Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
KEBIASAAN BARU


__ADS_3

...........................


Sesudah mandi, Putri hanya mengenakan pakaian sarimbit dengan Tiyan. Untuk make up, dia hanya memoles sedikit make up pada wajahnya. Itupun hasilnya masih terlihat cantik dimata Tiyan. Kalau bukan karena banyaknya rentetan acara yg harus mereka jalani, sudah tentu Tiyan mau mengajak Putri buat ngamar, tapi apalah daya, itu semua takkan pernah terjadi sebelum lampu hijau dari Putri.


Setelah semuanya siap, ahirnya ia pun segera menemui tamu-tamu yg baru saja hadir. Senyum yg tak pernah pudar selalu mereka tunjukan untuk semua tamu undangan yg sudah bersedia hadir.


"Put, ga nyangka ya, resepsi bikin capek." Keluh Tiyan sesaat setelah ia menyalami beberapa puluhan tamu yg sulit berganti.


"He em mas, aku juga ga nyangka, kirain ga secapek ini, tapi ga papa mas, kan cuma sekali seumur hidup." Ucap Putri menenangkan suaminya.


"Hmmm ...." Ucap Tiyan singkat.


Lalu karena hari menjelang maghrib mereka pun masuk ke dalam rumah. Tanpa Putri sedari Tiyan mengekor di belakang Putri.


Lalu saat Putri berbalik dan mau menutup pintu ia kaget karena Tiyan ikut masuk ke kamarnya.


"STOP!!! Ngapain kamu ikut masuk ke kamarku mas ... kamarmu disana." Ucap Putri sambil menunjukan arah kamar yg biasa Tiyan tempati saat menginap di rumahnya.


Tiyan pun menempelkan telapak tangannya ke kening Putri, "Mmm ... engga panas? trus kenapa ya?" Ucapnya seolah berakting Putri sedang sakit.


"Kenapa si mas ... Putri mau mandi ni, ngapain ikut masuk kamar Putri."


Tiyan pun mendorong Putri masuk kamar dan tak lupa mengunci pintunya.


"Aisshhhh ... mas keluar dong." Ucap Putri sewot.


"Aku kan suami kamu sayang, jadi mulai sekarang kamar kamu adalah kamar aku juga." Bantah Tiyan yg sengaja menyadarkan Putri akan status baru mereka.


"Ya maaf mas, aku lom biasa, tadi kan kamar kita terpisah jadi ya aku masih lupa, he ... he ... he ...." Ucap Putri yg merasa bersalah karena lupa bahwa mereka hari ini telah resmi menjadi sepasang suami istri.


Putri yg merasa ditatap Tiyan secara terus menerus menjadi salah tingkah. Blussshhhh ... seketika pipi Putri memerah. Ia pun berbalik badan dan membelakangi Tiyan, ia mencoba menjauh dari Tiyan, entah kenapa setelah resmi menjadi sepasang suami istri, Putri masih malu-malu menatap suaminya itu.


Dan sesaat kemudian, slup ... tangan Tiyan melingkar di pinggang Putri.


Deg


Deg


Deg


Irama detak jantung Putri kian ga karuan. Ia pun menjadi salah tingkah dengan tindakan Tiyan yg tiba-tiba.


Tiyan pun tak bisa menahan diri lagi, entah kenapa ia ingin sekali menerkam Putri saat itu juga. Tetapi ketukan pintu menginterupsi kegiatan itu.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok



Seketika Putri pun menoleh, "Mas bukain pintu gih, aku mau ke kamar mandi bentar." Ucap Putri.


Tiyan pun mengangguk, lalu menuju pintu untuk membukanya, sedang Putri sudah masuk kamar mandi.


Ceklek


"Maaf mas, mbak Putrinya ada?" Tanya salah satu keponakan Putri yg cewek.


Tiyan memandangnya dari ujung kaki sampai ujung kepala, yg dipandanginya pun tak kalah gugup.


"Ada orangnya masih di kamar mandi, maaf anda siapa ya?"


"Saya anak dari adik ibunya mbak Putri mas, maaf datangnya terlambat." Ucapnya tulus.


"Maaf saya 'ga tau, ayo silahkan masuk." Ucap Tiyan sambil mempersilahkan saudara Putri untuk masuk ke kamar mereka.


Ceklek


Dari arah kamar mandi, Putri sudah selesai dengan hajatnya. Ia pun memandangi orang di belakang Tiyan.


"Putri ...."


Mereka pun berpelukan satu sama lain.


"Kesini sama siapa?" Tanya Putri ketika mereka sudah melepaskan pelukannya.


"Sendiri, maaf mas mu ga bisa datang, jadi aku yg mewakilinya."


"Ga papa mba, pean datang aja aku sudah senang."


Melihat interaksi kedua orang itu, Tiyan pun segera ijin ke kamar mandi. Bukan untuk mandi melainkan mengambil air wudhu.


Saat Tiyan masuk ke kamar ternyata Putri dan saudaranya sudah keluar kamar. "Batal deh sholat jamaahnya." Gerutu Tiyan.


Lalu ia pun melaksanakan sholat maghrib sendiri. Sedangkan Putri sedang mengantar anak tantenya untuk menemui ibu dan ayahnya. Lalu Putri ijin pamit ke kamar mau sholat dulu.


Ceklek


"Lah ... gue ditinggalin ama abang." Gerutu Putri.


Saat Putri sampai ternyata Tiyan sudah selesai sholat.


Putri pun mendekatinya dan mencium tangan Tiyan. "Nyesss ... Rasanya aneh deh." Batin Putri.

__ADS_1


"Jadi gini ya rasanya kebiasaan baru tu."


Mereka sama-sama melamun sesaat. Lalu Putri ingat ia harus segera sholat.


"Maaf mas, Putri ijin sholat dulu ya." Ucapnya pada suaminya.


"Iya sayang." Ucapnya sambil mencium kening Putri.


Blush ... seketika rona merah muncul di kedua pipi Putri. Ia pun segera berlari ke kamar mandi untuk berwudhu.


Tiyan hanya tersenyum melihatnya. Lalu ia pun berganti pakaian untuk melaksanakan pesta malam hari.


Putri yg baru saja keluar dari kamar mandi, kaget bukan kepalang. Pasalnya Tiyan bertelanjang dada di depannya, karena ia mau berganti pakaian.


Lalu berbaliklah Putri dengan segera. Tiyan yg menyadari lalu segera memakai pakaiannya. Putri pun segera melaksanakan sholatnya.


30 menit kemudian, mereka berdua sudah selesai berganti pakaian.



Tiyan tampak gagah dengan tuxedonya dan Putri tampil cantik dengan gaunnya. Mereka pun menunggu sampai acara dimulai baru mereka akan tampil di depan rumahnya.



Dekorasi rumah Putri pun sudah berganti dengan tema acara malam hari ini. Putri dan Tiyan mulai memasuki taman tempat mereka melakukan pesta malam ini.


Mereka bak seorang raja dan ratu pada malam ini. Polesan make up minimalis pada wajah Putri mampu menghipnotis semua tamu undangan malam itu.


Memang acara malam hari ini dilangsungkan untuk menyambut muda-mudi teman Putri semasa sekolah. Jadi semuanya merupakan anak muda seangkatan mereka. Jadi Tiyan dan Putri diharapkan bisa cepat akrab dan berbaur dengan tamu undangan.


⚘ Flash back on


Jadi sebelum acara pesta pernikahan, Putri dan Tiyan sama-sama merencanakan secara detail tentang keingingan mereka pada WO yg udah ia tunjuk.


Dari mulai undangan, baju, souvenir dll, sudah Putri pikirkan secara detail dan juga kalkulasi perhitungan budget. Maka dari itu kemeriahan pesta sehari semalam bak raja dan putri bisa terlaksana dengan meriah hari ini.


⚘Flash back off


Jadi bisa dilihat kan ya, dekorasi siang hari yg bernuansa adat jawa, kini sudah berganti dengan adat barat. Jadi keluarga dari pihak Putri dan Tiyan tidak ada yg protes dengan kemeriahan hari ini , karena mereka tau, Tiyan dan Putri selalu menabung agar bisa mewujudkan keinginan mereka. Jadi apapun hasilnya mereka sudah setuju, dan mempercayakannya semuanya pada kedua mempelai.



Sampai dengan pukul 21.00, ahirnya pesta pernikahan malam ini bisa berjalan lancar dan meriah. Semua tamu undangan juga turut bergembira dan bersuka cita dengan pernikahan Putri dan Tiyan.


Tetapi di sisi lain, ada seseorang yg masih menaruh harapan untuk bisa kembali dengan Putri.


Siapakah dia?

__ADS_1


...Jeng ... Jeng ... Jeng .......


__ADS_2