
Jika waktunya tiba
Putri ingin orang itulah yg menjadi jodoh dunia dan ahiratnya kelak
Untuk apa mencintai tapi tak bisa memilikinya
Dan jika orang itu adalah penyembuh luka hatinya
Pasti ia akan menjaganya selamanya"
^^^"Ryani Putri Azzahra"^^^
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
Ahirnya setelah 30 menit joging, mereka sudah sampai di Pantai Kei. Setelah memasuki kawasan pantai, mereka disambut dengan patung naga di pintu masuk. Jarak tampuh ke pantai lumayan juga karena memakan waktu 10 menit dengan perjalanan kaki.
Dan setelah sampai dipantai bukannya air laut dengan gelombang-gelombang cantiknya, melainkan hanya air laut yg tenang, bahkan hanya seperti sebuah selat, yaitu laut pemisah antara pulau.
Lucunya lagi dipinggiran pantai banyak lumpur, dan disana ada ikan terbangnya, eh ... maksudnya ikan yg mempunyai sayap. Ikan-ikan tersebut bukan berenang melainkan, merayap-rayap di lumpur seperti kadal.
Dan setelah lebih masuk lagi ke area pantai, mereka menemukan sebuah wihara, yg ada patung Dewi Kuan-in didalamnya dan masih ada beberapa patung budha lainnya. Seperti patung ganesha, patung sapi, dan lain-lain.
Dan Putri dan beberapa kawannya berfoto juga disana. Mengabadikan momen kebersamaan mereka, agar suatu saat nanti bisa menjadi kenangan indah. Karena ini adalah kali pertama mereka jalan-jalan di kota S. Mereka sangat antusias berkeliling area pantai.
Karena ini hari Minggu jadi kawasan ini dari pagi semakin siang semakin ramai akan pengunjung. Dan beberapa tempat juga banyak anak-anak muda yg berpacaran disana ataupun sekedar melepas penat akan rutinitas harian mereka.
Putri yg melihatnya malah risih dan malu sendiri, ahirnya ia bergabung dengan Ahmad dan lainnya. Karena ia takut matanya ternodai dengan adegan-adegan saat orang berpacaran.
Karena semakin siang semakin panas, ahirnya mereka pun kembali ke asrama dengan naik angkutan. Tentu saja mereka lapar dan capek, mereka juga ga mau pingsan, maka nya mereka lebih memilih pulanh dengan naik angkutan.
Dan sekitar pukul 08.30 WIB, mereka sudah sampai di asrama. Putri pun berpamitan untuk masuk ke asrama putri. Sebelum masuk ia balik lagi keluar asrama buat membeli sarapan di depan asrama.
Sesudahnya ia pun masuk ke kamarnya. Oh ya, tadi Sari tidak ikut joging karena beralasan capek dan malas. Makanya tadi Putri cewek sendiri.
Sesampainya dikamar tidak ada orang-orang. Karena sebagian penghuni kamar pada mudik kalo weekend, tentu saja kecuali Putri, karena memang rumahnya jauh di luar kota.
Kemarin ia sudah diberi wewenang diperbolehkan memasak nasi di magicom di kamar itu, biar hemat kata kakak-kakak seniornya, jadi untuk nasinya ga usah beli, tinggal beli lauknya aja.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar, ia membersihkan diri kemudian sarapan pagi. Suasana yg sepi sedikit membuatnya merinding, jadi ia membuka pintu kamarnya agar tidak terlalu menakutkan.
Ia tinggal di kamar di dekat lift barang yg terkenal angker. Konon katanya dulu ada karyawan yg meninggal disitu kejatuhan lift saat kerja, jadi arwahnya masih disitu. Pantes aja kalo pulang malam Putri selalu merinding disko saat lewat lift itu.
Terkadang pun saat menjemur baju sebelum waktu subuh pun, kadang tercium aroma wangi bunga, trus bulu kuduk Putri jadi berdiri sendiri, alias merinding disko.
Padahal sebelum ia diceritain ama kakak-kakak seniornya di kamar itu, Putri berani aja, tapi pas udah diceritain jadi parno sendiri.
"Hhhh ... rasanya damai-damai gimana gitu," batin Putri.
Ahirnya pagi itu ia mencuci bajunya yg hanya beberapa potong, biar besok bisa buat ganti pas kerja.
Sesudahnya ia memasak nasi untuk makan siang , karena tadi ia sudah membeli lauk untuk makan siang dan sore.
Karena sore ini atau entah malam nanti para penghuni kamar akan kembali. Jadi ia tidak akan tidur sendiri malam ini.
🌱 Dikamar Tiyan
Tiyan yg diam-diam memperhatikan tingkah laku Putri sejak tadi, ia sedikit tertarik dengan kepribadian Putri.
Tak sengaja saat Putri menjemur baju, saat itulah ia berdiri di balkon lantai 3 depan kamarnya. Saat ia melihat ke bawah tak sengaja dia melihat Putri yg sedang menjemur pakaiannya.
"Hei bro ... ngapain ngalamun disini?" tanya Ahmad yg datang tiba-tiba membuyarkan lamunan Tiyan.
( Padahal ia ga melamun tapi memperhatikan Putri loh, ckckck )
"Ga ada kok, cuma ngeliatin langit aja, cerah banget hari ini, kayaknya kering ni kalo jemur baju sekarang, eh ... gue tinggal nyuci dulu ya," pamit Tiyan pada Ahmad.
"Woke ..." jawab Ahmad tak ambil pusing dengan jawaban Tiyan.
Kemudian Tiyan pun segera masuk kamar dan memulai mencuci baju-baju kerjanya.
Tiyan termasuk anak yg rajin, meskipun cowok dia lebih suka mencuci bajunya sendiri ketimbang me-laundry di tempat laundry anak-anak asrama biasanya.
Katanya lebih bersih kalo dicuci sendiri, dan tentunya lebih hemat.
🌱 Revano pov-
Sesudah pencarian selama hampir 1 bulan, ahirnya ia menemukan rumah Putri. Tak sengaja saat di desa Putri ia bertemu teman lamanya, dan dia kenal Putri, makanya ia menunjukan rumah Putri pada Vano.
Dan saat bertamu di rumah itu, yg ada hanya kedua orangtuanya, dan mereka mengatakan kalo Putri sudah bekerja di kota S, sejak 2 minggu lalu.
__ADS_1
Setelah mengobrol lama, ahirnya Vano mengenalkan dirinya sebagai teman Putri saat bersekolah di sekolah seni dan karena khawatir sejak gempa beberapa bulan kemarin, ahirnya mereka mencari kabar tentang keadaan Putri.
Seolah-olah mereka mendapat angin segar saat mendengar kabar Putri baik-baik saja, dan ahirnya Vano mendapatkan no ponsel Putri dari kedua orangtuanya.
Ya sejak Putri berhasil diterima kerja di luar kota, kedua orangtuanya membelikan Putri sebuah ponsel butut, yg akan memudahkan komunikasi mereka saat kangen nantinya.
Dan Putri bersyukur masih mendapatkan perhatian yg begitu besar dari kedua orangtuanya.
Sesudah Vano mendapatkan no ponsel Putri, ia dan temannya pun pamit pulang.
Ahirnya setelah sekian lama menyembunyikan kabar dan keberadaannya dari Putri, akankah Vano berani menampakkan batang hidungnya lagi di depan Putri. Kita tunggu ya ....
🌱 Putri Pov-
Ahirnya hari minggu ini diisi dengan tiduran dan menonton TV dikamarnya sendiri. Ia bahkan seperti memiliki kamar sendiri, dikarenakan saking sepinya suasana kamar. Tapi bukan hanya kamarnya saja yg sepi, melainkan hampir seluruh asrama kebanyakan pada pulang, jadilah suasananya ga ramai.
Bahkan parkiran sepeda motor di area asrama sangat sepi dan lengang, padahal di hari kerja suasana parkiran motornya sangat penuh dan sering keluar masuk motor para karyawan disana.
Oh ya, di depan kamar Putri ada lapangan basket lo! Kadang kalo sore atau pas ada latihan banyak anak-anak yg bermain basket atau futsal disana. Jadi setidaknya tidak sesepi saat ini.
Ahirnya sore pun menjelang.
"Kayaknya baju-bajunya uda kering deh, daripada keburu dingin, mending aku angkat aja jemurannya, trus disetrika deh biar rapi," gumam Putri berbicara sendiri.
Dan ahirnya ia membuka pintu kamarnya agar udara luar yg sepoi-sepoi bisa memasuki kamarnya, dan ia pun mengangkat jemuran dan segera menyetrika bajunya.
~ Bersambung ~
.
.
.
.
Hello para readers yg baik hati, bila suka karya author..tolong kasih like dan vote buat author ya ya 😊..biar aku bisa ngasih cerita yg lebih baik lagi buat kalian..🙏..ditunggu juga kritik dan sarannya.
Oh ya ..kali ini author sedang ikutan salah satu Program dari Noveltoon..jadi lagi belajar untuk bisa up lebih dari 1 episode setiap harinya..dan sekali lagi MOHON DUKUNGAN LIKE & VOTE nya ya..makasih....dan maaf bila author lupa UPDATE .soalnya author juga punya kesibukan lain..tapi InsyaAllah akan author usahakan biar tetep bisa up setiap hari..✌😊
Sekali lagi author ucapkan banyak terimakasih..Semoga rezeki kalian semua melimpah dan berkah..Aamiin 🙏😘😘..
__ADS_1