
..............................
Selama proses berlangsung, tampak suasana menjadi haru biru, Putri tak kuasa menahan rasa bahagianya saat itu, begitu pula dengan kedua orang tua Putri.
Mereka tak menyangka esok hari, mereka harus melepaskan putri kecil mereka untuk berdampingan dengan jodohnya.
Sedangkan di tempat siraman Tiyan, sudah ada beberapa orang yg ditunjuk untuk mewakili kegiatan siraman tersebut. Dan untuk proses terahir ada om dan tetua adat yg mewakili proses tersebut. Tetapi semua proses siraman di tempat Tiyan tetap terhubung dengan kedua orangtuanya yg masih ada di kota K.
Sebelum prosesi pernikahan berlangsung, Tiyan sudah memberi tahu pada keluarga Putri. Kalau adat di tempat tinggal Tiyan, tak memperbolehkan kedua orang tua mempelai pria hadir dalam prosesi pernikahan yang dilakukan di kediaman mempelai wanita. Dari pihak Tiyan akan diwakilkan oleh keluarga dekat calon mempelai pria. Dan para tetua adat dan keluarga Putri tak mempermasalahkan hal tersebut.
Persis setelah siraman, upacara paes dilakukan di kamar calon mempelai perempuan. Bukan hanya oleh si calon mempelai saja, tapi upacara ini diikuti juga oleh ibu calon mempelai, dan beberapa ibu-ibu sepuh lainnya.
Yang dimaksud dengan ngerik ialah mengerik atau menghilangkan rambut-rambut halus di wajah calon mempelai perempuan agar nampak bersih dan wajahnya jadi bercahaya.
Setelah itu, dilakukan acara dodol dawet atau menjual dawet. Penjualnya adalah ibu calon mempelai perempuan yang dipayungi oleh ayah calon mempelai perempuan. Sementara itu, yang berperan sebagai pembelinya ialah para tamu dan saudara yang hadir. Mereka menggunakan pecahan genting sebagai uang untuk membeli dawet tersebut.
Prosesi kali ini melambangkan agar dalam upacara pernikahan yang akan dilangsungkan, dikunjungi banyak tamu dan dawet pun laris terjual.
Sebuah prosesi yg unik yg terkadang dihilangkan karena tidak tahu maksud dan tujuan dari prosesi tersebut. Lalu acara di rumah Putri dilanjutkan dengan potong tumpeng.
Dalam adat Jawa, tumpeng identik dengan simbol kemakmuran dan kesejahteraan karena bentuknya yang menyerupai gunung.
Prosesi potong tumpeng pada pernikahan adat Jawa ini akan dilakukan oleh kedua orang tua dengan mengambil puncak tumpeng beserta lauk pauknya.
Lalu acara dilanjutkan dengan dulangan pungkasan, yang berarti suapan terakhir, ritual pernikahan adat Jawa yang satu ini melambangkan tanggung jawab terakhir orang tua terhadap anaknya.
Momen ini cukup mengharukan karena sekaligus melepas anak untuk membangun keluarganya sendiri.
Ritual pernikahan adat Jawa selanjutnya adalah memotong sedikit rambut kedua mempelai lalu menanamkannya.
Ritual adat Jawa ini bertujuan agar kedua mempelai dijauhkan dari segala hal buruk dalam rumah tangga.
Lalu dilanjutkan dengan pelepasan ayam jantan hitam sebagai bentuk keikhlasan orang tua melepas anaknya hidup mandiri. Seperti seekor ayam yang bisa mencari makan sendiri.
__ADS_1
Setelah beberapa kegiatan tadi. Pada malam harinya sang mempelai wanita akan melakukan ritual midodareni. Sebuah prosesi adat pernikahan Jawa Kata, midodaren berasal dari bahasa Jawa, yaitu 'widodari' atau bidadari dalam bahasa Indonesia.
Dalam upacara ini, prosesinya dilangsungkan pada malam hari setelah prosesi siraman, agar sang mempelai menjadi perempuan yg secantik Dewi Widodari.
Pada malam midodareni ini, keluarga calon mempelai pria berkunjung ke rumah calon mempelai perempuan untuk mempererat tali silaturahmi.
Pada malam harinya sesudah semua prosesi selesai, maka pelaminan Putri dan tempat Ijab Qobul pun sudah dirias penuh bunga-bunga.
Sementara itu, keluarga Tiyan yg berasal dari kota K pun sudah berangkat sejak sore hari. Iring-iringan rombongan mobil pengantin mulai memadati jalan raya. Perjalanan mereka akan ditempuh selama 8 jam perjalanan. Belum termasuk istirahat dll, maka dari itu mereka berangkat sore hari. Karena acara di rumah Putri akan dilaksanakan pukul 8 pagi, mereka tidak ingin terlambat sampai disana.
⚘ Keesokan harinya.
Sebelum subuh, mempelai putri sudah mandi dan mempersiapkan diri. Setelah melakukan sholat subuh, Putri pun bersiap untuk dirias. Ia pun segera menuju ruang rias. Karena mempelai wanita akan memakan waktu paling lama diantara anggota keluarga yg dirias. Mempelai putri pun harus tampil paling cantik dan menawan, karena ia merupakan sosok ratu utama hari ini.
Para perias pun sangat hati-hati merias mempelai wanita. Setiap inci dari wajah dan tubuhnya harus benar-benar kelihatan sempurna. Waktu yg digunakan untuk merias Putri pun menghabiskan waktu 2,5 jam. Waktu yg lumayan cukup untuk mengubah Putri menjadi ratu sehari.
Dengan balutan kebaya putih bernuansa payet dan kristal, Putri tampak begitu ayu dan menawan.
Untuk masalah make up, mempelai pria tak perlu di make up berlebihan, karena memang pada dasarnya ia sudah ganteng dari awal.
Ahirnya waktu yg ditunggu telah tiba. Tepat pukul 8 pagi. Tiyan dan rombongan keluarganya sudah tiba di rumah mempelai Putri untuk melakukan prosesi Ijab Qabul.
Sebagian para rombongan mempelai pria masih membersihkan diri dan sarapan pagi di rumah singgah yg sudah dipersiapkan keluarga Putri. Sebagian lagi yg sudah bersiap, terutama keluarga paling dekat Tiyan, menemaninya untuk melakukan Ijab Qabul.
Dengan didampingi keluarga besarnya Tiyan sudah duduk di tempat yg sudah disediakan. Sedangkan Putri masih di dalam kamar menunggu prosesi selesai, baru dia akan diantar menuju tempat itu.
Sebuah desain dekorasi simpel sudah memanjakan mata di ruangan itu. Sosok ayah Putri dan penghulu yg ada didepan Tiyan, sudah menambah kadar grogi mempelai pria.
"Sudah siap nak?" tanya pak penghulu pada Tiyan.
Tiyan pun mengangguk.
__ADS_1
Kemudian, Tiyan pun menjabat tangan bapak Putri. Penghulu pun menuntun mereka untuk melakukan prosesi ijab qabul tersebut.
"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Ryani Putri Azzahra alal mahri seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan emas hallan." Ucap bapak Putri.
Artinya: "Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku Ryani Putri Azzahra dengan mahar seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan emas dibayar tunai."
Dengan tegas dan lantang Tiyan pun menjawab "Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq."
Artinya: "Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah."
Pak penghulu pun menengok kanan kiri untuk bertanya pada para saksi ditempat itu. "Bagaimana saudaraku sekalian?"
Sah
Sah
Sah
"Alhamdulillah" ucap mereka serempak.
Tetes air mata haru dengan mudahnya lolos dari kedua pelupuk mata Putri. Dengan segera perias yg ada disisi Putri mengusap air mata Putri. Agar make up Putri tetap "On point"
Pak penghulu pun memanjatkan doa untuk kedua mempelai.
"Baarakallaahu laka, wa baarakallahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir."
Artinya: “Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu, semoga Allah juga menganugerahkan barakah atasmu, dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majjah).
Lalu dari dalam rumah mempelai, Putri didampingi perias dan anggota keluarga mengantarkannya pada sosok lelaki yg baru saja menjadi suaminya untuk menandatangani dokumen penting dari KUA.
DAN SAMPAI SINI DULU YA, DITUNGGU LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA YA, BIAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UP😊✌
__ADS_1