Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
VIAN, PUTRI DAN TIYAN


__ADS_3

"Makasih Putri yg cantikkk," jawab Tiyan diiringi senyuman paling manis dan mematikan untuk gadis-gadis yg memandangnya termasuk Putri.


Blush ... seketika wajah Putri memerah dan sekarang ia semakin merasa malu dan semakin salah tingkah di depan Tiyan.


🍃~🍃~🍃~🍃~🍃


Tiyan yg sedari tadi gemas dengan tingkah Putri, ingin sekali rasanya memeluknya, tapi niatnya ia urungkan, tentu saja ia tak berani senekat itu dengan Putri. Mengingat Putri masih canggung dengan status barunya.


Dan tentu saja karena sebuah alasan. Bahkan pacarnya dulu alias bekas mantan pacarnya dulu pun tak pernah melakukan kontak fisik dengan Putri, kecuali mereka pernah berpegangan tangan dan pernah sekali memeluk Putri saat mereka jadian pertama kali.


Itupun reflek terjadi karena saking bahagianya Vano saat itu. Selebih itu mereka tak pernah melakukan kontak apapun.


Kenapa Tiyan bisa tau, karena dulu mereka adalah teman curhat, bahkan semua yg pernah Putri alami, sudah ia ceritakan pada Tiyan. Begitu pula kisah cinta Tiyan yg juga sama tragisnya.


Sekarang Tiyan amat menjaga perasaan Putri. Ia tak ingin karena sifat gegabahnya bisa menghancurkan kepercayaan yg telah Putri bangun padanya. Karena saat ini Putri sungguh berharga buat Tiyan.


Ia bahkan suka rela untuk menjaga dan melindungi Putri dengan seluruh jiwa raganya. Sungguh cintanya untuk Putri membuatnya gila.


Kenapa Tiyan bisa memilih Putri? itu semua murni karena kecocokan satu sama lain. Padahal kriteria Tiyan yg dulu sangat berbeda dengan Putri. Tetapi semakin lama mengenal Putri, hatinya malah mantap untuk melabuhkan cintanya pada Putri.


Semua yg ada di dalam diri Putri apa adanya, dan tak pernah dibuat-buat. Semua sifatnya murni tercermin dari dalam hatinya. Itulah kenapa inner bauty Putri bisa sangat terpancar dibanding dengan para gadis lainnya.


Bahkan Dessy yg mati-matian mengejar Cinta Tiyan, tak ada apa-apanya dibanding kepribadian dan kecantikan hati Putri.


Jaman sekarang sangat susah mendapati sesosok gadis seperti Putri, kebanyakan bahkan sudah tidak memandang rupa pasangannya dan yg terlihat dan lebih penting adalah uangnya.


Semakin banyak harta seorang lelaki pasti akan semakin banyak wanita yg rela antri untuk mendekatinya meskipun harus menyerahkan tubuhnya.


Na'udzubillah..


Untung saja Putri gadis yg lugu dan polos , sehingga membutuhkan perlindungan yg extra dari Tiyan. Dan tentu saja Tiyan akan melakukannya dengan sepenuh hati.


Ahirnya makanan yg dipesan datang.


"Hmm, sepertinya enak sekali," ucap Putri yg melihat burung dara goreng dilengkapi dengan lalapan dan sambelnya yg menggoda.


Tiyan yg mendengarnya pun tersenyum.


"Seperti biasa," gumamnya.


"Ayo dimakan Put, mumpung masih anget," ajak Tiyan pada Putri, yg takut kalo Putri cuma ngeliatin aja tanpa memakannya.


"Masih panas tau ka ..."


Oh ya ... sampai saat ini Putri masih memanggil Tiyan dengan sebutan kakak bukan mas, atau panggilan sayang lainnya.


"Gini lo caranya biar cepet adem," ucap Tiyan yg sudah mencuci tangannya dan telah mensuir-suir dagingnya agar cepet dingin."


Lalu ditatapnya Putri yg mencoba cara yg diajarkannya barusan.

__ADS_1


"Uh, panas," Putri pun mengibas ngibaskan jarinya yg kepanasan saat memegang dagingnya tadi.


Diraihnya tangan Putri sambil ditiup-tiup perlahan oleh Tiyan. Seketika rona pipi Putri pun memerah.


"Makanya hati-hati! kalo ga bisa ya minta tolong dong S-A-Y-A-N-G," ucap Tiyan penuh penekanan dalam kata sayang.


"Iya ..." jawab Putri dengan rona merah karena malu.


Lalu Tiyan pun melepaskan tangan Putri dan mengambil piring Putri dan mensuir-suir daging burung dara tersebut dan kembali menyerahkannya pada Putri.


Putri hanya memperhatikan dan tak lupa mengucapkan, "Terimakasih kak!"


Lalu mereka pun melanjutkan makannya.


Satu suap dua suap, "Hem, enaknya sekali," ucap mereka hampir bersamaan. Lalu keduanya tertawa setelah tau kalo mereka kompak komentarnya.


Tiyan pun mengambil nasi, daging dan lalapan juga sambel dan mengarahkannya ke mulut Putri.


"Cobain deh Put, kek gini lebih enak lo," ucapnya yg sedari tadi melihat Putri makan tanpa lalapan.


Lalu Putri pun menerima suapan dari Tiyan .


"Gimana? tambah enak kan?" tanyanya kembali.


"Hu um kak, ternyata enak juga ya dibarengi pake lalapan," ucapnya.


Lalu ia pun memperagakan semua yg diajarkan Tiyan kepadanya.


Tiyan menatap Putri lalu bertanya, "Mau lagi?" sambil mengarahkan suapannya lagi ke arah Putri.


"Aaaa ...aakk."


"Humm, enak kak, tapi udah cukup, Putri bisa mencobanya sendiri," tolak Putri dengan halus karena Tiyan masih terus menyuapinya.


"Nanti porsinya kakak habis dong, pindah ke Putri," canda Putri di sela acara makan-makannya.


"Mm ok deh ..."


Lalu mereka melanjutkan makannya dan setelah selesai dan membayar tagihannya, mereka segera kembali pulang dengan berjalan kaki.


🌱 All about Vian pov -


Vian yg sekarang lebih terlihat tampan dan gagah ketimbang saat masih sekolah dulu.


Ia juga sudah melepas kaca mata yg dulu bertengger di hidungnya.


Memang semua ini berkat kerja keras ibunya yg mengubah penampilan Vian agar terlihat lebih macho.


Ia takut kalo Putranya terus pura-pura rabun dan berpenampilan culun, akan membuatnya susah mendapatkan jodoh. Itulah pemikiran ibunya.

__ADS_1



Ini Vian yg dulu.. dan dibawah ini Vian yg sekarang 😊



Ya memang ibunya selalu punya cara agar putranya itu terlihat sempurna.


Memang sebelum ini, Vian memiliki adik perempuan, tapi beberapa bulan lalu ia meninggal karena penyakit bawaan dari lahir yang dideritanya. Padahal kalo sampai tumbuh dewasa pasti ia akan tumbuh cantik seperti kakaknya yg tampan.


Tapi Tuhan berkata lain, ia lebih sayang terhadap adik Vian itu. Keluarga besarnya pun sudah rela melepaskan gadis manis usia 5 th itu.


Ya rentang usia Vian dan adiknya terlalu jauh. Tapi tak mengurangi kasih sayang mereka pada gadis kecilnya itu.


Vian yg sedari tadi melampiaskan kegundahannya dengan terus membuat sketsa .


Ya memang kalo sedang banyak pikiran Vian akan lebih memilih main musik atau membuat sketsa.


Dari dulu memang darah seninya mengalir dari ibunya.


Ibunya dulu juga sekolah di sekolah seni yg Vian tempuh dulu. Tapi ia tak melanjutkan kuliah didalam negeri, melainkan ke luar negeri . Dan disanalah ia bertemu dengan ayah Vian.


Satu hari vian bisa membuat sketsa lebih dari 5 lembar, kadang ia juga membuat komik .


Dan dari membuat sketsa itulah dia bisa mengenal Putri. Dan membuatnya dekat dengannya.


Tiba-tiba dering telpon, membuyarkan lamunan Vian.


"Hallo ..."


"Hallo boss."


"Gimana, kamu sudah dapat alamatnya?"


"Sudah, boss, alamatnya di asrama XXX dan ia bekerja di sebuah perusahaan yg bergerak di bidang pernadani," lapor anak buahnya.


"Ok, terimakasih, terus pantau perkembangannya dan jangan lupa lapor padaku." Ucap Vian yg sudah kembali menemukan titik cerah kehidupannya.


"Ryani, aku pasti akan membuatmu tersenyum dan tentu saja kembali padaku. Aku berjanji padamu, akan selalu menjagamu," ucap Vian penuh keyakinan.


~ Bersambung ~


.


.


.


HAI HAI...AUTHOR KEMBALI LAGI...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE-NYA YA..OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "


SEMOGA KALIAN SUKA 😊😘


__ADS_2