Cintaku Tak Seindah Novel

Cintaku Tak Seindah Novel
BERJUMPA


__ADS_3

Ini namanya Kak Jelita, cantik kan? selain cantik ia juga baik hati terutama sama Putri. Meski awalnya judes tapi setelah lama kenal ia sangat baik.


🍃~🍃~🍃~🍃~🍃


Ahirnya setelah menempuh perjalanan yg sangat panjang, kereta yg dinaiki Putri telah tiba di kota S dengan selamat.


Perjalanan yg hampir memakan waktu 5 jam perjalanan darat. Sampai di stasiun ia dan rombongan sudah dijemput oleh sopir dari perusahaan. Dan pak supir akan mengantar kami untuk pulang ke asrama kami bertiga.


Pertama pak supir mengantarkan ke asrama kak Rendy. Lalu ke asrama kak Jelita dan terahir ke asrama Putri.


Sesudah sampai di asrama Putri mengucapkan terimakasih sebelum keluar dari mobil.


"Makasih banyak pak."


"Iya, sama-sama non, saya permisi dulu," pamit pak sopir.


Lalu Putri pun masuk ke asramanya, tak lupa ia mengambil kunci di pos satpam. Lalu ia menuju kamarnya.


Ceklek


"Assalamu'alaikum," ucap Putri sesudah membuka pintu kamarnya.


Memang sudah menjadi kebiasaan Putri untuk selalu mengucap salam ketika memasuki rumah. Meskipun didalam rumah tak ada orang, ia akan tetap memberi salam.


Karena salam merupakan doa, baik bagi yang mengucapkan maupun yang mendengarkan. 


فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ  ۚ


“…Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya), yang artinya juga memberi salam kepada dirimu sendiri…” (QS an-Nur [24]: 61)


Betapa pentingnya meminta izin sebelum memasuki sebuah rumah yang bukan milik sendiri. Cara ini merupakan salah satu kaidah dalam bersilaturahim. Dan, begitu indah akhlak seseorang yang selalu mengawali ucapan salam kepada siapa pun yang ditemuinya. 


وعن أَبي أُمامة صُدَيِّ بن عجلان الباهِلِي قال: قال رسولُ الله إنَّ أَوْلَى النَّاس باللهِ مَنْ بَدَأهم بالسَّلام


“Sesungguhnya orang yang paling utama di sisi Allah adalah mereka yang memulai salam.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).


Lalu ia menaruh semua barangnya diatas kasurnya. Lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu lalu melaksanakan sholat dhuhur.


Baru sesudahnya ia menata kembali pakaian bersihnya ke dalam almari dan mencuci pakaian kotornya. Adzan ashar berkumandang, ahirnya Putri selesai mencuci bajunya dan tinggal menjemurnya.


Ia memang ga suka melihat baju kotornya menumpuk terlalu lama di keranjang baju kotor, maka dari itu, meski lelah ia akan langsung mencucinya.


Setelah ia menjemur pakaiannya, ia pun kemudian mengambil air wudhu dan langsung sholat ashar. Kemudian setelah semuanya selesai, ia pun beristirahat sebentar.


"Oh ya, aku hampir lupa, mau menanak nasi dulu, nanti tinggal makan, kan udah ada lauknya," ucap Putri lalu ia pun mencuci beras lalu memasukan ke magicom dan menekan tombol cooking.


Setelah semuanya beres ia pun kembali rebahan. Sambil sesekali ia melihat Hp nya. Sungguh hari yg melelahkan, tapi aku senang. Ia pun melihat kembali hasil fotonya saat survey kemarin satu persatu. Bersamaan dengan itu, semua memori yg kemarin terjadi berputar kembali di otak Putri.


Sementara itu tempat lain.


🌱 Tiyan Pov -


Hari ini Tiyan bekerja lebih semangat karena nanti malam ia akan berkencan dengan Putri. Bayangan-bayangan indah selalu menghantuinya.

__ADS_1


Sesekali ia melirik jam dinding yg ada di ruang kerjanya, untuk menghitung berapa jam lagi waktu kerjanya.


"Mmm, kenapa si, jam dindingnya muternya lama banget, hufttt ..." umpat Tiyan dalam hatinya.


Padahal jam dindingnya sudah menunjukan pukul 16.00 WIB, saatnya ia untuk menunaikan sholat ashar. Lalu ia pun keluar ruangan untuk menuju toilet dan berwudhu lalu menunaikan ibadah sholat di musholla.


Tepat jam 17.00 ia kembali ke ruangannya untuk beristirahat sore sebentar sambil makan nasi bungkus bersama teman-temannya. Lalu terdengar suara adzan maghrib, ia pun mengambil air wudhu lalu berjamaah dengan yg lainnya untuk menunaikan ibadah sholat maghrib.


Ia pun tak lupa melirik jam dinding di ruangannya sekali lagi.


"Alhamdulillah, sebentar lagi pulang, he ... he ..." batinnya.


Lalu ahirnya jam menunjukkan pukul 18.00 WIB, artinya sebentar lagi ia pulang. Dia bekerja dengan giat sampai ahirnya terdengar bel tanda pergantian shift. Pukul 19.00 WIB ia pun pulang dengan cepat menuju asrama.


🍃Kamar Putri


Teman-teman Putri sudah pulang ke asrama sejak pukul 5 sore. Untung Putri sudah menanak nasi, jadi ia dan kakak-kakaknya bisa makan bersama sore itu.


Tak lupa ia pun menyiapkan makanan untuk makan bersama Tiyan nanti malam. Ia sudah menyusun lauknya dengan rapi. Sedangkan nasinya masih ia dinginkan di piring, agar saat dimasukkan ke tempat makanan sudah dingin.


Di dalam tasnya juga sudah ada beberapa camilan buat teman ngobrol nanti. Dan ia juga sudah mengirim pesan pada kak Tiyan, supaya nanti bersiap lebih cepat karena ia sudah menyiapkan bekal makan nanti malam.


Ahirnya Hp Putri berbunyi artinya Kak Tiyan sudah pulang.


"Hai Put ..."


"Hai kak, ayuk kita jadi ketemuan kan, jangan lupa bawa motor ya," pinta Putri.


"Siap, aku mandi dulu ya,15 menit lagi kita ketemu di depan gerbang asrama."


Dari luar kamar terdengar beberapa wanita mengobrol, dan lalu mereka mengetuk pintu kamar Putri.


"Assalamu'alaikum," sapa kak Novi langsung masuk.


"Wa'laikum salam," jawab Putri.


Kak Novi dan yg lainnya memperhatikan Putri saat bertelpon. Lalu ketika selesai telpon kak Novi pun menggoda Putri.


"Cie- cie yg mau kencan, ga capek apa, baru aja datang langsung kencan?" canda kak Novi.


"Ah, kakak kaya ga pernah muda aja," ucap Putri tersipu malu.


Lalu ia pun memasukkan nasi yg telah ia siapkan tadi ke dalam tasnya, tak lupa ia membawa lauknya dan sendoknya.


Lalu ia berganti pakaian dan tak lupa berdandan yg cantik.


"Uhuuukk, cantikknya adikku ini?"


"Apaan si kakak ..."


Udah ah, aku berangkat dulu ya, "Assalamu'alaikum," ucap Putri sambil keluar kamarnya.


"Wa'alaikum salam, hati-hati ya Put," sahut kak Ida.

__ADS_1


Putri tersenyum kemudian melangkah keluar asrama. Ternyata Kak Tiyan sudah menunggunya didepan asrama. Mereka pun segera berangkat untuk jalan-jalan.


Entah kemana tujuan mereka malam itu, tapi yg jelas,Tiyan dan Putri sama-sama bahagia saat itu.


"Kak cari tempat yg ada tempat duduknya ya kak."


"Iya, yg terang juga penerangannya ya, biar makananya lebih enak juga."


"Siap kak."


Putri pun mengeratkan pelukannya ke pinggang kak Tiyan. Tiyan pun merasakan kebahagiaan luar biasa saat Putri memeluknya dengan erat. Tapi ia harus konsentrasi dalam menyetir.


Ia pun kembali fokus ke depan agar mereka sampai di tujuan. Lima belas menit kemudian, mereka sampai di sebuah taman kota. Mereka pun berhenti disitu, dan segera mencari tempat duduk yg nyaman.


Setelah mendapat tempat duduk, tanpa malu Putri mengeluarkan bekal makanannya. Dan ia meminta ijin untuk menyuapi Tiyan.


"Kak Tiyan mau makan sendiri atau disuapin?"


"Disuapin boleh?" ucap Tiyan dengan berbinar.


"Mm ... boleh lah, mau menu yg mana ikan atau botoknya?" ucap Putri malu-malu.


"Terserah kamu aja deh, apa aja aku mau, asal kamu yg suapin," sahut Tiyan.


"Siap, buka mulutnya dong ... aa ... aa ..."


"Aam, nyam ... nyam ... enak banget ya."


"Ini kamu yg pilih menunya Put," tanya Tiyan di tengah makannya.


"Iya kak, ini oleh-oleh asli yg Putri bawa dari Semarang spesial buat kak Tiyan tersayang," jawabnya antusias.


"Makasih sayangku ..."


"Sama-sama kakak sayang."


Tiyan pun tersenyum senang mendapatkan perlakuan spesial dari Putri malam ini. Sungguh malam ini kebahagiaan meliputi mereka berdua.


~ Bersambung ~


.


.


.


JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA YA, BIAR AUTHOR TAHU DIMANA KEKURANGANNYA SELAMA INI🙏😊


**JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN GIFT-NYA YA..


KARENA DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT UNTUK AUTHOR AGAR GIAT MENULIS.


OH YA JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KEDUAKU "AFTER MERRIED** "

__ADS_1


SEMOGA KALIAN SUKA 😊😘


__ADS_2