
Ryani Putri Azzahra...
Tunggulah aku disana..
Ijinkan aku menua bersamamu..
Ryani Putri Azzahra
Ijinkan aku untuk
Meminangmu dengan " Bismillah "
Sambil memeluk foto Putri, Revano pun tertidur malam itu..
π~π~π~π~π
Flash back on -
Sikap Vano yg dahulu memanglah mengecewakan, tapi semua itu didukung oleh sikap keluarganya atau lebih tepatnya trauma perceraian kedua orangtuanya, yg membuatnya kekurangan kasih sayang.
Jadi dia lebih sering mengedepankan egonya, ketimbang memikirkan perasaan orang lain. Dan disaat keterpurukannya ia bertemu Putri, yg membuat hidupnya lebih berwarna.
Sejak perceraian itu, ayahnya pergi ke luar kota, dan disana ia sudah memiliki keluarga baru, sedang ibunya juga sudah menikah lagi dan sekarang tinggal di kota J.
Sejak SMP Vano tinggal dengan ayahnya, tapi sejak ia lulus, ia lebih memilih sekolah seni yg ada di kota J, tapi ia tidak tinggal bersama dengan ibunya, melainkan tinggal dengan neneknya. Ia tak mau tinggal serumah dengan orangtuanya lagi, apalagi ibunya juga sudah memiliki keluarga baru dan anak dari suami barunya.
Ya sejak perceraian kedua orangtuanya ia kehilangan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Maka dari itu ia pun sempat masuk dalam pergaulan bebas. Tapi bukan dengan obat-obatan terlarang ataupun menjadi player. Dia hanya menyalurkan hobinya dengan bermusik, yg terkadang ngamen atau main di klub malam sebagai band disana.
Semester satu dan dua saat kelas di kelas satu sempat berantakan, tapi di ahir semester dua ia mulai membenahi hidupnya. Dan beruntungnya saat kelas dua, ia bertemu Rya. Sejak itulah ia kembali hidup dan benar-benar menjadi anak baik dan rajin sekolah.
Dan disaat pertengahan kelas tiga ia sempat bertemu dengan teman-teman jalanannya yg membuatnya sedikit berubah menjadi nakal lagi.
Bahkan karena ia tidak ingin diketahui Rya , ia bahkan menghindarinya, sampai ahirnya saat ia sadar ia sudah terlambat. Rya sudah menghilang dari kehidupannya. Bahkan jejaknya pun ia tidak tau.
Flash back off -
Saat ini ia sudah berbenah kembali dan siap merajut asa yg baru dengan Rya. Bahkan kemarin ia sempat bertemu dengan kedua orangtua Rya , sampai ahirnya ia diberi no telpon Rya setelah mengaku bahwa ia dulu sempat dekat dengan Rya, tapi malah mengecewakannya, dan sekarang ia berjanji akan memperbaikinya.
Tapi sekarang ia bingung, bagaimana cara memulainya. Tapi bagaimanapun ia harus bergerak cepat, sebelum semuanya jauh terlambat. Sudah lebih dari 1 th hubungan mereka kandas, jadi kemungkinan besar Rya juga bahkan sudah memiliki kekasih disana.
π± Putri Pov -
Pagi ini Putri sudah lebih sehat dibanding kemarin, ia pun mengenakan kemeja biru laut dan celana panjang hitam untuk bekerja hari ini. Rambutnya dibiarkan tergerai begitu saja, ia hanya mengoleskan sedikit lipgloss di bibirnya.
Dan tepat pukul 7 pagi ia berangkat kerja. Kali ini ia hanya berjalan sendirian, ia sudah sedikit berani setelah ditinggal Sari, jadi ia terbiasa berangkat kerja sendiri.
Tapi kalo pulang kerja ia masih bersama-sama anak magang lainnya.
__ADS_1
Pagi ini terlihat ramai seperti biasanya, para karyawan sudah mulai memadati area jalan dari asrama menuju perusahaan itu.
Mungkin kalo dilihat-lihat sekitar ratusan orang, karena saking besarnya perusahaan tersebut dan saking banyaknya karyawan yg bekerja disana.
Putri berjalan sambil terkadang melihat ke sekelilingnya. Dilihatnya banyak penjual makanan yg berjejer di pinggiran area pabrik, tapi ia tak berniat untuk membelinya karena memang ia takut akan keramaian. Bukan karena takut boros, tapi takut digodain cowok-cowok.
Setelah 10 menit perjalanan ia sampai di ruangan meeting. Karena posisinya masih anak magang, jadi belum dapat tempat duduk di ruangan desain.
Sewaktu ia sibuk menyapu ruangan tersebut, ada anak divisi lain yg numpang lewat ruangan Putri untuk mengambil barang di belakang ruangan Putri.
"Permisi mba, mau numpang lewat ambil barang disitu."
"Owh, silahkan mas!" jawab Putri sambil meneruskan kegiatannya menyapu.
Dan sesudahnya tibalah rombongan anak-anak magang lainnya.
"Woi ... gila lu ya, sekarang kalo berangkat main tinggal-tinggal aja." Seru Ahmad.
"Eh kak Ahmad, maaf ya, jangan marah-marah gitu ya ... lain kali Putri tungguin di gerbang asrama deh." Jawab Putri dengan santai.
Aga yg kebetulan masuk pun segera menyambar sapu yg dipakai Putri. "Sini put, biar aku yg nerusin," pintanya.
Egi yg melihat itupun g mau kalah ," Biar aku aja Put yg nerusin, kamu istirahat aja."
Putri yg keheranan dengan sikap mereka berdua pun angkat bicara.
"Pagi-pagi dah ngerusak mood orang aja," omel Putri yg kian panjang.
Mereka berdua pun bengong akan tingkah laku Putri yg berubah. Ahmad dan lainnya hanya menahan tawanya sambil menutup mulut mereka.
"Syukurin lu ... kena omel Putri." Ucap Ahmad.
Dwi yg baru saja masuk pun heran kenapa semuanya pada bengong.
"Ada apa sih? kok pagi-pagi pada bengong?"
"Woi ... Egi kan sekarang waktunya lu piket, buruan gih, keburu bel bunyi lo." Ucap Putri dengan nada masih kesal.
Putri pun kembali asyik dengan kegiatan menyapu pagi itu, seolah-olah tak ada hal yg perlu dirisaukan.
Ahirnya Egi pun mengambil sapu dan membantu Putri menyapu. Sedang Dwi yg juga kebetulan hari itu jadwalnya piket segera mengambil kemoceng untuk membersihkan meja dan kursi yg akan dipakai mereka kerja.
Anak divisi lain itupun segera lewat setelah menyadari drama pagi itu sudah selesai.
"Pemisi mas dan mbak, numpang lewat."
"Iya mas ... silahkan!"
__ADS_1
Dan ahirnya pagi itu kegiatan kerja diawali dengan doa bersama-sama . Setelah doa pagi, Pak Yono masuk ruangan Putri dan membawa tugas-tugas yg disiapkan untuk dikerjakan anak-anak magang tersebut.
Sesudah itu mereka pun kembali mengerjakan tugas-tugas yg diberikan Pak Yono.
Sedang Egi dan Aga masih saling menatap tajam. Mereka berdua saling melemparkan tatapan membunuh di sela-sela mengerjakan tugas.
Sedang Putri masih fokus dengan pekerjaannya.
Sesekali ia berhenti membuat sketsa disaat Vano menghantui pikirannya.
"Ish ... kenapa dia datang lagi si? kayak hantu aja dimana-mana muncul," gerutu Putri lirih, kadang-kadang kepalanya geleng-geleng guna menghapus ingatannya tentang Vano.
Ahmad yg menyadari itu, keheranan dengan tingkah Putri pagi itu.
"Wah kayaknya Putri kesambet deh! Pagi-pagi tadi berangkat sendiri, trus sewot, la trus sekarang malah geleng-geleng sendiri." Ucap Ahmad di tengah suasana kerja.
Egi yg kebetulan duduk dihadapan Putri sesekali melirik wajah Putri. Sedang Aga yg berada disamping Putri terus menatap Egi yg berani menatap Putri.
"Kayaknya si Egi ada hati juga ama si Putri, gue harus duluan ni, sebelum keduluan dia," batin Aga terus berkecamuk sedari tadi.
"Awas lu ya berani ngajak Putri keluar sekali lagi ... gue tantangin berantem lu, lu pikir gue kalah dibanding lu ..." Ucap Egi dalam hati.
Dwi yg menyadari ada hal yg aneh di ruangan tadi, sepertinya mulai paham l, dilihat dari interaksi semuanya kayaknya bakal ada pertarungan seru ni buat memperebutkan Putri .
( Sedari awal Dwi sudah tau kalo Aga menaruh hati ama Putri, cuma dia masih diem aja sampai saat ini. )
~ Bersambung ~
.
.
.
.
.
SEKALI LAGI AUTHOR SANGAT BERTERIMAKASIH KEPADA SEMUA READERS YG SUDAH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN NOVEL INI..MAKASIH BANYAK YA..SEHAT SELALU BUAT SEMUANYAβππ
MAAF KALO MUNGKIN ALURNYA MASIH FLAT YA..KARENA MEMANG INI BELUM SAMPAI INTI CERITA NOVEL INI..KARENA MASIH PANJANG..SEMOGA KALIAN SABAR MENANTI YA ππ
.
.
.
__ADS_1
Semoga para readers tambah suka dengan cerita ini yamm....oh ya ...author mohon saran dan kritiknya plus vote nya..aku juga lagi ikut program dari Noveltoon ni..jangan lupa LIKE An VOTE nya ya..makasih.... dan biar author makin semangat buat nulis ceritanya. Terimakasih.π