Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
PULANG KE KAMPUNG HALAMAN


__ADS_3

Putri sudah berkurang morning sicknessnya, tapi soal makanan masih belum bisa memakan nasi. Ia hanya makan beberapa macam makanan tertentu saja. Bahkan minum susu hamil pun masih milih-milih. Kadang ia suka rasa vanilla, kadang coklat, tapi ia tidak suka rasa plain.


Hampir setiap sore ia selalu membeli empek-empek. Entah kenapa rasanya sangat nikmat sekali. Dan itu membuat selera makan Putri meningkat.


Dan hal itu membuat hari-hari Tiyan dan Putri semakin berwarna, ada saja tingkah si kecil dalam kandungan. Pernah suatu kali Putri iseng-iseng ngaca, dan melihat perut buncitnya di kaca rias.


Sambil mengelus-elus perutnya ia tersenyum-senyum sendiri. Bahkan Tiyan yg memandangi dari pintu dapur ikut tersenyum karenanya.


"Terimakasih sayang, sudah hadir dalam hidup mama dan ayah." Ucapnya sambil mengelus-elus perutnya.


Dari arah belakang muncullah Tiyan, "Makasih sayang sudah memberikan hadiah buat aku, love you forever my sweat heart."


"Makasih ya mas, sudah menjadi suami siaga, sebentar lagi kita akan segera melihat si kecil."


"Iya sayang," ucapnya mesra sambil terus mengelus dan mencium istrinya tersebut.


Semakin hari, gerak dan aktivitas Putri menjadi terbatas. Saat tidur ia pun sangat tidak nyaman. Kadang perutnya harus dielus-elus tangan suaminya baru ia bisa terlelap. Dan kadang kalo belum mencium aroma tubuh suaminya, ia bisa menjadi bad mood. Ia pun sering menyimpan kaos suaminya, jadi saat suaminya belum pulang, jika ia lelah ia akan terlelap sambil memeluk kaos suaminya tersebut.


Berbalik situasi dengan semester awal kehamilannya dulu. Dan menurut prediksi pertengahan desember ia akan melahirkan. Dan ia pun mengajukan cuti kerja di awal bulan.


Karena ini proses melahirkan anak pertama makanya mereka memutuskan untuk melakukan persalinan di desa, yaitu tempat tinggal kedua orang tua Tiyan.


🍃Tibalah waktunya untuk pulang kampung.


"Sayang, bentar kamu ga papa naik motor pulangnya?"


"Iya mas, tenang aja, aku baik-baik aja kok, malah senang kalo naik motor, kalau naik bus nanti aku mabuk mas." Rengek Putri dengan manjanya.


"Tapi sayang, mas khawatir."


"Ih, kalo mas ga mau ya udah, aku melahirkan disini aja."


"Ya dah oke, kita berangkat."


Dan dini hari jam 3 pagi, mereka pulang ke kampung halaman Tiyan dengan menggunakan sepeda motor ninja.


Dengan memakai jaket tebal dan celana hamil, Putri dengan hati sangat bahagia ia pun dibonceng suaminya dengan kecepatan 100/km per jam. Kadang malah lebih dari itu.


"Yuhuuuu ... seneng banget mas, kaya mau balapan, aku suka." Ucap Putri sepanjang perjalanan.


Tiyan pun hanya menanggapi dengan senyuman sekaligus was-was. Bagaimana tidak, istrinya yg hamil tua dengan bahagianya meminta dirinya untuk diantar ke kampung halaman menggunakan motor.

__ADS_1


Tapi ia bahagia, sepanjang perjalanan bayinya sama sekali tidak rewel, bahkan sering menendang perut Putri dan Tiyan pun bisa merasakan tendangannya dari punggungnya.


"Tu, mas lihat kan si kecil bahagia banget dibonceng kamu mas, I love you hubby."


"Love you too."


Entah kenapa di semester akhir kehamilan Putri, ia suka sekali mesra dengannya, dan bahkan ia sering meminta olah raga malam pada Tiyan. Ia si senang sekali, apalagi itu instruksi dari dokter kandungan Putri, katanya agar si kecil cepat lahir karena akan memasuki HPL.


Sesampainya di desa, Tiyan dan Putri beristirahat. Mereka tak membawa pakaian bayi karena pamali katanya bawa barang-barang kebutuhan bayi sebelum lahir. Jadi nanti pas sesudah lahir baru dibelikan baju dan perlengkapannya.


Dan karena Tiyan tak meminta ijin lama, sesudah mengantarkan Putri pulang, besok paginya ia kembali ke kota untuk bekerja.


Dan Putri pun mulai menjalani hari-harinya di desa. Setiap pagi, ia akan menyapu halaman dengan sapu lidi yg pendek. Katanya biar memudahkan jalan lahir, karena posisi menyapu ia sedikit menunduk. Ya itung-itung olahraga kata mertua Putri.


Setiap hari dilakukan dengan sangat membosankan baginya, karena kegiatannya itu-itu saja, sedangkan ia juga jauh dari suaminya. Tapi untungnya setiap weekend suaminya selalu pulang.


Dan ini sudah minggu kedua ia cuti tapi ia belum melahirkan juga. Ahirnya Putri pun mengeluh pada suaminya.


"Mas, anakmu kok betah banget si?"


"Atau ia memang lebih suka disitu ya?"


"Jangan gitu dong sayang, anak kita pasti akan lahir jika waktunya tiba."


"Kamu lupa ya, HPL dokter kan awal bulan, dan ternyata sudah lewat, nah kita tinggal nunggu HPL dari bu bidan, kira-kira bener engga tebakan beliau."


"Hu um juga ya mas, kok bisa selisih gitu sih?"


"Entahlah sayang, aku juga engga tau."


"Ya dah, mending kita bubuk aja yuk, dah malam juga," bujuk Tiyan pada istrinya tersebut.


"Engga mau, mau minta itu dulu."


"Itu apa sih?"


"Mas kok engga nengok si kecil sih!" ucapnya dengan sewot.


"Oh anak ayah dah kangen berat ya ama ayah, pasti seminggu ini, mama kamu engga bisa tidur tuh ...."


"Ih, mas bisa aja ...." ucap Putri malu-malu.

__ADS_1


"Tapi sebenarnya ayah juga kangen lo ama kamu, boleh ya sekarang ayah jenguk kamu." Ucapnya mesra terhadap bayi dalam kandungan Putri.


Putri pun tersenyum malu-malu menanggapi tingkah suaminya. Entah kenapa malam itu ia begitu menginginkan suaminya tersebut.


Dan malam itu terjadilah apa yg sudah terjadi. Tapi Tiyan tidak melakukan dengan durasi lama, sebab ia juga kasihan terhadap Putri dan bayinya, meski sebenarnya olahraga malam itu sangat menyehatkan, apalagi buat sepasang suami istri.


Dan sesudah melakukan itu, mereka pun tidur dengan lelap, karena besok pagi, dini hari ia harus segera balik ke kota untuk bekerja.


Seperti biasanya dini hari jam 3, Tiyan sudah bersiap-siap. Putri pun menemani keberangkatan suaminya.


"Mas, nanti kalau tiba-tiba anak kamu lahir gimana?"


"Ya langsung balik lagi lah sayang, kan aku mau menemani kamu berjuang nanti."


"Beneran ya mas, jangan bohong."


"Eits ngomong apa sih? emang sekarang uda mules-mules?"


"Belum mas, engga ada tanda-tanda juga, kan cuma nanya aja mas?"


"Iya, beneran kamu lom ngerasain apa-apa? kok tiba-tiba tanya begituan?"


"Serius kok mas, belum kerasa apa-apa, kan jaga-jaga aja sih, lagian udah 2 minggu jadi bete nungguin HPL."


"Emang uda siap?"


"He ... he ... he ... belum juga sih, tapi entah kenapa pengen segera melihatnya." Ucap Putri dengan berbinar-binar."


"Ya sudah kita berdoa aja, semoga nanti saat persalinan aku pas di rumah trus bisa nemenin kamu setiap saat deh."


"Makasih ya mas, i love you."


"Love you too my sweat heart."


Dan ahirnya Tiyan pun kembali ke kota setelah menyelesaikan drama pagi itu dengan istrinya.


.


.


.

__ADS_1


.


Hai para reader's setia "CTSN" CINTAKU TAK SEINDAH NOVEL, sebentar lagi akan sampai ke proses akhir ya.. jadi mohon maaf bila novel perdana Fany ini kurang sesuai dengan imajinasi kalian. Terimakasih sudah mendukung novel fany sampai hari ini. Love you 😘


__ADS_2