
Tiyan hanya tersenyum," Udah masuk sana keburu ngantuk nanti ..." ucapnya.
"Makasih kak Tiyan ganteng ..." ucapnya sambil berlari masuk ke area asrama Putri.
"Huft ... dasar gadis aneh ..." ucapnya, lalu ia pun menuju pintu asrama laki-laki.
π~π~π~π~π
Meskipun Putri sedikit aneh, tapi Tiyan menyukai
semua sifatnya itu.
Oleh karena itu ia amat menyukai saat-saat ia bisa menjaili Putri. Sungguh sangat luar biasa rasanya jika bisa membuat seorang Tiyan yg pendiam menjadi Tiyan yg ceria dan sedikit jahil, terutama saat berada di sisi Putri.
Setelah melihat Putri masuk, ia pun menyusul masuk ke dalam area asrama cowok. Karena meskipun belum jam malam, tapi esok hari ia juga harus kerja. Maka dari itu ia butuh istirahat yg cukup, agar badannya tidak mudah capek dan lelah.
Tiyan sangat lelah hari ini, makanya ia langsung tidur tanpa menunggu teman kamarnya pulang.
Malam ini dirinya ingin tidur sambil membayangkan ada Putri disampingnya.
Have a nice dream Tiyan
πPutri Pov -
Putri yg sudah kesel karena di kerjain habis-habisan oleh Tiyan, sudah bisa sedikit lega karena ia bisa membalas kekesalannya tadi dengan spontan.
Dan anehnya Putri yg ngerjain tapi dia sendiri yg takut terkena akibatnya nanti. Soalnya dia memang suka usil ahir-ahir ini, apalagi sejak ia mengenal Tiyan.
Padahal ia dan Tiyan belum lama kenal tapi ia sudah seakarab ini lo, kemajuan sebuah hubungan yg pesat bukan?
"Tentu dong, Putri gitu lo ... ha ... ha ..." hibur Putri pada dirinya sendiri.
Putri masih berjalan di lorong dan belum sampai kamarnya. Karena ia sempat berbicara sendiri di sepanjang jalan, saat berpapasan dengan cewek- cewek di lorong, ahirnya ia kena bisik-bisik tetangga deh.
"Semoga gue 'ga dikira gila ama mereka," gumam Putri sambil tersenyum kikuk pada cewek-cewek yg sedang gosipin dia tadi.
Ahirnya, sampailah ia di kamarnya.
Tok
Tok
Tok
"Assalamu'alaikum," ucap Putri saat memasuki kamarnya.
"Hai Put, cepet bener kencannya?" sahut kak Novi sesaat ia sudah sampai di dalam kamar.
__ADS_1
"Iya, dia cuma ngasih cemilan ama Putri sambil ngenalin pacarnya ke Putri, makanya cuma bentar," jawab Putri dengan berpura-pura.
"Wkwkwkwkwk, mirisnya ... ulu ... uluh ... sini adik kakak yg cantik, kakak peyuk dulu ..." ucap kak Novi yg sedang menanggapi akting gila Putri.
Putri pun mendekati kak Novi dan beneran di peluk. Sungguh akting yg luar biasa kan. Satunya akting satunya melengkapi. Kakak beradik yg sangat klop somplaknya.
Dan penghuni kamar lainnya hanya geleng-geleng kepala menanggapi tingkah konyol kakak beradik ini.
"Eh put, kamu tadi bawa apa?" tanya kak Ida memecah kekonyolan mereka berdua.
"Oh iya, ini ada cemilan," jawab Putri sambil menyodorkan tas makanannya ke arah kakak-kakaknya.
"Wah, baiknya adikku ini!"
Dan ahirnya mereka malam ini makan cemilan yg diberikan Putri bersama-sama. Tak lupa diiringi gurauan seperti biasanya.
π Vano pov -
Setelah seminggu kemarin bergelut dengan ribuan pesanan souvenir, ia pun sekarang bisa sedikit bernafas lega, karena aktifitasnya sedikit berkurang dan pesanannya sudah mulai selesai.
Bahkan semingguan kemarin ia tidak mengambil double job di cafe.
Sampai ahirnya ia mendapatkan tawaran untuk mengisi acara pensi di sebuah sekolah. Setelah di musyawarahkan ahirnya mereka mengambil job tersebut meskipun bayarannya tidak semahal kalo manggung di cafe.
Entah mengapa ia begitu bahagia jika di suruh mengisi acara bertema sekolah, apakah ia merindukan untuk sekolah kembali, entahlah? author pun kurang paham.
"Pagi Putri, udah bangun belum?"
Putri yg memang sudah bangun dari tadi pun meraih HPnya saat ada notif sms masuk. Tumben ni makhluk inget gue, padahal seminggu lalu, ia mengabaikan Putri. Dengan rasa malas ia tetep membalas pesan itu.
"Pagi kak, tumben pagi-pagi dah bangun?" balas Putri
"Iya ni, lagi kangen ni ama mulut bawel Putri."
"Ha ... ha ... bisa kangen juga ya ... kirain."
"Bisa dong, apalagi kangennya ama kamu,"
candanya kembali.
"Udah udah, aku mau mandi dulu ya kak, udah giliranku mandi soalnya.
"Ya dah,,untuk tuan Putri dipersilahkan untuk mandi."
"Makasih, bye kak."
"Bye bye."
__ADS_1
Setelah menutup obrolannya pagi ini, ia pun menaruh HPnya di kasurnya. Entah kenapa pagi ini ia lagi malas berchat dengan Vano. Ia mengingat-ingat kenapa ia merasa tidak suka akan hal itu.
"Apakah karena Vano mengabaikannya seminggu ini, akhh ga mungkin, anggap aja sifatnya masih sama seperti dulu. Kalo dia butuh pasti nyariin tapi kalo lagi lupa ya ga nyariin sama sekali, sial ... ternyata sifatnya belum berubah ternyata," gumam Putri di kamar mandi.
Dan ia pun dengan cepat menyelesaikan ritual mandinya. Karena tidak mungkin ia berlama-lama disitu karena masih ada 4 antrian lagi yg mau menggunakan kamar mandi tersebut.
"Pagi-pagi uda ngerusak mood orang aja," batin Putri. Untung aja dia mantan, wkwkwkwk ... coba kalo masih jadi pacar, uda gue bantai tu orang."
Setelah mandi dan berganti baju kerja, Putri menaruh handuknya di tempat jemuran baju biar ga lembab.
Seperti biasa ada sorot mata yg mengamati tingkah Putri dari balkon lantai 3, siapa lagi kalo bukan Tiyan.
Melihat Putri di pagi hari dari balkon di lantai 3 adalah sebuah kewajiban Tiyan yg tidak boleh dilewatkan. Seperti halnya sarapan pagi yg tidak pernah ia tinggalkan.
Dari arah bawah muncul mbok-mbok penjual nasi keliling..
"Nasi-nasi ... gorengan-gorengan."
Dan seperti biasa Putri akan menyetop ibuk-ibuk tersebut untuk membeli sarapan. Ia pun tau kalo Putri hanya sarapan dengan sebuah nasi ukuran mini dan 1 buah gorengan buat lauknya, kadang pake kuah sayur.
"Irit benar sarapannya," gumam Tiyan dari lantai 3.
Meskipun ia di lantai 3 tapi ia bisa melihat dengan jelas apa yg dibeli Putri tadi.
Setelah membayar, Putri pun masuk ke dalam kamarnya kembali. Itu artinya Tiyan juga harus kembali ke kamarnya dan berangkat kerja.
Kali ini ia berangkat pagi karena ingin sarapan di kantin perusahaan saja. Disana ia bisa mendapatkan nasi gratis dan tinggal membeli lauknya saja. Sama pengiritannya dengan Putri bukan? tapi bedanya ia bisa makan dengan porsi yg lebih banyak ketimbang Putri.
Meskipun dengan harga yg sama dengan yg dibayar Putri, tapi setidaknya ia sudah dapat sayur dan 1 buah gorengan. Dan juga ia bisa membeli 1 buah minuman, entah itu kopi atau es teh.
Seperti itulah kehidupan anak-anak asrama dan kehidupan karyawan di perusahaan D. Corp.
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
GIMANA DENGAN EPISODE KALI INI ? AUTHOR LAGI SEMANGAT NULIS NI..MAKANYA COBA UNTUK UPDATE 3 EPISODE..SEMOGA KALIAN TAMBAH SUKA DENGAN ALURNYA YA..KARENA NOVEL INI PANJANG MAKANYA DIRAJINKAN BUAT UPDATE..π
OH YA..JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVELKU YG KEDUA YA..JUDULNYA " AFTER MERRIED ". π
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE , VOTE , DAN KOMENTARNYA....MAKASIH BANYAK ππ