
"Aku teringat saat Vano menggantung hubunganku yg dulu kak, maaf ..." serunya sambil menundukan matanya.
Tiyan hanya menghela nafasnya kasar."Ternyata kamu belum bisa melupakannya," gumam Tiyan dalam hatinya.
Ahirnya pintu tempat wisata tersebut sudah dibuka. Dan Tiyan memegang tangan Putri lalu ikut mengantri bersama-sama dengan para pengunjung lainnya.
Sedangkan Putri masih bingung dengan bahasa tubuh Tiyan, ia pun mengikuti langkah kaki Tiyan yg panjang itu.
Ahirnya setelah menempuh antrian yg panjang mereka berdua bisa masuk kawasan tersebut.
Dan disela antrian itu Tiyan sudah bisa membuat Putri tersenyum kembali dengan canda tawanya.
Seketika tawa Putri pecah saat Tiyan ga berhenti membuat tingkah konyolnya.
Ya entah kenapa tingkah konyol Tiyan selalu sukses membuat tawa Putri pecah. Putri yg kegerahan pun melepas jaketnya.
Dan kemudian ia pun menentengnya disalah satu tangannya, sedangkan tangan lainnya masih dalam genggaman tangan Tiyan.
Tiyan begitu antusias saat mengenalkan semua yg ada dalam kebun binatang itu.
Tapi Putri tertarik pada salah satu binatang yaitu Flamingo." Dia cantik, tapi kenapa area tempat tinggalnya bauk," gumam Putri
Tiyan yg sempat mendengar bisik-bisik dari Putri pun tersenyum.
Kemudian dengan asal ia menjawab, "Meskipun ia tumbuh di lingkungan yg kurang baik tapi ia mampu bertahan dan tetap menunjukan keindahannya lewat warna bulunya yg indah."
"Bener juga ya, ia tetap tampil cantik meskipun bukan di tempat yg cantik." ucap Putri tetap menatap flamingo-flamingo yg cantik didepannya.
Kemudian karena hari makin siang, ia bersama Putri mengunjungi area dunia air. Disana ada berbagai hewan air, ada buaya, kura-kura dan berbagai jenis ikan.
Sesudah itu ia pun merasa lapar. Oleh karena itu, ia pun mengajak Tiyan mencari makan.
Karena letak food court makanan ada di sebelum satwa jerapah, maka mereka berdua pun putar haluan dan kembali melewati tempat jerapah lagi tapi kali ini kebetulan jerapahnya lagi nongol ga kaya tadi pas Putri lewat ia sembunyi.
"Hei, kak lihat jerapahnya nongol ... he ... he ..."
"Mana put ... oh iya ya ..."
"Hi ... hi ... lucu kayak kak Tiyan tinggi menjulang ... ha ... ha ..." canda Putri pada Tiyan..
Tiyan yg sudah tau akal Putri pun segera menggenggam tangan Putri sebelum ia kabur.
"Ampun kak," pekik Putri. Ia pun sibuk melepaskan genggaman tangan Tiyan tapi Tiyan malah berjalan mendekati Putri.
Deg
Deg
Deg
"Sial, kenapa sama seperti saat itu," gumam Putri.
"Dia sangat manis kalo begini," gumam Tiyan, degup jantungnya pun tak kalah berdisko saat menatap manik mata Putri sedekat itu.
__ADS_1
Bukan hanya Putri tapi sebenarnya ia juga sama groginya. Putri pun menatap wajah Tiyan secara intens. Sedang yg ditatap entah pikirannya lagi dimana. Sampai Putri yg dari tadi memanggilnya pun tidak dihiraukan.
Ahirnya kaki Tiyan diinjak Putri, ia pun reflek menjauh dari Putri.
"Berhasil."
Putri pun lari menghindari Tiyan yg sudah sadar dari lamunannya.
Dan buugh ... "Aawww ..." Putri menabrak sosok lelaki tinggi .
Lelaki itu pun mengamati Putri dari atas ke bawah. Tiyan pun sampai di mana Putri terjatuh akibat insiden tadi.
"Putri, kamu gpp?" tanya Tiyan panik.
Dan lelaki tadi pun memandang Tiyan.
"Putri? bukankah ia Ryani?" batin lelaki itu.
"Maaf ..." seru Putri meminta maaf pada lelaki yg baru saja di tabraknya.
Deg
"Dia ... mana mungkin?"
"Oh iya gpp, aku juga minta maaf," serunya berlalu meninggalkan Putri dan Tiyan.
"Kamu gpp kan Putri?" tanya Tiyan kembali.
"He ... he ... lutut Putri sakit ... tu liat, dia hampir saja memperlihatkan lututnya, tapi tangan Tiyan menghentikannya.
Putri memandang Tiyan heran, "Kenapa? kakak ga mau lihat lukaku?" ya udah," tambahnya lagi.
"Putri tunggu ..." rengek Tiyan.
Putri pun menoleh," Lah kenapa dia malah yg manja?" ia pun menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
Tiyan menyusul Putri.
"Kenapa ni gadis ga sadar si? ga boleh ngeliatin aurat kemana-mana. Mana roknya mau dinaikin lagi,huft ..." Tiyan pun menepuk jidatnya karena frustasi.
Ahirnya tanpa berkata-kata Putri pun digendong Tiyan ala-ala bridal style gitu, hmmm emeshh deh.
Putri yg hendak menjerit pun tak bisa, karena tatapan Tiyan sudah membungkam mulutnya secara otomatis.
Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke tempat duduk di sebelah tempat biawak. Karena memang disitu yg ada tempat duduknya.
Kemudian ia memulai berbicara, "Mana yg sakit tadi."
"Lututku kak, tu liat roknya aja sampe robek," arah telunjuknya ia tunjukkan ke arah lututnya, tapi sepertinya bibir Putri lebih menarik ketimbang lukanya, karena dari tadi dimaju-majuin.
"Mikir apa si Yan, jangan mesum?" gumam Tiyan dalam hatinya.
"Ya dah nanti aku obatin, tapi kita bersihkan lukanya dulu ya, trus tutup pake hansaplast dulu, kalo masih sakit nanti kita periksa ke klinik, ok."
"Ok, tapi ..."
"Tapi apa?" tanya Tiyan yg kebingungan karena kalimat Putri digantung.
"Aa ... aku lapar kak ... hiks ... hiks ..."
"Alamakk, Putrii ... kirain apa, ya dah, kamu mau digendong lagi atau mau nunggu disini?"
__ADS_1
"Nunggu disini aja deh, pokoknya ada makanan, titik !!"
"Iya tuan Putri," sesudah membalut luka Putri ia pun melangkah mau membeli makanan. Tapi karena takut Putri diculik, niatnya pun diurungkan dan kembali menggendong Putri.
Putri yg panik karena kak Tiyan tiba-tiba berbalik pun bertanya, "Kok cepet, mana makanannya?"
"Udah, ayo naik!"
"What's naik lagi? aku jalan aja."
Padahal di depannya Tiyan sudah berjongkok agar Putri bisa naik ke punggungnya. Tiyan pun menoleh dan menatap Putri dengan tajam.
"Kamu ga mau? kalo ga mau aku tinggal pulang lo!"
"Engga mau," jawab Putri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Serius, ya dah aku tinggal aja," ia pun berdiri dan melangkahkan kakinya meninggalkan Putri.
"Akh, ka Tiyan jahat! oke aku mau," teriak Putri.
Tiyan pun tersenyum senang dan ia pun menggendong Putri menuju tempat penjual makanan.
Putri yg malu pun menyembunyikan wajahnya di belakang punggung Tiyan sembari menunduk.
🌱 Sedangkan di tempat lain.
Pria yg ditabrak Putri tadi adalah Vian. Dia teman SMK yg sempat naksir Putri, tapi karena saat itu ia tau Putri sudah menjalin hubungan dengan kakak kelas, ia memilih mundur.
Tapi Putri yg dulu ia kenal berhijab dan cantik, trus kenapa yg tadi tidak berhijab? tapi wajah mereka begitu mirip. Lagian tadi lelakinya memanggilnya Putri bukan Rya. Begitu banyak pertanyaan yg muncul dikepala Vian.
"Akh, pasti bukan dia," gumamnya.
Ibu Vian yg sedang bersamanya melihat putra sulungnya bertingkah aneh sejak pulang dari Kebun Binatang tadi kemudian bertanya, "Kamu kenapa nak? ada yg dipikirkankah?"
"Mm, ga ada kok ma," elaknya.
"Pasti aku salah orang," batinnya memantapkan hatinya yg mulai terusik kembali dengan kehadiran Putri.
Sebenarnya Vian saat ada bencana gempa beberapa bulan lalu. Ingin sekali ia mencari keberadaan Putri, tapi karena keadaan sangat kacau balau, maka dari itu ia pun diungsikan keluarganya ke luar kota, yaitu kota X sampai sekarang. Dan sebab itu ia tidak bisa mencari keberadaan Putri.
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
GIMANA DENGAN EPISODE KALI INI ? AUTHOR LAGI SEMANGAT NULIS NI..MAKANYA COBA UNTUK UPDATE 3 EPISODE..SEMOGA KALIAN TAMBAH SUKA DENGAN ALURNYA YA..KARENA NOVEL INI PANJANG MAKANYA DIRAJINKAN BUAT UPDATE..😊.. DAN SEKARANG MULAI MUNCUL KARAKTER BARU DARI MASA LALU PUTRI..
TAMPAN BUKAN? INI VISUAL DARI VIAN YA..
OH YA..JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVELKU YG KEDUA YA..JUDULNYA " AFTER MERRIED ". 😘
JANGAN LUPA LIKE , VOTE , DAN KOMENTARNYA....MAKASIH BANYAK 🙏😊
__ADS_1