Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
KENCAN


__ADS_3

"Untung saja masa-masa penjajahan sudah usai," gumam Putri yg masih mengingat masa-masa sulitnya dulu.


Alhamdulillah sekarang ia sudah sedikit lega dan bahagia. Tinggal ia terus berinovasi dan harus extra sabar menghadapi orang-orang yg bermuka dua di kantornya.


🍃~🍃~🍃~🍃~🍃


Jangan dikira pekerjaan Putri jauh dari orang-orang bermuka dua, tapi nyatanya tidak. Tentu saja dalam lingkup kerja manapun akan ada campur tangan orang-orang seperti itu. Dan hal itu seperti virus, cepet atau lambat akan cepat menular.


Buktinya Aga yg dulu masih polos dan biasa, sekarang sudah pandai mencari muka di depan Ibu Assman.


Tentu saja itu membuat pertemanan diantara mereka terpecah belah. Hanya Dwi yg masih memiliki sikap yg sama dan tidak berubah sejak awal kenal Putri sampai dengan hari ini.


Tapi karena sifat pendiam Dwi membuatnya sedikit jauh dari Putri, padahal sebenarnya ia sangat melindungi Putri.


🌱 Tiyan pov-


Hari ini tanpa ba bi bu, Tiyan langsung pulang ke asrama ketika jam kerjanya sudah usai. Ia bergegas pulang tanpa mampir kemana-mana dulu.


Temannya yg keheranan pun menyapa Tiyan, "Mau kemana si Bro, buru-buru amat?"


"Mau tau ajah ..." jawab Tiyan manja.


Dan temannya yg justru geli mendapatkan perlakuan Tiyan. Ia langsung ngiprit sesudah Tiyan menggodanya tadi. Sedangkan Tiyan malah tertawa lebar dan bahagia, "Ha ... ha ... ha ..."


Desy yg melihat Tiyan berada beberapa langkah didepannya segera berlari kecil dan mengejarnya. Sayangnya ia kalah cepat, Tiyan sudah sampai pos pemeriksaan satpam. Sedang Desy masih mengantri jauh.


Karena memang jam-jam segini banyak karyawan bagian produksi yg antri untuk keluar dari pabrik tapi harus melewati pos pemeriksaan dari satpam yg berjaga.


"Sial ..." umpat Desy dalam hatinya.


Sebenarnya body Desy itu semlohai tapi ia pendek dan wajahnya kurang cantik sedikit. Kalo berbicara selalu dibuat manja dan seolah membuat lawan bicaranya pasti akan terhipnotis oleh gayanya. Tapi semua itu tidak berlaku untuk Tiyan.


Ahirnya sesudah melewati pos pemeriksaan ia pun keluar dari gerbang pabrik itu.


Lalu cukup waktu 10 menit, ia sudah sampai di kamarnya. Kondisi kamarnya yg sepi, membuat ia leluasa untuk mandi dan segera ganti baju.


Setelah semuanya selesai, ia pun meraih Hpnya. Lalu ia akan mengirim pesan pada Putri.


"Hai sayang ..."


Putri melihat ada pesan masuk di HPnya.


"Kak Tiyan," gumamnya.

__ADS_1


Karena takut teriak, sambil membuka pesannya, ia pun menutup mulutnya sendiri dengan tangannya.


"What's apa, kak Tiyan panggil aku sayang?"


Hati Putri sudah berbunga-bunga mendengar kata sayang dari Tiyan


Karena lama menunggu respon Putri, maka ia pun dengan segera menelpon Putri. Saat Putri mau membalas pesan dari Tiyan, ia malah keliru menekan tombol terima panggilan dari Tiyan.


"Sial," batin Putri.


"Hai put, kok ga balas pesanku?"


"Hai kak ... bukannya engga mau jawab, tapi saat Putri lagi menulis balasannya, eh kakak telpon ... ya udah deh ga jadi!"


"Putri emang kalah cepet dibanding dengan kecepatan tangan kak Tiyan," ucap Putri kembali.


"Mm, pinter banget cari alasan, dulu ga gitu kan?"


"Apaan sih? emang dari dulu Putri kek gini, kakakku ter ... sa ... ya ... ng ..."


"He ... he ... kayaknya kamu harus aku hukum deh Put ..."


"Hilih ... kenapa lagi sih, sensi amat jadi cowok !!!!" Putri pun sampai terpancing emosinya.


"Kan sekarang aku bukan kakak kamu lagi, tapi P-A-C-A-R ... paham!!!!!!"


"Iya ... iya ... iya S-A-Y-A-N-G-K-U ..." ucapnya penuh penekanan.


Yang diseberang sana hanya terkekeh senang, karena sudah berhasil membuat Putri sewot dan marah-marah di telpon.


"Sudah belum ngetawain Putrinya, hahh, kalo ga berenti, Putri tutup telponnya loh ya," ancam Putri.


"Oke ... oke ... aku minta maaf ya sayang, abisnya kamu tu gemesin kalo marah-marah kek gitu," bujuk Tiyan yg masih menahan tawanya agar Putri tidak kembali ngambek.


"Tuan Putri sudah makan belum???"


Ingat ya, kalo udah bicara tentang makanan, sengambek-ngambeknya Putri pasti akan meleleh jika ditawarin makan, apalagi GRATIS dan bersama orang tersayang.


Lalu Tiyan pun berinisiatif mengajak Putri untuk makan malam berdua. Karena memang tadi di pabrik, Tiyan hanya makan nasi bungkus, dan kurang enak kalo makannya tanpa didampingi Putri.


🌱 Flash back on-


Padahal sebelumnya ia selalu lahap makan apapun, tapi sore tadi saat ia dan teman-temannya dapat jatah makan, rasa makanannya jadi hambar, yg ada hanya wajah Putri dan Putri yg selalu menghantuinya.

__ADS_1


Teman sebangkunya pun menegurnya.


"Woi Bro, ga biasanya deh lo, makan ga berselera kayak gitu, kayak ada masalah aja."


Tiyan pun menoleh ke arah temannya itu, "Kayaknya yg masak ganti deh, rasanya ga kayak biasanya, hambar gitu ..."


Reflek dong, temannya itu lalu kembali mencicipi makanannya yg sudah dimakannya hampir setengah lebih dari porsi yg dihidangkan.


"Mmm, rasanya sama Yan, lidah lu kali yg lagi sakit," jawabnya.


Lalu ia pun kembali melanjutkan makannya.


"Masa sih, mmm gue ga terlalu nafsu nih, lu makan punya gue aja ya."


"Eh busyetttt deh ... gue disuruh makan bekas dia," ucap temannya yg ga terima.


"Ya kalo ga mau ya dah, gue buang ni," ancam Tiyan yg ga mau kalah.


Reflek tangan temannya menyambar nasi bungkus Tiyan yg kembali ia bungkus karena tidak selera makan, "Oke, oke gue makan."


Tiyan pun tersenyum menanggapi tingkah konyol temannya itu. Selain doyan makan dan gembul, ia sangat baik sama Tiyan, makanya Tiyan juga selalu bersikap baik dengannya.


🌱 Flash back off -


Sesudah janjian dengan Putri, ia pun segera turun dari lantai 3 menuju lantai dasar sembari menunggu Putri turun.


Tak lupa ia membawa dompet dan memakai sweaternya. Udara malam itu lumayan dingin, apalagi angin berhembus kencang. Membuat orang malas keluar.


Putri yg sudah siap pun segera menyusul Tiyan di luar. Ternyata Tiyan sudah menunggu di depan pintu keluar asrama Putri. Dan ternyata malam-malam begini, banyak remaja yg masih berpacaran di lingkungan asrama. Terbukti dengan banyaknya deretan muda-mudi yg duduk-duduk di dekat pintu gerbang asrama dan di luar asrama.


Lalu Tiyan dan Putri pun berjalan keluar dari asrama menuju tempat makan yg direkomendasikan Tiyan. Mereka berjalan beriringan menuju tempat itu dengan berjalan kaki. Katanya biar mesra dan bisa menikmati waktu yg lebih lama dengan Putri. Dan Putri pun menyetujuinya meskipun ia masih canggung dengan status hubungannya sekarang .


~ Bersambung ~


.


.


.


.


.

__ADS_1


SALAM SAYANG DARI AUTHOR BUAT READERS YG MASIH SETIA MENUNGGU LANJUTAN NOVEL INI..😊.. MAAF JIKA MASIH BANYAK TYPO DAN ALUR YG MUTER, KARENA INI MEMANG PENGALAMAN PERTAMA AKU MENULIS


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN GIFT -NYA JIKA BERKENAN, SATU DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI UNTUK AUTHOR .. MAKASIH BANYAK 🙏😊


__ADS_2