
Sedikit banyak ia sudah banyak mengunjungi beberapa kota di Indonesia. Ia sangat bersyukur karena sudah diberi kesempatan yg sangat ia impikan. Alhamdulillah.
🍃~🍃~🍃~🍃~🍃
Putri memang dilahirkan dari keluarga yg sederhana, tidak kaya juga tidak miskin. Tetapi untuk mendapatkan apa yg ia mau, ia selalu berusaha lebih keras dibanding anak seusianya.
Misalnya saja ia ingin membeli baju, meskipun uang orangtuanya ada, tapi ia lebih memilih bekerja dulu agar ia dapat uang dan uangnya bisa ia belikan apa yg ia mau.
Uang kedua orangtuanya ia gunakan hanya untuk keperluan sekolah. Bahkan uang yg ia dapat saat berkunjung ke rumah tetangga atau sanak keluarga saat lebaran selalu ia tabung.
Ya kalau ia butuh uang cepat, setidaknya ia ada uang dan tak perlu merepotkan kedua orangtuanya.
Dan alhamdulillah juga, uang hasil kerjanya saat ini 50% nya ia tabung lalu 15 % ia kasihkan kepada kedua orangtuanya, lalu yg 35% ia gunakan untuk bertahan hidup selama 1 bulan sampai saat gajian tiba.
Ia juga pandai berhemat sedari kecil, apa yg ia mau makan selalu ia usahakan untuk membuatnya, tanpa harus membeli makanan yg sudah jadi. Karena uang yg dibelikan makanan sudah jadi akan jauh lebih hemat jika dibelikan bahan bakunya.
Misal pengen makan gorengan, uangnya hanya 10 rb, pasti ia lebih memilih memasak sendiri dan hasilnya bisa dimakan satu anggota keluarga. Ketimbang beli dengan uang segitu, pasti cuma dapat 10 **. Sedang kalo memasak sendiri hasilnya lebih dari 20 **. Jauh lebih hemat kan?
🍃BACK TO REALITY
Setelah mengunjungi kota Rembang, maka ia dan rekan surveynya kembali melanjutkan ke tujuan berikutnya yaitu JEPARA.
Sebuah kota yg terkenal akan ukiran dan seni kerajinan kayunya. Jalan yg mereka tempuh berkelok kelok, karena mobil yg ia tumpangi melewati hutan dan pemukiman penduduk dipinggiran hutan.
Pokoknya setelah keluar hutan, akan menemukan rumah penduduk, lalu setelahnya akan melewati hutan lagi dan seterusnya. Oh ya, sebelum masuk kawasan Jepara kita juga melewati sebuah jalan tol PANTURA ( PANTAI UTARA PULAU JAWA ) tapi sayangnya sepanjang perjalanan tadi ia tak melihat pantainya, yg ada hanyalah jalan lurus yg sangat panjang.
Setelah sampai di kota JEPARA mereka mampir di sebuah pantai. Tepatnya lupa namanya, yg jelas pantainya beda banget sama yg sering Putri lihat.
Air pantainya tenang, tak ada ombak yg berlomba lari dan anginnya juga tak sekencang pantai selatan .
Bahkan tepian pantainya juga sangat landai, jauh berbeda dengan pantai yg pernah Putri lihat di pantai yg ada di Yogyakarta.
Kalo di Yogyakarta daerah pantainya itu berasa pantai banget, ada ombak yg berkejar-kejaran, trus ada gunungan pasir sebelum sampai bibir pantai. Suara dentuman ombak yg bertabrakan pun terdengar indah disana.
"Dan yg pasti angin pantainya kencang dan semilir sepoi-sepoi gimana gitu, mmm jadi kangen Yogya deh," gumam Putri dalam hatinya.
Sesudah itu mereka langsung kembali menuju kota Semarang. Karena tujuan terahir adalah kota itu. Siang hari mereka sudah sampai disana.
Sesudah mereka menyelesaikan pekerjaan survey, mereka mampir di toko oleh-oleh yg terkenal di Semarang. Mereka membeli oleh-oleh Bandeng Juana yg terkenal empuk tanpa duri, lalu kripik ceker ayam, dan tak lupa botok telur asin yg uenakkkk banget."
"Kenapa Putri bisa bilang enak banget, karena disana boleh ngicipin dulu waktu mau membeli oleh-oleh."
__ADS_1
He ... he ... senangnya hati Putri, tak sia-sia ia menyetujui untuk berangkat survey yg pertama dari keseluruhan mantan anak magang.
"Udah belum Put, milih oleh-olehnya?" tanya kak Jelita.
Terlihat keranjangnya sudah penuh dengan oleh-oleh yg banyak.
"Sudah kak, ayukk."
Lalu mereka menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka. Karena Putri tidak terlalu banyak teman, jadi ia tak membeli banyak oleh-oleh, yg terpenting ia suka sekali sama aneka kuliner di semarang.
Sore itu mereka mencicipi pecel di sekitar SIMPANG LIMA yg terkenal di Semarang.
Siapa yang tidak mengenal pecel? Kuliner berbahan sayur rebus dengan bumbu kacang ini bisa dijumpai di seluruh daerah di Indonesia.
Paduan beragam sayur hijau mulai dari bayam, kangkung, kacang hijau, tauge, kenikir, dan kembang turi membuat membuat makanan ini nikmat disantap kapan saja.
Warung yg mereka kunjungi buka mulai 17.00 WIB sampai malam dan tentunya semakin memanjakan lidah wisatawan yang sedang piknik di Kota Semarang.
Sayuran di warung ini terbilang lengkap, mulai dari bayam, tauge, kacang panjang, kembang turi dan yang paling khas adalah daun pepaya.
Sayuran tersebut disiram sambal kacang, kulit nasi dan semakin nikmat dengan ditambah sate keong.
Selain sate keong, ada banyak menu pelengkap mulai dari gorengan, sate usus, sate telor, paru, ati ampela dan masih banyak lagi.
Dan uniknya bukan ditaruh diatas piring melainkan ditaruh di sebuah daun pisang yg dipincuk yg aroma daunnya menambah segar wangi aneka sayuran yg ditaruh diatasnya.
Kerupuknya pake kerupuk dari nasi yg sudah diberi obat kerupuk dan rasanya gurih renyah gitu.
Setelah bersantap kuliner sore itu, mereka tidak menginap di penginapan melainkan di asrama cabang perusahaan mereka.
Ya di kota Semarang anak cabang perusahaan tempat Putri bekerja lumayan besar, jadi untuk menampung para karyawannya maka dibuatkan asrama mini disana.
Kak Rendy pernah tinggal di Semarang jadi kak Rendy sudah tau banyak tempat yg bagus di kota ini.
Karena tugas survey sudah selesai maka malam ini mereka bebas liburan.
Rencananya kak Rendy mau mengajak aku dan kak Jelita untuk mengunjungi kedai ice cream yg ada di puncak salah satu bukit yg ada di Semarang.
Sehabis isya kami ber-4 berangkat kesana. Karena jaraknya yg lumayan, kami sampai sana jam 8 malam. Lalu setelah memarkirkan mobil,kami pun melangkah menuju ke kedai ice creamnya.
__ADS_1
Pemandangan pertama saat turun dari mobil adalah pemandangan dari atas bukit, dan kota nya terlihat kecil, hanya keliatan dari banyaknya kerlap-kerlip lampu seperti memandang langit malam yg penuh dengan bintang-bintang.
Di bawah sana banyak kerlap kerlip lampu dan di langit terlihat bertaburan ratusan ribu bintang.
"Sungguh indah sekali ciptaanmu Ya Rabb," ucap Putri.
Dan di dalam kedai ice cream, nuansanya sungguh instragamble banget. Pengen deh ngajak Tiyan kencan disini, pasti nyenengin banget. Apalagi sampai di lamar pake acara romantis disini ... uluh ... uluh ..." membuat batin Putri membayangkan hal yg indah-indah bersama Tiyan.
Lalu datanglah pelayan yg membuyarkan lamunanku.
"Mau pesen apa mas dan mba?" tanya pelayan itu.
"Kamu mau pesen apa Put?" tanya kak Rendy ramah.
Karena Putri bingung saking banyaknya menu yg keliatannya enak semua. Putri hanya membolak-balikkan buku menu.
"Putri mau yg sama kaya kak Rendy pesan aja."
"Aku juga Ren, pokoknya pesenin yg paling enak," sahut kak Jelita.
"Ok, ok ... pesen yg ini 4 porsi ya mba."
"Baik, ditunggu sebentar ya mas," sahutnya kembali.
Lalu pelayan tadi segera mengambil pesanan yg mereka minta.
Sedangkan Putri kembali mengamati keindahan tempat ini.
~ Bersambung ~
.
.
.
JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA YA..BIAR AUTHOR TAHU DIMANA KEKURANGANNYA SELAMA INI.🙏😊
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE-NYA YA ... OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU " AFTER MERRIED "
__ADS_1
SEMOGA KALIAN SUKA 😊😘