
"Tu panjang umur kan, baru dibicarain udah datang," ucap nenek.
Putri tersenyum ke arah semua penghuni rumah yg ada di meja makan itu.
"Selamat pagi nenek, selamat pagi tante," ucapnya.
"Maaf Putri terlambat."
"Ga papa Put, lagian ini masih jam 7 pagi lo."
"Tante yg makasih karena kamu malah udah bantuin bibi masak tadi."
"Masama tante."
"Oo ... jadi ini Putri yg masak? Wah ... nenek mau yg itu dong," ucapnya sambil menunjuk salah satu makanan yg sudah terhidang di meja makan.
"Nek ingat kolesterol dijaga, makan boleh tapi jangan banyak-banyak," ucap mama Vian mencoba mengingatkan nenek.
"Kamu tu, belum juga makan, uda dilarang," gerutu nenek.
Putri hanya tersenyum menanggapi kelakuan keluarga Vian yg hangat.
"Udah ... udah ... makan dulu yuk," ucap mama Vian mengajak untuk semuanya agar makan.
" Ehmm...tumben bakwan jagungnya rasanya beda.." ucap Vian.
Bibi yg kebetulan lewat bilang " Ya iya den..itu dimasaknya pake cinta dari non putri..he..he.." ucapnya sambil berlalu.
" Uhuukk..." Putri jadi tersedak makanannya sendiri.
" Minum Put.." ucap Vian sambil mengambilkan air minum didepannya.
Putri pun segera meminum minuman yg diberikan Vian. " Makasih Vian.." ucap Putri.
Nenek dan mama Vian hanya tersenyum melihat interaksi putranya dengan Putri.
Lalu mereka melanjutkan sarapan pagi mereka. Sesudahnya Vian menagih janji untuk menjadikan Putri model lukisannya. Lalu ia pun permisi dari nenek dan mama Vian.
Mereka pun menuju ruang lukis . Disana Putri yg kebetulan pengen bermain cat jadi mengurungkan niatnya ketika Vian menyuruhnya duduk.
" Sketsa aja ya Vian..jangan lukis..nanti lama dong..bisa pegel badan Putri.." rengeknya.
" Ha..ha..belum dicoba uda protes.."
Putri hanya mengerucutkan bibirnya tanda kecewa. Vian pun menanggapi dengan senyuman. Baginya mengerjai Putri merupakan salah satu hiburannya. Dulu ia tak berani seperti ini..tapi sekarang dia telah meyakinkan dirinya bahwa ia pun juga pantas untuk Putri.
Mendapatkan cinta dan perhatiannya. Baginya Putri bukan hanya cantik wajahnya tetapi juga hatinya. Buktinya neneknya yg keras kepala juga sangat menyayangi Putri bahkan melebihi kasih sayang yg diberikan padanya.
Tiba tiba dari arah pintu mama Vian datang.." Put..nanti jam 11 diajak nenek nge mall ...kamu ikut ya.." pintanya.
Putri menoleh ke arah mama Vian lalu menoleh ke Vian sambil menaik turunkan alisnya.
Vian yg masih konsentrasi melukis hanya menganggukan kepalanya.
__ADS_1
" Siap tante.." ucapnya ramah..sambil tersenyum. Ia tidak berani merubah posisi duduknya .
" Vian..kamu ini ada - ada aja..mama pinjam ponselmu."
" Ini ma.."
Lalu dari arah duduk Vian mama Vian memotret Putri dari berbagai segi. Lalu menyerahkan pada Vian.
" Kalo Putri capek ...biarin aja dia bergerak..kamu tinggal liat copy annya di HP kamu.." pinta mama.
Lalu Vian pun melihat hasil jepretan mamanya dari berbagai segi. Ia pun tersenyum. " Makasih ma.." ucapnya.
Padahal mamanya sudah pergi menjauh dari kamarnya.
Putri pun berdehem.." Uda boleh gerak belom ? pegel ni.." rengeknya.
" Iya..iya boleh tapi nanti pose kaya gitu lagi ya..biar lebih realis hasilnya.." pinta Tiyan.
" Humm...aku haussss.." rengeknya kembali.
" Oh iya lupa..mau minum apa Put ?"
" Air putih aja.."
Lalu Vian pun mengambilkan Putri air minum dan menyerahkannya ke Putri.
" Makasih kakak Vian.." ucapnya dibuat seimut mungkin..
🌱 Tiyan Pov-
Hari ini hari Minggu..seharusnya ia bisa pergi jalan - jalan dengan Putri. Tapi karena ia harus lembur ia pun mengurungkan niatnya.
Setidaknya ia lebih bahagia saat ini karena Putri sudah memaafkan kesalahannya kemarin.
Dan ia menjadi lebih tenang untuk bekerja saat ini.
Dia juga lebih tenang karena Putri sudah minta ijin untuk menginap di rumah temannya saat ini. Ia tidak enak karena mama dan nenek temannya itu terus memaksanya untuk menginap disana.
Maka dari itu Tiyan pun mengijinkannya. Tapi ia tidak tau kalau teman yg dimaksud Putri adalah Vian teman masa SMK nya dulu yg pernah naksir sama dia.
🌱 Putri pov -
" Putri ayo..buruan..nenek sudah menunggu di dalam mobil.." ajak mama ketika melihat Putri masih berjalan bareng Vian.
" Iya tante.." lalu Putri mencubit lengan Vian.." gara - gara kamu si..lama " ucap Putri yg melotot ke arah Vian.
" Kok..aku si.." ucapnya.
Putri yg datang sekalian membawa ranselnya. Lalu mama Vian yg melihatnya lalu bertanya. " Ngapain dibawa ranselnya..emang mau pulang..? "
" Engga te..nanti biar g bolak balik lagi..kalo tiba - tiba Putri disuruh pulang gimana ? "
__ADS_1
" Besok pagi aja biar diantar Vian sekalian dia berangkat kuliah "
" Hahhh..maksudnya..tapi semua nya ada di asrama tante.. tanda pengenal sama baju kerjanya. "
" Tenang aja biar kalian berangkatnya pagi..emang masuk kerja jam berapa ?"
" Jam setengah delapan pagi tante..tapi 10 menit sebelumnya Putri harus sudah diruangan biar g telat..he..he.." ucapnya sambil duduk di dalam mobil.
" Ya dah..gpp..mm ngapain kamu duduk disini Put..sempit...kamu duduk di depan bareng Vian aja ya.."
Putri hanya melihat ke kanan dan ke kiri. Ia kemudian melihat nenek dan ibunya duduk berdesakan akibat ulahnya.
" Maaf.." Lalu Putri berpindah kursi ke depan di dekat Vian yg mengemudi.
" Udah siap.... berangkay ya.." ucap Vian.
Lalu ia pun mengendarai mobil jazz nya menuju mall sesuai keinginan nenek dan mamanya.
30 menit kemudian mereka telah sampai di sebuah mall terbesar di kota itu. Mereka pun turun dan segera masuk ke dalam mall.
Putri yg baru pertama kali mengunjungi mall itu sedikit terpesona akan design bangunan mall itu.
Selain bersih..sudah dapat dipastikan kalau tempat ini adalah mall elit yg biasa dikunjungi kalangan tertentu. Bukan mall yg biasanya ia datangi dengan Tiyan.
Nenek dan mama Vian berjalan di depan Putri dan Tiyan. Lalu nenek pun masuk ke sebuah butik. Disana ia memilih beberapa baju dan menyerahkannya pada mama Vian. Lalu mama Vian memanggil Putri untuk mendekatinya.
" Put..cobain yg ini deh.." ucapnya
" Lah kok jadi Putri ??? " tanyanya heran.
" Ini dari nenek.." bisik mama Vian.
Lalu mama vian memanggil salah satu karyawan disana agar mengantarkan Putri ke ruangan ganti.." Mbak..minta tolong antar nona ini ke ruangan ganti ya.."
" Baik bu.." ucapnya.
" Mari nona..ikuti saya.."
" Iya.."
Lalu sesudah masuk ruangan ganti..ia pun mencoba pakaian yg dipilihkan nenek.
Dan sesudah mencobanya ia pun menunjukannya pada nenek dan mama Vian.
" Tante.." ucapnya setelah mencoba salah satu baju..
" Ih..tambah manis dan elegan ya ma.."
Nenek pun mengangguk..iya..cantik..
" Baju kayak gini dibilang bagus..hmm..orang kaya mah bebas..." batin Putri sambil meringis..bila mengingat harganya.
__ADS_1