun mengundang tawa Putri dan yg lainnya. Di dalam hati Putri, ia tahu betul sifat suaminya tersebut, bahkan karena sifatnya itulah yg mampu meyakinkan dirinya agar bisa bersanding dengan Tiyan.
Putri pun menghidangkan beberapa kue kering dan minuman dingin untuk tamu mereka. Dan malam itu tamu Tiyan dan Putri bergantian datang dan bertamu ke rumah mereka. Tujuannya adalah mengucapkan selamat menempuh hidup baru, dan meminta maaf karena tidak bisa hadir di pesta pernikahan mereka kapan hari.
__ADS_1
Tepat pukul 10 malam, ahirnya tamu mereka sudah pulang semua. Tiyan pun ahirnya menutup dan mengunci pintu mereka.
Putri sudah berulang kali menguap karena mengantuk, ia pun mengambil air wudhu untuk beribadah sholat isya', begitu pula dengan Tiyan. Sebelum tidur mereka beribadah bersama. Lalu sesudah itu mereka tidur karena memang hari pertama kerja mereka sangat capek sekali. Banyak pekerjaan yg menumpuk dan harus diselesaikan di hari awal pertama mereka masuk.
Bahkan Tiyan yg tadinya ingin buka puasa pun mengurungkan niatnya. Ia merasa kasihan pada Putri karena melihat ia kelelahan. Ahirnya mereka tidur dengan posisi Tiyan memeluk erat tubuh istrinya tersebut. Sedangkan Putri sudah tidur sejak tadi.
⚘Seminggu kemudian
Setelah beberapa hari bersama dan masih belum belah duren, sepertinya Tiyan masih belum bisa memaksa Putri untuk melakukan hal itu. Karena Putri masih merah. Jadi Tiyan harus berpuasa lebih lama.
Beberapa temannya semakin senang untuk menggoda Tiyan. Tiyan sudah hampir frustasi karena ledakan teman-temannya.
"Dapat yg cantik, tapi lom bisa belah duren? kasihan deh elu." Begitulah ucapan teman-teman yg selalu menghantui Tiyan.
Bahkan ada teman cewek Tiyan yg merasa kasihan sama Tiyan, ia pun mencoba mendekati Tiyan. Ia tak mempermasalahkan jika Tiyan sudah beristri. Toh mereka belum belah duren, ia masih bisa memisahkan mereka.
Dia pun melancarkan aksinya untuk mulai mendekati Tiyan.
Sesaat di toilet ia sengaja mengikuti Tiyan, di berada di sebelah kamar Tiyan. Saat ia keluar dari toilet ia sengaja pura-pura terjatuh.
Sret ... sliut ... bruk ...
Bukannya menolong, Tiyan malah acuh terhadap wanita itu. Dia tak menolong ataupun menoleh. Baginya pantang menyentuh wanita selain istrinya.
Tiyan pun sempat mendengar perkataan gadis tadi, tapi ia tak mau ambil pusing.
⚘ Di tempat kerja Putri
Putri memang sangat ahli dalam urusan desain. Otaknya selalu mencetak ide-ide yg brilian. Dan hal itu sukses membuat karirnya cepat menanjak seperti saat ini.
Di tempat kerja ada banyak tipe orang, ada yg suka ada yg tidak suka dengan kita. Jadi persaingan yg sehat dan tidak sehat terkadang sulit dibedakan.
Sebenarnya di lingkungan kerja Putri ada seseorang yg menyukai Putri. Bahkan dulu pernah mau menembak Putri, sayangnya dia sudah bersama dengan Tiyan. Meskipun sebenarnya saat itu, Tiyan dan Putri belum jadian, masih sebatas teman curhat.
Sejak pertama kali Putri masuk dan magang ia sudah mencintai Putri. Tetapi sikap Putri yg sulit didekati membuatnya tersisih secara alami. Dan sampai saat ini hubungan mereka hanya sebatas teman dan juga antara senior dan junior. Bahkan kualitas kerja Putri sudah jauh unggul ketimbang dirinya.
"Malam ini, mas Tiyan mau dimasakin apa ya?" Ucap Putri dalam hatinya. Ia pun sempat melamun sesaat.
"Mm ... yg lagi kangen suami?" Ucap Kak Tia, salah satu senior wanita di lingkungan kerja Putri.
"Eh, kakak, tau aja."
"Iya nih, lagi bingung mau masakin apa buat suami."
__ADS_1
"Ajak jalan-jalan aja, ini kan malam minggu."
"Oh iya, aku sampai lupa, biar nanti cari makan di luar aja ah." Ucapku senang.
"Nah itu baru ide bagus." Ucapnya.
Lalu Putri pun teringat akan sesuatu, kalau selama hampir seminggu menikah, mereka belum melakukan itu. Dan malam ini, ia akan memberikan sesuatu yg spesial pada suaminya tersebut.
Putri pun berencana untuk memberikan kejutan buat suaminya. Dan semoga malam ini menjadi malam yg spesial buat mereka berdua.
⚘ Tiyan POV
"Mmm, rasanya ingin segera pulang." Keluh Tiyan yg entah kenapa hari ini mood nya kurang baik.
Ia pun bergegas untuk segera pulang, karena sore ini ia tidak akan lembur, jadi ia berencana untuk mengajak Putri jalan-jalan nanti malam.
Dan ia juga takut lupa, maka dari itu ia pun berniat untuk menelpon ruangan kerja Putri. Dengan maksud memberi tahu kalau ia pulang sore. Ia pun segera meminjam telpon ruangan kerjanya.
Kring
Kring
Kring
"Hallo." Ucap Ka Tia, di tempat kerja Putri.
"Hallo, bisa bicara dengan Putri, ini Tiyan suaminya."
"Oh iya, sebentar." Lalu ia pun memanggilkan Putri.
"Put ada telpon, dari suamimu."
"Eh iya ka." Ia pun menghampiri meja telpon dan mengangkat telpon dari suaminya tersebut.
"Hallo mas, ada apa."
"Hari ini kita pulang bareng ya, aku pulang jam 5 "
"Alhamdulillah, oke mas, nanti aku tunggu di depan ya."
"Iya, assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam." Ucapnya bahagia, karena ia bisa pulang bareng dengan suaminya. Jarang-jarang ia bisa pulang bareng, jadi waktu bersama akan lebih lama lagi hari ini. Sungguh ia jadi bersemangat lebih, dengan cepat ia pun menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1